BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Kelas Manakah Anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Manakah Anda. Tampilkan semua postingan

Inilah 10 Besar Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

EMDE Channel | 7/16/2014 08:35:00 AM | 0 komentar
Sekedar berbagi informasi, tanpa harus membanding-bandingkan gaji kita dengan yang lainnya, sebab kalau kita membandingkan gaji orang lain yang statusnya lebih tinggi dari kita, tidak menutup kemungkinan itu akan menjadikan rasa iri kita dan membuat kita untuk lupa bersyukur atas apa yang kita terima. Berapapun yang kita dapatkan, kalau kita pandai bersyukur, Insya Allah akan berkah rizki kita dan kita merasa cukup dengan apa yang kita punya dan kita dapatkan.

Memiliki pekerjaan yang mapan dengan gaji yang tinggi? Setiap orang pasti mendambakan hal ini, tidak terkecuali masyarakat di Indonesia. Tinggi-rendahnya gaji seseorang biasanya ditentukan oleh jenis profesi yang diambil dan jumlah pengalaman yang dimilki. Di Indonesia sendiri ada 10 jenis profesi yang memiliki rata-rata gaji tertinggi, berikut daftarnya.
1. Pilot Pesawat Komersial
profesi dengan gaji tertinggi di indonesia
Menjadi seorang pilot memang tidaklah mudah. Sekolah penerbangan yang mahal dan tuntutan akan jam terbang yang tinggilah yang membuat seorang pilot pesawat komersial bergaji tinggi. Maskapai Lion Air menggaji pilotnya dengan rata-rata Rp45 juta per bulan. Menurut Direktur Utama PT. Lion Mentari Airlines, perusahaannya tidak membedakan besaran gaji antara pilot lokal dan pilot asing. Sedangkan untuk maskapai Garuda, pihak manajemen Garuda mengklaim bahwa mereka menggaji pilot lokal mereka lebih dari Rp70 juta per bulan dan dalam setahun mereka bisa mendapat 15,5 kali gaji.
2. Ahli Teknik Perminyakan
45-2
Sudah menjadi rahasia umum bahwa gaji para staf perusahaan minyak memiliki rata-rata yang cukup tinggi di Indonesia, sehingga banyak orang memimpikan untuk bekerja di perusahaan minyak. PT. Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional memberikan rata-rata gaji untuk fresh graduate minimal Rp7 juta per bulan. Sedangkan untuk senior level gaji yang didapat bisa mencapai Rp150 juta per bulan. Sebenarnya di Indonesia sendiri, gaji seorang ahli perminyakan termasuk yang paling kecil dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, yang menggaji ahli perminyakan mereka hingga Rp500 juta.
3. Human Resources Manager
45-31
Bedasarkan survei yang dilakukan oleh Kelly Services, Inc. pada rentang tahun 2012-2013, gaji seorang manajer HRD (Human Resources Department) yang memiliki pengalaman kerja lebih dari 5 tahun bisa mencapai maksimal Rp75 juta per bulan. Tentunya hal ini sebanding dengan beban kerjanya, karena ia bertugas mengepalai sebuah departemen yang fungsinya merekrut dan memberdayakan sumber daya manusia terbaik demi kelangsungan perusahaan.
4. Dokter Spesialis
45-4
Gaji sebagai seorang dokter spesialis di Indonesia memang tidak memiliki standar yang sama apalagi jika membandingkan dokter spesialis yang praktek di rumah sakit pemerintah dengan rumah sakit swasta. Seorang dokter spesialis di RS pemerintah rata-rata hanya mendapatkan Rp10 juta per bulan dan ini sudah termasuk gaji pokok, insentif, dan jasa kunjungan pasien. Berbeda dengan dokter spesialis di RS swasta yang bisa mencapai minimal Rp50 juta per bulannya.
5. Ahli Pertambangan
45-5
Hampir sama dengan para ahli perminyakan, profesi ahli pertambangan juga menjanjikan gaji selangit bagi para pegawainya. Ahli geologi yang bekerja di lokasi pertambangan bisa memiliki gaji sebesar Rp30 juta per bulan. Hal ini wajar karena untuk menjadi seorang ahli geologi yang cakap di bidangnya dibutuhkan pendidikan dan pengalaman yang cukup lama.
6. Ahli Teknik Informatika
45-6
Dengan semakin majunya perkembangan teknologi di Indonesia maka semakin akan semakin dibutuhkan tenaga ahli yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Rata-rata gaji seorang software engineer dan system administrator di Indonesia adalah Rp15 juta per bulan dan dengan pengalaman kerja lebih dari 2 tahun.
7.  Manajer Pemasaran
woman and business strategy
Menjadi seorang manajer pemasaran merupakan sebuah profesi yang vital, kenapa? Karena manajer pemasaran bertanggung jawab untuk mengelola sistem pemasaran meliputi strategi dan analisis pasar. Untuk itu berdasarkan survei dari Kelly Services, rata-rata seorang manajer pemasaran mendapatkan gaji sebesar Rp60 juta per bulan.
8. Anggota DPR
Kosong
Di Indonesia, gaji anggota DPR bisa dibilang relatif tinggi, bahkan mendapat peringkat ke-4 terbesar di dunia. Seorang anggota DPR memiliki gaji pokok sebesar Rp15 juta yang kemudian masih ditambah berbagai mencapai tunjangan sehingga total gaji mereka bisa mencapai Rp46 juta per bulan atau Rp554 juta per tahunnya. Sebuah nilai yang sangat fantastis untuk orang-orang yang hanya duduk mewakili suara rakyat Indonesia.
9. Ahli Konstruksi
0311202-N-5576W-002
Tenaga ahli konstruksi juga menjanjikan gaji yang tinggi. Untuk propinsi DKI Jakarta saja, berdasarkan surat edaran Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada bulan Maret 2013, ahli konstruksi dengan pendidikan S1 (fresh graduate) tanpa pengalaman bisa mendapat gaji sebesar Rp20 juta, sedangkan untuk ahli konstruksi dengan latar belakang pendidikan S3 yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun bisa mencapai lebih dari Rp60 juta per bulan.
10.  Chief Executive Officer
45-10
Ini merupakan jabatan tertinggi dalam struktur pejabat korporat (eksekutif) dan posisi ini umumnya ditunjuk oleh dewan direksi sebuah perusahaan. Rata-rata seorang CEO di Indonesia bisa mendapat gaji sebesar Rp1 milyar per tahunnya. Ini pun termasuk yang paling kecil jika dibandingkan dengan CEO dari perusahaan asing.

Sumber :imoney.co.id

Penghasilan pengemis di Jakarta lebih besar dari manajer

EMDE Channel | 6/27/2013 09:24:00 AM | 0 komentar
Sungguh mencengangkan, kalau memang tulisan ini adalah benar sebagai realita dan fakta yang ada...
Dengan muka memelas mereka menyusuri jalan-jalan Jakarta yang berdebu. Menadahkan tangan meminta sedekah. Sebagian tampil dengan anggota tubuh tak lengkap, sebagian lagi membawa bayi mungil yang dekil dalam gendongan. Penampilan para pengemis itu mengundang iba. Selembar seribu atau dua ribuan dengan ikhlas direlakan para dermawan untuk mereka.

Benarkah para pengemis yang setiap hari lalu lalang itu hidup menderita? Ternyata tidak semua.

Petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menemukan fakta mengejutkan. Dalam sehari, pengemis di Jakarta bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta.

"Kalau yang segitu biasanya didapat pengemis dengan tingkat kekasihanan yang sangat sangat kasihan. Seperti pengemis kakek-kakek atau ibu-ibu yang mengemis dengan membawa anaknya," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda saat ditemui di kantornya, Selasa (25/6).

Kemudian, lanjutnya, untuk pengemis dengan tingkat kasihan yang standar atau biasa saja dalam sehari bisa mendapatkan sekitar Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Itu seperti anak-anak jalanan yang saat mengemis mengandalkan muka memelas," tuturnya.

Satu hari Rp 1 juta, kalikan 30 hari. Pengemis ini bisa dapat Rp 30 juta per bulan. Bermodal perkusi dari tutup botol, anak-anak jalanan mengantongi Rp 12 juta lebih.

Maka silakan bandingkan dengan gaji manajer di Jakarta. Penelusuran merdeka.com, gaji manajer di Jakarta rata-rata berkisar Rp 12 hingga 20 jutaan. Gaji pemimpin cabang sebuah bank rata-rata Rp 16 juta. Sementara Kepala Divisi Rp 20 juta.

Rata-rata butuh waktu sekitar tujuh tahun bagi seorang profesional mencapai level manajer. Tak mudah mencapai posisi itu.

Untuk fresh graduate atau sarjana yang baru lulus dan tak punya pengalaman kerja. Kisaran gajinya Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta. Jika beruntung, ada perusahaan yang mau memberi hingga di atas Rp 4 juta. Tapi sangat jarang.

"Saya kerja jadi teller di bank. Sudah lima tahun, paling bawa pulang Rp 4 juta. Kaget juga dengar pengemis bisa dapet belasan sampai Rp 30 juta," kata Rani, seorang pegawai bank pemerintah saat berbincang dengan merdeka.com.

Luar biasa memang. Gaji seorang manajer kalah oleh pengemis. Teller bank yang selalu tampil cantik dan modis, gajinya hanya sepertiga anak jalanan yang bermodal tampang memelas.

"Karena pendapatan yang terbilang fantastis itulah, para pengemis enggan beralih profesi. Cukup bermodal tampang memelas, tanpa skill apapun mereka bisa dapat uang banyak dengan mudah," kata Miftahul Huda.

Dia menambahkan maraknya pengemis dan gelandangan yang tersebar di Ibukota disinyalir sudah teroganisir. Diduga ada sindikat yang mengatur kelompok pengemis yang kerap mendrop mereka di suatu tempat untuk kemudian 'beroperasi' di wilayah yang telah ditentukan.

"Kita pernah menelusuri ke kampung halamannya. Dan memang nyatanya mereka punya rumah yang bisa dibilang lebih dari cukuplah di kampungnya itu. Itu fakta yang kita dapatkan," jelas Miftahul.

Untuk itu, Miftahul mengimbau kepada masyarakat yang ingin memberikan sumbangan menyalurkan ke tempat yang tepat.

"Dengan menyalurkan ke badan zakat yang resmi, akan disalurkan ke yang berhak menerimanya. Dan secara otomatis ini mengurangi pengemis, karena tidak ada yang mau memberi di jalan," tandasnya.

Sumber : Via id.berita.yahoo.com

Kelas Manakah Anda...??

EMDE Channel | 5/07/2009 05:59:00 PM | 1komentar
Wadow... bingung juga nih mau kasih judul apa postingan ini. Temenku satu ini emang paling senang berbagi sama saya, nemenin nongkrong disebelah meja kerjaku, apalagi kalo tidak untuk sekedar numpang menghisap tembakau... sambil sharing apa saja yang bisa dijadikan topik pembicaraan. Ada topik baru nih cuy...kata dia. Apa tuh...? Email aja yah... Ok! ini..nih judul artikel tersebut...

"ORANG KELAS MENENGAH ADALAH
ORANG-ORANG YANG BERADA
PADA POSISI PALING MENGERIKAN!"

Halo Guys,
Apa kabar? Senang dapat bertemu kembali.
Pada kesempatan kali ini, Kami akan berbagi sebuah rahasia, yang sudah menjadi pertanyaan orang banyak.
Kita sering mendengar istilah; "yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin", dan baru-baru ini mulai sering kita dengar pernyataan berikut; "kalangan kelas menengah menjadi miskin".
Kalangan kelas menengah di negara-negara maju, semakin hari semakin sedikit. Di negara maju seperti Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, dll, Anda hanya memiliki dua pilihan; menjadi kaya atau miskin.


Mengapa demikian?

"Dikelompok Mana Anda Berada?"

Okay, mari kita lihat dulu, apa yang membedakan antara antara orang kaya, orang kelas menengah, dan orang miskin, dalam konteks ekonomi dan keuangannya.

Pada umumnya, semua orang; kaya, menengah, ataupun miskin, memiliki "income" (pendapatan, penghasilan), "expense" (pengeluaran), "asset" (sesuatu yang menghasilkan pendapatan), dan "liability" (hutang, beban).

"Yang Membedakan Mereka Adalah Cara Mereka Mengelola Income, Ekspens, Aset, Dan Liability-nya"

Orang Miskin - menggunakan income mereka (yang biasanya terbatas atau kurang), untuk memenuhi kebutuhan mendasar (primer) hidup mereka (ekspens). Terkadang, mereka harus berhutang (liability) kiri-kanan untuk sekedar memenuhi kebutuhan primer tersebut.

Demikian seterusnya, dari bulan ke bulan, mereka menggunakan income dan liability untuk memenuhi kebutuhan mendasar hidup mereka. Makanya, istilah "gali lobang tutup lobang" menjadi istilah yang akrab ditelinga dan hati mereka.

Bagaimana dengan aset? Oh, jangan tanyakan hal ini sahabatku, mereka pada umumnya tidak memiliki modal finansial untuk memiliki aset.

Yang bisa mereka lakukan hanya bekerja lebih keras dan lebih lama untuk meningkatkan nilai income mereka dan atau menggunakan liability.

Makanya, jangan heran, kalo orang miskin akan terus menjadi miskin (atau tambah miskin).

Orang Kelas Menengah - Kami tidak memiliki literatur yang bisa memastikan hal ini, namun menurut pengelihatan Kami, Kalangan Kelas Menengah adalah kalangan yang paling banyak berada di kota-kota besar di Indonesia. Mungkin Anda berada pada kelompok ini? Mari kita lihat...

Menurut Kami, orang kalangan kelas menengah adalah orang-orang yang berada pada posisi yang paling mengerikan. Mereka selalu memiliki peluang besar untuk menjadi orang miskin, tapi sedikit peluang untuk menjadi kaya!

Mengapa demikian?

Sederhana saja, orang-orang di kelas ini, memiliki income yang tidak sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhan primer mereka. Income mereka sudah memungkinkan mereka untuk mulai berfikir memenuhi kebutuhan sekunder (mobil, motor, televisi teknologi terbaru, lemari es, rumah yang lebih besar, dlsbnya).

Celakanya, income yang mereka miliki belum memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara cash! Sehingga yang terjadi adalah mereka melakukan kredit, yang berarti liability untuk mereka!

Pihak mana yang diuntungkan? Tentu saja pihak Bank dan lembaga pemberi kredit. Bagi Bank dan pemberi kredit, liability untuk nasabah berarti aset untuk mereka!

Tentu saja, jika semuanya berjalan seperti yang diharapkan, liability tersebut lama kelamaan akan menjadi semakin kecil. Namun, sudah menjadi sifat manusia untuk selalu merasa tidak puas. Selesai kredit motor, mereka akan memulai menciptakan liability baru dengan membeli mobil, dstnya.

"Jika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka (di-PHK, sakit yang berkepanjangan, cacat, dlsbnya), sehingga mereka tidak dapat menghasilkan income lagi, maka segala liability itu akan menjadi beban tak terkirakan, dan dapat membuat mereka jatuh miskin!"

Orang Kaya - Ini bagian yang paling enak nulisnya.. heheheheh... Orang kaya cenderung untuk selalu memiliki aset. Mengapa demikian? Karena mereka mengerti bahwa hanya dengan memiliki asetlah mereka dapat mempertahankan kekayaan dan bahkan meningkatkan kekayaan mereka.

Mereka menggunakan income mereka untuk membeli aset, yang akan menghasilkan sumber income yang lain untuk mereka.

Mereka menggunakan liability untuk membeli/memiliki aset, yang akan menghasilkan sumber income yang lain lagi untuk mereka.

Anda lihat betapa cerdas-nya mereka? Anda mengerti sekarang bagaimana orang kaya menjadi semakin kaya?

Jika Anda merasa bukan golongan orang pada kelompok ini, jangan berkecil hati. Anda sudah mengerti apa yang harus Anda lakukan, bukan? Ya, miliki aset segera!

Aset seperti apa? Jangan segan-segan untuk menghubungi Kami, mari sama-sama kita diskusikan bagaimana caranya Anda bisa memiliki aset dan mengurangi segala liability yang Anda miliki sekarang!

Disamping faktor-faktor "teknis" tersebut, ada rahasia lain yang paling menentukan tentang apa yang membedakan antara orang kaya dan orang miskin.

Yaitu; 'Cetak-Biru' Dan 'Pola-Pikir' Mereka!

Trimakasih Sobat Andre Rusdy (Jangan marah kalo salah ena nama lo yah...!) Kalo perlu saya edit lagi


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger