BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Calistung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Calistung. Tampilkan semua postingan

Jawaban mengenai materi "CALISTUNG" pada anak dibawah 7 tahun

EMDE Channel | 9/17/2013 01:43:00 PM | 0 komentar
Ujian Calistung untuk Masuk SD
Dear all parents...
Menjawab segala pertanyaan juga 'kegundahan' mengenai calistung pada anak bawah 7 tahun, saya merangkum beberapa poin di bawah ini:

- Jika mentri pendidikan saja tidak membolehkan SD memberi ujian calistung pada siswa baru, maka itu berarti ada payung-payung hukum yang menjamin hal tersebut.
Dalam hal ini anda bisa googling undang-undang apa saja yang berkenaan dengan hal tersebut. Ada juga SK mentri nya. Kalau perlu anda print itu sebagai bukti ke sekolah bahwa ujian calistung untuk masuk SD itu dilarang oleh mentri juga undang-undang..

- Tidak semua SD mengharuskan muridnya mengikuti ujian calistung. Cobalah lakukan survey ke beberapa sekolah sebagai perbandingan manakah sekolah yang lebih ramah anak.
Jika ternyata tak ada, anda bisa menyampaikan pengaduan ke Dinas pendidikan setempat mengenai ini. Sehingga biarlah ini jadi bahan intropeksi mereka, dan biarlah kewenangan mereka yang menindak lanjuti masalah ini.

Saya sendiri jujur heran dan tak habis pikir, mengapa banyak sekolah-sekolah 'nakal' yang tak menggubris peraturan pemerintah yang jelas-jelas melarang ujian calistung pada siswa SD yang baru.
Jika demikian, berarti sekolah tersebut jelas bukanlah sekolah yang baik buat anak anda. Karena sudah jelas-jelas ada peraturannya, namun malah dilanggar. Masihkah anda bisa percaya pada sekolah yang melanggar peraturan? Jika sekolahnya saja begitu, bagaimana murid-muridnya?

- Saran saya, carilah sekolah yang Ramah anak. Yang mendidik anak sesuai perkembangan psikologis juga otak sesuai umurnya. Bukan yang bikin stress anak, bahkan membuat anak kelihatan 'bodoh'.
Setahu saya banyak sekolah yang mengutamakan pendidikan karakter akhir-akhir ini. Jadi cobalah Aktif mencari tahu, bisa lewat inet atau tanya-tanya ke orang tua kenalan kita.

- Jika ternyata tidak juga menemukan sekolah yang tepat buat anak anda. Jangan putus asa. Masih ada pilihan lain. Carilah Sekolah Alam di wilayah anda. Sekolah alam itu ramah anak. Walau mungkin biaya memang agak tinggi, mengingat mahalnya Lahan yang harus mereka sediakan untuk terselenggaranya sekolah alam tersebut.

- Attau jika dirasa masih juga memberatkan, ada pilihan lain yang jauh lebih ramah anak. Yakni Home Schooling. Di lain kesempatan akan kita bahas lebih dalam mengenai ini.

Kesimpulan:

Parents, sebenarnya pilihan itu ada di tangan kita kok. Bukan tangan sekolah. Anak kita memang butuh pendidikan, tapi tak harus di sekolah yang demikian. Lagipula pendidikan itu sendiri tidak berhenti pada nilai2 akademik. Tapi lebih ke kreatifitas juga karakter anak, seperti yang sudah saya bahas sebelumnya.
Jadi jika nilai anak anda tidak semuanya bagus, janganlah stress. Karena memang setiap anak memiliki minat dan kemampuan berbeda-beda. Janganlah paksakan mereka untuk bagus di semua bidang, apalagi bidang tersebut belum tentu terpakai di kehidupan nyata kelak.
Fokuslah pada apa yang jadi minat dan kelebihan mereka. Gali lebih dalam, beri mereka support penuh, maka percayalah bahwa anak anda akan bertumbuh menjadi orang yang SUKSES di bidangnya kelak..


Sumber : FP Kids Are BEST GURU

Illustrasi Gambar :lenterakecil.com

Kontroversasi Kudeta Calistung Dini

EMDE Channel | 9/17/2013 11:35:00 AM | 0 komentar
Mendikbud, Mohammad Nuh MENEGASKAN bahwa SD tidak boleh memberikan tes Calistung kepada calon murid. Paud bukanlah tempat bagi anak untuk belajar calistung.

Lanjut beliau katakan, bahwa mengajarkan calistung adalah KEWAJIBAN SD, bukan PAUD. Oleh karena itu, anak yg akan masuk sekolah tidak boleh dituntut sudah menguasai hitung.

"Bila SD memberikan tes calistung kepada calon murid, maka anak2 akan diajari calistung sejak TK, jika TK anak sudah diajari calistung, maka sejak PAUD ia sudah diperkenalkan huruf. Jangan2 semenjak di dalam kandungan sudah minta belajar," kata Nuh.

Tuntutan yg berat kepada anak usia dini akan membuat anak tsb tertekan.

Senada dengan seruan Mendikbud, Direktur PAUD Ditjen PNFI Kemendiknas, Sudjarwo juga tegas menghimbau:
Hendaknya pengajaran PAUD dikembalikan pada 'qitah' nya yaitu memberikan kesempatan pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan BEBAN AKADEMIK, termasuk Calistung.

Anak balita sebaiknya tak buru2 diajarkan calistung. Jika dipaksa menguasai calistung, maka si anak akan terkena 'MENTAL HECTIC' pada usia 8-9 tahun (2-3 SD). Anak akan selalu bergerak, sulit diatur, egosentris, dan pemberontak.

"Oleh karena itu JANGAN BANGGA bagi anda atau siapa saja yg memiliki anak usia 2 atau 3 tahun sudah bisa membaca & menulis," lanjut Sudjarwo.

Bagaimana pendapat para psikolog mengenai 'fenomena' calistung dini ini?

Masa kanak2 (bawah 7 tahun) adalah masa dimana anak harusnya BANYAK BERMAIN. Bukan duduk diam menghapal angka atau huruf, lalu sepulangnya harus mengerjakan PR dari sekolah, belum lagi banyak dari mereka yg sudah diikutkan Les calistung sejak dini.

Psikologis anak belumlah siap untuk itu semua. Yg ada anak akan STRESS, dan itu berbahaya buat perkembangan mentalnya. Belum lagi dari sisi perkembangan Otak anak. Bawah 7 tahun, otak anak BELUM SIAP belajar Kognitif seperti Calistung.

Jadi sangatlah tak bijak jika memaksakan anak bawah 7 tahun untuk duduk diam menghapal huruf2 atau angka, apalagi sampai memasukkan mereka ke LES Calistung. Karena memang secara Psikologis juga perkembangan Otak, mereka belum siap untuk itu.

Apa Kesimpulannya?

Masa bawah 7 tahun, adalah masa Pembentukan Karakter dan Empati bagi anak. Di masa ini mereka Harusnya menghabiskan waktu mereka dengan bermain (yg positif dan terarah pastinya). Karena melalui bermain itulah justru mereka belajar.

Di masa ini pula kreatifitas anak harus dikembangkan. Karena sesungguhnya, Karakter yg kuat & Kreatifitas yg tinggi itulah MODAL UTAMA serta DASAR yg harus dimiliki setiap anak dalam menghadapi kehidupan 'nyata' kelak.

Karena pada kenyataannya, yg bisa BERTAHAN dalam 'persaingan' di dunia ini adalah mereka yg Berkarakter kuat dan penuh kreatifitas. Bukan yg hanya memiliki nilai akademik yg bagus.

Akademik sejatinya hanyalah Elemen penunjang saja dari keberhasilan seseorang. Karena itulah, yg harus kita utamakan sejak dini adalah pendidikan Karakter dan pengembangan kreatifitas seluas2 nya pada anak. Jangan terbalik (akademik duluan).

Kasihanilah anak2 kita. Jangan biarkan mereka Stress oleh karena hapalan2 yg belum seharusnya, jadwal sekolah dan les yg padat, PR yg menyita waktu bermain mereka.

Dibutuhkan hati yg BAHAGIA untuk perkembangan Otak dan mental yg Optimal.

Namun itu semua kembali kepada pilihan pribadi masing2. Saya hanya menghimbau, mari kita jadikan anak2 kita GENERASI PENERUS BANGSA yg Bahagia, Berakhlak Mulia, Berkarakter kuat, Berempati, dan Kreatif..

Jangan biarkan anak jadi korban dari Kontroversasi Kudeta Calistung Dini ya..

Sumber : FP Kid Are BEST GURU

Foto : http://kabarberita.info
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger