BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Jakarta Sudah Habis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta Sudah Habis. Tampilkan semua postingan

Penghasilan pengemis di Jakarta lebih besar dari manajer

EMDE Channel | 6/27/2013 09:24:00 AM | 0 komentar
Sungguh mencengangkan, kalau memang tulisan ini adalah benar sebagai realita dan fakta yang ada...
Dengan muka memelas mereka menyusuri jalan-jalan Jakarta yang berdebu. Menadahkan tangan meminta sedekah. Sebagian tampil dengan anggota tubuh tak lengkap, sebagian lagi membawa bayi mungil yang dekil dalam gendongan. Penampilan para pengemis itu mengundang iba. Selembar seribu atau dua ribuan dengan ikhlas direlakan para dermawan untuk mereka.

Benarkah para pengemis yang setiap hari lalu lalang itu hidup menderita? Ternyata tidak semua.

Petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menemukan fakta mengejutkan. Dalam sehari, pengemis di Jakarta bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta.

"Kalau yang segitu biasanya didapat pengemis dengan tingkat kekasihanan yang sangat sangat kasihan. Seperti pengemis kakek-kakek atau ibu-ibu yang mengemis dengan membawa anaknya," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda saat ditemui di kantornya, Selasa (25/6).

Kemudian, lanjutnya, untuk pengemis dengan tingkat kasihan yang standar atau biasa saja dalam sehari bisa mendapatkan sekitar Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Itu seperti anak-anak jalanan yang saat mengemis mengandalkan muka memelas," tuturnya.

Satu hari Rp 1 juta, kalikan 30 hari. Pengemis ini bisa dapat Rp 30 juta per bulan. Bermodal perkusi dari tutup botol, anak-anak jalanan mengantongi Rp 12 juta lebih.

Maka silakan bandingkan dengan gaji manajer di Jakarta. Penelusuran merdeka.com, gaji manajer di Jakarta rata-rata berkisar Rp 12 hingga 20 jutaan. Gaji pemimpin cabang sebuah bank rata-rata Rp 16 juta. Sementara Kepala Divisi Rp 20 juta.

Rata-rata butuh waktu sekitar tujuh tahun bagi seorang profesional mencapai level manajer. Tak mudah mencapai posisi itu.

Untuk fresh graduate atau sarjana yang baru lulus dan tak punya pengalaman kerja. Kisaran gajinya Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta. Jika beruntung, ada perusahaan yang mau memberi hingga di atas Rp 4 juta. Tapi sangat jarang.

"Saya kerja jadi teller di bank. Sudah lima tahun, paling bawa pulang Rp 4 juta. Kaget juga dengar pengemis bisa dapet belasan sampai Rp 30 juta," kata Rani, seorang pegawai bank pemerintah saat berbincang dengan merdeka.com.

Luar biasa memang. Gaji seorang manajer kalah oleh pengemis. Teller bank yang selalu tampil cantik dan modis, gajinya hanya sepertiga anak jalanan yang bermodal tampang memelas.

"Karena pendapatan yang terbilang fantastis itulah, para pengemis enggan beralih profesi. Cukup bermodal tampang memelas, tanpa skill apapun mereka bisa dapat uang banyak dengan mudah," kata Miftahul Huda.

Dia menambahkan maraknya pengemis dan gelandangan yang tersebar di Ibukota disinyalir sudah teroganisir. Diduga ada sindikat yang mengatur kelompok pengemis yang kerap mendrop mereka di suatu tempat untuk kemudian 'beroperasi' di wilayah yang telah ditentukan.

"Kita pernah menelusuri ke kampung halamannya. Dan memang nyatanya mereka punya rumah yang bisa dibilang lebih dari cukuplah di kampungnya itu. Itu fakta yang kita dapatkan," jelas Miftahul.

Untuk itu, Miftahul mengimbau kepada masyarakat yang ingin memberikan sumbangan menyalurkan ke tempat yang tepat.

"Dengan menyalurkan ke badan zakat yang resmi, akan disalurkan ke yang berhak menerimanya. Dan secara otomatis ini mengurangi pengemis, karena tidak ada yang mau memberi di jalan," tandasnya.

Sumber : Via id.berita.yahoo.com

Album Baru Iwan Fals : "Raya" (Nama Anak Ke-3)

EMDE Channel | 6/26/2013 05:10:00 PM | 0 komentar
JAKARTA–Iwan Fals meluncurkan album terbarunya berjudul Raya yang diambil dari nama anak ketiganya. Dua nama anak Iwan Fals juga sempat menjadi judul lagu yaitu Galang Rambu Anarki dan Cikal.
Galang Rambu Anarki populer tahun 80an dan terdapat dalam album Opini. Hari kelahiran anak pertama Iwan Fals itu pada 1982 itu ditandai dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang diabadikan dalam syair lagu tersebut.
Album Cikal keluaran tahun 1991, terinspirasi dari Annisa Cikal Rambu Basae, anak kedua Iwan Fals. Nama Cikal juga menjadi judul sebuah lagu yang keluar pada tahun yang sama.
Selasa (25/6), Iwan Fals meluncurkan album Raya, untuk anak bungsunya Raya Rambu Rabbani yang baru berusia 10 tahun. Lagu Raya juga turut menjadi pembuka album ini.
Menurut Iwan, album Raya adalah catatan hidupnya setelah mengeluarkan album Keseimbangan pada tahun 2010.
“Ini catatan-catatan saya tiga tahun setelah itu. Tentang dalam dan luar perasaan saya,” kata Iwan Fals saat meluncurkan albumnya.
Album Raya, menurut Iwan Fals, menggambarkan kegembiraan, kekecewaan, dan ekspresi diri musisi kawakan Tanah Air itu.
“Saya tidak tahu ini kritik atau bukan. Saya bikin saja, biar kritikus yang menilai,” kata Iwan Fals saat disinggung apakah lagu-lagunya ini merupakan kritik sosial.
Album berisi 18 lagu ini dikemas dalam dua kepingan cakram. Sang istri yang akrab disapa Mbak Yos dan anaknya Cikal yang memilihkan lagu-lagu yang dimuat dalam album ini.
Iwan Fals mengaku telah menciptakan lagu untuk sang anak sejak beberapa tahun yang lalu. Hanya saja, ia menunggu persetujuan sang anak hingga baru terealisasi sekarang.
Inspirasi membuat album ini datang ketika Iwan memperhatikan rutinitas sehari-hari anak bungsunya itu.  “Saya perhatikan Raya kalau sekolah bawa tas gede banget. Kok berat ya, hidup,” kata Iwan Fals.
Raya yang juga mendampingi sang ayah meluncurkan albumnya mengaku senang dibuatkan album oleh Iwan Fals. “Senang. Semoga lagunya jadi baik,” kata Raya yang lahir pada tahun 2003 itu.
Iwan Fals tertawa saat ditanya kapan membuat album dengan nama sang istri, Rosana, yang akrab dipanggil Yos.
“Soal album \’Yos\’, mudah-mudahan aja. Taj Mahal aja bisa. Mudah-mudahan ada Taj Mahal dalam bentuk album,” kata Iwan Fals dan tertawa.Taj Mahal adalah monumen terkenal di India yang dibangun seorang kaisar untuk istrinya.
Sang istri, Yos,  turut berkolaborasi bersama Iwan Fals dalam laguCinta Itu, yang terdapat dalam album terbaru Iwan Fals.
Iwan Fals menyebut keluarganya itu sebagai keluarga musikal.  “Hidup kami musikal. Nggak perlu mereka nyanyi, tiap detik mereka selalu bernyanyi, keluar atau dalam hati,” katanya.
Jadi kita tunggu saja apakah album terbaru Iwan Fals dengan tembang unggulan Raya akan setenar Galang Rambu Anarki atau Cikal.

Sumber : Foto :
Berikut petikan lirik pada bait pertama dalam lagu Raya: 'Raya', Album Terbaru Iwan Fals

Jakarta Sudah Habis...

EMDE Channel | 10/29/2008 03:07:00 PM | 0 komentar
Seribu satu kata, seribu satu lagu, seribu satu nyanyian, untuk satu ibu kota Jakarta. Ada apa dengannya...? Siapa yang tak kenal Virgiawan Listanto ? yang akrab di panggil sebagai Iwan Fals..? Penyanyi yang satu ini, sebagai yang aku idolakan dari aku masih berumur di bawah belasan tahun, masih Sekolah Dasar. Dari sebelum aku tinggal di ibu kota Jakarta, sudah sering aku dengar lagu / nyanyiannya tentang Jakarta yang di bawakannya. Ada banyak sebenarnya lagu atau cerita atau bacaan atau apa saja yang membicarakan soal ibu kota Jakarta, penyanyi, penyair, penulis, atau apa saja julukannya yang menjuluki Jakarta sebagai ..... (terlalu banyak perumpamaan untuk dituliskan) Lalu aku mau bilang apa? Kamu mau ngomong apa? kita mau bicara apa? Ada apa sih dengan Jakarta ? (nggak ada apa-apa...) lalu ini tulisan tentang apa? dan untuk siapa? Nggak, cuma sekedar menyadur salah satu lagu atau nyanyian yang dibawakan oleh orang yang saya sebutkan di atas tadi, dari salah satu album Hijau nya dia pada Lagu Dua, yang termasuk di dalamnya ada Lagu Enam yang menceritakan tentang kerinduan pada mainan jaman dulu yang sangat sederhana dan jauh beda dengan jaman sekarang. Nah, pada lagu dua itu katanya sih....

Jakarta sudah habis, musim kemarau api, musim penghujan banjir. Jakarta tidak bersahabat. Api dan airnya bencana. Entah karena kebodohan, kecerobohan atau keserakahan.
Jakarta sudah habis, Di atasnya berdiri bangunan-bangunan industri, di sekitar bangunan-bangunan itu bangunin-bangunin memproduksi belatung.
Jakarta sudah habis, warna tanahnya merah kecoklat-coklatan. Mirip dengan darah, mirip dengan api, mirip dengan air mata. Tanah Jakarta sedang gelisah, jangan lagi dibuat marah.
Jakarta sudah habis, di jalan-jalan marah, di jalan marah-marah. Di rumah-rumah marah, di rumah marah-marah, apa enaknya???
Jakarta sudah habis, 40% rakyatnya beli air dari pam sisanya gali sendiri. Persoalannya gali pakai apa? Tentu saja gali pake duit, duit yang terbuat dari air mata asli.
Jakarta Sudah habis, sebentar lagi kita akan menjual Air mata kita sendiri. Karena air mata kita adalah air kehidupan.
Jakarta sudah habis, Tetapi Indonesia bukan hanya Jakarta.
Jakarta...Jakarta Cuma enak buat cari duit.
Nah, kalau duit sudah punya Hijrah Saja..!!!

Saya sadur dari Album Iwan Fals Dkk "HIJAU" Lagu dua. (Juni 1992)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger