BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Sikap (NU) Terhadap Organisasi Perongrong NKRI

EMDE Channel | 6/24/2013 08:30:00 AM | 0 komentar
Hasil Bahtsul Masa'il Semarang menarik, jawaban yang ditunggu banyak Nahdliyin terhadap Organisasi perongrong NKRI seperti HTI dan Partai yang punya keinginan merubah Indonesia jadi Negara Islam
Berikut kami sampaikan isi (berdasar notulen yang dicatat oleh penulis, hasil ringkasnya) musyawarah para ulama di forum Bahtsul Masa’il Konferwil NU Jateng di Semarang, yang berjalan selama dua jam sore tadi (Minggu, 23 Juni 2013) Pendapat atau putusan yang kami tulis ini hanyalah kesimpulannya. Adapun rujukan ayat Al-Qur’an, hadis maupun dari kitab2 tidak kami cantumkan karena sangat banyak dan panjang. Isi lengkapnya akan diterbitkan jadi buku kelak. Forum pembasahan masalah-masalah dalam perspektif Hukum Islam ini untuk menjawab pertanyaan umat sebagai berikut:
  1. Bagaimana hukum menghormati simbol-simbol Negara yang merupakan hasil konsensus (mawatsiq) Bangsa? seperti hormat kepada bendera merah putih pada upacara-upacara, berdiri ketika menyanyikan lagu kebangsaan?

  2. Bagaimana hukum menganggap dan menyatakan bahwa Pancasila dan NKRI adalah sebuah ideologi dan sistem kufur dan thoghut?

  3. Bagaimana pandangan fiqh tentang langkah yang harus diambil Pemerintah terhadap kelompok tersebut?
Jawaban Pertanyaan Nomor 1.
Bagaimana hukum menghormati simbol-simbol Negara yang merupakan hasil konsensus (mawatsiq) Bangsa? seperti hormat kepada bendera merah putih pada upacara-upacara, berdiri ketika menyanyikan lagu kebangsaan?
  1. Utusan Kab. Tegal: Boleh. Karena berdasarkan tindakan Rasulullah ketika memberikan surat kepada Raja Persia Hiraqlu (Heraclius). Dalam surat tersebut terdapat tulisan Bismillah dan Salamun Ala Man Ittaba’ Al-Huda. Berpijak pada hadis Hubbul Wathon Minal Iman, maka hukumnya wajib

  2. Cilacap. Diperbolehkan, bahkan diwajibkan

  3. Klaten.  Diperbolehkan. Dasarnya pada masa Rasulullah orang yang membawa bendera dalam peperangan akan mempertahankan benderanya sebagai tanda kekuatan pasukan

  4. Wonosobo. Diperbolehkan asal tidak takdim seperti ta’dhimnya kepada Allah SWT

  5. Sukoharjo. Boleh, bahkan wajib. Dan bagi warga negara muslim maupun non muslim yang tidak mau menghormati bendera lantaran menurut keyakinannya haram (seperti mengatakan negara kafir, thoghut) maka harus diluruskan dengan diserahkan kepada penegak hukum.

  6. Demak. Boleh, konkritnya; dalam penghormatan tidak ada unsur ibadah, dan sebagai wujud cinta negara. Karena dalam Pancasila dijelaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai rahmat Allah Yang Maha Esa, maka menghormati bendera sebagai simbol tanah air sama dengan mensyukuri nikmat Allah Taala
Keputusan Perumus. Penghormatan kepada bendera hukum asalnya Jawaz (boleh) tapi karena sudah menjadi undang-undang Negara maka hukumnya menjadi wajib sebagaimana ibarat (keterangan) dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin.

Jawaban Pertanyaan Nomor 2
  1. Bagaimana hukum menganggap dan menyatakan bahwa Pancasila dan NKRI adalah sebuah ideologi dan sistem kufur dan thoghut?

  2. Demak.  Haram. Mengacu pada jawaban soal nomor 1, maka orang yang mengingkari bentuk negara Indonesia atau menganggap Indonesia sebagai Negara thoghut hukumnya tidak dibenarkan

  3. Rembang. Menganggap pancasila sebagai thoghut adalah pengakuan yang batil (dakwah bathilah). Menganggap demokrasi sebagai sistem kuffur juga dakwah bathilah.

  4. Purwodadi.  Haram, berdosa, bahkan bisa kafir kalau orang-orang yang menyatakan negara Indonsia thoghut; menganggap bahwa penduduk Indonesia lebih spesifiknya warga nahdliyin sebagai orang kafir.
Keputusan Perumus. Tidak dibenarkan (Haram).

Jawaban Pertanyaan Nomor 3:
Bagaimana pandangan fiqh tentang langkah yang harus diambil Pemerintah terhadap kelompok tersebut?
  1. Kendal. Apabila yang menyatakan individu maka pemerintah harus meuruskan, tapi apabila sudah menjadi gerakan atau kekuatan (syaukah) maka pemerintah harus memerangi

  2. Purwodadi.  Pemerintah memberitahu kepada individu yang tidak tahu dan mengirim guru kebangsaan apabila yang menolok komunitas/kelompok

  3. Sukoharjo. Pemerintah perlu memberi pemahaman yang lurus, memperingatkan, melarang dengan keras

  4. Tegal. Tindakan yang harus dilakukan pemerintah : 1) tabayun 2) Menasihati 3) Memberi peringatan keras, 4) mengajak dialog dan berunding.
Keputusan Perumus. Karena yang menyatakan negara indonesia kafir belum memiliki kekuatan (syaukah) maka gerakan ini belum masuk kategori bughot (pemberontak). Sehingga pemerintah harus menegur perongrong Negara dan mengutus pengajar kepada kelompok tersebut agar kembali ke jalan yang benar. Syaukah tidak harus memiliki kekuatan pemerintahan (eksekusi), tidak harus memiliki balatentara. Tetapi partai (hizb) atau kekuatan politik juga masuk dalam arti syaukah. Dengan demikian gerakan tersebut dapat dikategorikan bughot.
Pemerintah melakukan tindakan dengan tahapan sebagai berikut:
  1. Pertama, memanggil kelompok tsb untuk tabayyun (klarifikasi).

  2. Kedua, Pemerintah mengirim utusan untuk mendakwahi mereka agar kembali ke jalan yang benar. Jika belum bertobat atau tidak berubah, pemerintah member peringatan keras. Jika masih ajeg, diberi sanksi pidana. Jika masih tidak berubah, diperangi alias ditumpas.
Semarang, 23 Juni 2013
Pemimpin Sidang
Ketua : KH A’wani (Rois Syuriyah PWNU Jateng)
Sekretaris : KH Aniq Muhammadun (Wakil Rois)

Sumber : Berita, Illustrasi Gambar dan Berita terkait

Mitos asal muasal larangan menikah Sunda-Jawa

EMDE Channel | 10/31/2012 09:57:00 PM | 0 komentar
Foto Illustrasi
Pernahkah anda mendengar bahwa orang Sunda dilarang menikah dengan orang Jawa atau sebaliknya? Ternyata hal itu hingga ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita. Lalu apa sebabnya?

Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng dan hal yang tidak baik bakal menimpa orang yang melanggar mitos tersebut.

Lalu mengapa orang Sunda dan Jawa dilarang menikah dan membina rumah tangga. Tidak ada literatur yang menuliskan tentang asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.

Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.

Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit.

Maharaja Linggabuana lalu berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit.

Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yang belum dikuasai.

Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.

Versi lain menyebut bahwa Raja Hayam Wuruk ternyata sejak kecil sudah dijodohkan dengan adik sepupunya Putri Sekartaji atau Hindu Dewi. Sehingga Hayam Wuruk harus menikahi Hindu Dewi sedangkan Dyah Pitaloka hanya dianggap tanda takluk.

"Soal pernikahan itu, teori saya tentang Gajah Mada, Gajah Mada tidak bersalah. Gajah Mada hanya melaksanakan titah sang raja. Gajah Mada hendak menjodohkan Hayam Wuruk dengan Diah Pitaloka. Gajah mada Ingin sekali untuk menyatukan antara Raja Sunda dan Raja Jawa lalu bergabung. Indah sekali," tegas sejarawan sekaligus arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar.

Hal ini dia sampaikan dalam seminar Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 bertemakan; 'Kontroversi Gajah Mada Dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah' di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Selasa (30/10).

Pihak Pajajaran tidak terima bila kedatangannya ke Majapahit hanya menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai taklukan. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada.

Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.

Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu.

Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat.

Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatria, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.

Hayam Wuruk pun kemudian meratapi kematian Dyah Pitaloka. Akibat peristiwa Bubat ini, bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, dan kecaman dari pihak pejabat dan bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh dan gegabah. Mahapatih Gajah Mada dianggap terlalu berani dan lancang dengan tidak mengindahkan keinginan dan perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri.

Tragedi perang Bubat juga merusak hubungan kenegaraan antar Majapahit dan Pajajaran atau Sunda dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala.

Pangeran Niskalawastu Kancana, adik Putri Dyah Pitaloka yang tetap tinggal di istana Kawali dan tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil dan menjadi satu-satunya keturunan Raja yang masih hidup dan kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana.

Kebijakan Prabu Niskalawastu Kancana antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran (beristri dari luar), yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

Tindakan keberanian dan keperwiraan Raja Sunda dan putri Dyah Pitaloka untuk melakukan tindakan bela pati (berani mati) dihormati dan dimuliakan oleh rakyat Sunda dan dianggap sebagai teladan. Raja Lingga Buana dijuluki 'Prabu Wangi' (bahasa Sunda: raja yang harum namanya) karena kepahlawanannya membela harga diri negaranya. Keturunannya, raja-raja Sunda kemudian dijuluki Siliwangi yang berasal dari kata Silih Wangi yang berarti pengganti, pewaris atau penerus Prabu Wangi.

Beberapa reaksi tersebut mencerminkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat Sunda kepada Majapahit, sebuah sentimen yang kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan dan permusuhan antara suku Sunda dan Jawa yang dalam beberapa hal masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama 'Gajah Mada' atau 'Majapahit'. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yang dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.

Jelang Pembukaan Muktamar, Said Aqil Temui Tokoh NU dan Berziarah

EMDE Channel | 3/23/2010 09:28:00 AM | 1komentar
Jakarta - Menjelang pembukaan Muktamar NU di Makassar Selasa (22/3) besok, berbagai aktivitas dilakukan kandidat ketua umum PBNU. KH Said Aqil Siradj memilih bersilaturahmi dengan kiai-kiai NU dan tokoh Sulsel. Selain itu Said juga berziarah ke makam para leluhur masyarakat Makassar.

"Apresiasi masyarakat Sulawesi Selatan terhadap Muktamar NU perlu kita syukuri. Inilah potret hakiki masyarakat kita yang sangat menjunjung tinggi akhlakul karimah," kata Said kepada wartawan di Makassar, Senin (22/03/2010).

Pantauan detikcom, Said beserta rombongan mengunjungi kediaman KH Sanusi Baco, seorang ulama kharismatik NU di Makassar yang juga sahabat karib Gus Dur semasa menuntut ilmu di Mesir. Dalam kunjungannya, Said secara khusus menyampaikan rasa hormat dan bersyukur atas antuasisme masyarakat Sulawesi Selatan menyambut Muktamar NU ke 32.

"Muktamar ini sudah kita persiapkan dengan maksimal dan kita berharap menghasilkan sesuatu yang positif bagi warga nahdliyin dan masyarakat luas." harap Sanusi.

Setelah menemui beberapa tokoh NU, Said lalu melanjutkan agendanya dengan mengunjungi beberapa makam para sesepuh warga Makassar. Ziarah diawali di komplek makam Syeh Yusuf Almakassari yang berlokasi di Jalan Syekh Jusuf, tepatnya di perbatasan antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Ziarah ke makam itu salah satu tradisi NU yang perlu dilestarikan, saya ke sini untuk berdoa kepada Allah untuk tuanta salamaka (syeh yang diberkahi), sekaligus tawassul agar Muktamar NU berjalan dengan baik dan sukses," papar Said.

Setelah berziarah ke makam Syeh Yusuf, Said melanjutkan ziarahnya ke komplek makam raja-raja Gowa. Said juga berdoa di makam Sultan Hasanuddin, Sultan Alaudin, dan Raja Tallo.(mna/yid)

Sumber

SBY Buka Muktamar NU di Makassar

EMDE Channel | 3/23/2010 09:17:00 AM | 0 komentar
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini akan membuka Muktamar Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Bersama rombongan, SBY akan bertolak ke kota kelahiran mantan wapres Jusuf Kalla tersebut.

Informasi yang dihimpun detikcom dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Selasa (23/2010), SBY dan rombongan akan bertolak ke Makassar pukul 07.45 WIB dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pada pukul 17.10 WIB, SBY sudah tiba lagi di Jakarta.

Sebelumnya, para kandidat Ketua Umum PBNU 'berlomba' untuk meminta restu SBY. Mereka yang 'sowan' ke Presiden di antaranya adalah Said aqil Siraj serta adik kandung Gus Dur KH Solahudin Wahid. Keduanya akan bersaing memperebutkan kursi NU 1 nanti bersama dengan tokoh NU lain seperti Slamet Effendi Yusuf dan Ulil Abshar Abdalla.

Muktamar NU yang berlangsung di Makassar hari ini sempat akan mengalami penundaan lantaran rencana kedatangan Presiden As Barack Obama. Namun akhirnya Muktamar tetap berlangsung sesuai rencana. Dan pada akhirnya, Obama sendiri yang menunda kedatangan ke Indonesia lantaran menghadapi masalah politik dalam negeri. (anw/Rez)

Sumber

Sosok Gus Dur di Mata JK

EMDE Channel | 1/08/2010 04:56:00 PM | 0 komentar
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mempunyai kesan tersendiri terhadap sosok almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Di mata JK, Gus Dur merupakan manusia langka.

"Beliau bisa menerapkan pluralitas dan demokrasi. Yang jelas beliau ini manusia langka," ujar JK usai menghadiri peringatan tujuh hari wafatnya Gus Dur di Jl Warungsila, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2009) malam.

Tidak hanya itu, saat didaulat untuk memberikan testimoni, Kalla juga menyampaikan tipe pemimpin seperti Gus Dur tidak akan membuat para bawahan yang pernah diberhentikan Gus Dur menjadi dendam. "Kalau saya mecat orang mungkin dia tidak akan ngomong selama 2-3 tahun sama saya. Tapi kalau Gus Dur tidak akan seperti itu," kata JK yang membuat hadirin yang datang tertawa.

Semasa Gus Dur menjadi Presiden, JK merupakan Menteri Perindustrian yang kemudian dicopot oleh Gus Dur dalam waktu enam bulan. "Gus Dur itu setiap dua bulan pecat orang. Hamzah Haz, Wiranto dan bulan ketiga saya, tapi saya tidak pernah dendam atau marah," pungkasnya.

Sumber : Detik News

Inayah Wahid: Tanpa Gelar Pahlawan Gus Dur Tetap Pahlawan

EMDE Channel | 1/08/2010 03:25:00 PM | 0 komentar
Dukungan untuk menjadikan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi pahlawan nasional terus mengalir. Namun bagi keluarga mantan Presiden RI ke-4 tersebut hal tersebut tidaklah penting

"Tanpa gelar pahlawan pun, bagi kami bapak tetap pahlawan bagi kami," ujar putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahid usai menggelar tahlilan tujuh hari untuk almarhum ayahnya di Jl Warungsila, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2009).

Menurutnya, pantas tidaknya pemberian gelar bagi ayahnya tersebut itu menjadi tergantung dari penilaian masyarakat. "Kalau menurut masyarakat pantas silakan saja. Yang jelas kami tidak akan memohon untuk itu, karena Bapak selalu mengajarkan demikian," ungkapnya.

Sebelumnya, dukungan untuk menobatkan Gus Dur menjadi Pahlawan juga dilakukan di DPR. Pimpinan DPR telah menerima usulan sejumlah anggota DPR untuk memberi mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur gelar pahlawan nasional.

Usulan agar Gus Dur menjadi pahlawan nasional mengemuka dan kini makin menguat. Gus Dur dinilai mempunyai sumbangsih yang besar membangun demokrasi dan kebangsaan Indonesia. Rencananya, usulan gelar pahlawan Gus Dur akan dibawa ke rapat paripurna DPR, Selasa 12 Januari minggu depan.

Sumber : DetikNews

Mengenang Gus Dur, Jujurlah dalam Ber-Indonesia

EMDE Channel | 1/08/2010 03:19:00 PM | 0 komentar
KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sering meminta agar Indonesia jujur dalam ber-Indonesia. Ungkapan tersebut dinilai sebagai sindiran terhadap bangsa Indonesia yang belum sepenuhnya mengakui keberagaman yang ada.

"Indonesia sangat plural, multibangsa, multietnik dan multiagama. Sekarang pemahaman kita belum sampai pada penghormatan atas hal-hal itu," ujar staf pengajar Fisip UI Isbodroini Soejanto dalam dialog interaktif mengenang Gus Dur di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (8/1/2010).

Isbodroini menjelaskan, ketidakjujuran bangsa Indonesia dapat dibuktikan dengan banyaknya daerah yang memberlakukan Perda-perda syariah. "Saat ini Perda-perda syariah bermunculan seperti di Jabar dan daerah-daerah lain sebagai manifestasi penduduk yang beragama Islam. Terus yang bukan muslim bagaimana?" kritiknya.

Menurut Isbodroini, Perda-perda tersebut sangat bertentangan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang selama ini jadi pegangan bangsa. Hal ini juga diperparah dengan sikap elite politik yang terkesan tidak peduli dengan kondisi tersebut.

"Elit tidak bisa mengerti seperti itu dan makin lama makin subur pemahaman seperti itu," tambahnya.

Sementara itu, mantan Jubir Gus Dur Wimar Witoelar yang juga ikut hadir mengaku paham dengan kritikan Gus Dur tersebut. Oleh karena itu, menurut WImar, dari awal Gus Dur tidak pernah meminta adanya penyeragaman dalam setiap perbedaan di bangsa ini.

"Kalau ada perbedaan itu harus diakui bukan malah diseragamkan," tandasnya.

Teladan Seorang Presiden

EMDE Channel | 12/03/2008 04:59:00 PM | 0 komentar
Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: "Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"

Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa.

14. Ia juga tidak mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya, cukup menundukan kepala sebagai rasa hormat

Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti itu…

Sumber : Email Rekanan xxx@mustika-ratu.co.id
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger