BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Sawung Jabo Terika Juanc*k. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sawung Jabo Terika Juanc*k. Tampilkan semua postingan

Album Baru Iwan Fals : "Raya" (Nama Anak Ke-3)

EMDE Channel | 6/26/2013 05:10:00 PM | 0 komentar
JAKARTA–Iwan Fals meluncurkan album terbarunya berjudul Raya yang diambil dari nama anak ketiganya. Dua nama anak Iwan Fals juga sempat menjadi judul lagu yaitu Galang Rambu Anarki dan Cikal.
Galang Rambu Anarki populer tahun 80an dan terdapat dalam album Opini. Hari kelahiran anak pertama Iwan Fals itu pada 1982 itu ditandai dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang diabadikan dalam syair lagu tersebut.
Album Cikal keluaran tahun 1991, terinspirasi dari Annisa Cikal Rambu Basae, anak kedua Iwan Fals. Nama Cikal juga menjadi judul sebuah lagu yang keluar pada tahun yang sama.
Selasa (25/6), Iwan Fals meluncurkan album Raya, untuk anak bungsunya Raya Rambu Rabbani yang baru berusia 10 tahun. Lagu Raya juga turut menjadi pembuka album ini.
Menurut Iwan, album Raya adalah catatan hidupnya setelah mengeluarkan album Keseimbangan pada tahun 2010.
“Ini catatan-catatan saya tiga tahun setelah itu. Tentang dalam dan luar perasaan saya,” kata Iwan Fals saat meluncurkan albumnya.
Album Raya, menurut Iwan Fals, menggambarkan kegembiraan, kekecewaan, dan ekspresi diri musisi kawakan Tanah Air itu.
“Saya tidak tahu ini kritik atau bukan. Saya bikin saja, biar kritikus yang menilai,” kata Iwan Fals saat disinggung apakah lagu-lagunya ini merupakan kritik sosial.
Album berisi 18 lagu ini dikemas dalam dua kepingan cakram. Sang istri yang akrab disapa Mbak Yos dan anaknya Cikal yang memilihkan lagu-lagu yang dimuat dalam album ini.
Iwan Fals mengaku telah menciptakan lagu untuk sang anak sejak beberapa tahun yang lalu. Hanya saja, ia menunggu persetujuan sang anak hingga baru terealisasi sekarang.
Inspirasi membuat album ini datang ketika Iwan memperhatikan rutinitas sehari-hari anak bungsunya itu.  “Saya perhatikan Raya kalau sekolah bawa tas gede banget. Kok berat ya, hidup,” kata Iwan Fals.
Raya yang juga mendampingi sang ayah meluncurkan albumnya mengaku senang dibuatkan album oleh Iwan Fals. “Senang. Semoga lagunya jadi baik,” kata Raya yang lahir pada tahun 2003 itu.
Iwan Fals tertawa saat ditanya kapan membuat album dengan nama sang istri, Rosana, yang akrab dipanggil Yos.
“Soal album \’Yos\’, mudah-mudahan aja. Taj Mahal aja bisa. Mudah-mudahan ada Taj Mahal dalam bentuk album,” kata Iwan Fals dan tertawa.Taj Mahal adalah monumen terkenal di India yang dibangun seorang kaisar untuk istrinya.
Sang istri, Yos,  turut berkolaborasi bersama Iwan Fals dalam laguCinta Itu, yang terdapat dalam album terbaru Iwan Fals.
Iwan Fals menyebut keluarganya itu sebagai keluarga musikal.  “Hidup kami musikal. Nggak perlu mereka nyanyi, tiap detik mereka selalu bernyanyi, keluar atau dalam hati,” katanya.
Jadi kita tunggu saja apakah album terbaru Iwan Fals dengan tembang unggulan Raya akan setenar Galang Rambu Anarki atau Cikal.

Sumber : Foto :
Berikut petikan lirik pada bait pertama dalam lagu Raya: 'Raya', Album Terbaru Iwan Fals

Sawung Jabo Teriak Juancuook

EMDE Channel | 4/03/2009 11:06:00 AM | 0 komentar
Sawung Jabo merasa tertohok, sekaligus terangsang oleh keadaan musik dan kondisi Indonesia pada umumnya. Maka, setelah lama tak muncul, kini dia siap menggebrak belantika musik Indonesia lagi lewat album terbarunya.

Dia lantunkan "Karena Kau Bunda Kami", "Gumam Batin Pengembara", "Kesaksian Jalanan", "Jamrud Katulistiwa", "Serigala Sakit Jiwa", "Sang Rajawali", "Arek-arek Indonesia", sampai teriak "Juancuook...."

Itu sebagian dari lagu-lagu Jabo yang siap masuk dapur rekaman, mulai Februari ini. Rencananya, Jabo akan memulai merekam lagu-lagunya di Studio Kua Etnika milik Jadug Ferianto, Yogyakarta, mulai 7 Februari.

Ini teriakan keprihatinannya, juga rekannya Hengky Kurniadi yang sekaligus sebagai produser, atas keadaan musik dan Indonesia pada umumnya. Untuk "meneriakkan" isi hatinya, dia menggandeng 23 musisi muda. Empat musisi dari Surabaya, 11 dari Solo, dan 8 dari Yogyakarta.

"Mereka punya latar belakang musik etnis sendiri-sendiri yang khas. Ini justru lebih memperkaya. Nanti, jenis musiknya tribal rock percussion. Ini sekaligus mengembangkan musik lokal. Siapa lagi kalau bukan kita yang memelihara dan mengembangkan. Sudah banyak karya bangsa ini yang diambil orang lain," jelas Jabo, kala ditemui Kompas.com, di Joglo Jago (Jabo Gono) di kawasan Wirosaban, Yogyakarta.

Rencananya, Jabo akan mengusung 10 lagu. Tiga lagu di antaranya karangan lama, seperti "Karena Kau Bunda Kami" (1995), "Dongeng Politik" (1996), dan "Bianglala Jiwa" (2007). Tiga lagu lagi syairnya ditulis Hengky Kurniadi, yakni "Gumam Batin Pengembara", "Sang Rajawali", dan "Jamrud Katulistiwa".

Jabo mengaku memang lama tak membuat album. Terakhir, dia membuat "Memasuki Lorong Sunyi" pada 2003. Itu album tentang pengakuan diri dan panggilan hati. Namun, sebenarnya dia terus berkesenian baik di Indonesia maupun di Australia.

Kenapa tiba-tiba dia membuat album lagi? "Aku prihatin dengan keadaan musik Indonesia, juga negeri ini. Mosok, keadaan negeri memprihatinkan begini, musik kita tak bereaksi. Aku tak mengutuk musik industri. Tapi, sebagai tanggung jawab seniman, harusnya ada porsi untuk menyikapi keadaan," katanya.

"Yang aku prihatinkan, rakyat begitu terkotak-kotak. Rakyat seperti sapi perah para wakil rakyat atau partai politik. Saya tak yakin, partai-partai yang ada sekarang punya program yang jelas atau memenuhi harapan rakyat," keluhnya.

"Yang ada sekarang bagaimana cara berkuasa. Setelah itu, bagaimana agar berkuasa lebih lama. Ini politik kekuasaan yang sedang dominan. Terbukti, partai-partai tak menyejahterakan rakyat," tambahnya.

Karena musik Indonesia asyik dengan industri dan budaya selebritisnya, Jabo ingin bereaksi terhadap keadaan dengan musiknya. Maka, albumnya nanti tak dijual, melainkan dibagi-bagi. Sehingga, semua orang bisa memilikinya dengan mudah, tanpa mengeluarkan uang.

"Kebetulan aku bertemu dengan Hengky. Terus, kami sepakat untuk melihat dan mereaksi keadaan Indonesia dari kacamata orang Surabaya atau Jawa Timur," jelas Jabo.

Salah satu lagu Jabo dia beri judul "Juancuook Iku Sakti". Kata jancuk memang khas Jawa Timur untuk mengekspresikan banyak hal, keprihatinan, kekagetan, kegelisahan, kekecewaan, keheranan, dan sebagainya. Dengan kata itu pula, dalam salah satu lagunya, Jabo ingin berteriak. Sebab, katanya, "juancuook" itu memang satu kata, tapi jutaan maknanya.

Tangi turu moco koran. Beritane gak karuan. Wong korupsi dadi menteri. Pringas-pringis nang televisi.....Wis tobato, ojok korupsi. Nek gak mandeg tak pisuhi, juancuooooook....juancuooooook.

Demikian salah satu nukilan lagu Jabo berjudul "Juancuook Iku Sakti". Artinya kurang lebih, "Bangun tidur baca koran, beritanya tak karuan. Orang korupsi malah jadi menteri, senyam-senyum di televisi. Sudah, tobat saja. Kalau tidak berhenti, akan kuumpat juancuooooook....juancuooooook!"

Tentang album, temanya masih dicari. "Mungkin juga pakai tema juancuook itu. Tapi, masih dipikir. Yang pasti, diusahakan Maret sudah mulai dirilis," katanya. (HPR)

Sumber : kompas.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger