BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Maulid Nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maulid Nabi. Tampilkan semua postingan

Presiden SBY Hadiri Maulid Agung Di Kwitang

EMDE Channel | 3/27/2009 11:25:00 AM | 0 komentar
Foto by : foto.Detik.com

Bukan di istana negara atau di Masjid Besar Istiqlal yang biasa dilaksanakan maulid bersama pejabat negara dan undangan / tamu negara lainnya. Tapi yang ini...
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara hari Kamis (26/3) sore menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan Majelis Ta'lim Al Habib Ali AL Habsy, di Islamic Center Indonesia, Kwitang, Jakarta Pusat. Saat tiba ditempat acara Presiden SBY disambut oleh puluhan ribu jamaah yang sejak siang secara bergelombang berdatangan dari Jakarta dan sekitarnya. Akibatnya, Paspampres kewallahan karena jalan dan rumah warga dekat acara secara mendadak dijadikan sebagai tempat menampung jamaah .

KH Abdul Rahman Al Habsy, Pimpinan Jamaah Majelis Ta'lim Al Habib Ali Al Habsy Kwitang dalam sambutannya meminta agar jamaah mendoakan Presiden SBY dan pemerintah agar dapat mengatasi krisis ekonomi global, krisis pangan, krisis energi yang terjadi saat ini. "Saya juga menyerukan agar dalam pemilu mendatang para jamaah dan masyarakat Indonesia menggunakan hak pilih sebaik-baiknya, karena rakyat akan mewakilkan pada pemimpin cinta yang pada Islam.

Dalam sambutannya Presiden SBY berharap agar masyarakat Indonesia jangan cepat menyerah menghadapi multi krisis global saat ini. "Kita harus tetap optimis, berpikir positif dan berjiwa terang. Karena kita telah melihat contoh pada Rasulullah SAW. Beliau bisa mengatasi segala kesulitan dan tantangan yang beliau hadapi pada waktu itu. Kalau semua manusia Indonesia yakin diri masih ada hari esok dan bersatu, tidak ada masalah yang tidak bisa kita pecahkan. Marilah kita pedomani langkah perjuangan Nabi Muhammad dalam menghadapi krisis dunia ini. Insya Allah negara kita akan selamat dan terus maju di masa depan," kata SBY.

Presiden juga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi pemilu. "Kita sepakat pemilu ini harus berhasil dengan baik, aman, tertib, lancar, langsung, jujur, bebas, umum dan rahasia. Gunakan hak pilih saudara, dengarkan suara hati, silahkan digunakan dengan sebaik-baiknya. Pesan saya sebagai Kepala Negara, meskipun dalam pemilu dan dalam kompetisi politik bisa keras, tetapi jangan memutus ikatan silaturahmi. Kita harus memelihara persatuan dan persaudaraan. Islam agama yang kita junjung tinggi melarang kita memutus tali silaturahmi. Nabi Muhammad Rasulullah SAW sangat menganjurkan persaudaraan," jelas SBY

Al Habib Ali Bin Abdurrahman Al Habsyi (Kwitang)

Habib Abdurrahman bin Muhammad Al habsy (kwitang jakarta)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Kwitang

EMDE Channel | 3/27/2009 09:43:00 AM | 0 komentar
Alhamdulillah, Puji syukur aku panjatkan pada Bos Besarku Allah SWT, Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan pada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW.

Kembali pada judul di atas, Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Kwitang. Ya, tepatnya di Majelis Ta'lim Al Habib Ali Al Habsy di Islamic Center Indonesia Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (26/3) sore. Alhamdulillah saya mendapatkan info sebelum acara itu berlangsung jauh-jauh hari (dari Republika Online). Begitu mendapat info akan diadakannya maulid besar tersebut, jauh-jauh hari juga Saya coba niatkan sebelum acara itu berlangsung, bersama anak dan istriku tercinta. Kita Liburan ini tidak kemana-mana, tapi kita pergi menuju tempat yang Insya Allah dan mudah-mudahan Allah meridloinya, Amin. Hmmm dengan bekal roti panggang yang sengaja kita siapkan, dan sebotol air putih, kami berangkat setelah sholat dzuhur. Dengan menggunakan transportasi favourite istri dan anakku BUSWAY Trans Jakarta, dari terminal Kampung rambutan, transit di Kampung Melayu dan langsung menuju Pasar Senin Jakarta Pusat, selanjutnya jalan kaki aja yah...!!! ah, kasian anakku. Naik bajaj deh, Deal Rp. 6000 menuju Masjid tujuan. Wah ternyata Bajaj gak bisa masuk lokasi, maklum acara maulid itu dihadiri orang nomer 1 di Indonesia, Yang terhormat Bapak Presiden SBY, hampir setiap penjuru sekitar lokasi dijaga ketat oleh pengaman negara dan presiden (baca: tentara, polisi, intel, paspampres) dengan senjata lengkap, dibantu oleh anggota DLLAJR. Ya... terpaksa kita turun masih agak jauh dari lokasi. Tak kalah penting, saya juga dikawal oleh pengawal pribadi PASPAMYO (Pasukan Pengawal Mas Joyo) siapa itu... istri dan anakku (Davue)...hhe....heee... Wis.. ora opo..opo..., sing penting wis teko...

Alhamdulillah, akhirnya kita sampai di masjid yang kita tuju, tak lama menjelang waktu sholat asyar tiba, kita sudah siap disana. Diinformasikan bahwa acara maulid dilaksanakan ba'da sholat asyar dan kita berjamaah disana (terasa damai dan menenangkan)
Sholat asyar sudah kita tunaikan, kita lanjutkan dengan berdoa bersama di Makam Habib Ali Al Habsy. Begitu selesai kita langsung menuju Majelis taklim tempat dilaksanakannya maulid agung. Subhanallah... lautan manusia sudah berjejal di sana. akupun bersama anak dan istriku ikut berjejal dan larut dalam gema sholawat Nabi, sambil menggendong anakku (Davue), kasihan kalo aku suruh jalan, sebab baru saja dia sembuh dari sakit. Sambil berjalan mencari tempat / celah yang agak lega, tapi susah juga mendapatkannya. Kami terjepit, dan berjubel dengan jamaah yang begitu banyaknya. Meski demikian hati ini terasa lapang, jiwa ini terasa sejuk, seperti juga yang diungkapkan oleh Bapak Presiden SBY pada sambutannya.

Berikut ini kutipan pidato presiden pada acara tersebut yang saya ambil dari situs info presiden SBY

Presiden: Sejarah Mencatat, Nabi Muhammad Melaksanakan Perubahan Maha Besar
Jakarta: Kalau kita ingin mencontoh dan meneladani Nabi Muhammad Rasulullah SAW, kita harus ihklas tidak boleh hanya berpura-pura. Berpura-pura sabar, berpura-pura tegar, berpura-pura santun dan sebagainya. Mari kita belajar betul memperbaiki kepribadian kita yang jauh dari sempurna ini. Dengan demikian semuanya adalah pemimpin, paling tidak memimpin diri sendiri dan memimpin keluarga

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan Majelis Ta'lim Al Habib Ali Al Habsy di Islamic Center Indonesia Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (26/3) sore. Acara ini dihadiri antara lain Menteri Agama Maftuh Basyuni, Gubernur DKI Fauzi Bowo, dan para Duta Besar negara-negara Islam serta puluhan ribu jamaah.

"Kita mengetahui Rasulullah adalah seorang yang sangat sabar dan tegar menghadapi ujian, tantangan dan cobaan. Seorang yang lembut hati dan baik tutur katanya, santun dan bijak. Beliau tegas dalam menegakkan hukum dan keadilan. Beliau menaburkan kasih saya kepada umat dan sesama. Beliau anti kekerasaan. Beliau memiliki ahlak yang sangat mulia dan tiada tandingannya. Dan apabila beliau mempertahankan kehormatan dengan berperang sebagai jalan, berperang karena harus mempertahankan kehormatan, kedaulatan dan harga diri umat Islam yang beliau pimpin," ujar SBY.

"Rasulullah adalah pemimpin besar, pemimpin agung. Bukan hanya bagi bangsa Arab, tetapi juga bagi umat sedunia. Sejarah mencatat, beliau melaksanakan perubahan maha besar. Beliau memimpin umat dan berhasil membangun peradaban Islam dengan mengubah dari jaman kegelapan menjadi jaman yang ditaburi cahaya iman. Beliau juga mampu membangun bangsa da negara yang sekarang disebut nation building dan state building," lanjutnya.

"Beliau memimpin dengan memahami dan menyikapi bahwa perubahan yang harus dilaksanakan itu mesti dilaksanakan secara bertahap, tetapi berlanjut dan tidak pernah berhenti. Beliau tidak melaksanakan perubahan yang radikal. Rasulullah dalam melakukan perubahan pandai menjaga keseimbangan. Karena seimbang maka negaranya stabil, dan mengajak serta melibatkan semua untuk membangun masa depan yang baik. Beliau memilih jalan tengah dan tidak menyukai kekerasan dalam mencapai tujuan," ujar SBY.

Presiden: Sejarah Mencatat, Nabi Muhammad Melaksanakan Perubahan Maha Besar

Maulid Nabi dan Nasi Kebuli

EMDE Channel | 3/16/2009 11:07:00 AM | 0 komentar
Maulid Nabi dan Nasi Kebuli

Oleh Alwi Shahab

Di bulan Rabiulawal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, di berbagai tempat erlangsung peringatan Maulid Nabi. Di Indonesia maulid diperingati sampai dua bulan kemudian. Karena, menjelang Pemilu ada yang menggunakannya secara tidak langsung sebagai ajang kampanye. Yang jelas para pimpinan Parpol kini rajin menghadiri acara Maulid Nabi.

Salah satu acara Maulid Nabi yang paling meriah adalah yang diadakan di Majelis aklim Habib Ali Kwitang, Jakarta Pusat. Bukan saja karena banyaknya pengunjung, tapi sudah berlangsung selama 93 tahun tanpa henti. Maulid Nabi di majelis itu berlangsung tiap Kamis terakhir bulan Rabiulawal. Tahun ini jatuh pada 26 Maret 2009.

Maulid Nabi di Kwitang dimulai pada masa Habib Ali Alhabsyi, ulama kelahiran Kwitang tahun 1869, yang meninggal pada 1968 dalam usia 99 tahun Masehi atau 103 tahun hijriah. Diselenggarakan di kediamannya yang sekaligus tempat kelahirannya.

Habib Ali telah menyelenggarakan 51 kali peringatan Maulid Nabi. Setelah Habib meninggal, tradisi itu dilanjutkan oleh putranya, Habib Muhammad Alhabsyi, sebanyak 26 kali. Kemudian, diteruskan oleh cucunya, Habib Abdurahman Alhabsyi, sejak 1994 hingga sekarang (sudah 16 tahun).

Pada 17 Oktober 1971, Presiden Soeharto menjadikan majelis taklim tersebut sebagai Islamic Centre Indonesia (ICI). Pak Harto dalam sebuah akte ICI minta agar peringatan Maulid Nabi pada Kamis akhir bulan Rabiulawal harus terus dilaksanakan setahun sekali oleh penggantinya bila Habib Muhammad meninggal dunia. Habib Abdurahman, yang memimpin Majelis Taklim Kwitang sejak 1993, adalah generasi ketiga.

Ada yang khas pada peringatan Maulid Nabi di Kwitang, berupa hidangan beratus-ratus nampan nasi kebuli. Tiap nampan untuk lima atau enam orang. Mereka makan bersama dari satu nampan tanpa piring. Tidak diketahui apakah ini mencontoh kebiasaan di hadramaut.

Menurut Habib Abdurahman, hidangan nasi kebuli pada peringatan Maulid Nabi telah dirintis sejak masa kakeknya. Dia memuji kelezatan kebuli Kwitang, yang tidak ada duanya, bukan hanya di Jakarta tapi di Indonesia. ''Kunci kelezatannya ada pada minyak samin yang saya olah sendiri yang tidak kalah dengan samin dari Arab dan Hyderabad India,'' katanya.

Nasi kebuli diyakini berasal dari India ketika para imigran Hadramaut pada abad ke-18 sebelum ke Nusantara terlebih dulu singgah cukup lama di Gujarat. Dugaan itu diperkuat oleh fakta bahwa makanan pokok di Hadramaut bukan nasi tapi roti gandum. Setiba di Indonesia mereka membuat nasi kebuli yang sehari-hari biasa mereka nikmati di Gujarat.

Nasib kebuli Kwitang, menurut Habib Abdurahman, untuk bumbunya saja dia mencampur 29 macam rempah. Meskipun nasi kebuli Kwitang paling top, tapi tidak dikomersilkan. Ketika ditanya tentang nasi kebuli yang diberi daging kambing sarat kolesterol, Habib menyatakan, para pengunjung Maulid Nabi di Kwitang meyakini sebagai Maulid yang qabul. Karenanya, mereka menganggap menikmati nasi kebuli itu 'untuk mendapatkan berkah'. Hampir semua pengunjung tidak khawatir pada kolesterolnya.

Meskipun dihadiri ribuan jamaah, Habib Abdurahman yakin, 'Insya Allah semua kebagian makan.' Untuk konsumsi, dia telah memesan lebih dari 200 ekor kambing. Harga kambing sekarang ini satu setengah kali lebih mahal dari tahun lalu, antara Rp 600 ribu sampai Rp 650 ribu per ekor. Tahun lalu hanya sekitar Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu per ekor.

Kalau tahun lalu dia telah menghabiskan sekitar Rp 150 juta untuk membeli kambing, tahun ini sekitar Rp 200 juta. Juga tiga ton (3.000 kg) beras Saigon terbaik. ''Meskipun saya tidak pernah minta bantuan, tapi teman-teman banyak yang mengulurkan tangan,'' katanya. Nasi kebuli untuk para tamu disediakan sejak hari Selasa, terutama untuk jamaah dari daerah dan luar negeri. Pada malam Kamis, setelah ziarah ke makam Habib Ali, acara dilanjutkan makan malam dengan hiburan gambus dan marawis.

Acara hiburan itu sudah ada sejak masa Habib Ali. Puncaknya adalah acara Maulid Nabi pada Kamis, 26 Maret 2009, dimulai shalat Ashar dan diteruskan shalat Magrib. Kemudian para jamaah kembali menyantap kebuli. Meskipun dihadiri ribuan jamaah dia yakin semuanya akan dapat ikut menikmatinya.

Pada masa hidupnya, Habib Ali bersama gurunya, Habib Abdullah bin Muhsin Alatas (Empang-Bogor), telah mengatur adanya Pekan Maulid Nabi di Jakarta dan Bogor. Seperti di Kwitang, pada hari Rabu berlangsung Maulid Nabi di Bogor. Kemudian, pada Sabtu di Al-Hawi, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Pada hari Ahad di Masjid Luar Batang, Pasar Ikan, dan Senin di Masjid Kampung Bandan, Jakarta Utara.

Ada hidangan yang tidak terdapat di tempat lain, selain pada acara Maulid Nabi di Kwitang. Yaitu, hidangan kharissadari kata muaris (penganten). Makanan ini disediakan untuk santap Jumat pagi setelah Maulid Subuh.

Untuk membuatnya, daging kambing dibersihkan dulu tulang-tulangnya. Daging kambing 1,5 kg dicampur dengan satu kg gandum. Daging dan gandum, setelah dicampur, kemudian dimasak selama berjam-jam dengan diberi bumbu-bumbu. ''Karena itulah dia dinamakan makanan pengantin. Maksudnya, untuk bikin senang istri,'' kata Habib Abdurahman sambil tertawa.Selain Pak Harto, sebelum kemerdekaan Bung Karno pernah hadir di Kwitang. Almarhum Bung Karno merupakan salah seorang sahabat Habib Ali. Demikian juga BJ Habibie dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sumber : repubilka online

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger