BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label infotainmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label infotainmen. Tampilkan semua postingan

Inilah 10 Besar Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

EMDE Channel | 7/16/2014 08:35:00 AM | 0 komentar
Sekedar berbagi informasi, tanpa harus membanding-bandingkan gaji kita dengan yang lainnya, sebab kalau kita membandingkan gaji orang lain yang statusnya lebih tinggi dari kita, tidak menutup kemungkinan itu akan menjadikan rasa iri kita dan membuat kita untuk lupa bersyukur atas apa yang kita terima. Berapapun yang kita dapatkan, kalau kita pandai bersyukur, Insya Allah akan berkah rizki kita dan kita merasa cukup dengan apa yang kita punya dan kita dapatkan.

Memiliki pekerjaan yang mapan dengan gaji yang tinggi? Setiap orang pasti mendambakan hal ini, tidak terkecuali masyarakat di Indonesia. Tinggi-rendahnya gaji seseorang biasanya ditentukan oleh jenis profesi yang diambil dan jumlah pengalaman yang dimilki. Di Indonesia sendiri ada 10 jenis profesi yang memiliki rata-rata gaji tertinggi, berikut daftarnya.
1. Pilot Pesawat Komersial
profesi dengan gaji tertinggi di indonesia
Menjadi seorang pilot memang tidaklah mudah. Sekolah penerbangan yang mahal dan tuntutan akan jam terbang yang tinggilah yang membuat seorang pilot pesawat komersial bergaji tinggi. Maskapai Lion Air menggaji pilotnya dengan rata-rata Rp45 juta per bulan. Menurut Direktur Utama PT. Lion Mentari Airlines, perusahaannya tidak membedakan besaran gaji antara pilot lokal dan pilot asing. Sedangkan untuk maskapai Garuda, pihak manajemen Garuda mengklaim bahwa mereka menggaji pilot lokal mereka lebih dari Rp70 juta per bulan dan dalam setahun mereka bisa mendapat 15,5 kali gaji.
2. Ahli Teknik Perminyakan
45-2
Sudah menjadi rahasia umum bahwa gaji para staf perusahaan minyak memiliki rata-rata yang cukup tinggi di Indonesia, sehingga banyak orang memimpikan untuk bekerja di perusahaan minyak. PT. Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional memberikan rata-rata gaji untuk fresh graduate minimal Rp7 juta per bulan. Sedangkan untuk senior level gaji yang didapat bisa mencapai Rp150 juta per bulan. Sebenarnya di Indonesia sendiri, gaji seorang ahli perminyakan termasuk yang paling kecil dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, yang menggaji ahli perminyakan mereka hingga Rp500 juta.
3. Human Resources Manager
45-31
Bedasarkan survei yang dilakukan oleh Kelly Services, Inc. pada rentang tahun 2012-2013, gaji seorang manajer HRD (Human Resources Department) yang memiliki pengalaman kerja lebih dari 5 tahun bisa mencapai maksimal Rp75 juta per bulan. Tentunya hal ini sebanding dengan beban kerjanya, karena ia bertugas mengepalai sebuah departemen yang fungsinya merekrut dan memberdayakan sumber daya manusia terbaik demi kelangsungan perusahaan.
4. Dokter Spesialis
45-4
Gaji sebagai seorang dokter spesialis di Indonesia memang tidak memiliki standar yang sama apalagi jika membandingkan dokter spesialis yang praktek di rumah sakit pemerintah dengan rumah sakit swasta. Seorang dokter spesialis di RS pemerintah rata-rata hanya mendapatkan Rp10 juta per bulan dan ini sudah termasuk gaji pokok, insentif, dan jasa kunjungan pasien. Berbeda dengan dokter spesialis di RS swasta yang bisa mencapai minimal Rp50 juta per bulannya.
5. Ahli Pertambangan
45-5
Hampir sama dengan para ahli perminyakan, profesi ahli pertambangan juga menjanjikan gaji selangit bagi para pegawainya. Ahli geologi yang bekerja di lokasi pertambangan bisa memiliki gaji sebesar Rp30 juta per bulan. Hal ini wajar karena untuk menjadi seorang ahli geologi yang cakap di bidangnya dibutuhkan pendidikan dan pengalaman yang cukup lama.
6. Ahli Teknik Informatika
45-6
Dengan semakin majunya perkembangan teknologi di Indonesia maka semakin akan semakin dibutuhkan tenaga ahli yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Rata-rata gaji seorang software engineer dan system administrator di Indonesia adalah Rp15 juta per bulan dan dengan pengalaman kerja lebih dari 2 tahun.
7.  Manajer Pemasaran
woman and business strategy
Menjadi seorang manajer pemasaran merupakan sebuah profesi yang vital, kenapa? Karena manajer pemasaran bertanggung jawab untuk mengelola sistem pemasaran meliputi strategi dan analisis pasar. Untuk itu berdasarkan survei dari Kelly Services, rata-rata seorang manajer pemasaran mendapatkan gaji sebesar Rp60 juta per bulan.
8. Anggota DPR
Kosong
Di Indonesia, gaji anggota DPR bisa dibilang relatif tinggi, bahkan mendapat peringkat ke-4 terbesar di dunia. Seorang anggota DPR memiliki gaji pokok sebesar Rp15 juta yang kemudian masih ditambah berbagai mencapai tunjangan sehingga total gaji mereka bisa mencapai Rp46 juta per bulan atau Rp554 juta per tahunnya. Sebuah nilai yang sangat fantastis untuk orang-orang yang hanya duduk mewakili suara rakyat Indonesia.
9. Ahli Konstruksi
0311202-N-5576W-002
Tenaga ahli konstruksi juga menjanjikan gaji yang tinggi. Untuk propinsi DKI Jakarta saja, berdasarkan surat edaran Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada bulan Maret 2013, ahli konstruksi dengan pendidikan S1 (fresh graduate) tanpa pengalaman bisa mendapat gaji sebesar Rp20 juta, sedangkan untuk ahli konstruksi dengan latar belakang pendidikan S3 yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun bisa mencapai lebih dari Rp60 juta per bulan.
10.  Chief Executive Officer
45-10
Ini merupakan jabatan tertinggi dalam struktur pejabat korporat (eksekutif) dan posisi ini umumnya ditunjuk oleh dewan direksi sebuah perusahaan. Rata-rata seorang CEO di Indonesia bisa mendapat gaji sebesar Rp1 milyar per tahunnya. Ini pun termasuk yang paling kecil jika dibandingkan dengan CEO dari perusahaan asing.

Sumber :imoney.co.id

Ir. Sri Bintang Pamungkas Tokoh Yang Melawan Arus

EMDE Channel | 5/30/2012 10:31:00 AM | 2komentar
Ir. Sri Bintang Pamungkas M.Si., Ph.D., S.E
Siapa yang tak kenal Sri Bintang Pamungkas, tokoh politik nasional yang melejit namanya ketika era reformasi. Ternyata hingga saat ini nama Sri Bintang Pamungkas tetap dikenal dan memiliki pengaruh luas. Beliau pula yang menyebut dirinya adalah yang bertindak melawan arus...

Ir. Sri Bintang Pamungkas, MSi, PhD. SE.  Saat ini aktif sebagai staf akademik Jurusan Teknik Industri, Universitas Indonesia. Mr Bintang lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 25 Juni 1945. Ia memulai pendidikan tinggi di Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung dan lulus pada 1971. Kemudian, ia melanjutkan studi di Teknik Industri, Universitas Southern Carolina dan memperoleh gelar master (MSISE) pada tahun 1979. Pada tahun 1984, ia menyelesaikan jalur pendidikannya dengan menyelesaikan PhD. program di IOWA State University.

Mr Bintang telah mengajar beberapa mata kuliah di Teknik Industri UI, termasuk Proses Manufaktur, Corporate Finance, dan Pengantar Ekonomi. Minat penelitiannya 'adalah di bidang Ekonomi Industri dan bidang Manajemen Keuangan. (Profile & Biografi Sri Bintang Pamungkas)

Dalam satu kesempatan bertemu dengan tokoh pelawan arus ini, Mr.Bintang yang kebetulan datang ke Perusahaan PT. MR untuk keperluan mengurus ijin / pengajuan putrinya yang saat ini kuliah di Universitas Gunadarma untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) di MR. Hari sudah sore, jam kerja sudah lewat dan kebanyak karyawan sudah meninggalkan kantor. Beruntung orang yang biasanya mengurusi tentang hal tersebut masih ada di tempat, Pak "DEKAN" Sahiran, begitu teman-teman kantor biasa memanggilnya. Sebelum pak Dekan menemui Mr. Bintang, Sebutlah Eko Budiono yang tadinya mau meninggalkan kantor dan terlebih dulu absen pulang di ruang loby bertemu dengan Mr. Bintang Tokoh Pelawan Arus itu. Maka terjadilah obrolan kecil tapi ceplas ceplos. Dalam kesempatan itu, Sdr. Eko meninggalkan Mr.Bintang sebentar untuk memanggil Pak Dekan untuk menemuinya, dan sayapun diajaknya untuk bertemu dan sekedar ngobrol dengan beliau. Dalam kesempatan itu pula, kami sempatkan untuk foto bersama Tokoh Pelawan Arus itu...

Foto lainnya...

Perbandingan Paket Internet ‘Unlimited’ dari Operator GSM

EMDE Channel | 8/23/2011 08:44:00 AM | 0 komentar
Rateka Lee | Kristian Tjahjono | Yangcanggih.com

Mengakses Internet kini makin murah! Hampir semua operator di Indonesia kian gencar menawarkan koneksi Internet dengan harga terjangkau serta kecepatan maksimum yang cukup menggiurkan. Layanan itu terbagi tiga: volume-based, time-based, dan unlimited.

Volume-based berarti biaya Internet akan dihitung berdasarkan banyaknya data yang Anda gunakan. Sebagai contoh, dengan tarif Rp 0,5/KB, maka jika Anda mendownload lagu sebesar 4MB, Anda harus membayar paling tidak Rp 2 ribu.

Sedangkan time-based menghitung biaya Internet berdasarkan durasi Anda berselancar di Internet. Dengan tarif Rp 50 per menit, misalnya, maka berselancar selama 30 menit akan membuat Anda membayar Rp 1500 — tak peduli apakah Anda menggunakan seluruh waktu itu murni untuk berselancar atau sempat Anda tinggal sebentar ke kamar mandi.

Nah, yang dimaksud dengan unlimited adalah penggunaan Internet tak berbatas, tak peduli lama waktu dan jumlah data yang digunakan. Meski istilah ini tak sepenuhnya benar — karena masih ada pembatasan kecepatan koneksi ketika Anda mencapai kuota tertentu — pilihan ini kami rasa merupakan yang paling cocok dipilih karena lebih mudah dikontrol.

Kami membuat perbandingan antara beberapa paket Internet unlimited yang ditawarkan operator GSM guna mengetahui mana yang punya nilai lebih — dan paling sesuai kebutuhan Anda. Operator GSM dipilih sebab selain cakupan pengguna dan sinyal mereka lebih luas, jaringannya pun dapat digunakan untuk roaming dengan mudah.

Agar lebih mudah, perbandingan dibagi berdasarkan waktu aktif paket untuk pengguna prabayar, mengingat beragamnya skema yang ditawarkan masing-masing operator dan kecenderungan pelanggan Indonesia yang memilih prabayar. Berikut ini pemenang di tiap-tiap kategori:

Harian
1. Harga Rp 1000 | Axis (kuota 10MB).
2. Harga Rp 5000 | XL (kuota 50MB kecepatan maks. 512 Kbps).

Dwiharian
Axis | Rp 1900, kuota 20MB

Mingguan
1. Harga Rp 10.000 | Axis (kuota 100MB)

Dwimingguan
Axis | Rp 12.900, kuota 200MB

Selebihnya tidak dapat diperbandingkan karena tiap-tiap operator memiliki beda skema dan tarif.

Bulanan
1. Kuota 500MB | Tri menang harga (Rp 35.000) tapi Telkomsel menang kecepatan (maks. 2Mbps)
2. Kuota 1GB | Tri menang harga (Rp 50.000) tapi Telkomsel dan Indosat menang kecepatan (maks. 1Mbps)

Yang perlu diperhatikan, Axis dan Tri tidak memberikan informasi mengenai kecepatan yang Anda dapatkan. Dan kecepatan maksimum yang dijanjikan pun sangat jarang bisa Anda dapatkan dengan stabil (berlaku untuk semua operator).

Akhirnya, pemenang sejatinya adalah yang paling sesuai kebutuhan Anda: Yang irit namun dengan kecepatan seadanya, atau yang mahal dengan kecepatan prima?

Kristian Tjahjono, kontributor situs teknologi konsumen yangcanggih.com. Antusias terhadap berbagai jenis gadget, mulai dari komputer, ponsel, sampai kamera digital.

Sumber :

Redupnya Pamor Sang Aquarius

EMDE Channel | 8/30/2010 04:14:00 PM | 0 komentar
Toko Kaset Gulung Tikar

Jika anda pergi ke toko kaset Aquarius dan toko kaset besar lain di Jakarta, nuansanya adalah obral besar dan cuci gudang. Toko kaset, meskipun sekaliber Aquarius kini berhadapan dengan kemungkinan gulung tikar. Selera masyarakat untuk menikmati musik, dinilai sudah beralih dari kaset konvensional.

Sejumlah pengunjung pun hanya puas melihat-lihat beberapa rak kaset di pojokan Toko Aquarius, Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Beberapa terlihat kecewa, begitu melihat rak-rak kaset musik dalam negeri dan mancanegara hanya berisi kaset-kaset dari penyanyi lama. Tak ada kaset produk penyanyi baru yang dipajang di sana. Bahkan sebagian rak dibiarkan kosong dan malah diisi Compact Disc (CD) atau DVD.

"Cari apa, Mas?" tanya salah seorang karyawan Toko Kaset dan CD Aquarius di Jalan Mahakam, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010) sore. "Kaset Astrid ada? Kok sudah jarang koleksi kaset di sini," tanya detikcom kepada karyawan tersebut.

Sang karyawan pun menjelaskan, memang sudah agak lama penjualan kaset di tokonya sudah mulai berkurang. "Sudah jarang, Pak sekarang kita jual kaset. Sekarang banyak lebih ke CD atau DVD saja. Album Astrid yang ada juga CD saja," jelasnya.

Ia menambahkan, toko kaset Aquarius di Pondok Indah pun sekarang rencananya akan ditutup, makanya sekarang sedang diskon besar-besaran semua produk kaset, CD dan DVD. Ia juga menambahkan, kaset saat ini agak kurang diminati masyarakat karena beralih ke CD dan DVD. Selain itu, orang juga bisa dengan mudah mendownload lagu yang dia gemari dari berbagai situs internet, dan menyimpannya file di flashdisk.

Suasana masih agak mendingan di Toko Kaset Duta Suara di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Walaupun juga tampak sepi, terlihat penjualan kaset masih normal. Rak-rak penjualan kaset yang berada di lantai tiga toko itu masih terisi, baik album musik Indonesia, Barat, Mandarin dan lainnya. Sedangkan untuk CD dan DVD berada di lantai satu dan dua. Karyawan mengakui, jumlah pembeli juga turun.

"Kalau kaset kita masih terus jual. Masih banyak yang cari kaset, walau memang saat ini banyak berkurang peminatnya. Tapi pasti ada yang cari juga," jelas salah seorang karyawannya.

Duta Suara memang sangat terkenal sebagai toko kaset sejak lama di Jakarta. Bahkan, untuk album tempo dulu atau jadul pun masih lengkap di jual di sini. "Nah, itu salah satu keunggulan kita. Memang kita koleksi kaset-kaset lama juga, yang jadul banyak di sini," jelasnya lagi.

Sebenarnya, penutupan toko kaset dan CD terbesar yang dikelola PT Aquarius Musikindo ini mengejutkan masyarakat. Ritel kaset dan CD Aquarius terbesar di Pondok Indah yang dibangun sejak tahun 1995 silam ini, yang dulu tak pernah sepi pengunjung, akhirnya menyerah akibat menurunnya penjualan kasetnya.

Menurut pengamat musik Bens Leo, penurunan penjualan kaset dan CD ini mulai terasa sejak lima tahun silam, tapi puncaknya baru dua tahun belakangan ini. "Makanya, untuk tahun 2007, karena adanya penurunan drastis itu diputuskan penggunaan label rekaman menggunakan platinum, sekarang lebih pada penggunaan digital," ungkap Bens Leo yang dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Bens juga mengakui penutupan ritel kaset dan CD Aquarius. Bahkan menurutnya, perusahaan itu terpaksa harus merumahkan sejumlah karyawannya. Namun, Bens juga menjelaskan, penurunan penjualan kaset dan CD ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia. Makanya, perusahaan rekaman dunia seperti BMG dan Sonny melebur menjadi satu.

Bens menjelaskan, penjualan kaset untuk tahun 2009 tercatat sekitar 15 juta keping. Bandingkan dengan penjualan kaset di era tahun 1982-1989 yang bisa mencapai 80 juta keping. "Bayangkan penurunan yang drastis antara tahun 1982 hingga tahun 1990-an. Tahun 2004 penjualan kaset masih diuntungkan dengan penjualan kaset Peterpan yang mencapai 2 juta keping, juga album Zamrud yang juga mencapai 2 juta keping. Sekarang tidak ada yang pernah mencapai angka itu, pada tahun 2005 turun lagi," jelasnya.

Salah satu terobosan baru penjualan pun dilakukan melalui kerjasama dengan sejumlah perusahan telekomunikasi dan perusahaan seluler. Kerjasama ini melalui layanan Ring Back Tone (RBT), sehingga bisa mencakup ratusan hingga ribuan lagu. Lagu populer, walaupun sepenggal, bisa dinikmati di ponsel ketika kita menelepon seseorang. Tidak hanya itu, artis maupun pemusiknya pun tetap mendapatkan hak royalti.

Bens juga mengatakan, di Indonesia penggunaan kaset dan CD masih sangat penting keberadaannya. Karena pada kenyataannya, artis, penyanyi atau pemusik masih menggantungkan keberadaan kaset atau CD sebegai wujud dari apresiasi mereka terhadap karyanya. "Masyarakat juga akan tanya, kok ada lagunya, tapi mana kaset dan CD-nya? Kan RBT hanya lewat handphone saja. Oleh karena itu sebagai bentuk apresiasi, keberadaan kaset atau CD seharusnya tetap dipertahankan," tegasnya.

Terobosan lainnya, lanjut Bens, saat ini banyak album baik kaset dan CD yang dijual di hipermarket. "Harapan kita ke depan ada terobosan yang terus dikembangkan, karena masih banyak kaset dan CD yang dibutuhkan orang. Cuma terus terang, dari 15 juta keping kaset yang terjual tahun lalu, hampir 80 persen cukai tertinggi justru 80 persen album Indonesia, sisanya lagu barat. Bayangkan kalau ini semakin menghilang," pungkasnya. (zal/fay)

Sumber :

'KANTATA TAKWA' Ikut Bersaing di Festival Film Brisbane

EMDE Channel | 7/28/2009 10:15:00 AM | 0 komentar
KANTATA TAKWA menjadi satu-satunya film karya sineas Indonesia yang ikut memeriahkan Festival Film Internasional Brisbane (BIFF) yang akan berlangsung selama 11 hari mulai Kamis (30/7).
Informasi yang dihimpun ANTARA di Brisbane, Senin (27/7), menyebutkan, film Indonesia yang dirilis tahun 2008 itu akan diputar dua kali, yakni pada 4 dan 9 Agustus. Film semidokumenter yang antara lain dibintangi W.S Rendra, Iwan Fals, Sawong Jabo, Setiawan Djody, dan Clara Sinta itu menyuarakan protes terhadap rezim represif Orde Baru.

BIFF 2009 yang acara pembukaannya akan dilangsungkan di Sinema Regent Brisbane pada 30 Juli malam itu dimeriahkan puluhan film dari 48 negara. Tuan rumah Australia menyuguhkan 37 film dalam festival film yang sudah digelar sejak 1992 dan menyedot sedikitnya 350 ribu pencinta film di negara itu.

Di antara film-film Australia yang diputar selama BIFF itu adalah AUNTY MAGGIE AND THE WOMBA WAKGUN, BALIBO, BOURKE BOY, CHAINSAW, DANCE OF DEATH, DARRA DOGS, dan DREAMLAND.

BIFF 2009 juga menyuguhkan film-film dari 44 negara lainnya, seperti Belanda, Jepang, Kazakhstan, Jerman, Uruguay, Amerika Serikat, Swedia, Norwegia, dan Inggris. Pada Juli dan Agustus 2009 ini, selain menyelenggarakan BIFF, Australia juga menggelar Festival Film Internasional Melbourne (MIFF).

Seperti halnya di BIFF, film Indonesia juga ikut memeriahkan MIFF. Di festival film Melbourne yang berlangsung dari 24 Juli hingga 9 Agustus itu, Indonesia mengikutsertakan tiga film, yakni BABI BUTA YANG INGIN TERBANG, RUMAH GILA, dan JERMAL.

Di dua festival film internasional itu, panitia juga menyuguhkan film BALIBO karya Sutradara Robert Connolly yang mengangkat kisah kematian lima orang jurnalis asal Australia di Timor Timur tahun 1975. (kpl/bun)

Sumber : Kapanlagi.com - Selasa, Juli 28

Iwan Fals Rindukan Indonesia Yang 'Original'

EMDE Channel | 7/28/2009 09:42:00 AM | 0 komentar
Iwan Fals rupanya memendam kerinduan untuk berkumpul dengan para budayawan, setelah cukup lama ia tak lagi mengangkat tema-tema sosial dalam lagu-lagunya. Musisi bernama asli Virgiawan Listianto pada era keemasannya terkenal lantang menyerukan berbagai ketimpangan sosial - politik melalui musik dan sempat kena 'cekal' oleh pemerintah yang berkuasa saat itu.

Ditemui di acara Mufakat Kebudayaan di Tea Addict, Jl. Gunawarman, Jakarta Selatan, Minggu (26/7), Iwan mengatakan bahwa politik dan musik sebenarnya tak bisa selalu berjalan seiring.

"Kalau politik berurusan dengan strategi yang mengatasnamakan kesejahteraan, ada menang kalah. Tapi kalau saya menyanyi, saya enggak ngurusin menang atau kalah, paling hanya berfikir laku atau tidak. Saya melihat masyarakat sekarang sudah pintar, mereka sudah terbiasa dengan menang atau kalah, sportifitas," papar Iwan pada KapanLagi.com.

Lalu, apa harapannya untuk kebudayaan Indonesia di masa yang akan datang?

"Saya merindukan Indonesia yang original, saya maunya damai terus. Kalau kita orang Indonesia, harus hargai berbagai budaya yang ada," tegasnya. (kpl/buj/bun)

Sumber : Kapanlagi.com (Senin, 27 Juli 2009 23:15)

Sawung Jabo Teriak Juancuook

EMDE Channel | 4/03/2009 11:06:00 AM | 0 komentar
Sawung Jabo merasa tertohok, sekaligus terangsang oleh keadaan musik dan kondisi Indonesia pada umumnya. Maka, setelah lama tak muncul, kini dia siap menggebrak belantika musik Indonesia lagi lewat album terbarunya.

Dia lantunkan "Karena Kau Bunda Kami", "Gumam Batin Pengembara", "Kesaksian Jalanan", "Jamrud Katulistiwa", "Serigala Sakit Jiwa", "Sang Rajawali", "Arek-arek Indonesia", sampai teriak "Juancuook...."

Itu sebagian dari lagu-lagu Jabo yang siap masuk dapur rekaman, mulai Februari ini. Rencananya, Jabo akan memulai merekam lagu-lagunya di Studio Kua Etnika milik Jadug Ferianto, Yogyakarta, mulai 7 Februari.

Ini teriakan keprihatinannya, juga rekannya Hengky Kurniadi yang sekaligus sebagai produser, atas keadaan musik dan Indonesia pada umumnya. Untuk "meneriakkan" isi hatinya, dia menggandeng 23 musisi muda. Empat musisi dari Surabaya, 11 dari Solo, dan 8 dari Yogyakarta.

"Mereka punya latar belakang musik etnis sendiri-sendiri yang khas. Ini justru lebih memperkaya. Nanti, jenis musiknya tribal rock percussion. Ini sekaligus mengembangkan musik lokal. Siapa lagi kalau bukan kita yang memelihara dan mengembangkan. Sudah banyak karya bangsa ini yang diambil orang lain," jelas Jabo, kala ditemui Kompas.com, di Joglo Jago (Jabo Gono) di kawasan Wirosaban, Yogyakarta.

Rencananya, Jabo akan mengusung 10 lagu. Tiga lagu di antaranya karangan lama, seperti "Karena Kau Bunda Kami" (1995), "Dongeng Politik" (1996), dan "Bianglala Jiwa" (2007). Tiga lagu lagi syairnya ditulis Hengky Kurniadi, yakni "Gumam Batin Pengembara", "Sang Rajawali", dan "Jamrud Katulistiwa".

Jabo mengaku memang lama tak membuat album. Terakhir, dia membuat "Memasuki Lorong Sunyi" pada 2003. Itu album tentang pengakuan diri dan panggilan hati. Namun, sebenarnya dia terus berkesenian baik di Indonesia maupun di Australia.

Kenapa tiba-tiba dia membuat album lagi? "Aku prihatin dengan keadaan musik Indonesia, juga negeri ini. Mosok, keadaan negeri memprihatinkan begini, musik kita tak bereaksi. Aku tak mengutuk musik industri. Tapi, sebagai tanggung jawab seniman, harusnya ada porsi untuk menyikapi keadaan," katanya.

"Yang aku prihatinkan, rakyat begitu terkotak-kotak. Rakyat seperti sapi perah para wakil rakyat atau partai politik. Saya tak yakin, partai-partai yang ada sekarang punya program yang jelas atau memenuhi harapan rakyat," keluhnya.

"Yang ada sekarang bagaimana cara berkuasa. Setelah itu, bagaimana agar berkuasa lebih lama. Ini politik kekuasaan yang sedang dominan. Terbukti, partai-partai tak menyejahterakan rakyat," tambahnya.

Karena musik Indonesia asyik dengan industri dan budaya selebritisnya, Jabo ingin bereaksi terhadap keadaan dengan musiknya. Maka, albumnya nanti tak dijual, melainkan dibagi-bagi. Sehingga, semua orang bisa memilikinya dengan mudah, tanpa mengeluarkan uang.

"Kebetulan aku bertemu dengan Hengky. Terus, kami sepakat untuk melihat dan mereaksi keadaan Indonesia dari kacamata orang Surabaya atau Jawa Timur," jelas Jabo.

Salah satu lagu Jabo dia beri judul "Juancuook Iku Sakti". Kata jancuk memang khas Jawa Timur untuk mengekspresikan banyak hal, keprihatinan, kekagetan, kegelisahan, kekecewaan, keheranan, dan sebagainya. Dengan kata itu pula, dalam salah satu lagunya, Jabo ingin berteriak. Sebab, katanya, "juancuook" itu memang satu kata, tapi jutaan maknanya.

Tangi turu moco koran. Beritane gak karuan. Wong korupsi dadi menteri. Pringas-pringis nang televisi.....Wis tobato, ojok korupsi. Nek gak mandeg tak pisuhi, juancuooooook....juancuooooook.

Demikian salah satu nukilan lagu Jabo berjudul "Juancuook Iku Sakti". Artinya kurang lebih, "Bangun tidur baca koran, beritanya tak karuan. Orang korupsi malah jadi menteri, senyam-senyum di televisi. Sudah, tobat saja. Kalau tidak berhenti, akan kuumpat juancuooooook....juancuooooook!"

Tentang album, temanya masih dicari. "Mungkin juga pakai tema juancuook itu. Tapi, masih dipikir. Yang pasti, diusahakan Maret sudah mulai dirilis," katanya. (HPR)

Sumber : kompas.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger