BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label All About Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All About Facebook. Tampilkan semua postingan

Robohnya Peradaban Santri

EMDE Channel | 2/04/2014 11:35:00 AM | 0 komentar
Foto: Replubika.co.id
Seorang ”kiai kampung” di sebuah daerah di Jateng yang mengungkapkan kegembiraan sekaligus kegelisahannya. Menurut dia, sekarang ini banyak kalangan santri yang setelah keluar dari pesantren berkecimpung dalam banyak bidang kehidupan. Berbagai profesi dimasuki. Hal itu menggembirakan. Tapi, ada yang menggelisahkan. Yakni, munculnya fenomena ”kekalapan” di kalangan santri, terutama sekali yang menonjol saat mereka memasuki wilayah politik. Mereka tampak gagap dan, celakanya, hilang kendali.

Si kiai tersebut mencontohkan, ada seseorang di daerahnya yang mondok bertahun-tahun di sebuah pesantren salafiyah dan dikenal dengan kajian kitab kuningnya yang mendalam. Setelah keluar, dia menekuni dunia politik. Setelah menjadi wakil rakyat, dia jadi ”ugal-ugalan”. Main sikut sana-sini sehingga mencederai masyarakat. Dia, tampaknya, sudah tidak memedulikan akhlak yang didalami di pesantren.

Gaya hidupnya tidak mencerminkan kesederhanaan seperti ajaran kiainya. Dia hidup flamboyan lazimnya orang-orang the have. Belum lagi, santri yang berperan menjadi broker dan bekerja secara zig-zag demi mencapai kepentingan instan. Mereka tidak lagi bekerja dengan idealisme, tetapi pragmatis. Nah, dari fenomena seperti itu, tak heran ada gerutuan, jangankan menjadi teladan, seorang santri malah menjadi bahan umpatan.

Fakta tuturan si kiai tersebut memang ada. Tetapi, ini tidak menggeneralisasi, hanya terlihat cukup mengemuka dan merata mulai kota hingga daerah. Sudah ada celotehan di kalangan masyarakat bahwa sekarang ini tidak ada bedanya antara mereka yang pernah mengenyam pendidikan agama dan yang tidak. Bahkan, dunia sudah terbalik-balik. Mereka yang tidak punya basis keilmuan agama tampil dengan cemerlang, berakhlak baik, dan ketika menjadi pemimpin terlihat benar-benar amanah, merakyat, dan bekerja dengan baik.

Dengan fenomena seperti itu, dikhawatirkan nanti ”dunia santri” mendapat stigma yang miring. Dampaknya, alih-alih menginginkan anaknya menjadi ahli agama, untuk menyekolahkan di sekolah agama atau pesantren saja, mereka enggan.

Istilah ”santri” berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu ”cantrik” yang berdiam diri bersama guru dalam sebuah asrama demi memperdalam ilmu agama dalam beberapa waktu lamanya. Asrama disebut ”gurukulla” yang kalau disamakan di lingkungan muslim sepadan dengan istilah ”pesantren”. Dalam tulisan ini, istilah ”santri” merujuk pada mereka yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren dan telah membentuk menjadi sebuah ”subkultur” sendiri. Ada penyebutan yang populer, yaitu ”kultur santri”.

Selama dasawarsa ini, di lingkungan santri dan pesantren, terutama keluarga kiai, muncul ”pergeseran” orientasi keilmuan. Kalau dulu, hampir semua anak kiai dan kerabatnya pasti akan dikirim ke pesantren dengan tujuan mereka menjadi kiai pula. Seiring waktu, banyak kalangan keluarga kiai yang menyekolahkan anak-anaknya di perguruan tinggi umum.

Dalam konteks keilmuan, tentu saja fenomena itu sehat-sehat saja. Dinamika kemajuan zaman telah memantik kesadaran di lingkungan pesantren untuk meningkatkan kemampuan intelektualnya secara lebih luas.

Pada wilayah ini, hal tersebut tidaklah menimbulkan dampak yang problematis. Hanya, yang masih kerap terlontar di kalangan santri, saat ini telah terjadi krisis ulama lantaran banyak santri yang sudah kurang berminat mendalami ilmu agama. Para santri lebih kepincut dengan memburu gelar-gelar mentereng serta jabatan-jabatan prestise ketimbang menjalani hidup sebagai ”guru ngaji” yang membimbing dan peduli terhadap masyarakat tempat mereka tinggal.

Fenomena tersebut sempat menjadi bahan diskusi hangat di kalangan kiai NU ketika pembahasan dihubungkan dengan fenomena maraknya kelompok-kelompok Islam puritan dan radikal. Kalangan Islam puritan tersebut terlihat lebih ”istiqamah” dalam mengkaji ilmu agama seperti mendalami ilmu hadis dan tafsir. Mereka itu hidup ber-halaqoh yang secara intensif ”mengaji” dan mendakwahkan pandangan puritanismenya kepada masyarakat. Ternyata tidak sedikit masyarakat yang tertarik dengan dakwah mereka.

Sementara itu, kalangan santri nahdliyin dalam mempelajari agama terlihat kurang intensif, bahkan kemajon. Mereka gampang meloncat-loncat. Mereka lebih bangga bila membaca buku-buku intelektual semisal karya Arkoun, Hassan Hanafi, dan Khalil Abdul Karim.

Kembali ke soal moral, di sinilah fokus amatan dalam melihat pergeseran perilaku santri yang patut dikritisi. Walaupun, sebenarnya persoalan moral dengan tingkat degradasinya yang drastis telah melanda semua kalangan. Kasus-kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang telah menimpa hampir semua lapisan masyarakat mulai atas hingga bawah. Kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua MK Akil Mochtar dan legislator Chairun Nisa serta konco-konconya oleh KPK jelas menunjukkan betapa ”lemah”-nya moral pejabat. Itu ibarat fenomena gunung es.

Nah, pergeseran akhlak di lingkungan santri ini sudah saatnya mendapat perhatian serius. Moralitas jelas tidak boleh ditanggalkan. Krisis keteladanan yang sering terlontar saat ini sesungguhnya berpangkal pada krisis moral. Kaum santri dengan kulturnya yang menyimpan banyak ajaran moralitas dan kearifan harus dikedepankan kembali. Kita tidak ingin melihat robohnya ”kultur santri” karena menguatnya arus kekalapan, keserakahan, serta kedurjanaan. Sebab, membangun peradaban adiluhung akan selalu berangkat dan berakhir dengan akhlak.

Kiai Said Aqil Siraj : Ketum PBNU
Sumber: Jawa Pos Via FP

Macam-macam Besi Keris

EMDE Channel | 11/21/2013 08:16:00 PM | 0 komentar
Macam-macam Besi Keris
21 November 2013 oleh : Sunan Abrith

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Q.S Al-Hadid ayat: 25

Besi Keris adalah bahan logam terpenting dalam pembuatan Tosan Aji (keris, tombak, pedang, dan senjata pusaka lainnya). Bangsa Indonesia mengenal logam besi tanpa melalui zaman perunggu, itulah sebabnya di Indonesia banyak ditemukan berbagai perkakas besi, namun jarang yang terbuat dari perunggu. Pasir besi mudah dijumpai di pulau Jawa sehingga sebagian penduduknya menjadi penempa yang mahir. Seni tempa di Indonesia tidak mungkin memiliki kualitas tinggi seperti sekarang jika tidak tersedia bahan dan pengetahuan akan besi yang luas.
Pengetahuan orang Jawa menyangkut besi keris tidak terbatas pada penempaan besinya saja, tetapi juga pembedaan senyawa besi satu sama lainnya. Ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan modern, ilmu ini memang tidak tergolong ilmiah. Raden Ngabehi Ronggowarsito, pujangga besar Keraton Surakarta pada abad 19 juga mencoba membuat catatan mengenai berbagai jenis besi bahan tosan aji yang dikenal oleh para ahli tosan aji Surakarta. Walaupun ditulis seorang pujangga, catatan itu pun masih sulit dimengerti orang-orang di zaman ini.
Di bawah ini adalah beberapa jenis besi menurut catatan beliau, antara lain :
Besi Karangkijang, energinya dingin dan sabar.
Besi Pulosani, manfaatnya untuk kewibawaan, dapat kaya, dan keriernya baik.
Besi Mangangkang (wadon/betina), manfaatnya kalau dibawa pergi mudah dapat rejeki.
Besi Walulin, manfaatnya yang punya selalu sehat kuat, dalam bidang pertanian subur tanamannya, dihormati orang banyak, dan dapat berbuat tegas dalam menyelesaikan perkara.
Besi Katub, manfaatnya cocok untuk pedagang, apa yang dikehendaki dapat tercapai, dan juga untuk keselamatan.
Besi Kamboja, manfaatnya untuk kewibawaan, disegani orang banyak, kariernya baik. Tetapi tidak boleh berbuat jahat, kalau melanggar mendapat celaka.
Besi Ambal, manfaatnya dapat menarik keris lain.
Besi Winduaji, manfaatnya untuk keselamatan.
Besi Tumpang, manfaatnya untuk kewibawaan dan daya pesona.
Besi Werani (magnet?), manfaatnya untuk mencapai pangkat tinggi, kaya raya, dan sukses dalam kepemerintahan.
Besi Walangi (pelangi), manfaatnya dapat lancar untuk mencari sandang pangan, juga untuk penghasihan, dan jangan untuk usaha simpan pinjam.
Besi Terate, manfaatnya dicintai oleh wanita, dan keselamatan.
Ilmu besi keris orang Jawa tidak mengunakan ukuran dan tolak ukur yang bersifat ilmiah, melainkan mengunakan kepekaan perasaan dan panca indera. Zaman dahulu mereka membedakan berbagai jenis besi dengan mengamati, mendengar bunyinya, atau dengan merabanya. Karena itulah ilmu besi tradisional ini sukar dipelajari dan dibuat catatannya. Dalam catatan “Serat WesiAji” terbitan De Blik-sem Solo tahun 1982 dijelaskan ilmu pembagian besi menurut Empu yang umum digunakan saat itu untuk membuat senjata atau benda pusaka (Tosan Aji).
Berikut adalah besi-besi yang dimaksud dalam catatan tersebut :
Besi Karangkijang, adalah besi yang seratnya sepeti air laut. Inilah “pendeta“-nya besi, warna hitam kebiruan, jika dijentik berbunyi ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuah besi ini dingin dan ampuh.
Besi Pulasani, adalah besi yang seratnya seperti batu asih (?) warnanya hijau keperakan (Jawa: nyamberlilin), jika dijentik bunyinya Gurrr… Tuahnya tulus, membawa rejeki dan derajat, baik digunakan sebagai bahan pusaka.
Besi Mengangkang, adalah besi yang seratnya polos, berwarna hitam keunguan. Jenis besi ini ada dua macam, mengangkang laki-laki jika dijentik bunyinya Drungngng… (gemanya panjang). Tuahnya baik sekali yakni menambah wibawa. Mengangkang perempuan jika dijentik bunyinya ambrengengeng seperti suara lebah terbang. Tuahnya disayang orang sekelilingnya dan membawa rejeki.
Besi Walulin, adalah besi yang seratnya seperti pasir malela (ada kristal yang mengkilat di permukaannya), warnanya kebiruan, bila dijentik bunyinya Gung… bergetar. Penampilannya akas (berkesan kering). Tuahnya yakni dihormati orang banyak, baik untuk berternak.
Besi Katub, adalah besi yang seratnya seperti rambut, warnanya hitam kehijauan, mengkilat, kalau dijentik bunyinya Kung, ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuahnya yakni untuk kekebalan dan baik untuk pedagang.
Besi Kamboja, adalah besi yang warnanya keputihan, seratnya seperti gadung gemerlapan. Jika dijentik bunyinya Tong-ngong…nging (panjang). Inilah “putri“-nya besi, pemiliknya tidak boleh berzina. Tuahnya yakni dihormati orang banyak.
Besi Welangi, adalah besi yang konon berasal dari lautan, warnanya kuning kehijauan. Jika dijentik bunyinya Nging…amberengengeng sepeti suara lebah terbang. Tuahnya untuk keselamatan dan mudah mencari rejeki, tetapi tidak boleh membungakan uang.
Besi Ambal, adalah besi yang berwarna biru kemerahan, konon berasal dari batu gunung. Kalau dijentik bunyinya ambrengengengeng bergetar. Jika dipakai sebagai bahan pembuatan keris, besi ambal ampuh dan bisa “menarik” pusaka lainnya.
Besi Tumpang, adalah besi yang digelari “kuncinya besi“. Warnanya biru keunguan, jika dijentik bunyinya Jrung… gaungnya panjang. Tuahnya baik untuk kesaktian dan kewibawaan.
Besi Windudadi, adalah besi yang konon katanya berasal dari tengorokan Sang Hyang Mundikbrata, tidak tenggelam dalam air (?) dan warnanya biru bagaikan kaca (?), kalau dijentik bunyinya Dung… Tuahnya untuk kekuatan dan keteguhan.
Besi Werani, adalah besi yang konon katanya berasal dari gunung Srandil, warnanya hitam keungunan bagaikan bunga Teleng, kalau dijentik bunyinya abrengengengeng… bagai suara lebah terbang. Tuahnya sangat ampuh; kalau pemiliknya tergolong kuat; pangkat dan derajatnya cepat meningkat, kalau tidak kuat malah meyebabkan melarat.
Besi Terate, adalah besi yang warnanya hitam seolah berlumut, konon katanya berasal dari batu asih (?). Kalau dijentik bunyinya ambrengengeng bagai suara lebah terbang, berkahnya jauh dari fitnah dan mudah didekati wanita.
Besi Malela Ruyung, konon asalnya dari batu cendani (?). Warnanya putih kebiruan, berserat seperti rambut. Kalo dijentik berbunyi Preng… bergetar. Tuahnya untuk menambah kebranian dan keteguhan iman.
Besi Balitung, ada dua jenis. Yang baik besinya berasal dari batu, berwarna hitam agak keunguan. Jika dijentik bunyinya Ting… panjang. Tuahnya baik untuk nelayan. Sedangkan yang buruk warnanya agak keruh, jika dijentik bunyinya Ngeng, pendek. Tuahnya buruk menyebabkan melarat.
Besi Kenur, adalah besi yang berwarna hitam mengkilat bagai bulu burung gagak. Jaka dijentik bunyinya Srung…Ambrengengeng. Tuahnya baik untuk berdagang dan menyimpan uang banyak.
Besi Malela Kendaga, kadang juga disebut besi Loya. Bila dijentik bunyinya Tung… Tuahnya baik untuk menambah keberanian dan menjaga keteguhan iman.
Besi Tumbuk, konon berasal dari Sailan. Warnanya putih kekuningan gemerlap bagai batu karang. Jika dijentik bunyinya Gong…ambrengengeng. Tuahnya baik untuk menyimpan harta serta ditakuti jin dan setan.
Ketujuh belas jenis besi diatas tergolong besi yang baik digunakan dalam bahan pembuatan senjata pusaka. Selain itu ada juga jenis-jenis besi yang tergolong buruk. Besi yang dianggap buruk untuk bahan pembuatan pusaka adalah besi Kantet, besi Malik, besi Kelengan, dan besi Enuh. Jelas bahwa pembagian jenis-jenis besi diatas tidak ada kaitannya dengan ilmu metalurgi. Bahkan bisa jadi yang disebut “besi” oleh nenek moyang kita dulu tidak harus besi murni (Fe, ferrum) yang kita kenal sekarang. Mungkin beberapa jenis logam yang lain juga disebut besi.
Macam-macam Besi Keris
21 November 2013 oleh : Sunan Abrith

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Q.S Al-Hadid ayat: 25

Besi Keris adalah bahan logam terpenting dalam pembuatan Tosan Aji (keris, tombak, pedang, dan senjata pusaka lainnya). Bangsa Indonesia mengenal logam besi tanpa melalui zaman perunggu, itulah sebabnya di Indonesia banyak ditemukan berbagai perkakas besi, namun jarang yang terbuat dari perunggu. Pasir besi mudah dijumpai di pulau Jawa sehingga sebagian penduduknya menjadi penempa yang mahir. Seni tempa di Indonesia tidak mungkin memiliki kualitas tinggi seperti sekarang jika tidak tersedia bahan dan pengetahuan akan besi yang luas.
Pengetahuan orang Jawa menyangkut besi keris tidak terbatas pada penempaan besinya saja, tetapi juga pembedaan senyawa besi satu sama lainnya. Ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan modern, ilmu ini memang tidak tergolong ilmiah. Raden Ngabehi Ronggowarsito, pujangga besar Keraton Surakarta pada abad 19 juga mencoba membuat catatan mengenai berbagai jenis besi bahan tosan aji yang dikenal oleh para ahli tosan aji Surakarta. Walaupun ditulis seorang pujangga, catatan itu pun masih sulit dimengerti orang-orang di zaman ini.
Di bawah ini adalah beberapa jenis besi menurut catatan beliau, antara lain :
Besi Karangkijang, energinya dingin dan sabar.
Besi Pulosani, manfaatnya untuk kewibawaan, dapat kaya, dan keriernya baik.
Besi Mangangkang (wadon/betina), manfaatnya kalau dibawa pergi mudah dapat rejeki.
Besi Walulin, manfaatnya yang punya selalu sehat kuat, dalam bidang pertanian subur tanamannya, dihormati orang banyak, dan dapat berbuat tegas dalam menyelesaikan perkara.
Besi Katub, manfaatnya cocok untuk pedagang, apa yang dikehendaki dapat tercapai, dan juga untuk keselamatan.
Besi Kamboja, manfaatnya untuk kewibawaan, disegani orang banyak, kariernya baik. Tetapi tidak boleh berbuat jahat, kalau melanggar mendapat celaka.
Besi Ambal, manfaatnya dapat menarik keris lain.
Besi Winduaji, manfaatnya untuk keselamatan.
Besi Tumpang, manfaatnya untuk kewibawaan dan daya pesona.
Besi Werani (magnet?), manfaatnya untuk mencapai pangkat tinggi, kaya raya, dan sukses dalam kepemerintahan.
Besi Walangi (pelangi), manfaatnya dapat lancar untuk mencari sandang pangan, juga untuk penghasihan, dan jangan untuk usaha simpan pinjam.
Besi Terate, manfaatnya dicintai oleh wanita, dan keselamatan.
Ilmu besi keris orang Jawa tidak mengunakan ukuran dan tolak ukur yang bersifat ilmiah, melainkan mengunakan kepekaan perasaan dan panca indera. Zaman dahulu mereka membedakan berbagai jenis besi dengan mengamati, mendengar bunyinya, atau dengan merabanya. Karena itulah ilmu besi tradisional ini sukar dipelajari dan dibuat catatannya. Dalam catatan “Serat WesiAji” terbitan De Blik-sem Solo tahun 1982 dijelaskan ilmu pembagian besi menurut Empu yang umum digunakan saat itu untuk membuat senjata atau benda pusaka (Tosan Aji).
Berikut adalah besi-besi yang dimaksud dalam catatan tersebut :
Besi Karangkijang, adalah besi yang seratnya sepeti air laut. Inilah “pendeta“-nya besi, warna hitam kebiruan, jika dijentik berbunyi ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuah besi ini dingin dan ampuh.
Besi Pulasani, adalah besi yang seratnya seperti batu asih (?) warnanya hijau keperakan (Jawa: nyamberlilin), jika dijentik bunyinya Gurrr… Tuahnya tulus, membawa rejeki dan derajat, baik digunakan sebagai bahan pusaka.
Besi Mengangkang, adalah besi yang seratnya polos, berwarna hitam keunguan. Jenis besi ini ada dua macam, mengangkang laki-laki jika dijentik bunyinya Drungngng… (gemanya panjang). Tuahnya baik sekali yakni menambah wibawa. Mengangkang perempuan jika dijentik bunyinya ambrengengeng seperti suara lebah terbang. Tuahnya disayang orang sekelilingnya dan membawa rejeki.
Besi Walulin, adalah besi yang seratnya seperti pasir malela (ada kristal yang mengkilat di permukaannya), warnanya kebiruan, bila dijentik bunyinya Gung… bergetar. Penampilannya akas (berkesan kering). Tuahnya yakni dihormati orang banyak, baik untuk berternak.
Besi Katub, adalah besi yang seratnya seperti rambut, warnanya hitam kehijauan, mengkilat, kalau dijentik bunyinya Kung, ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuahnya yakni untuk kekebalan dan baik untuk pedagang.
Besi Kamboja, adalah besi yang warnanya keputihan, seratnya seperti gadung gemerlapan. Jika dijentik bunyinya Tong-ngong…nging (panjang). Inilah “putri“-nya besi, pemiliknya tidak boleh berzina. Tuahnya yakni dihormati orang banyak.
Besi Welangi, adalah besi yang konon berasal dari lautan, warnanya kuning kehijauan. Jika dijentik bunyinya Nging…amberengengeng sepeti suara lebah terbang. Tuahnya untuk keselamatan dan mudah mencari rejeki, tetapi tidak boleh membungakan uang.
Besi Ambal, adalah besi yang berwarna biru kemerahan, konon berasal dari batu gunung. Kalau dijentik bunyinya ambrengengengeng bergetar. Jika dipakai sebagai bahan pembuatan keris, besi ambal ampuh dan bisa “menarik” pusaka lainnya.
Besi Tumpang, adalah besi yang digelari “kuncinya besi“. Warnanya biru keunguan, jika dijentik bunyinya Jrung… gaungnya panjang. Tuahnya baik untuk kesaktian dan kewibawaan.
Besi Windudadi, adalah besi yang konon katanya berasal dari tengorokan Sang Hyang Mundikbrata, tidak tenggelam dalam air (?) dan warnanya biru bagaikan kaca (?), kalau dijentik bunyinya Dung… Tuahnya untuk kekuatan dan keteguhan.
Besi Werani, adalah besi yang konon katanya berasal dari gunung Srandil, warnanya hitam keungunan bagaikan bunga Teleng, kalau dijentik bunyinya abrengengengeng… bagai suara lebah terbang. Tuahnya sangat ampuh; kalau pemiliknya tergolong kuat; pangkat dan derajatnya cepat meningkat, kalau tidak kuat malah meyebabkan melarat.
Besi Terate, adalah besi yang warnanya hitam seolah berlumut, konon katanya berasal dari batu asih (?). Kalau dijentik bunyinya ambrengengeng bagai suara lebah terbang, berkahnya jauh dari fitnah dan mudah didekati wanita.
Besi Malela Ruyung, konon asalnya dari batu cendani (?). Warnanya putih kebiruan, berserat seperti rambut. Kalo dijentik berbunyi Preng… bergetar. Tuahnya untuk menambah kebranian dan keteguhan iman.
Besi Balitung, ada dua jenis. Yang baik besinya berasal dari batu, berwarna hitam agak keunguan. Jika dijentik bunyinya Ting… panjang. Tuahnya baik untuk nelayan. Sedangkan yang buruk warnanya agak keruh, jika dijentik bunyinya Ngeng, pendek. Tuahnya buruk menyebabkan melarat.
Besi Kenur, adalah besi yang berwarna hitam mengkilat bagai bulu burung gagak. Jaka dijentik bunyinya Srung…Ambrengengeng. Tuahnya baik untuk berdagang dan menyimpan uang banyak.
Besi Malela Kendaga, kadang juga disebut besi Loya. Bila dijentik bunyinya Tung… Tuahnya baik untuk menambah keberanian dan menjaga keteguhan iman.
Besi Tumbuk, konon berasal dari Sailan. Warnanya putih kekuningan gemerlap bagai batu karang. Jika dijentik bunyinya Gong…ambrengengeng. Tuahnya baik untuk menyimpan harta serta ditakuti jin dan setan.
Ketujuh belas jenis besi diatas tergolong besi yang baik digunakan dalam bahan pembuatan senjata pusaka. Selain itu ada juga jenis-jenis besi yang tergolong buruk. Besi yang dianggap buruk untuk bahan pembuatan pusaka adalah besi Kantet, besi Malik, besi Kelengan, dan besi Enuh. Jelas bahwa pembagian jenis-jenis besi diatas tidak ada kaitannya dengan ilmu metalurgi. Bahkan bisa jadi yang disebut “besi” oleh nenek moyang kita dulu tidak harus besi murni (Fe, ferrum) yang kita kenal sekarang. Mungkin beberapa jenis logam yang lain juga disebut besi.

Sumber :
Pada Threat

Ketika mahameru didaki pemula (Sebuah Status "Opini")

EMDE Channel | 9/05/2013 09:49:00 AM | 0 komentar

Ketika mahameru didaki pemula. Akibatnya banyak kerusakan pada alam... *Sampah e cak dijupuki, ojok foto2an ae!!!  
(Sebuah Status kawan Abi Yazid Al Basthomi)


Alternatif Kegiatan Untuk Buah Hati bila tidak ada TV

EMDE Channel | 6/26/2009 10:51:00 AM | 0 komentar
Mencoba mengambil manfaat dari bergabung di dunia maya yang katanya sempat difatwa haram, apalagi kalo buka Facebook. berikut ini artikel yang saya dapat di dunia itu via pesan masuk yang ada di ID Facebook saya. mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi saya pribadi, keluarga saya khusunya (yang kebetulan sekali anak kesayangan saya, Davue begitu susahnya dipisahkan dengan TV), bagi anda dan semua pembaca blog sederhana saya ini. Amin...


“Sehari tanpa TV? Rasanya sulit!” Mungkin hal itulah yang pertama kali terlintas dalam pikiran banyak orang saat mendengar seruan gerakan nasional Hari Tanpa TV – Minggu 26 Juli 2009.

Kampanye HARI TANPA TV mengajak keluarga di Indonesia untuk tidak menonton TV selama sehari. Sepertinya sederhana, tapi nyatanya tidak mudah karena kita sudah terbiasa untuk menonton TV setiap harinya. Karenanya diperlukan keterlibatan aktif dari para orangtua dalam mengeluarkan sang anak dari kendali TV dengan menciptakan beragam kegiatan yang jauh lebih menarik dan bermanfaat bagi mereka.

Apa yang bisa dilakukan?


1. Pergi ke perpustakaan atau toko buku terdekat
Ajak anak mengenal buku, belajar membaca buku dan terbiasa dengan kegiatan membaca. Berikan buku sebagai hadiah dan sediakan banyak buku, serta buatlah perpustakaan kecil di rumah.
2. Bercocok tanam
Dengan mengajak anak bercocok tanam, orangtua bisa mengajarkan kepada anak makna tumbuh dan bertanggung jawab. Ajarkan mereka untuk menanam dan menyiram bunga di tiap pagi.
3. Bermain
Selain membuat anak menjadi lebih aktif dalam kegiatan fisik, bermain dapat merangsang anak lebih kreatif dalam menciptakan permainan dengan peralatan sederhana dan mengenal lebih banyak permainan tradisional.
4. Melihat awan
Walau terdengar aneh, kegiatan ini sebenarnya bisa meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak. Orangtua bisa meminta anak untuk membayangkan bagaimana rasanya hidup di atas awan, atau mendeksripsikan bentuk awan yang dilihatnya.
5. Menulis surat
Menulis surat melatih anak untuk mengenali prosedur pengiriman surat melalui kantor pos (amplop, perangko, dan jasa besar pak pos), mempererat silaturahmi dan membuat anak senang bila menerima balasan. Jika anak mulai mengenal teknologi internet, bisa saja sarana e-mail digunakan untuk melatih kebiasaan menulis.
6. Jalan-jalan
Jalan-jalan tidak selalu mengeluarkan uang. Kegiatan ini baik untuk tubuh karena bisa menurunkan tekanan darah dan mengurangi resiko berbagai penyakit. Anak-anak biasanya senang dengan hal-hal baru.
7. Berenang
Berenang termasuk salah satu olahraga fisik yang disukai anak. Hampir semua anak suka bermain air.
8. Bersepeda
Kalau dilakukan sendiri, mungkin bisa membosankan. Tapi coba lah bersepeda pagi bersama seluruh keluarga. Selain murah dan menyehatkan, kita bisa mengajak anak untuk menghias sepeda menjadi sepeda yang indah.
9. Mendengarkan radio atau membaca koran
Radio bisa melatih anak untuk mendengarkan dengan baik, dan membaca koran bisa mengajak anak untuk menambah wawasannya tentang dunia.
10. Memasak bersama ibu
Memasak adalah kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama-sama. Memasak beragam panganan sederhana seperti puding, atau membuat sate strawberry yang dibaluri coklat leleh.
11. Olahraga
Berjalan-jalan, sepeda, berenang, hingga main badminton atau tenis meja, sangat mengasyikkan dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
12. Melakukan kegiatan bakti sosial
Awali dengan memilah pakaian, mainan, sepatu, barang layak pakai yang sudah tidak lagi digunakan. Setelah itu ajak mereka untuk berkunjung ke panti asuhan dan menyumbangkan barang-barang tersebut.
13. Merapikan kamar
Mulailah dengan mengajak anak-anak membersihkan kamar atau tempat tidur mereka, yang biasanya dilakukan oleh pembantu rumah tangga. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar tentang tanggung jawab dan menghargai peran pembantu rumah tangga.
14. Mengikuti les
Ayo latih otak kanan kita dengan mengikuti berbagai les yang menjadi minat anak. Les musik, atau les menari dan melukis, sangat bermanfaat untuk perkembangan otak anak.
15. Bercengkrama dengan keluarga
Kegiatan ini adalah bentuk hiburan yang sama sekali tidak membutuhkan modal. Yang orangtua butuhkan hanya waktu untuk duduk bersama dengan anak, berbagi cerita, atau bermain ular tangga, monopoli, dan sebagainya.
16. Belajar
Jadikan kegiatan belajar sebagai hobi yang menyenangkan, bukan kewajiban yang harus mereka lakukan dengan terpaksa. Belajar tidak harus berkutat dengan buku. Belajar untuk sabar, mengantri, hingga belajar menahan diri untuk tidak menonton TV adalah proses belajar yang baik.
17. Membuat keterampilan tangan
Manfaatkan semua benda tak terpakai di rumah. Ajak anak-anak untuk membuat kartu ucapan atau pembatas buku dari potongan gambar-gambar di koran/majalah bekas.
18. Berkunjung ke kebun binatang/museum
Banyak manfaat berkunjung ke kebun binatang atau museum, di antaranya memberikan anak beragam pengetahuan yang terkait dengan pelajaran di sekolah.

Salam dari Yayasan Pengembangan Media Anak – www.kidia.org

Antara Facebook dan Friendster

EMDE Channel | 6/05/2009 05:07:00 PM | 0 komentar
Antara Facebook dan Friendster

Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School.

Friendster adalah sebuah situs web jaringan sosial di mana seorang pengguna akan membuat identitas maya dan kemudian mengisi data dirinya untuk kemudian mendapatkan account di Friendster.

Kedua situs diatas adalah situs web jejaring sosial yang sangat terkenal di dunia.
Disini saya memberikan sedikit gambaran tentang keunggulan dan kelemahan situs web jejaring sosial Facebook dan Friendster, sehingga anda bisa menyimpulkan sendiri unggul mana fasilitas yang ditawarkan facebook dan friendster.

Keunggulan dan Kelemahan Facebook :
  1. Memberikan kemudahan pada user untuk melakukan registrasi.
  2. Editing pada tampilan Facebook tidak semudah melakukan editing pada friendster, user “dipaksa” menggunakan tampilan default.
  3. Facebook mempunyai privasi terbilang cukup bagus karena memungkinkan user untuk mengeset siapa yang diperbolehkan mengakses informasi pada profile, dan siapa yang tidak.
  4. Mempunyai Fasilitas untuk Chatting.
  5. Kita bisa membangun aplikasi kemudian dipasang di profil kita menggunakan API dari Facebook platform.
  6. Mempunyai fitur News Feed dan Live Feed sehingga user bisa melihat aktivitas apa saja yang baru dilakukan oleh seseorang di Facebook.
  7. Selain itu, satu komentar bisa dikomentari dengan rapi tanpa mengganggu komentar yang lainnya.
  8. Pada waktu register kita disuruh memilih jaringan kita berdasarkan negara. Dengan fitur ini kita dengan mudah menemukan teman yang berada di Indonesia.
  9. Mempunyai fasiltas Group dimana group ini memiliki fitur yang mantab untuk membentuk komunitas online seperti diskusi, foto, wall atau testimonial, dan fitur lainnya.Berbeda dengan Friendster yang mengharuskan kita membuat account untuk komunitas atau sekolah.
  10. Facebook memiliki fitur yang memungkinkan kita menawarkan barang atau jasa ke pengguna lainnya. Berbeda dengan Friendster yang hanya menyediakan buletin.
  11. Bisa mengakses website Facebook langsung dari handphone. Dengan tampilan yang disesuaikan kondisi handphone akses lebih mudah dan cepat dibanding mengakses website dengan tampilan desktop dari handphone.
  12. Bandwith yang dipakai tidak terlalu besar, sehingga Surf di Facebook lebih cepat daripada di Friendster.

Keunggulan dan Kelemahan Friendster :
  1. Memberikan kemudahan pada user untuk melakukan registrasi.
  2. Editing pada tampilan Friendster lebih mudah karena mempunyai Fitur CSS Friendster yang lebih memanjakan user untuk membuat sebuah tampilan profile yang unik.
  3. Friendster mempunyai Privasi yang kurang bagus karena ada beberapa data yang bisa ditampilkan, seperti nama, kota, atau alamat.
  4. Tidak mempunyai fasiltas chatting.
  5. Tampilannya terlalu banyak iklan.
  6. Tidak mempunyai fitur News Feed dan Live Feed.
  7. Mempunyai fasilitas search untuk mencari anggota Friendster lain, menurut nama, alamat, atau bahkan menurut sekolah, organisasi,perusahaan atau afiliasinya.
  8. Fitur komentar Friendster masih dirasa sangat kurang karena tidak bisa menanggapi secara langsung komentar yang dituliskan orang lain. Apalagi untuk sebuah komentar harus masuk seleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan pada profile.
  9. Kadang-kadang diakses terasa berat ketika di Load sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk membuka 1 halaman. Hal ini dapat menghabiskan banyak bandwith
  10. Fungsi Add Comment/Testimonial-nya lebih sederhana. Testimonial dapat berupa komentar, ucapan selamat ulang tahun, atau sebuah gambar yang menarik.
  11. Kita bisa membuat profil sesuai yang kita inginkan. Berbeda dengan facebook dimana kita harus mengikuti keinginan para pembuat aplikasi.

Dilihat Keunggulan dan Kelemahan di atas, memang Facebook lebih unggul dibanding dengan Friendster, ini juga bisa dilihat dengan meningkatnya peringkat Alexa Rank Facebook untuk trafik indonesia yang sekarang mengungguli peringkat friendster.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger