BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label pengetahuan umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan umum. Tampilkan semua postingan

SUNAN KUDUS, MASJID MENARA, sampai LARANGAN SEMBELIH SAPI

EMDE Channel | 9/18/2014 08:26:00 AM | 0 komentar
Mengutip sebuah status di FB
Rijal Pakne Avisa
Walisongo itu tidak REAKTIF, melainkan KREATIF dan INOVATIF...REAKTIF itu hanya bergerak secara spontan dan temporer. Sedangkan KREATIF selangkah lebih maju dengan membuat langkah solutif. Adapun INOVATIF menjadi pengembangan kreasi.

WAHABI/SALAFI : ini contoh bangunan masjid bid'ah ??
"SUNAN KUDUS, MASJID MENARA, sampai LARANGAN SEMBELIH SAPI"
Kudus - Dari sekian masjid bersejarah di Indonesia, Masjid Menara Kudus (Jawa Tengah) punya keunikan tersendiri. Sebuah menara mirip candi berdiri anggun di sebelah kiri depan masjid. Banyak masyarakat awam, bahkan para arkeolog yang bertanya-tanya, bagaimana elemen masjid mengadopsi model bangunan tempat ibadah umat Hindu dan Buddha.
Tidak hanya menara, bangunan-bangunan di sekeliling masjid juga banyak yang mirip dengan bangunan candi. Gapura di depan masjid yang tersusun dari batu bata tanpa semen tidak lain merupakan ciri khas candi di Jawa Timur. Ada juga pancuran untuk wudhu yang berjumlah delapan. Di atas pancuran itu diletakkan arca. Jumlah delapan pancuran, konon mengadaptasi keyakinan Buddha, yakni 'Delapan Jalan Kebenaran' atau Asta Sanghika Marga.
Menara menjadi elemen masjid yang paling menonjol. Sehingga, masjid yang semula bernama Masjid Al-Aqsa itu kemudian terkenal dengan Masjid Menara Kudus. Percampuran yang begitu mencolok antara ciri-ciri kebudayaan Hindu-Buddha dengan Islam memunculkan banyak cerita seputar awal mula berdirinya masjid. Ada cerita yang bersumber dari sejarah, namun tak sedikit pula yang bernuansa mitos.
Cerita tersebut, baik sejarah maupun mitos itu, sejatinya ingin menjelaskan bagaimana sang pendiri masjid, Sunan Kudus, melakukan dakwah Islam secara bijaksana (hikmah). Hasil dakwahnya sangat luar biasa. Penduduk setempat yang dahulunya pemeluk taat ajaran Hindu-Buddha, beralih memeluk ajaran tauhid (Islam). Kunci sukses Sunan Kudus terletak pada kemampuannya melakukan pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat yang sudah punya budaya mapan.
Sunan Kudus dikenal sebagai seorang ahli agama, terutama dalam disiplin ilmu tauhid, hadis, dan fikih. Dari sembilan wali yang diakui di Tanah Jawa, hanya beliau yang bergelar 'Waliyyul Ilmi' (wali yang berpengetahuan luas).
Konon, Sunan Kudus sangat menghormati tradisi keagamaan yang berlaku di masyarakat Loaram--nama lama Kota Kudus. Ada sebuah tradisi keagamaan yang begitu mengakar kuat, yaitu larangan menyembelih sapi. Bagi masyarakat Hindu, menyembelih sapi adalah tindakan terlarang, tidak boleh secara agama. Untuk menghormati tradisi agama yang sudah berlaku itu, Sunan Kudus pun melarang pengikutnya menyembelih sapi.
Suatu ketika Sunan Kudus mengikat sapi di pekarangan masjid. Setelah umat Hindu datang ke pekarangan itu, Sunan Kudus menyampaikan nasihat keagamaan. Model dakwah sang Sunan yang demikian itu sangat menggugah kesadaran keagamaan banyak orang. Mereka pun berbondong-bondong beralih keyakinan menjadi Muslim. Sampai kini, larangan menyembelih sapi di Kudus secara adat masih berlaku.
Kenang-kenangan dari Yerusalem
Islamisasi masyarakat Kudus diwarnai dengan pencampuran warisan budaya Hindu-Buddha dengan nilai-nilai Islam. Di samping melestarikan tradisi-tradisi, Sunan Kudus juga memelihara simbol-simbol budaya lama. Tujuannya agar nilai-nilai Islam dapat diterima masyarakat tanpa menimbulkan gejolak sosial.
Warisan budaya benda yang paling penting dalam tradisi Hindu-Buddha adalah candi. Contoh terbaik percampuran budaya lokal dengan nilai-nilai Islam dapat dilihat dari menara masjid.
Di balik bangunan berbentuk candi itu, terpendam sebuah kisah pendirian masjid yang hingga saat ini dipercaya kebenarannya oleh masyarakat luas. Masjid dan namanya, Masjid Al-Aqsa, berkaitan erat dengan kota para nabi di Timur Tengah, yaitu Bait Al-Maqdis, atau Al-Quds di Yerusalem.
Suatu ketika Syekh Ja'far Shadiq (Sunan Kudus) berada di Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Wabah penyakit kudis tiba-tiba merajalela di tanah suci itu. Segala upaya pencegahan telah dilakukan, namun tidak ada hasilnya. Akhirnya, Amir (penguasa) Makkah meminta Syekh Ja'far Shadiq turun tangan mencegah wabah penyakit yang kian hari kian mengganas.
Singkat cerita, Syekh Ja'far Shadiq berhasil menghentikan merebaknya penyakit kudis itu. Amir Makkah kemudian bermaksud memberinya hadiah, namun beliau menolak. Beliau hanya meminta jika berada di Palestina agar diizinkan mengambil sebuah batu dari Bait Al-Maqdis. Amir Makkah pun mengizinkan. Ketika pulang ke Jawa, Syekh Ja'far Shadiq membawa batu itu dan dijadikan batu pertama dalam pembangunan masjid yang diberi nama Masjid Al-Aqsa.
Masjid Al-Aqsa atau Masjid Menara Kudus didirikan pada 956 H atau 1549 M. Hal itu dapat diketahui dari inskripsi di atas mihrab masjid yang ditulis dalam bahasa Arab. Sayangnya, tulisan pada inskripsi itu sudah sulit dibaca karena banyak huruf yang rusak. Konon, batu inskripsi itulah yang dibawa oleh Sunan Kudus dari Yerusalem. Lebarnya 30 sentimeter dan panjangnya 46 sentimeter.
Pada awal pembangunannya, tinggi Masjid Menara Kudus hanya 13,25 meter. Setelah direnovasi, tingginya menjadi 17,45 meter. Kemudian pada 1925 M, di bagian depan ditambah bangunan baru berupa serambi. Penambahan ruang masjid terus dilakukan seiring dengan bertambah banyaknya jumlah jamaah.
Pada 5 November 1933 M, sebuah serambi dibangun kembali di depan serambi sebelumnya. Dengan demikian, Kori Agung atau Lawang Kembar (pembatas ruang yang terbuat dari kayu ukir) yang dahulu berada di serambi kini di dalamnya. Di atas serambi yang baru itu terdapat kubah besar bergaya arsitektur India.
Di sekelilingnya dihiasi tulisan kaligrafi Arab yang memuat nama-nama sahabat Nabi SAW, seperti para Khulafaurrasyidin, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, dan Abdurrahman bin 'Auf. Termaktub juga nama-nama empat ulama mazhab ternama, yaitu Imam Hanafi, Hambali, Syafi'i, dan Malik.
Masjid Al-Aqsa atau Masjid Menara Kudus ini terletak di Desa Kauman, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Letak Masjid Menara Kudus ini cukup dekat dengan pusat Kota Kudus (alun-alun kota), yaitu berjarak sekitar 1,5 kilometer ke arah barat. rid/berbagai sumber

Keunikan Menara Kudus
Denys Lombard pernah menulis bahwa Kota Kudus mengambil nama dari Al-Quds, nama lain dari Yerusalem yang artinya kota suci. Di kota inilah Masjid Menara Kudus berdiri. Keberadaannya melambangkan secara visual peralihan kepercayaan masyarakat dari Hindu-Buddha ke Islam.
Kalau dicermati secara saksama, bentuk menara masjid sangat mirip dengan candi. Banyak pengamat memberikan komentar seputar bentuk menara yang unik itu. Ada yang mengatakan bentuknya mirip dengan candi-candi di Jawa Timur pada masa Majapahit dengan penambahan beberapa bagian sesuai dengan fungsinya.
Ada pula yang berpendapat, beberapa gapura di sekitar menara yang bentuknya mirip bangunan kulkul di Bali, mengindikasikan menara itu tidak hanya dipengaruhi candi-candi di Jawa Timur. Di dalam kulkul terdapat kentungan yang dipukul untuk menyampaikan informasi kepada penduduk sekitar.
Hal yang sama juga terdapat di Menara Kudus. Di bagian atas menara ini, diletakkan bedug dan kentungan yang dipukul sebagai tanda datangnya waktu-waktu tertentu. Pendapat yang kedua ini menegaskan bahwa Menara Kudus terpengaruh oleh arsitektur Hindu Bali.
Ada elemen lain yang membuat bangunan berbentuk candi itu bertambah unik, yaitu bagian kepala menara yang berbentuk atap tumpang atau tajuk dari kayu jati dengan empat saka guru yang menopangnya. Itu adalah atap khas rumah Jawa-Hindu yang setelah diadaptasi oleh ajaran Islam mengandung makna iman, Islam, dan ihsan. rid

Sunan Kudus dan Sang Guru dari Negeri Cina
Menceritakan sejarah berdirinya Kota Kudus, rasanya tak lengkap tanpa menyebut nama seorang tokoh legendaris asal Cina yang bernama The Ling Sing. Orang Jawa biasanya menyebutnya Kiai Telingsing. Tokoh ini tidak lain adalah guru Sunan Kudus. Makamnya terletak di dekat Masjid Kyai Telingsing di Kampung Sunggingan, Kudus.
Sayangnya, tidak ada sumber sejarah yang memadai tentang tokoh ini, kecuali beberapa lembar catatan tentangnya yang disimpan oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Kiai Telingsing adalah tukang kayu keturunan Tionghoa. Beliau turut menyebarkan agama Islam di Kudus bersama Sunan Kudus.
Ada cerita menarik tentang kisah hidup Kiai Telingsing dengan Sunan Kudus yang ditulis di atas selembar kertas bertanggal 5 Februari 1974 dan beralamat di Sunggingan 156, Kudus. Alkisah, pada suatu hari The Ling Sing muda sedang bermain layang-layang. Tiba-tiba ia berhasrat pergi ke Nusantara. Maka, ia memanjat benang layang-layangnya itu.
Ketika The Ling Sing sudah dewasa, ayahnya berkata kepadanya, ''Kalau engkau ingin menjadi orang baik di dunia dan akhirat, engkau harus pergi ke Nusantara, karena saya pernah hidup di sana.'' Maka, berangkatlah The Ling Sing ke Nusantara dan tiba di Kudus. Kemudian, ia melakukan dakwah Islam.
Setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit pada 1478 M, Raden Patah mengambil alih kekuasaan dan mendirikan Kerajaan Demak. Pada suatu hari, semua wali bermusyawarah dan memutuskan mengangkat Ja'far Shadiq sebagai Sunan Kudus. Sejak saat itu, sang Sunan berdakwah di Kudus dan bertemu dengan The Ling Sing (Kiai Telingsing) yang telah lebih dulu berdakwah di daerah itu.
Dengan strategi yang baik, akhirnya mereka berdua berhasil mengislamkan seluruh penduduk Kudus. Berita tentang keberhasilan mereka didengar oleh semua wali, yang kemudian segera datang ke Kudus dan memutuskan Sunan Kudus sebagai wakil resmi Kesultanan Demak di Kudus.
Pada suatu hari, ketika Sunan Kudus menjamu tamu-tamunya dari Tiongkok, beliau meminta Kiai Telingsing membuatkan hadiah yang pantas. Dia lalu membuat kendi yang hiasannya terletak di bagian dalam. Ketika Sunan Kudus melihat kendi yang tampak tidak istimewa, beliau marah dan membanting kendi itu ke tanah.
Kendi itu pun terbelah. Setelah Sunan Kudus melihat hiasan kaligrafi indah dalam kendi yang sudah pecah itu, barulah beliau menyadari kepandaian Kiai Telingsing. Sunan Kudus pun sadar, meskipun beliau punya pengetahuan agama yang tinggi, namun Kiai Telingsing tetap menjadi gurunya dalam hal kewalian.

Sumber : FP

Inilah 10 Besar Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

EMDE Channel | 7/16/2014 08:35:00 AM | 0 komentar
Sekedar berbagi informasi, tanpa harus membanding-bandingkan gaji kita dengan yang lainnya, sebab kalau kita membandingkan gaji orang lain yang statusnya lebih tinggi dari kita, tidak menutup kemungkinan itu akan menjadikan rasa iri kita dan membuat kita untuk lupa bersyukur atas apa yang kita terima. Berapapun yang kita dapatkan, kalau kita pandai bersyukur, Insya Allah akan berkah rizki kita dan kita merasa cukup dengan apa yang kita punya dan kita dapatkan.

Memiliki pekerjaan yang mapan dengan gaji yang tinggi? Setiap orang pasti mendambakan hal ini, tidak terkecuali masyarakat di Indonesia. Tinggi-rendahnya gaji seseorang biasanya ditentukan oleh jenis profesi yang diambil dan jumlah pengalaman yang dimilki. Di Indonesia sendiri ada 10 jenis profesi yang memiliki rata-rata gaji tertinggi, berikut daftarnya.
1. Pilot Pesawat Komersial
profesi dengan gaji tertinggi di indonesia
Menjadi seorang pilot memang tidaklah mudah. Sekolah penerbangan yang mahal dan tuntutan akan jam terbang yang tinggilah yang membuat seorang pilot pesawat komersial bergaji tinggi. Maskapai Lion Air menggaji pilotnya dengan rata-rata Rp45 juta per bulan. Menurut Direktur Utama PT. Lion Mentari Airlines, perusahaannya tidak membedakan besaran gaji antara pilot lokal dan pilot asing. Sedangkan untuk maskapai Garuda, pihak manajemen Garuda mengklaim bahwa mereka menggaji pilot lokal mereka lebih dari Rp70 juta per bulan dan dalam setahun mereka bisa mendapat 15,5 kali gaji.
2. Ahli Teknik Perminyakan
45-2
Sudah menjadi rahasia umum bahwa gaji para staf perusahaan minyak memiliki rata-rata yang cukup tinggi di Indonesia, sehingga banyak orang memimpikan untuk bekerja di perusahaan minyak. PT. Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional memberikan rata-rata gaji untuk fresh graduate minimal Rp7 juta per bulan. Sedangkan untuk senior level gaji yang didapat bisa mencapai Rp150 juta per bulan. Sebenarnya di Indonesia sendiri, gaji seorang ahli perminyakan termasuk yang paling kecil dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, yang menggaji ahli perminyakan mereka hingga Rp500 juta.
3. Human Resources Manager
45-31
Bedasarkan survei yang dilakukan oleh Kelly Services, Inc. pada rentang tahun 2012-2013, gaji seorang manajer HRD (Human Resources Department) yang memiliki pengalaman kerja lebih dari 5 tahun bisa mencapai maksimal Rp75 juta per bulan. Tentunya hal ini sebanding dengan beban kerjanya, karena ia bertugas mengepalai sebuah departemen yang fungsinya merekrut dan memberdayakan sumber daya manusia terbaik demi kelangsungan perusahaan.
4. Dokter Spesialis
45-4
Gaji sebagai seorang dokter spesialis di Indonesia memang tidak memiliki standar yang sama apalagi jika membandingkan dokter spesialis yang praktek di rumah sakit pemerintah dengan rumah sakit swasta. Seorang dokter spesialis di RS pemerintah rata-rata hanya mendapatkan Rp10 juta per bulan dan ini sudah termasuk gaji pokok, insentif, dan jasa kunjungan pasien. Berbeda dengan dokter spesialis di RS swasta yang bisa mencapai minimal Rp50 juta per bulannya.
5. Ahli Pertambangan
45-5
Hampir sama dengan para ahli perminyakan, profesi ahli pertambangan juga menjanjikan gaji selangit bagi para pegawainya. Ahli geologi yang bekerja di lokasi pertambangan bisa memiliki gaji sebesar Rp30 juta per bulan. Hal ini wajar karena untuk menjadi seorang ahli geologi yang cakap di bidangnya dibutuhkan pendidikan dan pengalaman yang cukup lama.
6. Ahli Teknik Informatika
45-6
Dengan semakin majunya perkembangan teknologi di Indonesia maka semakin akan semakin dibutuhkan tenaga ahli yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Rata-rata gaji seorang software engineer dan system administrator di Indonesia adalah Rp15 juta per bulan dan dengan pengalaman kerja lebih dari 2 tahun.
7.  Manajer Pemasaran
woman and business strategy
Menjadi seorang manajer pemasaran merupakan sebuah profesi yang vital, kenapa? Karena manajer pemasaran bertanggung jawab untuk mengelola sistem pemasaran meliputi strategi dan analisis pasar. Untuk itu berdasarkan survei dari Kelly Services, rata-rata seorang manajer pemasaran mendapatkan gaji sebesar Rp60 juta per bulan.
8. Anggota DPR
Kosong
Di Indonesia, gaji anggota DPR bisa dibilang relatif tinggi, bahkan mendapat peringkat ke-4 terbesar di dunia. Seorang anggota DPR memiliki gaji pokok sebesar Rp15 juta yang kemudian masih ditambah berbagai mencapai tunjangan sehingga total gaji mereka bisa mencapai Rp46 juta per bulan atau Rp554 juta per tahunnya. Sebuah nilai yang sangat fantastis untuk orang-orang yang hanya duduk mewakili suara rakyat Indonesia.
9. Ahli Konstruksi
0311202-N-5576W-002
Tenaga ahli konstruksi juga menjanjikan gaji yang tinggi. Untuk propinsi DKI Jakarta saja, berdasarkan surat edaran Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada bulan Maret 2013, ahli konstruksi dengan pendidikan S1 (fresh graduate) tanpa pengalaman bisa mendapat gaji sebesar Rp20 juta, sedangkan untuk ahli konstruksi dengan latar belakang pendidikan S3 yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun bisa mencapai lebih dari Rp60 juta per bulan.
10.  Chief Executive Officer
45-10
Ini merupakan jabatan tertinggi dalam struktur pejabat korporat (eksekutif) dan posisi ini umumnya ditunjuk oleh dewan direksi sebuah perusahaan. Rata-rata seorang CEO di Indonesia bisa mendapat gaji sebesar Rp1 milyar per tahunnya. Ini pun termasuk yang paling kecil jika dibandingkan dengan CEO dari perusahaan asing.

Sumber :imoney.co.id

Melarang Anak?? Ada Seninya loh... (part 1)

EMDE Channel | 6/17/2014 04:41:00 PM | 0 komentar
"Heran deh, anak saya susah banget dibilangin... Dilarang lakuin itu, eh malah makin dilakuin.... Dari cara halus sampe mesti cara kasar, baru deh mau berhenti lakuin itu... Tapi besoknya?? Eh dilakuin lagi sama dia.... Bener2 kehilangan akal dan kesabaran hadapinya..."
Anda alami ini ??
Saya juga pernah kok,
Hehehehehehe.....
Rasanya tekanan darah jadi tinggi Ketika anak 'susah' diminta untuk indahkan larangan kita ya..
"Padahal itukan buat kebaikan mereka juga ", pikir kita.....
Ok tanpa panjang lebar lagi, mari kita bahas saja deh....
Pertama, kenapa sih anak tampak 'hobby' sekali untuk tak mengindahkan larangan2 kita?
Simple,
Rasa ingin tahu dan keinginan belajar pada diri anak kita sedang berkembang sangat pesat di usia balita..
Sehingga mereka tampak begitu excited untuk mengeksplor apapun yg ada di sekitarnya,
Dan bagi kita, itu tampak seperti anak enggan mengindahkan larangan kita..
Padahal sih bukan anak enggan mengindahkan larangan kita,
Hanya rasa ingin tahu dan keinginan belajarnya itu loh yg sangat KUAT,
Sehingga mendorong mereka untuk 'tetap' melakukan hal yg kita larang.
Dan itu adalah ciri perkembangan yg Normal, sangat Normal pada anak..
Syukuri dan nikmatilah saja..
So gak perlu Stress apalagi sampai ambil di hati, seakan2 anak mau membangkang dari kita..
Justru kalau anak terlihat pasif, tak mudah tertarik pada sesuatu, enggan menyentuh ini itu, enggan untuk eksplor sana sini,
Barulah anda perlu khawatir, kalau2 ada masalah pada perkembangannya..
Kedua, trus harus dibiarkan saja gitu kalau anak menyentuh sesuatu yg membahayakan dirinya???
NOPE !!!
Yg namanya balita itu belum tahu apalagi paham benar apa yg bahaya atau aman buat mereka..
Mereka hanya ikuti Naluri Alamiah mereka saja untuk terus mengeksplore dunia sekitarnya..
Nah TUGAS kitalah sebagai orang tua, untuk memberitahu dan membimbing mereka akan apa yg aman atau bahaya buat mereka..
Ya salah satu caranya dengan memberi larangan yg JELAS dan TEGAS pada anak..
Namun Melarang Anak juga tak bisa hanya asal bilang :
"Jangan..", "Gak boleh..", "Berhenti..", "Awas...", dan kata2 larangan lainnya..
Melainkan, melarang anak itu ada 'Seni'nya loh.....
Apa sih Seninya??
*. Larangan harus disertai ALASAN yg JELAS & KUAT :
Sering kita melarang anak hanya sekedar bilang 'jangan', 'gak boleh', tanpa disertai Alasan yg jelas dan kuat..
Sehingga anak pun menangkap itu sebagai suatu ketidak tegasan dan ketidak jelasan dari kita,
Dan jadilah mereka tampak terus berusaha untuk tak indahkan larangan kita..
Bukan untuk membangkang atau melawan kita,
Mereka hanya sedang berusaha mencari tahu SENDIRI alasan apa dibalik larangan kita tsb..
Di sisi lain, banyak orang tua yg melarang anaknya sudah disertai alasan,
Namun sayang alasannya tidak nyambung bahkan tak masuk akal :
"Jangan pegang itu, ada Setannya loh... iihhhh hayo loh nanti di cium sama kolong wewe mau ya??"
Larangan tsb mungkin saja 'berhasil' membuat anak Stop lakukan hal yg dilarang tsb,
Namun bukan karena anak tahu apalagi Sadar akan alasan sebenarnya mengapa hal tsb tak boleh dilakukan (misal tak boleh pegang colokan karena bisa tersetrum, so itu bahaya)..
Namun lebih kepada anak TAKUT akan sesuatu yg tak ada hubungannya dengan hal tsb, yakni Setan....
(Adakah hubungannya memegang colokan dengan setan?? Apakah dengan memegang colokan trus anak bisa kesurupan, begitu??)
So please Stop melarang anak dengan menakut-nakuti anak akan hal2 yg tak ada hubungannya bahkan cenderung tak masuk akal..
Karena itu hanya akan MEMBODOHI anak kita,
Bahkan membuatnya bertumbuh menjadi pribadi yg PENAKUT...
Anyway sudah panjang, lanjut di part 2 nanti ya...
Semoga bermanfaat ya...
Illustrasi Gambar

Robohnya Peradaban Santri

EMDE Channel | 2/04/2014 11:35:00 AM | 0 komentar
Foto: Replubika.co.id
Seorang ”kiai kampung” di sebuah daerah di Jateng yang mengungkapkan kegembiraan sekaligus kegelisahannya. Menurut dia, sekarang ini banyak kalangan santri yang setelah keluar dari pesantren berkecimpung dalam banyak bidang kehidupan. Berbagai profesi dimasuki. Hal itu menggembirakan. Tapi, ada yang menggelisahkan. Yakni, munculnya fenomena ”kekalapan” di kalangan santri, terutama sekali yang menonjol saat mereka memasuki wilayah politik. Mereka tampak gagap dan, celakanya, hilang kendali.

Si kiai tersebut mencontohkan, ada seseorang di daerahnya yang mondok bertahun-tahun di sebuah pesantren salafiyah dan dikenal dengan kajian kitab kuningnya yang mendalam. Setelah keluar, dia menekuni dunia politik. Setelah menjadi wakil rakyat, dia jadi ”ugal-ugalan”. Main sikut sana-sini sehingga mencederai masyarakat. Dia, tampaknya, sudah tidak memedulikan akhlak yang didalami di pesantren.

Gaya hidupnya tidak mencerminkan kesederhanaan seperti ajaran kiainya. Dia hidup flamboyan lazimnya orang-orang the have. Belum lagi, santri yang berperan menjadi broker dan bekerja secara zig-zag demi mencapai kepentingan instan. Mereka tidak lagi bekerja dengan idealisme, tetapi pragmatis. Nah, dari fenomena seperti itu, tak heran ada gerutuan, jangankan menjadi teladan, seorang santri malah menjadi bahan umpatan.

Fakta tuturan si kiai tersebut memang ada. Tetapi, ini tidak menggeneralisasi, hanya terlihat cukup mengemuka dan merata mulai kota hingga daerah. Sudah ada celotehan di kalangan masyarakat bahwa sekarang ini tidak ada bedanya antara mereka yang pernah mengenyam pendidikan agama dan yang tidak. Bahkan, dunia sudah terbalik-balik. Mereka yang tidak punya basis keilmuan agama tampil dengan cemerlang, berakhlak baik, dan ketika menjadi pemimpin terlihat benar-benar amanah, merakyat, dan bekerja dengan baik.

Dengan fenomena seperti itu, dikhawatirkan nanti ”dunia santri” mendapat stigma yang miring. Dampaknya, alih-alih menginginkan anaknya menjadi ahli agama, untuk menyekolahkan di sekolah agama atau pesantren saja, mereka enggan.

Istilah ”santri” berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu ”cantrik” yang berdiam diri bersama guru dalam sebuah asrama demi memperdalam ilmu agama dalam beberapa waktu lamanya. Asrama disebut ”gurukulla” yang kalau disamakan di lingkungan muslim sepadan dengan istilah ”pesantren”. Dalam tulisan ini, istilah ”santri” merujuk pada mereka yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren dan telah membentuk menjadi sebuah ”subkultur” sendiri. Ada penyebutan yang populer, yaitu ”kultur santri”.

Selama dasawarsa ini, di lingkungan santri dan pesantren, terutama keluarga kiai, muncul ”pergeseran” orientasi keilmuan. Kalau dulu, hampir semua anak kiai dan kerabatnya pasti akan dikirim ke pesantren dengan tujuan mereka menjadi kiai pula. Seiring waktu, banyak kalangan keluarga kiai yang menyekolahkan anak-anaknya di perguruan tinggi umum.

Dalam konteks keilmuan, tentu saja fenomena itu sehat-sehat saja. Dinamika kemajuan zaman telah memantik kesadaran di lingkungan pesantren untuk meningkatkan kemampuan intelektualnya secara lebih luas.

Pada wilayah ini, hal tersebut tidaklah menimbulkan dampak yang problematis. Hanya, yang masih kerap terlontar di kalangan santri, saat ini telah terjadi krisis ulama lantaran banyak santri yang sudah kurang berminat mendalami ilmu agama. Para santri lebih kepincut dengan memburu gelar-gelar mentereng serta jabatan-jabatan prestise ketimbang menjalani hidup sebagai ”guru ngaji” yang membimbing dan peduli terhadap masyarakat tempat mereka tinggal.

Fenomena tersebut sempat menjadi bahan diskusi hangat di kalangan kiai NU ketika pembahasan dihubungkan dengan fenomena maraknya kelompok-kelompok Islam puritan dan radikal. Kalangan Islam puritan tersebut terlihat lebih ”istiqamah” dalam mengkaji ilmu agama seperti mendalami ilmu hadis dan tafsir. Mereka itu hidup ber-halaqoh yang secara intensif ”mengaji” dan mendakwahkan pandangan puritanismenya kepada masyarakat. Ternyata tidak sedikit masyarakat yang tertarik dengan dakwah mereka.

Sementara itu, kalangan santri nahdliyin dalam mempelajari agama terlihat kurang intensif, bahkan kemajon. Mereka gampang meloncat-loncat. Mereka lebih bangga bila membaca buku-buku intelektual semisal karya Arkoun, Hassan Hanafi, dan Khalil Abdul Karim.

Kembali ke soal moral, di sinilah fokus amatan dalam melihat pergeseran perilaku santri yang patut dikritisi. Walaupun, sebenarnya persoalan moral dengan tingkat degradasinya yang drastis telah melanda semua kalangan. Kasus-kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang telah menimpa hampir semua lapisan masyarakat mulai atas hingga bawah. Kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua MK Akil Mochtar dan legislator Chairun Nisa serta konco-konconya oleh KPK jelas menunjukkan betapa ”lemah”-nya moral pejabat. Itu ibarat fenomena gunung es.

Nah, pergeseran akhlak di lingkungan santri ini sudah saatnya mendapat perhatian serius. Moralitas jelas tidak boleh ditanggalkan. Krisis keteladanan yang sering terlontar saat ini sesungguhnya berpangkal pada krisis moral. Kaum santri dengan kulturnya yang menyimpan banyak ajaran moralitas dan kearifan harus dikedepankan kembali. Kita tidak ingin melihat robohnya ”kultur santri” karena menguatnya arus kekalapan, keserakahan, serta kedurjanaan. Sebab, membangun peradaban adiluhung akan selalu berangkat dan berakhir dengan akhlak.

Kiai Said Aqil Siraj : Ketum PBNU
Sumber: Jawa Pos Via FP

Ini Pendapat Gus Dur Soal Perayaan Natal

EMDE Channel | 12/20/2013 02:32:00 PM | 0 komentar
Foto : www.manadoexpress.com
Sekarang sedang ribut berita soal ucapan selamat natal dari seorang muslim kepada umat Kristen yang diharamkan oleh ulama Aceh. Alasannya, perayaan Natal merupakan ritual keagamaan non-Muslim yang tidak dibenarkan bagi umat Islam untuk mengikutinya.

"Haram juga ucapan Natal, jangankan ikut mengucapkan, menyerupai saja dengan yang bukan budaya Islam sudah haram, apa lagi ikut terlibat dengan mengucapkannya," kata ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh, Abdul Karim Syeikh, Sabtu (14/12) saat dihubungi merdeka.com.

Sejak dulu sebenarnya masalah seperti ini sudah menjadi polemik di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Ada sebagian yang menilai haram, ada juga yang tidak. Nah, untuk memperkaya referensi, ada baiknya anda tahu bagaimana pendapat Gus Dur soal masalah ini.

Gus Dur pernah menulis artikel di Koran Suara Pembaruan pada 20 Desember 2003 berjudul: Harlah, Natal dan Maulid. Menurut Gus Dur , kata Natal yang menurut arti bahasa sama dengan kata harlah (hari kelahiran), hanya dipakai untuk Nabi Isa al-Masih belaka. Jadi ia mempunyai arti khusus, lain dari yang digunakan secara umum -seperti dalam bidang kedokteran ada istilah perawatan pre-natal yang berarti "perawatan sebelum kelahiran".

Dengan demikian, maksud istilah 'Natal' adalah saat Isa Al-Masih dilahirkan ke dunia oleh 'perawan suci' Maryam. Karena itulah ia memiliki arti tersendiri, yaitu saat kelahiran anak manusia bernama Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia.

Sedangkan Maulid, Gus Dur menjelaskan, adalah saat kelahiran Nabi Muhammad Saw. Pertama kali dirayakan kaum Muslimin atas perintah Sultan Shalahuddin al-Ayyubi atau dalam dunia barat dikenal sebagai Saladin, dari Dinasti Mamalik yang berkebangsaan Kurdi. Tujuannya untuk mengobarkan semangat kaum Muslimin, agar menang dalam perang Salib (crusade).

Dia memerintahkan membuat peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad, enam abad setelah Rasulullah wafat. Peristiwa Maulid itu hingga kini masih dirayakan dalam berbagai bentuk, walaupun Dinasti Sa'ud melarangnya di Saudi Arabia. Karya-karya tertulis berbahasa Arab banyak ditulis dalam puisi dan prosa untuk menyambut kelahiran Nabi Muhammad itu.

Dengan demikian, Gus Dur melanjutkan, dua kata (Natal dan Maulid) mempunyai makna khusus, dan tidak bisa disamakan. Dalam bahasa teori Hukum Islam (fiqh) kata Maulid dan Natal adalah "kata yang lebih sempit maksudnya, dari apa yang diucapkan" (yuqlaqu al'am wa yuradu bihi al-khash). Penyebabnya adalah asal-usul istilah tersebut dalam sejarah perkembangan manusia yang beragam. Artinya jelas, Natal dipakai orang-orang Kristiani, sedangkan maulid dipakai orang-orang Islam.

Menurut Gus Dur , Natal dalam kitab suci Alquran disebut sebagai "yauma wulida" (hari kelahiran, yang secara historis oleh para ahli tafsir dijelaskan sebagai hari kelahiran Nabi Isa, seperti terkutip: "kedamaian atas orang yang dilahirkan (hari ini)" (salamun yauma wulid) yang dapat dipakaikan pada beliau atau kepada Nabi Daud. Sebaliknya, firman Allah dalam surat al-Maryam: "Kedamaian atas diriku pada hari kelahiranku" (al-salamu 'alaiyya yauma wulidtu), jelas-jelas menunjuk kepada ucapan Nabi Isa.

Bahwa kemudian Nabi Isa 'dijadikan' Anak Tuhan oleh umat Kristiani, adalah masalah lain lagi. Artinya, secara tidak langsung Natal memang diakui oleh kitab suci al-Qur'an, juga sebagai kata penunjuk hari kelahiran beliau, yang harus dihormati oleh umat Islam juga. Bahwa, hari kelahiran itu memang harus dirayakan dalam bentuk berbeda, atau dalam bentuk yang sama tetapi dengan maksud berbeda, adalah hal yang tidak perlu dipersoalkan.

"Jika penulis ( Gus Dur ) merayakan Natal adalah penghormatan untuk beliau (Isa) dalam pengertian yang penulis yakini, sebagai Nabi Allah SWT."

Dengan demikian, Gus Dur melanjutkan, "menjadi kemerdekaan bagi kaum Muslimin untuk turut menghormati hari kelahiran Nabi Isa, yang sekarang disebut hari Natal. Mereka bebas merayakannya atau tidak, karena itu sesuatu yang dibolehkan oleh agama. Penulis ( Gus Dur ) menghormatinya, kalau perlu dengan turut bersama kaum Kristiani merayakannya bersama-sama."

Dalam litelatur fiqih, Gus Dur mengimbuhkan, jika seorang muslim duduk bersama-sama dengan orang lain yang sedang melaksanakan peribadatan mereka, seorang Muslim diperkenankan turut serta duduk dengan mereka asalkan ia tidak turut dalam ritual kebaktian. Namun hal ini masih merupakan ganjalan bagi kaum muslimin pada umumnya, karena kekhawatiran mereka akan dianggap turut berkebaktian yang sama.

"Karena itulah, kaum Muslimin biasanya menunggu di sebuah ruangan, sedangkan ritual kebaktian dilaksanakan di ruang lain. Jika telah selesai, baru kaum Muslimin duduk bercampur dengan mereka untuk menghormati kelahiran Isa al-Masih."

Sumber : Merdeka.com

CARA MAKAN RASULULLAH SAW

EMDE Channel | 12/18/2013 09:22:00 AM | 0 komentar
Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan.

Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yang lainnya.

Ini pun adalah diet Rasullulah SAW kita juga. Ustadz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah ini, Anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

Jangan makan SUSU bersama DAGING
Jangan makan DAGING bersama IKAN
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU (Contoh : KOKTEL)

CARA MAKAN :

* Jangan makan buah setelah makan nasi, sebaliknya makanlah buah terlebih dahulu, baru makan nasi.

* Tidur 1 jam setelah makan tengah hari.

* Jangan sesekali tinggal makan malam. Barang siapa yg tinggal makan malam dia akan dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda.

Nampak memang sulit.. tapi, kalau tak percaya… cobalah….. Pengaruhnya tidak dalam jangka pendek…. Akan berpengaruh bila kita sudah tua nanti.

* Dalam Al-Quran juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.
Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu. karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akanterjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.

* Al-Quran Juga mengajarkan kita menjaga kesehatan spt membuat amalan antara lain:

1. Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk.

2. Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).

3. Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir keruang tersebut.

4. Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari.

5. Begitu juga ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur. (enzyme sejenis alat percerna makanan).

Sabda nabi, Ilmu itu milik Allah, barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan insya Allah Allah akan menggandakan 10 kali kepadanya

” Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya ” (QS 99 : 7)

Sumber : FP Muslim Sejati
Foto/Gambar : Illustrasi

Macam-macam Besi Keris

EMDE Channel | 11/21/2013 08:16:00 PM | 0 komentar
Macam-macam Besi Keris
21 November 2013 oleh : Sunan Abrith

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Q.S Al-Hadid ayat: 25

Besi Keris adalah bahan logam terpenting dalam pembuatan Tosan Aji (keris, tombak, pedang, dan senjata pusaka lainnya). Bangsa Indonesia mengenal logam besi tanpa melalui zaman perunggu, itulah sebabnya di Indonesia banyak ditemukan berbagai perkakas besi, namun jarang yang terbuat dari perunggu. Pasir besi mudah dijumpai di pulau Jawa sehingga sebagian penduduknya menjadi penempa yang mahir. Seni tempa di Indonesia tidak mungkin memiliki kualitas tinggi seperti sekarang jika tidak tersedia bahan dan pengetahuan akan besi yang luas.
Pengetahuan orang Jawa menyangkut besi keris tidak terbatas pada penempaan besinya saja, tetapi juga pembedaan senyawa besi satu sama lainnya. Ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan modern, ilmu ini memang tidak tergolong ilmiah. Raden Ngabehi Ronggowarsito, pujangga besar Keraton Surakarta pada abad 19 juga mencoba membuat catatan mengenai berbagai jenis besi bahan tosan aji yang dikenal oleh para ahli tosan aji Surakarta. Walaupun ditulis seorang pujangga, catatan itu pun masih sulit dimengerti orang-orang di zaman ini.
Di bawah ini adalah beberapa jenis besi menurut catatan beliau, antara lain :
Besi Karangkijang, energinya dingin dan sabar.
Besi Pulosani, manfaatnya untuk kewibawaan, dapat kaya, dan keriernya baik.
Besi Mangangkang (wadon/betina), manfaatnya kalau dibawa pergi mudah dapat rejeki.
Besi Walulin, manfaatnya yang punya selalu sehat kuat, dalam bidang pertanian subur tanamannya, dihormati orang banyak, dan dapat berbuat tegas dalam menyelesaikan perkara.
Besi Katub, manfaatnya cocok untuk pedagang, apa yang dikehendaki dapat tercapai, dan juga untuk keselamatan.
Besi Kamboja, manfaatnya untuk kewibawaan, disegani orang banyak, kariernya baik. Tetapi tidak boleh berbuat jahat, kalau melanggar mendapat celaka.
Besi Ambal, manfaatnya dapat menarik keris lain.
Besi Winduaji, manfaatnya untuk keselamatan.
Besi Tumpang, manfaatnya untuk kewibawaan dan daya pesona.
Besi Werani (magnet?), manfaatnya untuk mencapai pangkat tinggi, kaya raya, dan sukses dalam kepemerintahan.
Besi Walangi (pelangi), manfaatnya dapat lancar untuk mencari sandang pangan, juga untuk penghasihan, dan jangan untuk usaha simpan pinjam.
Besi Terate, manfaatnya dicintai oleh wanita, dan keselamatan.
Ilmu besi keris orang Jawa tidak mengunakan ukuran dan tolak ukur yang bersifat ilmiah, melainkan mengunakan kepekaan perasaan dan panca indera. Zaman dahulu mereka membedakan berbagai jenis besi dengan mengamati, mendengar bunyinya, atau dengan merabanya. Karena itulah ilmu besi tradisional ini sukar dipelajari dan dibuat catatannya. Dalam catatan “Serat WesiAji” terbitan De Blik-sem Solo tahun 1982 dijelaskan ilmu pembagian besi menurut Empu yang umum digunakan saat itu untuk membuat senjata atau benda pusaka (Tosan Aji).
Berikut adalah besi-besi yang dimaksud dalam catatan tersebut :
Besi Karangkijang, adalah besi yang seratnya sepeti air laut. Inilah “pendeta“-nya besi, warna hitam kebiruan, jika dijentik berbunyi ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuah besi ini dingin dan ampuh.
Besi Pulasani, adalah besi yang seratnya seperti batu asih (?) warnanya hijau keperakan (Jawa: nyamberlilin), jika dijentik bunyinya Gurrr… Tuahnya tulus, membawa rejeki dan derajat, baik digunakan sebagai bahan pusaka.
Besi Mengangkang, adalah besi yang seratnya polos, berwarna hitam keunguan. Jenis besi ini ada dua macam, mengangkang laki-laki jika dijentik bunyinya Drungngng… (gemanya panjang). Tuahnya baik sekali yakni menambah wibawa. Mengangkang perempuan jika dijentik bunyinya ambrengengeng seperti suara lebah terbang. Tuahnya disayang orang sekelilingnya dan membawa rejeki.
Besi Walulin, adalah besi yang seratnya seperti pasir malela (ada kristal yang mengkilat di permukaannya), warnanya kebiruan, bila dijentik bunyinya Gung… bergetar. Penampilannya akas (berkesan kering). Tuahnya yakni dihormati orang banyak, baik untuk berternak.
Besi Katub, adalah besi yang seratnya seperti rambut, warnanya hitam kehijauan, mengkilat, kalau dijentik bunyinya Kung, ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuahnya yakni untuk kekebalan dan baik untuk pedagang.
Besi Kamboja, adalah besi yang warnanya keputihan, seratnya seperti gadung gemerlapan. Jika dijentik bunyinya Tong-ngong…nging (panjang). Inilah “putri“-nya besi, pemiliknya tidak boleh berzina. Tuahnya yakni dihormati orang banyak.
Besi Welangi, adalah besi yang konon berasal dari lautan, warnanya kuning kehijauan. Jika dijentik bunyinya Nging…amberengengeng sepeti suara lebah terbang. Tuahnya untuk keselamatan dan mudah mencari rejeki, tetapi tidak boleh membungakan uang.
Besi Ambal, adalah besi yang berwarna biru kemerahan, konon berasal dari batu gunung. Kalau dijentik bunyinya ambrengengengeng bergetar. Jika dipakai sebagai bahan pembuatan keris, besi ambal ampuh dan bisa “menarik” pusaka lainnya.
Besi Tumpang, adalah besi yang digelari “kuncinya besi“. Warnanya biru keunguan, jika dijentik bunyinya Jrung… gaungnya panjang. Tuahnya baik untuk kesaktian dan kewibawaan.
Besi Windudadi, adalah besi yang konon katanya berasal dari tengorokan Sang Hyang Mundikbrata, tidak tenggelam dalam air (?) dan warnanya biru bagaikan kaca (?), kalau dijentik bunyinya Dung… Tuahnya untuk kekuatan dan keteguhan.
Besi Werani, adalah besi yang konon katanya berasal dari gunung Srandil, warnanya hitam keungunan bagaikan bunga Teleng, kalau dijentik bunyinya abrengengengeng… bagai suara lebah terbang. Tuahnya sangat ampuh; kalau pemiliknya tergolong kuat; pangkat dan derajatnya cepat meningkat, kalau tidak kuat malah meyebabkan melarat.
Besi Terate, adalah besi yang warnanya hitam seolah berlumut, konon katanya berasal dari batu asih (?). Kalau dijentik bunyinya ambrengengeng bagai suara lebah terbang, berkahnya jauh dari fitnah dan mudah didekati wanita.
Besi Malela Ruyung, konon asalnya dari batu cendani (?). Warnanya putih kebiruan, berserat seperti rambut. Kalo dijentik berbunyi Preng… bergetar. Tuahnya untuk menambah kebranian dan keteguhan iman.
Besi Balitung, ada dua jenis. Yang baik besinya berasal dari batu, berwarna hitam agak keunguan. Jika dijentik bunyinya Ting… panjang. Tuahnya baik untuk nelayan. Sedangkan yang buruk warnanya agak keruh, jika dijentik bunyinya Ngeng, pendek. Tuahnya buruk menyebabkan melarat.
Besi Kenur, adalah besi yang berwarna hitam mengkilat bagai bulu burung gagak. Jaka dijentik bunyinya Srung…Ambrengengeng. Tuahnya baik untuk berdagang dan menyimpan uang banyak.
Besi Malela Kendaga, kadang juga disebut besi Loya. Bila dijentik bunyinya Tung… Tuahnya baik untuk menambah keberanian dan menjaga keteguhan iman.
Besi Tumbuk, konon berasal dari Sailan. Warnanya putih kekuningan gemerlap bagai batu karang. Jika dijentik bunyinya Gong…ambrengengeng. Tuahnya baik untuk menyimpan harta serta ditakuti jin dan setan.
Ketujuh belas jenis besi diatas tergolong besi yang baik digunakan dalam bahan pembuatan senjata pusaka. Selain itu ada juga jenis-jenis besi yang tergolong buruk. Besi yang dianggap buruk untuk bahan pembuatan pusaka adalah besi Kantet, besi Malik, besi Kelengan, dan besi Enuh. Jelas bahwa pembagian jenis-jenis besi diatas tidak ada kaitannya dengan ilmu metalurgi. Bahkan bisa jadi yang disebut “besi” oleh nenek moyang kita dulu tidak harus besi murni (Fe, ferrum) yang kita kenal sekarang. Mungkin beberapa jenis logam yang lain juga disebut besi.
Macam-macam Besi Keris
21 November 2013 oleh : Sunan Abrith

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Q.S Al-Hadid ayat: 25

Besi Keris adalah bahan logam terpenting dalam pembuatan Tosan Aji (keris, tombak, pedang, dan senjata pusaka lainnya). Bangsa Indonesia mengenal logam besi tanpa melalui zaman perunggu, itulah sebabnya di Indonesia banyak ditemukan berbagai perkakas besi, namun jarang yang terbuat dari perunggu. Pasir besi mudah dijumpai di pulau Jawa sehingga sebagian penduduknya menjadi penempa yang mahir. Seni tempa di Indonesia tidak mungkin memiliki kualitas tinggi seperti sekarang jika tidak tersedia bahan dan pengetahuan akan besi yang luas.
Pengetahuan orang Jawa menyangkut besi keris tidak terbatas pada penempaan besinya saja, tetapi juga pembedaan senyawa besi satu sama lainnya. Ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan modern, ilmu ini memang tidak tergolong ilmiah. Raden Ngabehi Ronggowarsito, pujangga besar Keraton Surakarta pada abad 19 juga mencoba membuat catatan mengenai berbagai jenis besi bahan tosan aji yang dikenal oleh para ahli tosan aji Surakarta. Walaupun ditulis seorang pujangga, catatan itu pun masih sulit dimengerti orang-orang di zaman ini.
Di bawah ini adalah beberapa jenis besi menurut catatan beliau, antara lain :
Besi Karangkijang, energinya dingin dan sabar.
Besi Pulosani, manfaatnya untuk kewibawaan, dapat kaya, dan keriernya baik.
Besi Mangangkang (wadon/betina), manfaatnya kalau dibawa pergi mudah dapat rejeki.
Besi Walulin, manfaatnya yang punya selalu sehat kuat, dalam bidang pertanian subur tanamannya, dihormati orang banyak, dan dapat berbuat tegas dalam menyelesaikan perkara.
Besi Katub, manfaatnya cocok untuk pedagang, apa yang dikehendaki dapat tercapai, dan juga untuk keselamatan.
Besi Kamboja, manfaatnya untuk kewibawaan, disegani orang banyak, kariernya baik. Tetapi tidak boleh berbuat jahat, kalau melanggar mendapat celaka.
Besi Ambal, manfaatnya dapat menarik keris lain.
Besi Winduaji, manfaatnya untuk keselamatan.
Besi Tumpang, manfaatnya untuk kewibawaan dan daya pesona.
Besi Werani (magnet?), manfaatnya untuk mencapai pangkat tinggi, kaya raya, dan sukses dalam kepemerintahan.
Besi Walangi (pelangi), manfaatnya dapat lancar untuk mencari sandang pangan, juga untuk penghasihan, dan jangan untuk usaha simpan pinjam.
Besi Terate, manfaatnya dicintai oleh wanita, dan keselamatan.
Ilmu besi keris orang Jawa tidak mengunakan ukuran dan tolak ukur yang bersifat ilmiah, melainkan mengunakan kepekaan perasaan dan panca indera. Zaman dahulu mereka membedakan berbagai jenis besi dengan mengamati, mendengar bunyinya, atau dengan merabanya. Karena itulah ilmu besi tradisional ini sukar dipelajari dan dibuat catatannya. Dalam catatan “Serat WesiAji” terbitan De Blik-sem Solo tahun 1982 dijelaskan ilmu pembagian besi menurut Empu yang umum digunakan saat itu untuk membuat senjata atau benda pusaka (Tosan Aji).
Berikut adalah besi-besi yang dimaksud dalam catatan tersebut :
Besi Karangkijang, adalah besi yang seratnya sepeti air laut. Inilah “pendeta“-nya besi, warna hitam kebiruan, jika dijentik berbunyi ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuah besi ini dingin dan ampuh.
Besi Pulasani, adalah besi yang seratnya seperti batu asih (?) warnanya hijau keperakan (Jawa: nyamberlilin), jika dijentik bunyinya Gurrr… Tuahnya tulus, membawa rejeki dan derajat, baik digunakan sebagai bahan pusaka.
Besi Mengangkang, adalah besi yang seratnya polos, berwarna hitam keunguan. Jenis besi ini ada dua macam, mengangkang laki-laki jika dijentik bunyinya Drungngng… (gemanya panjang). Tuahnya baik sekali yakni menambah wibawa. Mengangkang perempuan jika dijentik bunyinya ambrengengeng seperti suara lebah terbang. Tuahnya disayang orang sekelilingnya dan membawa rejeki.
Besi Walulin, adalah besi yang seratnya seperti pasir malela (ada kristal yang mengkilat di permukaannya), warnanya kebiruan, bila dijentik bunyinya Gung… bergetar. Penampilannya akas (berkesan kering). Tuahnya yakni dihormati orang banyak, baik untuk berternak.
Besi Katub, adalah besi yang seratnya seperti rambut, warnanya hitam kehijauan, mengkilat, kalau dijentik bunyinya Kung, ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuahnya yakni untuk kekebalan dan baik untuk pedagang.
Besi Kamboja, adalah besi yang warnanya keputihan, seratnya seperti gadung gemerlapan. Jika dijentik bunyinya Tong-ngong…nging (panjang). Inilah “putri“-nya besi, pemiliknya tidak boleh berzina. Tuahnya yakni dihormati orang banyak.
Besi Welangi, adalah besi yang konon berasal dari lautan, warnanya kuning kehijauan. Jika dijentik bunyinya Nging…amberengengeng sepeti suara lebah terbang. Tuahnya untuk keselamatan dan mudah mencari rejeki, tetapi tidak boleh membungakan uang.
Besi Ambal, adalah besi yang berwarna biru kemerahan, konon berasal dari batu gunung. Kalau dijentik bunyinya ambrengengengeng bergetar. Jika dipakai sebagai bahan pembuatan keris, besi ambal ampuh dan bisa “menarik” pusaka lainnya.
Besi Tumpang, adalah besi yang digelari “kuncinya besi“. Warnanya biru keunguan, jika dijentik bunyinya Jrung… gaungnya panjang. Tuahnya baik untuk kesaktian dan kewibawaan.
Besi Windudadi, adalah besi yang konon katanya berasal dari tengorokan Sang Hyang Mundikbrata, tidak tenggelam dalam air (?) dan warnanya biru bagaikan kaca (?), kalau dijentik bunyinya Dung… Tuahnya untuk kekuatan dan keteguhan.
Besi Werani, adalah besi yang konon katanya berasal dari gunung Srandil, warnanya hitam keungunan bagaikan bunga Teleng, kalau dijentik bunyinya abrengengengeng… bagai suara lebah terbang. Tuahnya sangat ampuh; kalau pemiliknya tergolong kuat; pangkat dan derajatnya cepat meningkat, kalau tidak kuat malah meyebabkan melarat.
Besi Terate, adalah besi yang warnanya hitam seolah berlumut, konon katanya berasal dari batu asih (?). Kalau dijentik bunyinya ambrengengeng bagai suara lebah terbang, berkahnya jauh dari fitnah dan mudah didekati wanita.
Besi Malela Ruyung, konon asalnya dari batu cendani (?). Warnanya putih kebiruan, berserat seperti rambut. Kalo dijentik berbunyi Preng… bergetar. Tuahnya untuk menambah kebranian dan keteguhan iman.
Besi Balitung, ada dua jenis. Yang baik besinya berasal dari batu, berwarna hitam agak keunguan. Jika dijentik bunyinya Ting… panjang. Tuahnya baik untuk nelayan. Sedangkan yang buruk warnanya agak keruh, jika dijentik bunyinya Ngeng, pendek. Tuahnya buruk menyebabkan melarat.
Besi Kenur, adalah besi yang berwarna hitam mengkilat bagai bulu burung gagak. Jaka dijentik bunyinya Srung…Ambrengengeng. Tuahnya baik untuk berdagang dan menyimpan uang banyak.
Besi Malela Kendaga, kadang juga disebut besi Loya. Bila dijentik bunyinya Tung… Tuahnya baik untuk menambah keberanian dan menjaga keteguhan iman.
Besi Tumbuk, konon berasal dari Sailan. Warnanya putih kekuningan gemerlap bagai batu karang. Jika dijentik bunyinya Gong…ambrengengeng. Tuahnya baik untuk menyimpan harta serta ditakuti jin dan setan.
Ketujuh belas jenis besi diatas tergolong besi yang baik digunakan dalam bahan pembuatan senjata pusaka. Selain itu ada juga jenis-jenis besi yang tergolong buruk. Besi yang dianggap buruk untuk bahan pembuatan pusaka adalah besi Kantet, besi Malik, besi Kelengan, dan besi Enuh. Jelas bahwa pembagian jenis-jenis besi diatas tidak ada kaitannya dengan ilmu metalurgi. Bahkan bisa jadi yang disebut “besi” oleh nenek moyang kita dulu tidak harus besi murni (Fe, ferrum) yang kita kenal sekarang. Mungkin beberapa jenis logam yang lain juga disebut besi.

Sumber :
Pada Threat

Jawaban mengenai materi "CALISTUNG" pada anak dibawah 7 tahun

EMDE Channel | 9/17/2013 01:43:00 PM | 0 komentar
Ujian Calistung untuk Masuk SD
Dear all parents...
Menjawab segala pertanyaan juga 'kegundahan' mengenai calistung pada anak bawah 7 tahun, saya merangkum beberapa poin di bawah ini:

- Jika mentri pendidikan saja tidak membolehkan SD memberi ujian calistung pada siswa baru, maka itu berarti ada payung-payung hukum yang menjamin hal tersebut.
Dalam hal ini anda bisa googling undang-undang apa saja yang berkenaan dengan hal tersebut. Ada juga SK mentri nya. Kalau perlu anda print itu sebagai bukti ke sekolah bahwa ujian calistung untuk masuk SD itu dilarang oleh mentri juga undang-undang..

- Tidak semua SD mengharuskan muridnya mengikuti ujian calistung. Cobalah lakukan survey ke beberapa sekolah sebagai perbandingan manakah sekolah yang lebih ramah anak.
Jika ternyata tak ada, anda bisa menyampaikan pengaduan ke Dinas pendidikan setempat mengenai ini. Sehingga biarlah ini jadi bahan intropeksi mereka, dan biarlah kewenangan mereka yang menindak lanjuti masalah ini.

Saya sendiri jujur heran dan tak habis pikir, mengapa banyak sekolah-sekolah 'nakal' yang tak menggubris peraturan pemerintah yang jelas-jelas melarang ujian calistung pada siswa SD yang baru.
Jika demikian, berarti sekolah tersebut jelas bukanlah sekolah yang baik buat anak anda. Karena sudah jelas-jelas ada peraturannya, namun malah dilanggar. Masihkah anda bisa percaya pada sekolah yang melanggar peraturan? Jika sekolahnya saja begitu, bagaimana murid-muridnya?

- Saran saya, carilah sekolah yang Ramah anak. Yang mendidik anak sesuai perkembangan psikologis juga otak sesuai umurnya. Bukan yang bikin stress anak, bahkan membuat anak kelihatan 'bodoh'.
Setahu saya banyak sekolah yang mengutamakan pendidikan karakter akhir-akhir ini. Jadi cobalah Aktif mencari tahu, bisa lewat inet atau tanya-tanya ke orang tua kenalan kita.

- Jika ternyata tidak juga menemukan sekolah yang tepat buat anak anda. Jangan putus asa. Masih ada pilihan lain. Carilah Sekolah Alam di wilayah anda. Sekolah alam itu ramah anak. Walau mungkin biaya memang agak tinggi, mengingat mahalnya Lahan yang harus mereka sediakan untuk terselenggaranya sekolah alam tersebut.

- Attau jika dirasa masih juga memberatkan, ada pilihan lain yang jauh lebih ramah anak. Yakni Home Schooling. Di lain kesempatan akan kita bahas lebih dalam mengenai ini.

Kesimpulan:

Parents, sebenarnya pilihan itu ada di tangan kita kok. Bukan tangan sekolah. Anak kita memang butuh pendidikan, tapi tak harus di sekolah yang demikian. Lagipula pendidikan itu sendiri tidak berhenti pada nilai2 akademik. Tapi lebih ke kreatifitas juga karakter anak, seperti yang sudah saya bahas sebelumnya.
Jadi jika nilai anak anda tidak semuanya bagus, janganlah stress. Karena memang setiap anak memiliki minat dan kemampuan berbeda-beda. Janganlah paksakan mereka untuk bagus di semua bidang, apalagi bidang tersebut belum tentu terpakai di kehidupan nyata kelak.
Fokuslah pada apa yang jadi minat dan kelebihan mereka. Gali lebih dalam, beri mereka support penuh, maka percayalah bahwa anak anda akan bertumbuh menjadi orang yang SUKSES di bidangnya kelak..


Sumber : FP Kids Are BEST GURU

Illustrasi Gambar :lenterakecil.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger