BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Volcano Park. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Volcano Park. Tampilkan semua postingan

Pendaki ‘’Nyleneh’’ Asal Tumpang Berjalan Mundur

EMDE Channel | 9/05/2013 08:47:00 AM | 0 komentar
Foto: Merdeka.com

Keteguhan dan keyakinan merupakan kunci meraih sukses.  Hal ini  diperlihatkan pendaki gunung bernama Iswahyudi alias Tarpin. Pria asal Tumpang Kabupaten Malang ini sukses menaklukkan Gunung Semeru secara ‘’nyeleneh’’ Yakni, berjalan mundur selama tiga hari dan berakhir awal pekan ini.

Gunung Semeru memang  sudah akrab dengan Tarpin. Maklum, selain sebagai pendaki, ayah  dua anak ini juga bekerja sebagai porter  atau pembawa barang untuk para pendaki di ‘‘atap‘‘ pulau Jawa ini. Bahkan, ia  sedikitnya  800 kali lebih mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Karena itu, ia sampai dijuluki Tarpin yang merupakan singkatan dari ‘‘Tarsan Pindah‘‘.“Saya sejak tahun 1986 sudah mendaki Gunung Semeru. Kalau ditanya tepatnya berapa kali saya mendaki, sudah lupa. Tapi sedikitnya ya  800 kali,‘‘ ujarnya ketika disambangi Malang Post di markas komunitasnya,Gimbal Alas Indonesia di Sawojajar Kota Malang,kemarin.
Karena itu, ia kemudian mempunyai gagasan ‘‘gila‘‘   mendaki Gunung Semeru dengan cara berjalan mundur.Maklum,  memang  belum ada seorangpun pendaki gunung yang ada di dunia ini melakukan pendakian dengan berjalan mundur. Dibantu dengan Komunitas Gimbal Alas  Tarpin akhirnya mewujudkan keinginannya. Namun, dia tidak asal maupun serta merta melakukannya. Melainkan juga melakukan persiapan dan melengkapi diri dengan peralatan mendaki yang lumrah dilakukan seorang pendaki. Bedanya, saat melakukan pendakian mundur, di badannya harus dipasang dua spion layaknya sepeda motor. “Bagaimana bisa lihat ke belakang, kalau tidak dipasang spion. Ya sebenarnya memang bisa saja tidak memakai spion, tetapi tentu  berpeluang  mendapat berbagai celaka,‘‘ urainya.
 Dia mengawali pendakian dengan  berjalan mundur, pada hari Sabtu (24/8)  mengambil start etape pertama dari Ranu Pani sekitar pukul 08.00 WIB menuju ke Ranu Kumbolo. Pendakian sejauh 12 km dengan medan yang sangat berliku serta menanjak, Tarpin selesaikan dengan waktu empat jam. “Kalau pendaki pemula, ya bisa jadi enam sampai tujuh jam. Belum lagi kalau sesekali berhenti istirahat, ya tambah lama,” urainya.
Foto : Merdeka.com
Sesampainya di Ranu Kumbolo sekitar pukul 12.00 WIB dia beristirahat selama satu jam. Sekitar pukul 13.00, dia start etape kedua menuju  Kali Mati. Pada etape keduanya tersebut, pria kelahiran 1 Januari 1965 ini, hanya memakan waktu lima jam, tepatnya sekitar pukul 18.00 Tarpin sudah berada di Kali Mati dan menginap di tempat tersebut.
Keesokan harinya, Minggu (25/8), dia bersama timnya melanjutkan pendakian mundur untuk menempuh etape ketiga sekitar pukul 12.00 menuju Kelik atau daerah batas vegitasi. Tarpin hanya menempuh waktu dua jam setengah, tepatnya pukul 14.20 WIB sudah sampai di batas vegetasi. “Di tempat tersebut, saya nge-camp lagi, karena sudah petang dan berkabut,” ucapnya.
Dia menuturkan, perlu tenaga yang ekstra kuat untuk menyelesaikan etape terakhir. Lantaran menurutnya, untuk mencapai puncak medan yang ditempuh semakin sulit. “Medannya berbatu dan berdebu tentunya semakin menantang. Belum lagi oksigen yang semakin tipis, karena berada di ketinggian,” urainya.
Hari Senin (26/8) sekitar pukul 05.30 WIB, dia melanjutkan kembali untuk menempuh etape keempat dengan tujuan Puncak Mahameru. Lagi-lagi berkat kelihaian dan keahliannya, Tarpin menyelesaikan etape waktu hanya lima jam. Tepatnya sekitar pukul 10.21 pria asal Tumpang ini sudah  berhasil sampai di puncak Semeru. Saat itu,  Tarpin bersama Komunitas Gimbal Alas Indonesia melakukan upacara mengibarkan bendera merah putih. Jika mendaki secara normal, Tarpin dan kawan-kawan biasanya cukup menghabiskan waktu sehari dan semalam untuk mencapai puncak Gunung Semeru. “Kemudian  kami selebrasi dan berfoto bersama. Saat itu kami sangat senang karena akhirnya bisa menaklukkan Gunung Semeru dengan berjalan mundur yang memang baru pertama kali,“ urainya.
Saat turun, dia juga berjalan mundur. Namun, saat turun lebih mudah dibanding saat mendaki. Selama melakukan perjalanan untuk turun tersebut, Tarpin bersama komunitasnya mengumpulkan sampah  yang  banyak berserakan di sepanjang jalur pendakian.“Kami memang mempunyai tujuan ganda melakukan aksi ini, selain menaklukan tantangan berjalan mundur, juga melakukan kegiatan sosial membersihkan sampah,“ jelasnya.
Melalui kegiatan itulah dia sekaligus berpesan agar kepada para pendaki pemula untuk tetap menjaga lingkungan Gunung Semeru. “Apalagi setelah dijadikan syuting  film 5 Cm, maka akhir-akhir ini Gunung Semeru semakin dipadati pendaki pemula. Biasanya usai mendaki, mereka membuang sampah begitu saja. Hal ini membuat rusak lingkungan dan tentunya membahayakan lingkungan,“ keluhnya.Terbukti, saat mengumpulkan sampah itulah, dia bersama komunitasnya berhasil mengeruk sampah dalam jumlah banyak kemudian dibawa turun untuk dibakar. ‘‘Setelah ini saya juga  ingin mendaki  Gunung Rinjani yang ada di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara berjalan mundur,‘‘ pungkasnya.

sumber : Foto : Merdeka.com


Ketika mahameru didaki pemula. Akibatnya banyak kerusakan pada alam... *Sampah e cak dijupuki, ojok foto2an ae!!!  
(Sebuah Status kawan Abi Yazid Al Basthomi)

Foto: FB OM Dhemitz
Dan salah satu komentar status : Iswahyudi yang akrab disapa Tarpin (tarzan pinter), berhasil mewujudkan niatnya untuk mendaki Gunung Semeru dengan cara berjalan mundur. Ia mencapai puncak Mahameru pada hari Senin (26/8/2013) pagi yang merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa. Pendakian Tarpin dimulai sejak Sabtu (24/8/2013) pagi sekitar pukul 08.15 dari Pos Pendakian Semeru di Ranu Pane. Bagusnya lagi sembari berjalan Tarpin membersihkan sampah-sampah yang berserakan disepanjang jalan yang dilewatinya. Patut menjadi inspirasi dan bisa memotivasi kita semua untuk lebih menghargai alam. SUKSES TARPIN..SALAM DUA KAKI..
[sing nyekel rokok gan cak tarpin,sing sijine cak takim dukun bantengan tumpang] Sumber : FBOM Dhemitz

Prancis Ikut Lirik Kabupaten Malang

EMDE Channel | 6/16/2009 02:44:00 PM | 0 komentar
Prancis Ikut Lirik Kabupaten
Buat Wisata Gunung Berapi dengan Nilai Investasi Rp 1 Triliun


Minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Malang pada tahun ini cukup besar. Setelah Jepang, India, Tiongkok, dan Singapura, kemarin giliran Prancis yang ingin masuk ke Kabupaten Malang.

Investor dari Prancis, pagi kemarin bertemu dengan Bupati Malang Sujud Pribadi. Rencananya, investor Prancis akan membuat taman yang dilabeli Volcano Park. "Sebagai Bupati, saya akan sangat senang jika semakin banyak investor yang masuk ke kabupaten. Semakin banyak investasi yang ditanamkan, akan semakin memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat," jelas Sujud ditemui kemarin.

Karenanya, dia sudah memerintahkan kepada semua satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) untuk memberikan kemudahan kepada investor. Termasuk, juga memberikan bantuan berupa pengurusan izin hingga ke pemerintah pusat. "Pokoknya, apa yang dibutuhkan investor, pemkab siap membantu. Investor ini mampu mengurangi jumlah pengangguran," tandasnya.

Di kabupaten sendiri, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Malang, jumlah pengangguran mencapai 47 ribu jiwa.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang Purnadi memaparkan, investor sudah melakukan survei ke Jeru, Tumpang. Dari hasil survei yang dilakukan pada 2008 lalu, tampaknya investor tertarik untuk membuat taman gunung berapi. Kultur tanah dan letak geografis di Jeru cocok untuk dibuat wisata gunung api. Rencananya, lahan yang akan digunakan sekitar 12 hektare.

Setelah tahap survei, dalam waktu dekat akan dilakukan studi kelayakan. Untuk studi kelayakan ini, setidaknya dibutuhkan waktu satu tahun. Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk pembuatan Volcano Park itu sendiri diperkirakan mencapai Rp 1 triliun.

Jika investasi di bidang pariwisata itu benar-benar terealisasi, maka Volcano Park itu merupakan yang kedua di dunia. Saat ini, Volcano Park hanya terdapat di Prancis. Selain taman wisata, nantinya di Volcano Park juga akan ada museum mengenai gunung berapi. Di dalamnya memelajari tentang awal mula terbentuknya gunung berapi, meletusnya gunung, terbuatnya magma, lahar, dan lava.

Di Prancis sendiri, terang mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang tersebut, tingkat kunjungan pada Volcano Park dalam setiap tahunnya lebih dari 1 juta wisatawan. "Untuk Malang sendiri, bila terealisasi kami juga menargetkan kunjungan 1 juta wisatawan setiap tahunnya," harap Purnadi.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Malang Rudianto menambahkan, wilayahnya memiliki banyak potensi untuk ditawarkan ke investor. Baik itu investor dalam negeri ataupun investor luar negeri.

Di kabupaten sendiri, saat ini sudah ada empat perusahaan PMA (penanaman modal asing). Untuk PMA yang joint dengan PMDN (penanam modal dalam negeri) mencapai tujuh perusahaan. Menurut Rudianto, untuk investor yang mempunyai modal besar, bisa menanamkan modalnya di bidang pertanian, perikanan, semen, gula, serta pariwisata. Sedangkan untuk investor bermodal kecil, bisa menggarap perekonomian rakyat. Misalnya dalam bentuk pengalengan tempe dan pengolahan bambu.

Untuk saat ini, pembuatan pabrik gula sudah dilirik oleh investor Tiongkok di Sumberpucung, sedangkan investor India berminat untuk membuat serat tekstil untuk konstruksi jalan tol di Jabung. Investor Jepang tertarik di bidang ritel, agroindustri, dan pembuatan komponen bodi mobil.

Sedangkan investor Singapura tertarik untuk mengirimkan ikan tuna yang banyak terdapat di Sendangbiru, Sumbermanjingwetan. Selain itu, investor dalam negeri juga berencana membuat pabrik semen di Sumbermanjingwetan. Sumber : Jawa Pos

Jeru Jadi Volcano Park dan Miniatur Dunia

EMDE Channel | 6/16/2009 11:18:00 AM | 2komentar
Jeru Jadi Volcano Park dan Miniatur Dunia

MALANG - Proyek volcano park atau taman gunung berapi di Kabupaten Malang memasuki babak baru. Rencananya, September mendatang akan ditandatangani letter of intent (LoI) antara pemerintah Prancis dengan pemerintah Indonesia.

Setelah LoI ditandatangani, kelanjutan volcano park akan dilanjutkan dengan feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Waktu untuk melaksanakan studi kelayakan biasanya sekitar satu atau dua tahun. Setelah FS selesai, langsung ditindaklanjuti dengan pembuatan taman. Pembuatan taman yang diperkirakan menelan dana investasi senilai Rp 1 triliun tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1 tahun.

Volcano park sendiri nantinya akan berisi seluk-beluk gunung berapi. Termasuk juga asal muasal lahar, magma, dan gempa bumi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Purnadi memaparkan, beberapa waktu lalu gubernur Versailles, Prancis, sudah berkirim surat kepada Gubernur Jatim Soekarwo. Surat itu juga sudah ditembuskan kepada Bupati Malang Sujud Pribadi.

Sesuai dengan perkiraan, pemerintah dan investor dari Prancis sudah sepakat bahwa kawasan yang akan dijadikan volcano park adalah eks taman burung di Jeru, Tumpang. Lahan yang akan digunakan sluas 12,1 hektare. Bila volcano park di Jeru benar-benar terealisasi, taman wisata tersebut merupakan yang kedua di dunia. Untuk saat ini, satu-satunya volcano park hanya terdapat di Versailles.

Karena dana yang akan ditanamkan jumlahnya mencapai 1 triliun, pemerintah pusat akan turut aktif dalam memfasilitasi. Termasuk juga membantu dalam masalah pendanaan. "Untuk masalah dana, nantinya akan ditanggung bersama-sama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan konsorsium dari Eropa," ucap Purnadi.

Untuk kabupaten, rencananya pemkab akan menyumbangkan lahan Jeru yang dimilikinya. Selain itu, pemkab membangun sarana dan prasarana berupa akses jalan menuju ke Jeru. Pemkab juga berencana melakukan studi banding ke Prancis untuk melihat volcano park dari dekat. Studi banding itu sendiri diagendakan setelah studi kelayakan tuntas.

Selain volcano park, di lahan Jeru itu juga akan dibangun international peace palace (IPP). Nantinya, IPP ini akan berbentuk seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Hanya, jika TMII merupakan miniatur Indonesia, IPP nanti dijadikan miniatur dunia. Sumber : Jawa Pos

Ex Taman Burung, yang konon sudah tidak beroperasi lagi, Rencananya, investor Prancis akan membuat taman yang dilabeli Volcano Park dilokasi ini
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger