BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan

Pendaki ‘’Nyleneh’’ Asal Tumpang Berjalan Mundur

EMDE Channel | 9/05/2013 08:47:00 AM | 0 komentar
Foto: Merdeka.com

Keteguhan dan keyakinan merupakan kunci meraih sukses.  Hal ini  diperlihatkan pendaki gunung bernama Iswahyudi alias Tarpin. Pria asal Tumpang Kabupaten Malang ini sukses menaklukkan Gunung Semeru secara ‘’nyeleneh’’ Yakni, berjalan mundur selama tiga hari dan berakhir awal pekan ini.

Gunung Semeru memang  sudah akrab dengan Tarpin. Maklum, selain sebagai pendaki, ayah  dua anak ini juga bekerja sebagai porter  atau pembawa barang untuk para pendaki di ‘‘atap‘‘ pulau Jawa ini. Bahkan, ia  sedikitnya  800 kali lebih mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Karena itu, ia sampai dijuluki Tarpin yang merupakan singkatan dari ‘‘Tarsan Pindah‘‘.“Saya sejak tahun 1986 sudah mendaki Gunung Semeru. Kalau ditanya tepatnya berapa kali saya mendaki, sudah lupa. Tapi sedikitnya ya  800 kali,‘‘ ujarnya ketika disambangi Malang Post di markas komunitasnya,Gimbal Alas Indonesia di Sawojajar Kota Malang,kemarin.
Karena itu, ia kemudian mempunyai gagasan ‘‘gila‘‘   mendaki Gunung Semeru dengan cara berjalan mundur.Maklum,  memang  belum ada seorangpun pendaki gunung yang ada di dunia ini melakukan pendakian dengan berjalan mundur. Dibantu dengan Komunitas Gimbal Alas  Tarpin akhirnya mewujudkan keinginannya. Namun, dia tidak asal maupun serta merta melakukannya. Melainkan juga melakukan persiapan dan melengkapi diri dengan peralatan mendaki yang lumrah dilakukan seorang pendaki. Bedanya, saat melakukan pendakian mundur, di badannya harus dipasang dua spion layaknya sepeda motor. “Bagaimana bisa lihat ke belakang, kalau tidak dipasang spion. Ya sebenarnya memang bisa saja tidak memakai spion, tetapi tentu  berpeluang  mendapat berbagai celaka,‘‘ urainya.
 Dia mengawali pendakian dengan  berjalan mundur, pada hari Sabtu (24/8)  mengambil start etape pertama dari Ranu Pani sekitar pukul 08.00 WIB menuju ke Ranu Kumbolo. Pendakian sejauh 12 km dengan medan yang sangat berliku serta menanjak, Tarpin selesaikan dengan waktu empat jam. “Kalau pendaki pemula, ya bisa jadi enam sampai tujuh jam. Belum lagi kalau sesekali berhenti istirahat, ya tambah lama,” urainya.
Foto : Merdeka.com
Sesampainya di Ranu Kumbolo sekitar pukul 12.00 WIB dia beristirahat selama satu jam. Sekitar pukul 13.00, dia start etape kedua menuju  Kali Mati. Pada etape keduanya tersebut, pria kelahiran 1 Januari 1965 ini, hanya memakan waktu lima jam, tepatnya sekitar pukul 18.00 Tarpin sudah berada di Kali Mati dan menginap di tempat tersebut.
Keesokan harinya, Minggu (25/8), dia bersama timnya melanjutkan pendakian mundur untuk menempuh etape ketiga sekitar pukul 12.00 menuju Kelik atau daerah batas vegitasi. Tarpin hanya menempuh waktu dua jam setengah, tepatnya pukul 14.20 WIB sudah sampai di batas vegetasi. “Di tempat tersebut, saya nge-camp lagi, karena sudah petang dan berkabut,” ucapnya.
Dia menuturkan, perlu tenaga yang ekstra kuat untuk menyelesaikan etape terakhir. Lantaran menurutnya, untuk mencapai puncak medan yang ditempuh semakin sulit. “Medannya berbatu dan berdebu tentunya semakin menantang. Belum lagi oksigen yang semakin tipis, karena berada di ketinggian,” urainya.
Hari Senin (26/8) sekitar pukul 05.30 WIB, dia melanjutkan kembali untuk menempuh etape keempat dengan tujuan Puncak Mahameru. Lagi-lagi berkat kelihaian dan keahliannya, Tarpin menyelesaikan etape waktu hanya lima jam. Tepatnya sekitar pukul 10.21 pria asal Tumpang ini sudah  berhasil sampai di puncak Semeru. Saat itu,  Tarpin bersama Komunitas Gimbal Alas Indonesia melakukan upacara mengibarkan bendera merah putih. Jika mendaki secara normal, Tarpin dan kawan-kawan biasanya cukup menghabiskan waktu sehari dan semalam untuk mencapai puncak Gunung Semeru. “Kemudian  kami selebrasi dan berfoto bersama. Saat itu kami sangat senang karena akhirnya bisa menaklukkan Gunung Semeru dengan berjalan mundur yang memang baru pertama kali,“ urainya.
Saat turun, dia juga berjalan mundur. Namun, saat turun lebih mudah dibanding saat mendaki. Selama melakukan perjalanan untuk turun tersebut, Tarpin bersama komunitasnya mengumpulkan sampah  yang  banyak berserakan di sepanjang jalur pendakian.“Kami memang mempunyai tujuan ganda melakukan aksi ini, selain menaklukan tantangan berjalan mundur, juga melakukan kegiatan sosial membersihkan sampah,“ jelasnya.
Melalui kegiatan itulah dia sekaligus berpesan agar kepada para pendaki pemula untuk tetap menjaga lingkungan Gunung Semeru. “Apalagi setelah dijadikan syuting  film 5 Cm, maka akhir-akhir ini Gunung Semeru semakin dipadati pendaki pemula. Biasanya usai mendaki, mereka membuang sampah begitu saja. Hal ini membuat rusak lingkungan dan tentunya membahayakan lingkungan,“ keluhnya.Terbukti, saat mengumpulkan sampah itulah, dia bersama komunitasnya berhasil mengeruk sampah dalam jumlah banyak kemudian dibawa turun untuk dibakar. ‘‘Setelah ini saya juga  ingin mendaki  Gunung Rinjani yang ada di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara berjalan mundur,‘‘ pungkasnya.

sumber : Foto : Merdeka.com


Ketika mahameru didaki pemula. Akibatnya banyak kerusakan pada alam... *Sampah e cak dijupuki, ojok foto2an ae!!!  
(Sebuah Status kawan Abi Yazid Al Basthomi)

Foto: FB OM Dhemitz
Dan salah satu komentar status : Iswahyudi yang akrab disapa Tarpin (tarzan pinter), berhasil mewujudkan niatnya untuk mendaki Gunung Semeru dengan cara berjalan mundur. Ia mencapai puncak Mahameru pada hari Senin (26/8/2013) pagi yang merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa. Pendakian Tarpin dimulai sejak Sabtu (24/8/2013) pagi sekitar pukul 08.15 dari Pos Pendakian Semeru di Ranu Pane. Bagusnya lagi sembari berjalan Tarpin membersihkan sampah-sampah yang berserakan disepanjang jalan yang dilewatinya. Patut menjadi inspirasi dan bisa memotivasi kita semua untuk lebih menghargai alam. SUKSES TARPIN..SALAM DUA KAKI..
[sing nyekel rokok gan cak tarpin,sing sijine cak takim dukun bantengan tumpang] Sumber : FBOM Dhemitz

Seni Gerak "Parkour"

EMDE Channel | 9/17/2012 11:47:00 AM | 0 komentar
Parkour (Kadang-kadang disingkat PK) atau l'art du déplacement (Seni gerak) adalah aktivitas yang bertujuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan efisien dan secepat-cepatnya, menggunakan prinsip kemampuan badan manusia. Itu berarti untuk menolong seseorang melintasi rintangan, yang bisa berupa apa saja di sekitar lingkungan dari cabang-cabang pohon dan batu-batuan hingga pegangan tangan dan tembok beton yang bisa dilatih di desa dan di kota. atlet-atlet Parkour dikenal sebagai "Traceur" atau "Traceuse" untuk perempuan.


Sejarah penemuan

Ditemukan oleh David Belle[1] di Perancis, "Parkour" bertujuan untuk melatih efisiensi gerakan untuk membentuk badan dan pikiran seseorang untuk dapat menghadapi rintangan-rintangan dalam kondisi bahaya.
Parkour mempunyai arti bergerak atau berpindah tempat dari point A ke point B seefisien dan secepat mungkin yang menggunakan prinsip dari Parkour dengan mengedepankan keindahan bergerak sekaligus diimbangi oleh kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri.
Sebenarnya Parkour sudah ada sejak dulu sebelum manusia mengenal kata “Parkour” itu sendiri. Tapi Parkour dideskripsikan dan dikenalkan ke seluruh dunia oleh seorang pria berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan nama David Belle. Dialah yang telah memperkenalkan olahraga ini ke seluruh dunia yang awalnya hanya berkembang di Perancis. Sehingga akhirnya berkembang ke seluruh daratan Eropa dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia
Terinspirasi dari ayahnya, Raymond Belle seorang tentara Perancis yang akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers ( pemadam kebakaran militer). Lahir di tengah keluarga pemadam kebakaran membuat David terinspirasi dengan cerita-cerita tentang kepahlawanan. Saat berumur 16 tahun, David memutuskan untuk meninggalkan sekolah untuk mencari kecintaannya akan kebebasan, aksi, dan untuk mengembangkan kekuatan dan ketangkasan yang dimilikinya agar berguna dalam kehidupannya, seperti yang selalu dinasehatkan oleh ayahnya.
Raymond memperkenalkan pada anaknya tentang sebuah latihan halang rintang dan metode natural yang akhirnya dikenal dengan nama Parkour. Sejak saat itu ,setiap David sepulang sekolah ia mulai memainkan skenario sendiri bagaimana dia bisa meloloskan diri dari situasi yang sulit. Menurut David, Parkour dapat berguna sebagai self-defense dalam keadaan tidak terduga. Saat martial art bisa disebut sebagai sebuah bentuk latihan untuk fight (bertarung), parkour merupakan suatu bentuk latihan untuk flight (kabur).
Sejak Usia 15 tahun, David Belle pindah ke Lisses (salah satu kota di Perancis). Pada waktu itu, dia bertemu dengan para remaja di sana yang tertarik dengan apa yang dilakukan oleh David. Disinilah cikal bakal dari lahirnya sebuah grup Parkour yang dikenal dengan nama '''Yamakasi'''. Bersama teman masa kecilnya, Sebastian Foucan beserta beberapa pemuda lainnya mulai mengembangkan Yamakasi sebagai tim Parkour yang dikenal di Perancis. Namun karena perbedaan prinsip, David dan Sebastian berpisah dan meninggalkan Yamakasi. Sehingga saat film Yamakasi yang dibuat pada tahun 2001 harus tetap berjalan tanpa kehadiran mereka berdua.
David tetap memegang prinsip Parkour yang tetap mengedepankan tentang keefektifan dan efisiensi yang menampilkan kesederhanaan dan memiliki filosofi melewati rintangan dengan cepat dan efisient. Sedangkan Sebastian lebih memilih untuk membuat gerakan-gerakan dari parkour terlihat lebih indah yang dapat membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik. Sehingga akhirnya ia menambahkan gerakan acrobat seperti flip atau salto dikombinasi dengan gerakan pacours du combatant yang akhirnya menjadi Freerunning. Hal tersebut yang membuat David Belle berbeda pandangan dengan Sebastian Foucan. Karena menurut David Belle, gerakan acrobat atau salto sangat tidak efisien dan sangat bertolak belakang dengan originalitas Parkour. Selain itu, keinginan untuk melakukan gerakan hanya untuk dilihat orang lain tanpa keinginan untuk melakukan gerakan itu dari diri sendiri, merupakan hal yang bertolak belakang dengan parkour.
Saat ini David Belle memulai tur dunia dengan asosiasi yang dia dirikan (PAWA) bersama tim Parkour yang dulu dia dirikan. Dan ini hanyalah sebuah awal

Terminologi

Parkour berasal dari kata parcours du combatant yang berarti pelatihan halang rintang untuk sesi militer. Kata Parcours “c” diganti menjadi “k” dan “s”nya dipakai untuk menjelaskan filosofi Parkour itu sendiri. “Parkour’s philosophy about efficiency” .
Sedangkan istilah Traceur adalah sebuah sebutan untuk para praktisi Parkour. Seseorang bisa dikatakan traceur jika orang tersebut sudah memahami arti, basic, dan filosofi dari Parkour itu sendiri. Traceur berasal dari kata “tracer” yang berarti cepat, mempercepat (to trace/ to go fast).

Filosofi dan nilai moral dalam Parkour

Definisi dari Parkour sendiri adalah seni berpindah tempat melewati beberapa obstacle dari point A menuju point B. Seni ini adalah cara baru untuk menguasai lingkungan atau melewati segala macam bentuk obstacles yang ada di sekitar kita hanya dengan mengandalkan kekuatan tubuh manusia seutuhnya.
Tujuan dan inti dari Parkour itu sendiri adalah mampu menghadapi semua rintangan atau obstacles di sepanjang track yang kita lalui, baik itu di lingkungan alam maupun di lingkungan perkotaan, dengan menggunakan beberapa gerakan yang istimewa dan indah dengan cara mengkombinasikan beberapa gerakan yang mengalir dan control yang penuh.
Parkour juga mengandung pembelajaran yang positif untuk diri sendiri, yaitu manjawab tantangan untuk melawan semua rasa takut dari dalam diri kita sendiri. Karena kadangkala setiap rintangan dan obstacles yang akan kita lalui tidak seperti yang pernah kita bayangkan.

Nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam Parkour

Seni untuk melewati semua masalah dalam track kehidupan

Saat kita menjalankan track kehidupan, terdapat banyak rintangan dan masalah hidup yang terlihat seperti obstacles dalam hidup. Semua orang pasti mempunyai tjuan akhir. Tapi saat kita bergerak ke tujuan akhir, banyak rintangan (obstacles) yang menghadang. Dengan memakai prinsip dari Parkour, kita akan berusaha melewati rintangan obstacles tersebut dengan indah dan penuh control. Memecahkan masalah yang kita hadapi dengan efektif dan efisien. Semua manusia pasti mempunyai track kehidupannya masing-masing.

Melawan Rasa takut

Seseorang yang takut mencoba tidak akan berbuat apa-apa dan tidak akan menjadi siapa-siapa. Semua manusia pasti melewati proses seperti ini. Kalau kita tidak bisa melawan rasa takut, tidak akan ada kemajuan dalam kehidupan. Kita bisa mengendarai sepeda motor, sukses dalam bisnis, memenangi tender, dan sebagainya, adalah buah dari keberanian kita melawan rasa takut.
Tapi ingat, ukur ketakutan dan keberanianmu dengan meteran nyali. Kalau kita terlalu berani, kita akan bertindak bodoh, ceroboh, bahkan celaka. Tapi, jika terlalu takut, kita tidak akan berbuat apa-apa. Jadi antara rasa takut dan berani harus seimbang.

Bangkit dari kegagalan

Saat kita mencoba suatu gerakan di Parkour, kita akan selalu mengalami kegagalan atau jatuh. Tapi kalo kita terus bangkit berdiri dan mencoba lagi, kita pasti akan bisa menguasai salah satu gerakan tersebut. Begitu pula dalam kehidupan.saat pemanasan itu harus konsentrasi.

Flexibilitas dan fluiditas

Berlatih Parkour akan membuat diri kita flexible dan semangat kita terus mengalir. Begitu pula dalam kehidupan. Saat kita berada dalam lingkungan baru, kita berpikir untuk tetap flexible dan mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Walaupun lingkungan tersebut awalnya tidak membuat diri kita nyaman. Sedangkan fluiditas akan membuat diri kita mempunyai semangat yang terus mengalir untuk menjalani kehidupan walaupun mempunyai masalah yang berat.

Kreatifitas dan kebebasan

Dalam Parkour kita bisa berkreasi untuk menciptakan gerakan atau menggabungkan beberapa gerakan dasar menjadi gerakan baru tergantung kreatifitas kita. Hidup pun begitu, kita harus kreatif sehingga bisa berguna dan bermanfaat dalam kehidupan. Selain itu, Parkour juga mengajarkan kita untuk bergerak bebas menuju kebebasan tanpa melawan aturan.

Parkour menentang kompetisi

Sebuah kampanye datang dari beberapa praktisi Parkour tentang menentang keras adanya kompetisi dan rival di dalam Parkour. Kompetisi tidak sesuai dengan filosofi dan nilai moral dari parkour yang mengutamakan kebebasan. Kompetisi hanya akan mendorong seseorang untuk mengalahkan orang lain yang disaksikan oleh penonton atau hanya akan menambah keuntungan oleh beberapa corporasi yang hanya mengambil keuntungan dari Parkour.
Latihan Parkour bukan ditujukan untuk melawan atau mengalahkan orang lain. Parkour ditujukan untuk membantu orang lain sehingga manusia mempunyai cara berpikir moderasi (sederhana) dan memiliki ketahanan fisik yang lama.

Parkour bukan olahraga ekstrem

Banyak orang awam yang melihat video-video Parkour mulai beranggapan bahwa Parkour adalah olah raga ekstrem dan menggolongkannya dengan olahraga seperti skate board, bmx dan lainnya. Sehingga banyak orang yang nekat melakukan gerakan-gerakan berbahaya yang akhirnya berakibat pada cedera serius.
Parkour tidak hanya berhubungan dengan nyali saja, tapi sangat berhubungan erat dengan pikiran matang, latihan fisik dan dan teknik yang terus menerus dilakukan. Gerakan-gerakan yang kita lihat melalui video seperti yang dilakukan David Belle dan anggota Yamakasi merupakan hasil dari sebuah latihan panjang selama belasan tahun.

Mengembangkan dan menyebarkan Parkour

Saat ini Parkour mulai dikenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia sendiri. Perlahan-lahan beberapa traceur yang mengerti akan filosofi dan teknik dalam Parkour mulai bertambah. Berkat pembelajaran dari beberapa informasi yang benar mengenai originalitas tentang parkour dari sumber-sumber tepercaya, lambat laun Parkour menjadi sebuah kebutuhan dan disiplin dalam setiap traceur yang memiliki pemahaman dalam jiwanya masing-masing. Pengetahuan seperti inilah yang harus disebarkan ke masyarakat luar dan memberikan edukasi yang benar tentang Parkour mulai dari sejarah dan filosofi yang terkait di dalamnya.
Intinya adalah, Parkour bukan hanya melatih fisik saja. Parkour juga mencerminkan sebuah filosofi moral dengan nilai-nilai tersendiri. Bukan hanya sekedar sebuah olah raga, tapi juga sebuah seni. Dan yang paling penting Parkour adalah sebuah filosofi yang selalu dipakai semua orang setiap hari.

Parkour di Indonesia

Parkour di Indonesia berkembang pertamakali pada tahun 2007 di bawah naungan Parkour Indonesia (www.parkourindonesia.web.id). Parkour Indonesia memiliki tujuan untuk berperan sebagai sumber informasi mengenai Parkour dan pengembangan Parkour bagi masyarakat Indonesia.
Seperti pesan David Belle yang disampaikan kepada para traceurs melalui Lisses and Parkour Documentary “Pilgrimage”, karya Duncan. (Terima kasih banyak kepada Duncan atas kutipan dan pengulangan pernyataan David Belle tersebut)
Ajarkanlah orang-orang ini..
Jika kamu memahami parkour, maka sebarluaskan pengetahuan tersebut kepada orang lain, anak-anak, teman, ataupun kepada mereka yang memiliki pengetahuan yang kurang tepat ataupun kurang lengkap mengenai parkour. Jika kamu kurang yakin maka buka mata, telinga, dan belajarlah.
Hanya terdapat satu-satunya parkour dan itu merupakan metode yang diwariskan kepada David Belle oleh ayahnya – berbagai bentuk disiplin lainnya adalah untuk dihormati tetapi tetap saja merupakan suatu bentuk disiplin yang lain, dan parkour sejati masih berada di luar sana. Parkour diketahui oleh umum dan jumlah orang yang mempelajarinya terus bertambah.
Jika kamu berniat untuk menolong – jika kamu adalah traceurs sejati dari lubuk hati – maka kamu tidak akan bergerak maju sendirian, tetapi kamu akan menuju ke barisan terbelakang dan menolong orang lain untuk maju bersama kamu.

Parkour dalam film

Parkour saat ini telah banyak diangkat dalam berbagai film, diantaranya Yamakasi dan Benlieue 13 yang dibintangi oleh pencipta seni parkour ini yaitu David Belle, hingga salah satu film dalam serial James Bond 007 yang berjudul Casino Royale dan sempat dimunculkan dalam film Punisher: War Zone pada tahun 2004.
Selain dalam film panjang, parkour juga pernah dimunculkan dalam iklan komersial Nike yang berjudul First Love dan Angry Chiken serta dalam iklan komersial BBC.
Di Indonesia sendiri film tentang parkour ini juga pernah dibuat versi film pendek oleh Padepokan Film Malang bekerjasama dengan komunitas parkour pertama di Kota Malang yaitu Play On. Film tersebut berjudul After Run, pernah ditayangkan dalam berbagai acara pemutaran film indi di Kota Malang, Kota Surabaya, hingga Kamal- Madura. Saat ini, film tersebut telah diunggah di internet sehingga dapat disaksikan di youtube.


Sumber : Wikipedia

Permainan Sepakbola

EMDE Channel | 9/10/2010 11:55:00 PM | 0 komentar
Catatan Kritis dan Analisis Aktual
Oleh: KH. Dr. A. Mustofa Bisri


Cobalah Anda pikir agak tenang tanpa mengikutsertakan kesenangan Anda sendiri, mungkin Anda pun -- seperti orang yang tidak senang atau tidak paham sepak bola -- merasa geli melihat 22 orang dewasa –-sebelas lawan sebelas-- berlari-lari memperebutkan dengan serius sebuah benda bundar.



Kecuali dua orang yang bertindak menjaga gawang yang tidak banyak berlari; cukup mempertahankan dan menangkap bola bila bola mengarah ke gawangnya. (Berbeda dengan yang lainnya, kedua orang ini tidak mutlak dilarang memegang bola). Anehnya bila bola sudah terebut, langsung --atau dibawa sebentar kemudian-- disepak lagi untuk diperebutkan kembali. Sering kali, meski sudah ada wasit lapangan dan wasit-wasit garis yang memimpin pertandingan, orang-orang dewasa yang memperebutkan bola itu sampai berantem. Bila karena terlalu sengit berebut bola lalu terjadi tabrakan antar pemain dan wasit sudah menentukan bola diberikan kepada pihak tertentu, pihak ini pun malah menendangnya kembali. Bayangkan bila perebutan 11 x 11 orang dewasa ini tanpa wasit yang memimpin atau wasitnya seperti kebanyakan wasit negeri ini.


Sampai suatu saat, bila ada salah seorang di antara 22 orang itu yang berhasil menendang dan memasukkan bola ke gawang lawan yang dijaga mati-matian oleh penjaganya, semua --kecuali pihak yang kemasukan dan pendukung-pendukungnya– pun bersorak-sorai gembira. Kemudian bola pun ditaruh di tengah lagi untuk diperebutkan kembali. Begitulah permainan yang betul-betul permainan ini berlangsung cukup lama, resminya 2 x 45 menit, kecuali bila ada perpanjangan waktu. (Di Pensylvania Amerika Serikat, malah pernah ada pertandingan –antara dua kesebelasan dari Muhlenberg College-- sampai 48 jam nonstop, tanpa pemain pengganti). Seperti setiap permainan yang lain, dalam sepak bola ini pun harus ada yang menang. Yang menang adalah yang paling banyak memasukkan bola ke gawang lawan.

Sungguh absurd sebenarnya. Namun absurd tidak absurd, permainan sepak-menyepak bola yang konon cikal-bakalnya berasal dari permainan Tsu-chu Cina zaman dinasti Han, 3-4 abad sebelum Masehi itu adalah olah raga yang paling –atau setidaknya termasuk yang paling– digemari di dunia. Bahkan sejak distandardkan dengan pembentukan Football Association di Inggris tahun 1863 dan terbentuknya federasi sepak bola dunia (FIFA) tahun 1907, permainan ini bukan saja semakin meluas popularitasnya, perkembangannya pun terus semakin canggih. Bukan saja dari segi sistem dan teknik permainan, melainkan juga pengorganisasiannya terus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Apalagi setelah bisnis dan kemajuannya –sebagaimana dalam banyak permainan yang lain-- ikut campur dalam menentukan kehadiran dan perkembangannya.

Seperti biasa dan seperti pada banyak hal, negara-negara maju yang memiliki kelebihan di hampir semua segi kehidupan, peranannya sangat besar bahkan menentukan dalam membawa permainan itu ke derajat ‘terhormat’ dan digilai hampir semua lapisan masyarakat dunia seperti sekarang ini. Jangankan sepak bola, permainan yang berbahaya dan sangat tidak manusiawi pun --paling tidak menurut sebagian kalangan– seperti tinju, di tangan mereka, bisa menjadi olah raga yang dicandui; sudah tentu setelah menjadi tambang fulus bagi mereka.

Memang mereka –orang-orang di negeri maju– itu, barangkali karena kelebihan mereka di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, ditambah disiplin dan keseriusan mereka, bagi kita di negeri berkembang ini bagaikan tukang sihir saja laiknya. Kebalikan dari kita yang menggarap hal-hal penting seperti main-main saja, mereka bahkan permainan bisa disulap menjadi hal yang sangat serius dan penting. Seperti sepak bola itu misalnya, dengan kelihaian mereka mengemas dan menawarkannya, dunia pun dibuat keranjingan terhadapnya sesuai kemauan mereka. Negara-negara penggandrung sepak bola yang mereka nilai kaya dengan potensi sumberdaya pemain, mereka pacu dan support. Permainan sederhana, amatiran, dan bisa dimainkan dimana saja -- dengan pemain berapa saja, dengan pakaian apa saja (bahkan tanpa pakaian sekalipun), dan dengan bola apa saja (dengan bola gombal sekalipun) – itu mereka profesionalkan dan bisniskan dengan cara yang amat canggih. Dan dengan dukungan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, permainan sepak bola pun akhirnya menjadi ‘agenda dunia’ yang penting dan sangat merampas perhatian.

Termasuk kita disini, dimana sepak bola –seperti hal-hal yang lain, hanya sibuk dibicarakan dan dipertengkarkan-- pertandingan sepak bola manca negara merupakan ‘acara wajib’ yang ikut mengatur irama dan gaya hidup kita. Pers dengan semangat patriotisme, berlomba-lomba memberitakan dan menayangkan setiap pertandingan. Ulasan dan analisis sepak bola yang ndaqik-ndaqik pun memenuhi media massa. Jadwal pertandingan dan kompetisi mereka --hingga yang bersifat lokal-- pun kita catat. Gol-gol terbaik dalam setiap pertandingan, kita bukukan. Nama-nama pemain klub-klub disana – apalagi yang menjadi bintang (umumnya pemain yang paling banyak memasukkan bola ke gawang lawan, pemain yang paling pandai mempertahankan gawang, yang paling lihai membawa atau merebut bola)– kita hafal melebihi nama-nama para pemain klub-klub di tanah air sendiri. Siapa yang tak kenal Pele –konon dari rangkaian kata Portugis, Pe kependekan dari kaki dan le dari malas– alias Edison Arantes do Nascimento dari Brazil yang dijuluki Si Kaki emas dan sejak 7 September 1956 hingga 2 Oktober 1974 memasukkan bola 1216 gol? Siapa tidak kenal Libero Franz Beckenbauer dari Jerman Barat; Johan Cruyff dari Belanda; Diego Maradona dari Argentina; atau bomber Inter Milan asal Brazil, Ronaldo Luis Nazario. Bahkan banyak bayi lahir yang dinamai dengan nama-nama seperti Eka Maradona, Mohammad Maldini, Supele, Rosyat Baggio, dll.

Pendek kata, sepak bola sudah menjadi semacam virus yang membuat demam dunia. Lihatlah, betapa pers, termasuk di kita, sudah geger mempersiapkan diri menyambut World Cup 1998 yang masih akan digelar Juni-Juli mendatang. Rubrik-rubrik sudah diplot; pengulas-pengulas (di negeri ini pengulas sepak bola jauh lebih banyak dan lebih lihai katimbang pemain sepak bola) sudah mulai diincar atau dikontrak; tv-tv sudah mengiklankan jadwal-jadwal pertandingan; dsb. dst.

Itu semua tentu tidak lepas dari kelihaian para pencari materi (duit) yang tahu persis bagaimana memanfaatkan permainan yang menjadi kegemaran hampir semua orang itu. Mereka yang paling lihai, paling kreatif, dan paling serius, akan mendapat keuntungan paling banyak. Karena di zaman ini, sepak bola –sebagaimana banyak permainan yang lain– tidak hanya merupakan olah raga atau apalagi permainan pengisi waktu senggang. Sepak bola di zaman ini sudah pula berarti bisnis; gengsi; entertainment; dlsb.

Kecuali mereka yang memang tidak suka dan tidak paham sepak bola, kiranya tak ada lagi orang yang merasa geli melihat 22 orang dewasa berlari-lari berebut bola untuk ditendang kembali setelah berhasil merebutnya. Sedangkan melihat mereka yang membahas, mengkalkulasi, menyeminarkan, bahkan mendirikan sekolah untuk itu pun, rasanya tak ada yang merasa aneh dan geli.

Tapi itulah hidup. Hidup tak lebih dari permainan, seperti permainan sepak bola itu. Orang berlari-lari, berebut sesuatu yang sepele untuk kemudian dilepas dan dikejar-kejar lagi. Mereka yang mengejar dan berebut harta misalnya, setelah berhasil mendapatkannya, ada yang dilepas secara sukarela, ada terpaksa dilepaskannya. Demikian pula mereka yang mengejar dan berebut kursi atau kekuasaan.
Untuk merebut, kalau perlu menyikut, menendang, dan menginjak saudara sendiri. Yang gede menggunakan ke-gede-annya; yang mempunyai kepintaran menggunakan kepintarannya; yang kuat memanfaatkan kekuatannya; dan sebagainya dan seterusnya. Karena itu, sebagaimana dalam permainan sepak bola juga, aturan dan ketaatan terhadap aturan permainanlah yang paling menentukan enak atau tidaknya permainan itu dimainkan dan ditonton. Sebaliknya ke-tiadaan-aturan atau ketiadaan ketaatan terhadap aturan-lah yang membuat rusak permainan. Apalagi apabila penyelenggara dan pimpinan permainan sendiri sudah tidak mempunyai itikad untuk menegakkan aturannya.

Wallahu a’lam.

Rembang, 1419

Sumber : GusMus.net
Illustrasi photo : abisyakir.wordpress.com

Arema Runs Down Persik to Reach Final

EMDE Channel | 7/30/2010 10:29:00 AM | 4komentar
Sidoarjo, East Java. Arema Malang took advantage of a late-game meltdown by Persik Kediri to come away with an emphatic 4-0 victory in their Indonesian Cup semifinal in Sidoarjo, East Java on Wednesday night.

The victory set up the Crazy Lions, the reigning Super League champion, for a collision course with two-time Cup winner Sriwijaya FC in the final on Sunday.

Irfan Raditya, Muhammad Ridhuan, Rachmat Affandi and Muhamad Fakhrudin each scored for Arema, ousting a Persik side that was reduced to 10 men after goalkeeper Fauzi Toldo was sent off in the 80th minute.

“It was a strong performance by the team and I laud them for that,” Arema coach Robert Alberts said.

“They played with a lot of confidence, and they simply willed themselves to victory in this one.”

At Gelora Delta Stadium, both teams started slow in a lackluster first half, which each side struggling to break through the other’s defensive lines.

Arema returned after the break with more energy, and Irfan finally put his team on the scoreboard three minutes into the second half after an assist from Pierre Njanka.

That was just the beginning of a bad night for Toldo.

After Singaporean striker Noh Alam Shah saw his goal disallowed for offside in the 50th minute, Arema again beat Toldo a minute later, courtesy of midfielder Ridhuan, to make the score 2-0.

In the 80th minute, Toldo received an immediate red card from referee Oki Dwi Putra after he brought down Alam Shah outside the penalty box.

Because Persik had used up all its substitutions, midfielder Wawan Widiantoro was assigned to man the goal.

Fakhrudin extended Arema’s lead to 3-0 two minutes later, and Rachmat completed the rout.

Persik coach Agus Yuwono said his team failed to keep its composure.

“Our players just lost their focus right at the start of the second half, that’s why we conceded two easy goals,” Agus said.

“I thought we had a chance to get back in the match, but after the red card the game was over.”

It will be the third appearance in the final for Arema, who won the inaugural championship in 2005 then successfully defended it in 2006.

“We’re looking forward to a great match against Sriwijaya,” said Alberts, who is looking to give Arema its first domestic double against the only team to have ever achieved the feat.

“We’re up against a great team, but I know we also have good chance of beating them. We want to end this season on a high note, and we just have to work hard to achieve that,” he said.

The third-place playoff between Persik and Persipura Jayapura will be broadcast live on RCTI at 3.30 p.m. The final will take place at Manahan Stadium in Solo, Central Java at 8 p.m.

JG, Antara

Sumber :
Photo: aremafc.com

Asal-usul Kata "Goal" dalam Sepakbola

EMDE Channel | 6/17/2010 03:21:00 PM | 0 komentar
Istilah goal secara etimologis berasal dari gal atau gol satu kata dalam bahasa Inggris Pertengahan yang artinya adalah ‘batas’ atau ‘limit’.

Dalam konteks sepak bola, goal adalah batas atau tujuan yang hendak dicapai dalam permainan tersebut. Pada 1681 di Inggris diadakan permainan sepak bola antara pelayan raja melawan pelayan Duke of Albemare. Pintu masuk kedua benteng digunakan sebagai batas permainan. Para pemain mencetak skor dengan cara menggiring bola melewati pintu benteng lawan. Goal kini merujuk pada benda yang disasar sebagai tujuan dalam sepak bola, yakni dua buah tiang besi terpisah dengan jarak 7,3 meter. Tinggi kedua tiang 2,4 meter dan dihubungkan dengan palang/mistar di atasnya.


Di samping itu, menurut kamus Webster maupun situs First Base Sport, kata goal juga mengacu pada tindakan atau usaha dalam menyarangkan bola ke dalam sasaran/tujuan. Hasilnya juga dinamai goal. Jadi, baik benda yang menjadi tujuan, lalu tindakan untuk mencapai tujuan tersebut, maupun hasilnya, bahasa Inggris sebenarnya tidak membuat perbedaan istilah, tetap satu, yakni goal. Namun, untuk membedakannya, sering kali pengguna bahasa Inggris memakai kata goalpost atau bahkan hanya post saja untuk menunjukkan benda yang disasar.

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikan. Berbeda dari bahasa Inggris, bahasa Indonesia memberi nama khusus untuk benda yang menjadi tujuan permainan sepak bola. Kita menyebutnya ‘gawang’. Kata ini secara harfiah sebenarnya berarti ‘kusen pintu’. Gawang mungkin berasal dari kata lawang dalam bahasa Sansekerta yang berarti ‘pintu’.

Goal juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘gol’, tapi maknanya secara umum lebih pada usaha menceploskan bola ke dalam gawang lawan.

Goal atau dalam bahasa Indonesia disebut gol adalah peristiwa masuknya bola ke dalam gawang. Dalam beberapa cabang olahraga yang mengenal istilah ini adalah sepak bola, hoki es, hoki lapangan, polo air, dan bola tangan.

Dalam sepakbola gol terbagi menjadi 3 bagian :

1. Gol Bunuh Diri
Gol bunuh diri adalah istilah dalam olahraga sepak bola ketika seorang pemain memasukkan bola ke gawangnya sendiri sehingga dianggap sebagai gol bagi tim lawan. Pemain tersebut juga dianggap sebagai pencetak golnya. Apabila gol tersebut diakibatkan oleh pantulan, maka pencetak gol dilihat jika tendangan yang menghasilkan gol tersebut adalah tendangan langsung ke arah gawang atau tidak. Jika ternyata merupakan tendangan langsung ke gawang, maka pemain yang menendang tersebut dinyatakan sebagai pencetak gol. Gol bunuh diri terkenal terjadi di Piala Dunia 1994 di. Saat pertandingan tuan rumah Amerika Serikat melawan Kolombia yang di buat oleh Andreas Escobar. Yang mengakibatkan timnas Kolombia kalah 1-2.

Gol bunuh diri tidak bisa diterima jika dihasilkan dari lemparan ke dalam atau dari tendangan bebas.

2. Gol Emas
Gol emas adalah peraturan dalam sepak bola dengan memberi tambahan waktu dua kali 15 menit untuk mendapatkan pemenang yang dilakukan apabila dalam dua kali 45 menit tidak didapatkan pemenang dalam sebuah pertandingan sepak bola. peraturan ini biasa dilakukan di dalam kompetisi dengan sistem gugur.

Dalam peraturan golden goal, apabila terjadi gol dalam perpanjangan waktu yang dilakukan, maka pertandingan akan dihentikan pada saat gol. Tim yang mencetak gol dalam kesempatan pertama akan ditetapkan sebagai pemenang pertandingan. Dan apabila dalam dua kali 15 menit tetap tidak ada tercipta gol oleh salah satu tim, maka pertandingan diakhiri dengan adu penalti untuk mendapatkan pemenang dari pertandingan.

3. Gol Perak
Gol perak (Inggris: silver goal) adalah peraturan sepak bola yang dilakukan untuk mendapatkan pemenang dengan memainkan babak tambahan dua kali 15 menit, apabila dalam waktu normal tidak didapatkan pemenang dalam sebuah pertandingan sepak bola. Peraturan ini biasa diadakan dalam pertandingan sepak bola yang menggunakan format kompetisi dengan sistem gugur.

Dalam peraturan di dalam silver goal, apabila pertandingan sepak bola dalam babak perpanjangan waktu terjadi gol oleh salah satu tim, maka pertandingan akan tetap dilanjutkan hingga babak perpanjangan waktu dimana terjadi gol habis. Setelah babak perpanjangan waktu habis, maka tim yang dapat mencetak gol akan dinyatakan sebagai pemenang pertandingan. Apabila dalam dua babak perpanjangan waktu tidak terjadi gol, maka pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Sumber :

Kenapa Saya (Akhirnya) Menjadi Aremania

EMDE Channel | 4/21/2010 11:08:00 AM | 0 komentar
Sebuah artikel menarik yang Dikirim oleh Zamroni Ibrahim, Jakarta ke Tribunaremania.com Sebagai Aremania pendatang baru yang menyatakan kecintaannya pada Arema. Langsung saja kita simak artikel / testimonial personal berikut ini :


Izinkan saya menyampaikan sebuah testimoni personal; saya seorang Aremania. Tepatnya baru menjadi Aremania (2010). Secara pribadi saya tidak ragu dengan pengakuan tersebut. Dan sebagai Aremania pendatang baru, saya sadar bahwa saya belum banyak tahu apa-apa mengenai klub tambatan hati ini.

Tapi itu tak masalah, bukan? Setiap Aremania pasti melewati fase yang satu ini, belajar mencintai Arema. Saya yakin rekan-rekan Aremania seluruh Indonesia mengalami hal yang sama dengan saya pada awal kecintaannya terhadap Arema.
Sebelum menjadi Aremania saya sudah suka sepakbola Indonesia. Prinsip saya, kalau bukan kita -orang Indonesia- yang mencintai kompetisi negaranya, lantas siapa lagi. Berharap orang negara lain, tak mungkinlah! Prinsip ini saya pegang teguh setiap kali saya menonton kompetisi sepakbola di televisi. Waktu itu saya tak kesah benar klub apapun yang menang dan juara. Bagi saya semua sama. Terkadang di sebuah siaran live saya pegang Persib, namun tak jarang pula saya pegang Persija di pertandingan berikutnya. Dan bisa jadi minggu berikutnya saya menjagokan Sriwijaya atau Persipura. Tentu saja Arema juga sering saya jagokan setiap kali match Arema disiarkan.

Namun bagaimanapun juga memang kurang sreg mengikuti kompetisi lokal kita jika tak ada jagoan tetap. Setelah sekian tahun tanpa tim favorit permanen, akhirnya, tahun 2010 ini saya mantap menjadi Aremania. Ada beberapa alasan logis saya kenapa saya pilih Arema. Selain permainan Arema yang ciamik di awal musim 2009/2010 yang membuat saya kecantol, ada alasan-alasan khusus lain yang membuat saya mantap menjadi Aremania;

Pertama, yang sederhana sekali, nama Arema sangat cathy dan stylist. Berbeda dengan mayoritas klub lainnya yang merupakan akronim atau singkatan. Seperti Persija, Persijap, Persib, Persiba, PSM, PSMS, PSMP, PSPS, dsb. Kelihatan seragam sekali namanya, monoton, kayak tak ada nama lain saja menurut saya. Meski begitu saya juga paham kalau nama-nama tersebut memang mempunyai unsur historis yang panjang. Terutama saat awal kompetisi era Perserikatan tempo doeloe!

Kedua, masalah logo klub. Banyak klub masih sangat menonjolkan warna lokalitas atau kedaerahan. Tak sreg saya memakai jersey klub yang masih memakai logo Pemda (atau logo yang punya afiliasi dengan pemda). Selain itu, logo-logo tersebut sangat old fashioned, sangat basi dan ketinggalan zaman. Maaf bagi teman-teman suporter lain kalau tersinggung, ini sekedar opini personal saya. Sedangkan Arema, logonya kepala singa, bagi saya ini tak mewakili lokalitas daerah tertentu.

Tentu saja saya sadar homebase Aremania terbesar adalah Malang Raya itu sendiri, dan peran Aremania Malang-lah yang paling signifikan pengaruhnya terhadap klub ketimbang daerah lain. Tapi, dengan simbol yang tak terusik logo Pemda membuat saya berpikir Arema punya potensi meraih dukungan dari pencinta bola Indonesia di luar Malang, khususnya dari mereka yang berada di luar Jawa Timur. Saya sendiri, anak asli melayu Jambi Sumatera, merasa Arema-lah yang bisa menjadi klub favorit yang tepat.

Ketiga, Arema tidak menggunakan uang APBD. Ini yang menjadi salah satu titik pangkal kecintaan saya terhadap Arema. Memang bukan hal baru lagi kalau mayoritas klub Indonesia memakai dana APBD untuk bisa mengarungi kompetisi. ISL sebagai liga yang katanya profesional, bagi saya menjadi sia-sia jika klub tidak bisa menghidupi dirinya sendiri.

Arema, dengan ketiadaan APBD membuat saya yakin klub model inilah seharusnya menjadi contoh baik buat klub-klub lain yang masih menyusu ke dana daerah. Inilah langkah yang harus diambil kalau mau jadi klub profesional. Sampai kapan mau menghabiskan APBD melulu? Walaupun saya tahu dengan tiadanya APBD tersebut sering membuat Arema krisis finansial. Tapi itu tak apa-apa, selagi Arema krisis bukan karena boros akibat belanja pemain bintang jor-joran misalnya, saya bisa paham, dan selalu akan mendukung Arema. Tak apa-apa dengan finasial pas-pasan asal diatur dengan baik, roda keuangan klub pasti bisa juga lancar juga akhirnya.

Pasti ada jalan lain untuk sumber keuangan klub selain APBD. Bagi saya nonsense jika ada klub yang jadi juara karena daerahnya royal menggelontorkan dana hingga belasan milyar rupiah, apatah lagi jika sampai gagal. Masyallah! Duit rakyat itu, Bung! Dan Arema semoga tetap mandiri selalu. Jangan sampai menyusahkan pemda Malang.

Keempat, perubahan nama Arema Malang menjadi Arema Indonesia. Saya tahu alasan perubahan nama tersebut berasal dari pelatih Robert Alberts yang kurang sreg memakai nama Malang di belakang kata Arema. Alasannya, malang adalah arti lain dari tidak beruntung (unlucky). Tak masalah apapun alasan perubahan nama tersebut. Bagi saya, perubahan ini adalah langkah yang tepat. Dengan mengubah Arema Malang menjadi Arema Indonesia, membuat Arema semakin keluar dari semangat kedaerahan belaka.

Walaupun banyak klub kelas dunia yang mengambil nama daerah semisal Manchester United dari kota Manchester dan AC Milan untuk kota Milan, tapi berhasil meraih dukungan orang luar kota bersangkutan bahkan mampu menembus batas negara. Namun, tak tepat juga membandingkan kasus nama-nama klub liga Eropa dengan nama-nama klub Liga Super Indonesia. Tapi bagaimanapun, saya rasa, dengan nama Arema Indonesia saya berharap klub ini tidak sebatas Malang Raya dan Jawa Timur saja fans-nya tapi juga ke seluruh Indonesia (faktanya sudah mulai kelihatan, banyak Aremania tidak hanya berbasis di Malang Raya), semoga juga luar negeri….

Itu saja, anggap saja sebagai perkenalan awal saya dengan Aremania di seluruh Indonesia….dalam lubuk hati saya sangat menanti-nanti kehadiran Arema Indonesia di SGUBK dalam pertandingan pertandingan melawan Persija bulan Mei nanti. Semoga di pertandingan tersebut adalah penentuan Arema juara ISL 2009/2010. Tapi semoga sebelum pertandingan tersebut Arema sudah jelas juara, dan kehadiran saya di SGUBK nanti hanya merayakan titel juara. Semoga. Ini harapan terbesar saya.

SALAM SATU JIWA AREMANIA, BRAVO AREMA INDONESIA

Zamroni Ibrahim
Aremania Jambi yang kini berdomisili di Jakarta

Sumber

5 Huruf Yang Membuat Hati Bergetar

EMDE Channel | 3/31/2010 10:13:00 AM | 0 komentar
Pada musim sekitar Era 80’ – 90’ an, rasa primordialisme, chauvinisme di kota Malang masih sangat kental, dimana kebanyakan dari mereka masih menganggap daerah asal masing-masing adalah yang terbaik. Kultur budaya yang mengakar, sehingga melahirkan sikap etnosentrisme (kesukuan), secara tidak langsung hal ini menambah tingkat kriminalitas di Kota Malang tercinta ini, seperti banyaknya tawuran dan permusuhan antar daerah.

Sebut saja daerah seperti Mergosono, terutama gang bernomor ganjil yang terkenal keangkeran penghuninya. Belum lagi daerah Polehan, Kotalama, Kidul Pasar, Samaan, Gadang, Arjosari …dan masih banyak lagi daerah-daerah lain.

Tetapi hal itu lambat laun terkikis habis oleh sebuah ajang, dimana ajang tersebut adalah olahraga yang di gemari masyarakat sedunia. Mereka menamakan dirinya suporter Aremania, dimana dilihat dari arti katanya sendiri adalah sebagai support (pendukung), jadi kalau mengaku sebagai Aremania, maka datanglah dengan tujuan support (menyanyi, menari, dan semua hal yang bisa membangkitkan semangat tim).

Loyalitas mereka terkenal dengan sebutan loyalitas tanpa batas. Hal ini tidak menjadi isapan jempol belaka. Mereka selalu ada mendukung timnya dimanapun, kapanpun baik disaat senang ataupun susah, atau bisa disebut Everywhere, anytime…meskipun harus rela mengorbankan jiwa, raga dan harta.

Mereka tetap ada meramaikan stadion walaupun saat tim kebanggaanya terlempar ke jurang degradasi. Kreativitas mereka tanpa tanding, mungkin hal ini disebabkan karena kemandirian mereka untuk memperjuangkan tim yang tidak diembel-embeli dengan PER, PS yang notabene adalah milik pemerintah dengan menggunakan anggaran APBD. Dimana kesulitan financial klub menjadi tanggung jawab mereka juga. Mereka sudah terbiasa dengan kesusahan, mental mereka ditempa dari waktu ke waktu, semakin dewasa dari tahun ke tahun, sesuai dengan logo tim kebanggan mereka yaitu “singa”.

Banyak cerita dari mereka, banyak cinta dari mereka, mulai dari tidur di Gor “Bulungan”, sampai ajang kreatifitas mural Tembok Gajayana. Hal inilah yang tidak dimiliki pendukung-pendukung dari tim lain. Mereka menyanjung tinggi sportivitas, cinta damai, dan akhir-akhir ini adalah tanpa rasisme.

Dari rasa senasib dan seperjuangan ini, maka rasa kekeluargaan ditubuh sesama Aremania sangatlah kental, mereka berbaur dengan satu tujuan mendukung tim kesayangan mereka.

Mungkin sama dengan teman- teman semua, jika kita mendengar rangkaian dari 5 huruf ini, maka hati kita akan bergetar bergejolak penuh dengan semangat untuk memperjuangkannya bersama-sama..

Tidak banyak, hanya 5 huruf, yang mungkin bisa dikatakan agama atau candu bagi kita semua mengalahkan opium dan kokain kualitas nomor satu pun. 5 huruf tersebut dirangkai menjadi satu kata “A R E M A “……salam satu jiwa. (*)

Sumber : Tribunaremania

Presiden Saksikan Laga Arema Lawan Persitara

EMDE Channel | 3/23/2010 09:58:00 AM | 0 komentar
MALANG--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan menyaksikann laga Liga Super antara Arema Indonesia melawan Persitara Jakarta Utara pada 30 Maret 2010 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim."Kami sudah mendapatkan kepastian jadwal Presiden SBY untuk membuka KSN di GOR Ken Arok dan sorenya langsung menuju Stadion Kanjuruhan Kepanjen untuk menyaksikan pertandingan Arema Indonesia dengan Persitara," ucap panitia lokal Kongres Sepak bola Nasional (KSN), Peni Suparto, Kamis.

Menyinggung persiapan Kota Malang yang ditunjuk sebagai tuan rumah KSN akhir Maret mendatang, Peni yang juga Ketua Umum Persema itu mengatakan, sarana dan prasarana sudah disiapkan secara matang, termasuk penginapan bagi seluruh peserta.Menurut Wali Kota Malang ini, ada tiga hotel yang digandeng untuk penginapan sekitar 400 orang peserta KSN dari seluruh Indonesia. Namun, untuk lokasi penyelenggaraan KSN yang jadwalkan selama dua hari (30-31/3) berlangsung di Hotel Santika.

Selain di Kota Malang, katanya, ada alternatif Presiden SBY menginap di Batu."Itu baru alternatif, dan masih belum pasti," ujarnya.

Ide diselenggarakannya KSN di Malang itu berawal dari keprihatinan Presiden SBY terkait prestasi persepakbolaan nasional yang semakin lama semakin "hancur", bahkan di kawasan ASEAN saja Indonesia tidak mampu "bicara" banyak.Dipilihnya Malang sebagai tuan rumah, di antaranya prestasi Kota Malang yang mampu mengantarkan dua tim profesionalnya berlaga di ajang LSI 2009/2010 serta keberadaan suporter dari dua tim tersebut, terutama kiprah Aremania (suporter Arema) yang pernah menyandang gelar suporter terbaik Indonesia.

Sumber

Arema Dimata-matai ''Intel''

EMDE Channel | 3/04/2010 02:50:00 PM | 0 komentar
Tak Gentar, Singo Edan Bikin Trik Kuusus

MALANG - Suhu panas laga derby Malang Arema v Persema di Stadion Gajayana 9 Maret mendatang mulai terasa sejak kemarin. Kubu Persema yang menjadi tuan rumah terus ''memata-matai'' strategi-strategi yang bakal dipakai pelatih Singo Edan Robert Alberts.

Informasi yang dihimpun koran ini, Persema saat ini menyebar sejumlah ''intelijen'' untuk mencari tahu poin-poin taktik Robert nanti. ''Laga derby ini benar-benar membikin Persema siaga. Semua pusing atur strategi,'' ucap sumber Radar di tubuh Persema.

Memang, bagi Persema, bentrok 9 Maret nanti menjadi laga paling menentukan tim mana yang terbaik di Malang. Termasuk juga tactician mana yang paling jago meracik tim. Apakah Robert Alberts atau Subangkit.

''Jadi ini bukan hanya pertarungan tim, tapi juga pertarungan dua pelatih hebat dari dua negara berbeda. Pelatih Indonesia atau Belanda. Ini ajang pembuktian,'' kata sumber itu.

Pelatih Subangkit sendiri mengakui laga derby ini sangat menguras pikirannya. Selain jadi laga gengsi, dalam laga itu ia juga dipatok manajemen bisa merengkuh tiga poin. ''Saya akui laga ini benar-benar menguras pikiran saya. Karena saya harus menyiapkan strategi khusus untuk mengalahkan Arema," tegas mantan arsitek Timnas U-20 ini.

Untuk menguatkan strateginya, Subangkit juga menggali banyak masukan. Termasuk dari media massa. Misalnya, mempelajari dan memantau perkembangan pemain-pemain Arema lewat media elektronik. Hasilnya? Subangkit mengaku saat ini ia sudah mengantongi beberapa pemain Arema yang bakal absen di laga krusial itu. Begitu juga dengan pemain-pemain Arema yang mengalami cedera dan pemain yang bakal disiapkan.

Tak cuma itu. Beberapa orang Persema juga selalu mengamati setiap laga dan latihan Arema. Dalam laga Arema v Persik di Stadion Kanjuruhan Kamis (18/2) dan Persebaya Surabaya Minggu (21/2), misalnya, Persema juga sudah mencatat semua kelemahan dan kelebihan Singo Edan. Titik lemah Arema akan dijadikan sasaran serangan, sementara lini terkuat akan dimatikan lewat strategi-strategi khusus.

Subangkit sendiri juga selalu mencatat pergerakan para pemain Arema di lapangan. Itu dipakai untuk memprediksi keistimewaan tiap pemain dan komando-komando yang biasa disampaikan Robert pada anak didiknya. ''Ini kekuatan Arema sudah saya kantonginya,'' tandas Subangkit.

Untuk melengkapi data-data yang didapat, Subangkit juga menyimulasikan strategi-strategi yang biasa dipakai Robert. Simulasi itu dilakukan dalam beberapa latihan Persema di Stadion Gajayana pagi kemarin.

Dalam simulasi itu, Subangkit menjajal pola 4-4-2. Untuk sementara, pola itu ia anggap cocok mematikan kekuatan Arema.

Menanggapi soal itu, asisten pelatih Liestiadi mengaku tidak ada masalah jika Arema dipantau pelatih Persema Subangkit. Mengingat persoalan itu sudah biasa dalam tim menjelang pertandingan. "Sudah biasa jika kekuatan kami diintip tim lawan," ucap Liestiadi pada Radar kemarin.

Bahkan, kubu Arema juga melakukan hal yang sama terhadap Persema. Tim pelatih Arema juga sudah melakukan pemantauan terhadap kualitas permainan Persema. Terlebih lagi dua pertandingan Persema terakhir yakni lawan Persebaya (17/2) dan Persik (21/2) di Stadion Gajayana Malang.

Hasil pantauan itu, Liestiadi menilai kekuatan Persema di dua pertandingan terakhir sangat berbahaya. Ini dibuktikan dengan keberhasilan Persema mengalahkan Persebaya dan Persik dengan skor sama 3-1. "Persema tim hebat di dua pertandingan terakhir. Buktinya mereka bisa cetak enam gol di dua pertandingan," terang mantan pelatih PSMS Medan ini.

Untuk itu, kata Liestiadi, pemainnya sudah diintruksikan untuk mewaspadai pergerakan dua winger Persema. Yakni Kasan Soleh sayap kanan dan M. Kamri sayap kiri. Mengingat alur serangan dan proses terciptanya gol, kebanyakan lahir dari serangan dua sayap. Apabila itu bisa dimatikan, maka suplai bola ke dua striker Persema, Jairon Feliciano dan Brima Pepito dapat dipatahkan, sehingga mereka tidak akan bisa membobol pertahanan Arema. (yon/gus/war)

Sumber : Jawapos

JADUAL LENGKAP AREMA di ISL 2009 - 2010 (LIVE TV)

EMDE Channel | 10/27/2009 02:52:00 PM | 0 komentar
JADUAL LENGKAP AREMA di ISL 2009 - 2010 (LIVE TV)

Berikut ini adalah Jadwal lengkap AREMA di ISL 2009-2010 (Jadwal ISL 2009/2010) yang disiarkan langsung oleh salah satu TV Swasta Indonesia, yang saya ambil dari sebuah millis AREMA. Saya sekedar meneruskan informasi ini buat nawak-nawak yang kebetulan mampir di blog ini, dan jadwal tersebut kemungkinan bisa berubah sewaktu-waktu. Salam 1 Jiwa Arema Indonesia

Sabtu, 28 Nov 2009 : PERSITARA - AREMA — Live : 19.00 WIB
Minggu, 06 Des 2009 : AREMA - PERSIWA — Live : 15.30 WIB
Sabtu, 12 Des 2009 : PERSIJAP - AREMA — Live : 15.30 WIB
Sabtu, 19 Des 2009 : AREMA - PERSIB — Live : 19.00 WIB
Minggu, 10 Jan 2010 : AREMA - PERSEMA — Live : 19.00 WIB
Sabtu, 16 Jan 2010 : PERSEBAYA - AREMA — Live : 19.00 WIB



OKTOBER 2009
11 - AREMA Vs Persija Jakarta 1-0
14 - AREMA Vs PSPS Pekanbaru 0-0
22 - Bontang FC Vs AREMA 1-2
25 - Persisam Samarinda Vs AREMA 0-1


NOPEMBER 2009
28 - Persitara Jakarta Utara Vs AREMA


DESEMBER 2009
2 - Pelita Jaya Vs AREMA
6 - AREMA Vs Persiwa Wamena
9 - AREMA Vs Persipura Jayapura
12 - Persijap Jepara Vs AREMA
16 - Persela Lamongan Vs AREMA
19 - AREMA Vs Persib Bandung
23 - AREMA Vs Sriwijaya FC


JANUARI 2010
10 - AREMA Vs Persema
16 - Persebaya Surabaya Vs AREMA
19 - Persik Kediri Vs AREMA
24 - AREMA Vs Persiba Balikpapan
27 - AREMA Vs PSM Makassar


PEBRUARI 2010
6 - Persiba Balikpapan Vs AREMA
10 - PSM Makassar Vs AREMA
17 - AREMA Vs Persik Kediri
21 - AREMA Vs Persebaya Surabaya
24 - Persema Vs AREMA


MARET 2010
14 - Persib Bandung Vs AREMA
17 - Sriwijaya FC Vs AREMA
21 - AREMA Vs Persijap Jepara
24 - AREMA Vs Persela Lamongan


APRIL 2010
4 - Persiwa Wamena Vs AREMA
7 - Persipura Jayapura Vs AREMA
11 - AREMA Vs Persitara Jakarta Utara
15 - AREMA Vs Pelita Jaya


MEI 2010
16 - AREMA Vs Bontang FC
23 - AREMA Vs Persisam Samarinda
27 - PSPS Pekanbaru Vs AREMA
30 - Persija Jakarta Vs AREMA


Sumber : Millis Arema



Persaudaraan AREMA tidak mengenal batas SARA ASHARI (Suku, Ras, Agama dan Harga Diri)
Arema Tidak Kemana-mana, namun ada di mana-mana dan membawa manfaat bagi Siapa Saja.
Kabeh ae sing ngroso Arema di mananapun umak berada, yuk pul-kumpul ndik milise Keluarga Besar Arema sak ndunyo.
Kepingin nggdabyah boso walikan, Nggdabrus bal-balan, guyon, cerito paitun gundul, atau memberi informasi apapun ganok sing nglarang.Sing penting ojok ngirim iklan/promosi/arisan/MLM .

Ayo rek segera nggabung dengan kirim email kosong ke :
arema-subscribe@yahoogroups.com

1000 AREMANIA dukung AREMA di Mulawarman-Bontang

EMDE Channel | 10/23/2009 02:42:00 PM | 0 komentar
1000 AREMANIA dukung AREMA di Mulawarman-Bontang. Ya, ini judul email yang saya terima dan saya baca di millis arema sedunia. Sayang rasanya kalo tidak diabadikan. Sebagai rasa bangga atas kemenangan arema, dan saya sebagai salah satu bagian dari aremania. Buat temen millis aremania yang sudah share berita ini, ayas minta ijin posting email ini... Oyi Jes, Berikut beritanya.

BONTANG–Tak sia-sia Aremania mendukung tim kesayangannya di Stadion Mulawarman, Bontang, semalam. Sekitar 1000 Aremania asal Kalimantan Timur, memberikan dukungan langsung ke tim Singo Edan.

Mereka datang ke stadion tanpa menggunakan atribut Aremania karena masih menjalani skorsing PSSI. Namun, nyanyian Aremania terus bergema disepanjang pertandingan memberikan dukungan kepada Hermawan dkk.
Sebenarnya, jumlah Aremania masih jauh kalah dengan suporter tuan rumah Bontangmania. Namun, atraksi yang diberikan Aremania, tak kalah dengan tuan rumah. Seusai pertandingan, para pemain Arema langsung memberikan salam terhadap Aremania. Mereka sangat bangga atas dukungannya yang tak kenal lelah. Dukungan ini, diharapkan tetap berlanjut di Samarinda saat menghadapi Persisam Minggu (25/10).
Skuad Arema dijadwalkan bertolak meninggalkan Bontang, siang ini. Para punggawa tim berjuluk Singo Edan ini melanjutkan lawatannya menuju kota Samarinda. Butuh waktu perjalanan kurang lebih tiga hingga empat jam untuk sampai di Samarinda dari Bontang. Rombongan tim akan meninggalkan Hotel Bintang Sintuk Bontang sekitar pukul 11.00 WIB.
`'Kami akan menginap di Hotel Mesra Samarinda dan baru tinggalkan Bontang jam 11.00. Sebab, tim pelatih memberi program recovery dulu ke pemain, pagi hari, usai hadapi Bontang FC, semalam (kemarin, Red)," ujar Sudarmaji, Manajer Media Officer PT Arema Indonesia, semalam.
Pelatih Robert Alberts menyiapkan menu latihan ringan untuk pemain, pagi ini. Jika tidak ada perubahan, 20 pemain Singo Edan diboyong menuju kolam renang Hotel Bintang Sintuk. Mereka diintruksikan berenang untuk menghilangkan keletihan usai menghadapi Bontang FC, semalam.
Sementara itu, sesampai di Samarinda nantinya, pemain diagendakan kembali menjalani latihan ringan di halaman Hotel Mesra, tempat menginap awak tim selama di Samarinda. Pasalnya, mereka baru akan mendapat kesempatan menjajal lapangan Stadion Palaran, Sabtu (24/10) tepat di H-1 pertandingan.
`'Jadi, setelah lawan Bontang, konsentrasi tim untuk sementara adalah recovery kondisi fisik. Rencananya, pemain akan berenang di hotel, pagi sebelum tim berangkat Samarinda. Sedangkan sorenya, pemain latihan ringan juga di sekitar hotel," tambah Sudarmaji. (poy/jon)

Sumber : Millis Arema
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger