BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Nasehat Sang Ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat Sang Ayah. Tampilkan semua postingan

Aku Punya Akal Budi & Perasaan loh...

EMDE Channel | 9/03/2014 02:50:00 PM | 0 komentar
"Donal........ Mandiiii !!! Mama bilang mandi ya mandi !!"
Begitulah hampir setiap hari mama memberi perintah padaku untuk dilaksanakan SAAT ITU JUGA..
Kalau aku tak melaksanakan ??
Langsung deh aku dikatai :
"Dasar anak Nakal !!"
Yeaahhh....
Aku sudah 'layaknya' anjing peliharaan ya.....
Diberi perintah,
Trus HARUS dilaksanakan SAAT ITU juga,
Kalau tidak, pasti dikatai 'nakal',
Persis kayak anjing peliharaan juga kan?
Yg kalau gak menuruti perintah majikannya,
Langsung di katai 'anjing nakal'...
*Sigh.........
-----------------------------
Papa juga gak jauh beda...
Sering perlakukan aku layaknya Kerbau disawah..
Supaya aku menuruti perintahnya saat itu juga,
Aku sering ditarik2 (seret), bahkan juga dipukul...
Benar2 mirip seperti perlakukan kerbau di sawah supaya mau bergerak..
*Sigh more and more.......
------------------------------
Ma, pa......
Aku ini anak kalian loh..
Anak manusia, sama seperti kalian...
Yg punya akal budi dan perasaan..
Tapi kenapa kalian sering perlakukan aku seakan seperti aku tak punya akal budi juga perasaan??
---------------------
Yupssss....
Sadar tak sadar,
Kita sering perlakukan anak kita layaknya binatang..
Cara kita menghardik atau meminta mereka lakukan suatu hal,
Layaknya kita menghardik atau memerintah binatang.
Yakni, HARUS SAAT ITU JUGA !!!
Kalau tidak menurut ??
Bisa kita katai mereka 'nakal',
Atau bahkan kita jewer dan seret,
Bahkan kita pukul,
Supaya mereka lakukan yg kita minta saat itu juga...
Kita lupa bahwa anak kita itu manusia yg punya akal budi,
Yg mungkin saja saat itu sedang sibuk lakukan hal lain,
Sehingga menunda lakukan permintaan kita..
Atau kita juga lupa,
Bahwa anak kita ini manusia yg punya perasaan,
Mereka bisa saja TAK SUKA dengan cara kita memberi perintah,
Sehingga jadilah mereka ENGGAN menuruti permintaan kita..
Make sense kan??
Binatang saja kita harus perlakukan dengan baik,
Apalagi anak kita yg notabenenya adalah darah daging kita sendiri??
Harusnya kita perlakukan dengan lebih baik donk....
Mereka punya akal budi,
So dekatilah mereka dengan pendekatan2 yg merangsang akal budi mereka untuk bekerja dengan baik..
Contohnya seperti apa ??
Kurangi perintah yg mengharuskan anak lakukan hal saat itu juga,
Karena itu hanya akan MemBONSAI otak anak,
sehingga hanya terbiasa untuk menerima perintah,
Tanpa mau Aktif berpikir..
Mulailah belajar untuk buat kesepakatan demi kesepakatan dengan anak,
Caranya bisa dilihat diartikel yg berjudul 'Are you ready, kids?'
So biasakan sebelum anak lakukan aktivitas2, buatlah kesepakatan untuk disepakati bersama,
Supaya mereka paham akan boundary yg ada, yg perlu dipatuhi demi kebaikan dirinya sendiri dan sekitarnya..
Proses membuat kesepakatan, dan melaksanakan kesepakatan tsb,
Melatih otak anak untuk berpikir dan juga melatihnya bertanggung jawab atas kesepakatan yg telah dibuat..
Lalu soal perasaan,
Anda sendiri suka gak kalau diperintah seenaknya oleh pasangan??
Demikianlah anak, friends...
Seringnya bukan anak enggan bekerja sama dengan kita,
Tapi cara kita memberi perintah itu MENYAKITI PERASAANNYA,
Sehingga mereka pun jadi MALAS menuruti permintaan kita..
Lalu ada yg bilang :
"Sudah buat kesepakatan dan omong baik2 kok.. tapi tetap saja dia gak nurut..."
Ada boundary, tidak?
Buatlah boundary di kesepakatan awal,
Misal :
"Nak, kamu siap main? Jika iya, berarti kamu siap pula bekerja sama dengan mama, oke sayang? Dan jika kamu belum siap bekerja sama, berarti kamu juga belum siap main.."
So ketika anak tampak tidak menggubris permintaan yg sudah kita sampaikan dengan sabar,
Coba tanyakan alasan mereka mengapa tak mengindahkan permintaan kita tsb.
Lalu validate perasaan mereka, baru Ingatkan anak akan boundary di awal :
"Mama tahu kamu masih asyik main..tapi kamu ingat kesepakatan kita tadi kan?"
"Soooo, Kamu yakin siap main, nak? Jika tak siap, kita rehat tenangkan diri sebentar yuk... supaya kamu lebih relax, siap main dan bekerja sama lagi.."
JIka anak jadi tantrum,
Tak apa, tak usah panik...
Hadapilah dengan Tenang,
Setelah anak selesai tantrum, baru jelaskan lagi duduk permasalahan tadi..
Tak jarang, anak akan tantrum ketika proses melakukan kesepakatan tsb..
Ini normal kok...
Yg penting hadapi dengan tenang, validate perasaannya, empati, dan tetap Tegas (bukan keras)..
Dengan ketenangan dan empati, serta boundary yg kita tunjukkan,
Anak akan lebih mampu mengendalikan dirinya untuk tak berlama2 tantrum.
Dan setelahnya, anak akan mampu bekerja sama dengan lebih baik lagi dengan kita..
Semoga bermanfaat ya...
‪#‎just‬ share, no offense...

~Kids Are BEST GURU~
Sumber :FP Kid Are BEST GURU

Jawaban mengenai materi "CALISTUNG" pada anak dibawah 7 tahun

EMDE Channel | 9/17/2013 01:43:00 PM | 0 komentar
Ujian Calistung untuk Masuk SD
Dear all parents...
Menjawab segala pertanyaan juga 'kegundahan' mengenai calistung pada anak bawah 7 tahun, saya merangkum beberapa poin di bawah ini:

- Jika mentri pendidikan saja tidak membolehkan SD memberi ujian calistung pada siswa baru, maka itu berarti ada payung-payung hukum yang menjamin hal tersebut.
Dalam hal ini anda bisa googling undang-undang apa saja yang berkenaan dengan hal tersebut. Ada juga SK mentri nya. Kalau perlu anda print itu sebagai bukti ke sekolah bahwa ujian calistung untuk masuk SD itu dilarang oleh mentri juga undang-undang..

- Tidak semua SD mengharuskan muridnya mengikuti ujian calistung. Cobalah lakukan survey ke beberapa sekolah sebagai perbandingan manakah sekolah yang lebih ramah anak.
Jika ternyata tak ada, anda bisa menyampaikan pengaduan ke Dinas pendidikan setempat mengenai ini. Sehingga biarlah ini jadi bahan intropeksi mereka, dan biarlah kewenangan mereka yang menindak lanjuti masalah ini.

Saya sendiri jujur heran dan tak habis pikir, mengapa banyak sekolah-sekolah 'nakal' yang tak menggubris peraturan pemerintah yang jelas-jelas melarang ujian calistung pada siswa SD yang baru.
Jika demikian, berarti sekolah tersebut jelas bukanlah sekolah yang baik buat anak anda. Karena sudah jelas-jelas ada peraturannya, namun malah dilanggar. Masihkah anda bisa percaya pada sekolah yang melanggar peraturan? Jika sekolahnya saja begitu, bagaimana murid-muridnya?

- Saran saya, carilah sekolah yang Ramah anak. Yang mendidik anak sesuai perkembangan psikologis juga otak sesuai umurnya. Bukan yang bikin stress anak, bahkan membuat anak kelihatan 'bodoh'.
Setahu saya banyak sekolah yang mengutamakan pendidikan karakter akhir-akhir ini. Jadi cobalah Aktif mencari tahu, bisa lewat inet atau tanya-tanya ke orang tua kenalan kita.

- Jika ternyata tidak juga menemukan sekolah yang tepat buat anak anda. Jangan putus asa. Masih ada pilihan lain. Carilah Sekolah Alam di wilayah anda. Sekolah alam itu ramah anak. Walau mungkin biaya memang agak tinggi, mengingat mahalnya Lahan yang harus mereka sediakan untuk terselenggaranya sekolah alam tersebut.

- Attau jika dirasa masih juga memberatkan, ada pilihan lain yang jauh lebih ramah anak. Yakni Home Schooling. Di lain kesempatan akan kita bahas lebih dalam mengenai ini.

Kesimpulan:

Parents, sebenarnya pilihan itu ada di tangan kita kok. Bukan tangan sekolah. Anak kita memang butuh pendidikan, tapi tak harus di sekolah yang demikian. Lagipula pendidikan itu sendiri tidak berhenti pada nilai2 akademik. Tapi lebih ke kreatifitas juga karakter anak, seperti yang sudah saya bahas sebelumnya.
Jadi jika nilai anak anda tidak semuanya bagus, janganlah stress. Karena memang setiap anak memiliki minat dan kemampuan berbeda-beda. Janganlah paksakan mereka untuk bagus di semua bidang, apalagi bidang tersebut belum tentu terpakai di kehidupan nyata kelak.
Fokuslah pada apa yang jadi minat dan kelebihan mereka. Gali lebih dalam, beri mereka support penuh, maka percayalah bahwa anak anda akan bertumbuh menjadi orang yang SUKSES di bidangnya kelak..


Sumber : FP Kids Are BEST GURU

Illustrasi Gambar :lenterakecil.com

Kontroversasi Kudeta Calistung Dini

EMDE Channel | 9/17/2013 11:35:00 AM | 0 komentar
Mendikbud, Mohammad Nuh MENEGASKAN bahwa SD tidak boleh memberikan tes Calistung kepada calon murid. Paud bukanlah tempat bagi anak untuk belajar calistung.

Lanjut beliau katakan, bahwa mengajarkan calistung adalah KEWAJIBAN SD, bukan PAUD. Oleh karena itu, anak yg akan masuk sekolah tidak boleh dituntut sudah menguasai hitung.

"Bila SD memberikan tes calistung kepada calon murid, maka anak2 akan diajari calistung sejak TK, jika TK anak sudah diajari calistung, maka sejak PAUD ia sudah diperkenalkan huruf. Jangan2 semenjak di dalam kandungan sudah minta belajar," kata Nuh.

Tuntutan yg berat kepada anak usia dini akan membuat anak tsb tertekan.

Senada dengan seruan Mendikbud, Direktur PAUD Ditjen PNFI Kemendiknas, Sudjarwo juga tegas menghimbau:
Hendaknya pengajaran PAUD dikembalikan pada 'qitah' nya yaitu memberikan kesempatan pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan BEBAN AKADEMIK, termasuk Calistung.

Anak balita sebaiknya tak buru2 diajarkan calistung. Jika dipaksa menguasai calistung, maka si anak akan terkena 'MENTAL HECTIC' pada usia 8-9 tahun (2-3 SD). Anak akan selalu bergerak, sulit diatur, egosentris, dan pemberontak.

"Oleh karena itu JANGAN BANGGA bagi anda atau siapa saja yg memiliki anak usia 2 atau 3 tahun sudah bisa membaca & menulis," lanjut Sudjarwo.

Bagaimana pendapat para psikolog mengenai 'fenomena' calistung dini ini?

Masa kanak2 (bawah 7 tahun) adalah masa dimana anak harusnya BANYAK BERMAIN. Bukan duduk diam menghapal angka atau huruf, lalu sepulangnya harus mengerjakan PR dari sekolah, belum lagi banyak dari mereka yg sudah diikutkan Les calistung sejak dini.

Psikologis anak belumlah siap untuk itu semua. Yg ada anak akan STRESS, dan itu berbahaya buat perkembangan mentalnya. Belum lagi dari sisi perkembangan Otak anak. Bawah 7 tahun, otak anak BELUM SIAP belajar Kognitif seperti Calistung.

Jadi sangatlah tak bijak jika memaksakan anak bawah 7 tahun untuk duduk diam menghapal huruf2 atau angka, apalagi sampai memasukkan mereka ke LES Calistung. Karena memang secara Psikologis juga perkembangan Otak, mereka belum siap untuk itu.

Apa Kesimpulannya?

Masa bawah 7 tahun, adalah masa Pembentukan Karakter dan Empati bagi anak. Di masa ini mereka Harusnya menghabiskan waktu mereka dengan bermain (yg positif dan terarah pastinya). Karena melalui bermain itulah justru mereka belajar.

Di masa ini pula kreatifitas anak harus dikembangkan. Karena sesungguhnya, Karakter yg kuat & Kreatifitas yg tinggi itulah MODAL UTAMA serta DASAR yg harus dimiliki setiap anak dalam menghadapi kehidupan 'nyata' kelak.

Karena pada kenyataannya, yg bisa BERTAHAN dalam 'persaingan' di dunia ini adalah mereka yg Berkarakter kuat dan penuh kreatifitas. Bukan yg hanya memiliki nilai akademik yg bagus.

Akademik sejatinya hanyalah Elemen penunjang saja dari keberhasilan seseorang. Karena itulah, yg harus kita utamakan sejak dini adalah pendidikan Karakter dan pengembangan kreatifitas seluas2 nya pada anak. Jangan terbalik (akademik duluan).

Kasihanilah anak2 kita. Jangan biarkan mereka Stress oleh karena hapalan2 yg belum seharusnya, jadwal sekolah dan les yg padat, PR yg menyita waktu bermain mereka.

Dibutuhkan hati yg BAHAGIA untuk perkembangan Otak dan mental yg Optimal.

Namun itu semua kembali kepada pilihan pribadi masing2. Saya hanya menghimbau, mari kita jadikan anak2 kita GENERASI PENERUS BANGSA yg Bahagia, Berakhlak Mulia, Berkarakter kuat, Berempati, dan Kreatif..

Jangan biarkan anak jadi korban dari Kontroversasi Kudeta Calistung Dini ya..

Sumber : FP Kid Are BEST GURU

Foto : http://kabarberita.info

Nasehat Sang Ayah...

EMDE Channel | 10/21/2008 10:10:00 AM | 0 komentar
Anakku, seperti yang ayah bilang, bahwa kesenangan itu adalah kebahagiaan orang-orang tolol. Tapi Kebahagiaan itu adalah kesenangan orang-orang bijak.
Kebahagiaan itu tidak terletak pada apa yang kau inginkan, melainkan karena kau tidak menginginkan apa yang tidak dapat kau miliki. Dan kau akan arif/bijaksana jika kau tidak berduka cita akan hal-hal yang kau tidak miliki, tapi merasa bahagia dengan apa yang telah kau miliki.
Alangkah indahnya bahagia yang kau inginkan, tapi alangkah indahnya pula derita yang bakal kau lalui.
Apakah kau akan pedulikan atas keadaan susah atau senangmu? sementara kau tidak tau manakah yang lebih baik di antara keduanya.
Coba kau renungi sejenak sedikit kata-kata ayahmu ini, dan berusahalah / berdo'a agar kamu termasuk golongan orang-orang yang bersyukur.....

(Saya kutip dari buku kecil kusamku yang tertulis pada 01 Mei 2001)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger