BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Info Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Teknologi. Tampilkan semua postingan

StoreDot, Mengisi Baterai Ponsel dalam 30 Detik

EMDE Channel | 4/10/2014 04:17:00 PM | 1komentar

StoreDot, Mengisi Baterai Ponsel dalam 30 Detik
Bagi pemilik ponsel pintar, menjaga daya tahan baterai cukup merepotkan. Untuk memenuhi kapasitas baterai, diperlukan waktu minimal satu jam. Untuk menyiasati ponsel tetap menyala, banyak orang yang mengandalkan fungsi power bank atau pengisi baterai portable.
Tapi kini ada alat pengisi yang bekerja dalam waktu singkat. Bahkan Anda hanya memerlukan waktu 30 detik untuk memberi kekuatan ponsel. Prorotipe teknologi ini diluncurkan perusahaan Israel, StoreDot.
Dalam video YouTube, StoreDot menyatakan teknologi itu hasil dari penelitian Alzheimer di Universitas Tel Aviv. "Selama penelitian, asam amino tertentu terisolasi," kata pendiri dan CEO StoreDot, Doron Myersdorf di CNN, Selasa, 7 April 2014. "Dan kami berhasil menggunakan asam itu, dicampur dengan peptida, untuk menciptakan nanokristal."
Nanokristal yang dimaksud Myersdorf dianggap memiliki sifat khusus yang bisa digunakan dalam berbagai perangkat baterai. StoreDot tidak hanya mampu mengisi baterai dalam sekejap mata. Tapi juga dapat memberikan aliran listrik atau charging setelah perangkat dicabut dari stop kontak.
Tantangan pada saat ini, ujar Myersdorf, adalah membuat teknologi ke bentuk yang sangat kecil. Sehingga bisa masuk ke ponsel pintar. Pada saat ini, baterai StoreDot berukuran satu pak rokok. "Kami berharap sudah bisa menghasilkan prototipe yang siap dipasarkan dalam waktu dua tahun mendatang," ujarnya.

Sumber :TEMPO.CO Via id.berita.yahoo.com

Amankan Baterai Laptop Anda

EMDE Channel | 4/04/2014 05:52:00 PM | 0 komentar
Kalau sebelumnya saya posting tentang Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop  kali ini (baru nemu artikel lagi) tentang "Bagaimana mengamankan Bateri Laptop". Coba bandingkan sendiri antara tips (artikel sebelumnya) dengan tips (artikel) yang anda baca saat ini. Lalu, apa bedanya? Monggo disimak dulu...
Di balik kenyamanannya, laptop menyimpan masalah lawas bagi pengguna, yaitu baterai. Akhirnya, banyak yang menggunakan laptop sambil mengisi ulang baterai melalui listrik agar tetap bisa beraktivitas.

Akan tetapi, tidak sedikit pula yang memilih untuk mencopotnya dan langsung menghubungkan laptop ke sumber listrik. Menurut Teknisi Komputer dari Great Power Computer, Casei Bakrie, kedua cara tersebut sebenarnya memiliki risiko terhadap kinerja perangkat elektronik itu. Apabila memutuskan tetap memasang baterai, dalam jangka panjang baterai laptop bisa kembung dan kinerjanya mulai menurun.

"Kalau daya baterai sudah penuh seratus persen tapi masih terus di-charge, nantinya baterai akan mudah panas dan cepat drop," ujar Casei saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.

Sedangkan jika mencabut baterai ketika mengoperasikan laptop, risikonya justru jauh lebih besar. Sebab, listrik akan langsung menuju hardware tanpa adanya penyesuaian tenaga, sehingga komponen laptop menerima tegangan yang berlebihan.

"Apalagi kalau tiba-tiba ada pemadaman listrik. Efeknya bisa merusak mother board, hard disk, IC Power, dan beberapa komponen lain," papar dia.

Untuk meminimalisir risiko, dia menyarankan, sebaiknya baterai tetap terpasang ketika laptop dioperasikan. Namun, saat indikator power sudah menunjukan angka 99 persen sebaiknya segera cabut adaptor laptop.

Sebaliknya, apabila indikator sudah mendekati 20-10 persen, segera pasang kembali adaptornya. Sebab, kalau laptop dibiarkan mati total karena kehabisan tenaga, juga berbahaya bagi kondisi baterai.

"Biasanya akan muncul peringatan kalau tenaga baterai sudah berada di bawah 10 persen. Tapi kalau mau lebih aman, bisa pasang alarm untuk mengingatkan. Software untuk peringatan kondisi baterai banyak kok di internet," terang dia.

Namun demikian, sambung Casei, ada beberapa vendor yang sudah mengantisipasi masalah tersebut. Misal, untuk beberapa produk Lenovo biasanya sudah diatur supaya tidak bisa mengisi daya sampai 100 persen dan hanya berhenti di 99 persen.

Sedangkan untuk produk buatan Asus dan Acer, umumnya menggunakan teknologi auto switch power. Dengan begitu, arus listrik akan otomatis terputus jika tenaga yang masuk sudah mencapai batas maksimal.

"Buat laptop keluaran tahun 2013 ke atas biasanya sudah menggunakan teknologi ini, termasuk laptop yang yang memakai baterai jenis polymer,” ungkap dia.

Lebih lanjut Casei menerangkan, untuk mengetahui apakah baterai sudah mengalami kerusakan dan penurunan kinerja, dapat dilihat dari indikator power yang terletak di pojok kanan bawah layar laptop. Jika terdapat tanda silang merah ketika laptop sedang di-charge meski baterai masih terpasang, maka itu adalah gejala kerusakan baterai.

"Kalau ada tanda silang tapi baterai masih kuat bekerja selama 3-4 jam tanpa perlu diisi ulang, maka baterai masih bisa diperbaiki. Tapi, bila baterai hanya bertahan 30-40 menit tanpa tenaga tambahan, artinya kinerja baterai sudah menurun dan perlu diganti," ujarnya.


Sumber :Plasadana Via Id.berita.Yahoo.com
 Penulis: Heru Budhiarto

Arti Tanda Segitiga Di Bawah Kemasan Botol Plastik

EMDE Channel | 4/26/2012 02:19:00 PM | 0 komentar
Pernahkah anda sempatkan melihat / mengamati sebuah tanda berbentuk segitiga yang terdapat pada botol/gelas atau yang lainnya yang terbuat dari plastik, dimana tanda itu ada dibawahnya. Tanda di bawah botol/gelas plastik itu merupakan kode yg dikeluarkan The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diikuti oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization). 

Secara umum tanda pengenal plastik tersebut berciri-ciri :
1. Berada atau terletak di bagian bawah,
2. Berbentuk segitiga,
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka,
4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga.

Berikut arti dari istilah-istilah tersebut :

1. PETE/PET

Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.

Botol jenis PETE/PET ini disarankan hanya untuk sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker dalam jangka panjang.

Bahan PETE ini pun berbahaya bagi pekerja yang berhubungan dengan pengolahan maupun botol daur ulang botol PETE. Pembuatan PETE menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara yang mengandung senyawa tersebut.

Seringnya menghirup senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Bila melahirkan pun, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

Mayoritas bahan PETE di dunia digunakan untuk serat sintesis dan bahan dasar botol kemasan. Di dalam pertekstilan, PETE biasa disebut dengan polyester.

2. HDPE

Pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, Tupperware, galon air minum, kursi lipat dan lain-lain.

Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

Sama seperti PETE, HDPE juga disarankan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V/PVC

Tertulis (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V.

V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan botol-botol.

Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. PVC mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15°C.

4. LDPE

Logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic, dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat.

Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.

Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6. PS

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.

Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6. Namun, bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga dan meninggalkan jelaga.

7. OTHER

Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
1. SAN – styrene acrylonitrile,
2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene,
3. PC – polycarbonate,
4. Nylon

Dapat dtemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik dan plastik kemasan.

SAN n ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia n suhu, kekuatan, kekakuan dan tingkat kekerasan yg telah ditingkatkan.

Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi dan sikat gigi.

Sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Bahan-bahan ini merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.

PC (polycarbonate) dpt ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat dan kaleng kemasan makanan serta minuman, termasuk kaleng susu formula.

Bahan ini dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan n minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

Pemakaian dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan. Entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave atau dituangi air panas.

Kesimpulan yang didapat dari tanda klasifikasi plastik tersebut:


  • Hati-hati dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6 dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai!
  • Cukup aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5 dan 7 (SAN atau ABS)
Bagi orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk putra atau putrinya:

  1. Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5.
  2. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5.
  3. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
  4. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate),
  5. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Biasanya digunakan untuk tempat air putih di dalam kulkas.

Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2) tidak dapat dicegah, gunakan hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.




Sumber :

10 Kaidah Dalam Komposisi Foto

EMDE Channel | 4/16/2012 11:38:00 AM | 0 komentar

10 rules of photo composition (and why they work)

In photography, it’s not just what you shoot that counts – the way that you shoot it is crucial, too. Poor photo composition can make a fantastic subject dull, but a well-set scene can create a wonderful image from the most ordinary of situations. With that in mind, we’ve picked our top 10 photo composition ‘rules’ to show you how to transform your images.
Don’t feel that you’ve got to remember every one of these laws and apply them to each photo you take. Instead, spend a little time practising each one in turn and they’ll become second nature. You’ll soon learn to spot situations where the different rules can be applied to best effect.
Photo composition doesn’t have to be complicated. There are all sorts of theories about the ‘Rule of Thirds’ and more complex ‘Golden Mean’, for example. But if you pay too much attention to strict formulae, your photos will lose any kind of spontaneity.
In the real world, you’ll be working with a wide range of subjects and scenes, and this requires a more open-minded approach. What works for one photo won’t necessarily work for another.
The key thing is to understand how all the decisions you make about composition can affect the way a shot looks and how people perceive your photos. The way you frame a shot, choose a focal length or position a person can make all the difference.
Technical know-how is very important in photography, of course, and even in some aspects of photo composition. But to take great shots you need visual knowledge too. Here are 10 key things to look out for…

10 rules of photo composition (and why they work)


Photo Composition Tip 1: Simplify the scene
10 rules of photo composition (and why they work)
Image copyright Jure Kravanja
When you look at a scene with your naked eye, your brain quickly picks out subjects of interest. But the camera doesn’t discriminate – it captures everything in front of it, which can lead to a cluttered, messy picture with no clear focal point.
What you need to do is choose your subject, then select a focal length or camera viewpoint that makes it the centre of attention in the frame. You can’t always keep other objects out of the picture, so try to keep them in the background or make them part of the story.
Silhouettes, textures and patterns are all devices that work quite well in simple compositions.
Why it works…
10 rules of photo composition (and why they work)

Photo Composition Tip 2: Fill the frame
10 rules of photo composition (and why they work)
Image copyright Jure Kravanja
When you’re shooting a large-scale scene it can be hard to know how big your subject should be in the frame, and how much you should zoom in by. In fact, leaving too much empty space in a scene is the most widespread compositional mistake. It makes your subject smaller than it needs to be and can also leave viewers confused about what they’re supposed to be looking at.
To avoid these problems you should zoom in to fill the frame, or get closer to the subject in question. The first approach flattens the perspective of the shot and makes it easier to control or exclude what’s shown in the background, but physically moving closer can give you a more interesting take on things.
Why it works…
10 rules of photo composition (and why they work)

Photo Composition Tip 3: Aspect ratio
10 rules of photo composition (and why they work)
Image copyright Andy Lea
It’s easy to get stuck in a rut and take every picture with the camera held horizontally. Try turning it to get a vertical shot instead, adjusting your position or the zoom setting as you experiment with the new style. You can often improve on both horizontal and vertical shots by cropping the photo later.
After all, it would be too much of a coincidence if all your real-life subjects happened to fit the proportions of your camera sensor. Try cropping to a 16:9 ratio for a widescreen effect, or to the square shape used by medium-format cameras.
Why it works…
10 rules of photo composition (and why they work)

Photo Composition Tip 4: Avoid the middle
10 rules of photo composition (and why they work)
Image copyright Jure Kravanja
When you’re just starting out, it’s tempting to put whatever you’re shooting right in the centre of the frame. However, this produces rather static, boring pictures. One of the ways to counteract this is to use the Rule of Thirds, where you split the image up into thirds, both horizontally and vertically, and try to place your subject on one of these imaginary lines or intersections. This is an overrated approach, though.
Instead, move your subject away from the centre and get a feel for how it can be balanced with everything else in the scene, including any areas of contrasting colour or light. There are no hard and fast rules about achieving this kind of visual balance, but you’ll quickly learn to rely on your instincts – trust that you’ll know when something just looks right.
Why it works…
10 rules of photo composition (and why they work)

Photo Composition Tip 5: Leading lines
10 rules of photo composition (and why they work)
Image copyright Fernand Hick
A poorly composed photograph will leave your viewers unsure about where to look, and their attention might drift aimlessly around the scene without finding a clear focal point. However, you can use lines to control the way people’s eyes move around the picture.
Converging lines give a strong sense of perspective and three-dimensional depth, drawing you into an image. Curved lines can lead you on a journey around the frame, leading you towards the main subject.
Lines exist everywhere, in the form of walls, fences, roads, buildings and telephone wires. They can also be implied, perhaps by the direction in which an off-centre subject is looking.
Why it works…
10 rules of photo composition (and why they work)

Photo Composition Tip 6: Use diagonals
10 rules of photo composition (and why they work)
Image copyright Jure Kravanja
Horizontal lines lend a static, calm feel to a picture, while vertical ones often suggest permanence and stability. To introduce a feeling of drama, movement or uncertainty, look for diagonal lines instead.
You can need nothing more than a shift in position or focal length to get them – wider angles of view tend to introduce diagonal lines because of the increased perspective; with wide-angle lenses you’re more likely to tilt the camera up or down to get more of a scene in.
You can also introduce diagonal lines artificially, using the ‘Dutch Tilt’ technique. You simply tilt the camera as you take the shot. This can be very effective, though it doesn’t suit every shot and is best used sparingly.
Why it works…
10 rules of photo composition (and why they work)

Photo Composition Tip 7: Space to move
10 rules of photo composition (and why they work)
Image copyright Max Earey
Even though photographs themselves are static, they can still convey a strong sense of movement. When we look at pictures, we see what’s happening and tend to look ahead – this creates a feeling of imbalance or unease if your subject has nowhere to move except out of the frame.
You don’t just get this effect with moving subjects, either. For example, when you look at a portrait you tend to follow someone’s gaze, and they need an area to look into.
For both types of shot, then, there should always be a little more space ahead of the subject than behind it.
Why it works…
10 rules of photo composition (and why they work)

Photo Composition Tip 8: Backgrounds
10 rules of photo composition (and why they work)
Image copyright John Powell
Don’t just concentrate on your subject – look at what’s happening in the background, too. This ties in with simplifying the scene and filling the frame. You can’t usually exclude the background completely, of course, but you can control it.
You’ll often find that changing your position is enough to replace a cluttered background with one that complements your subject nicely. Or you can use a wide lens aperture and a longer focal length to throw the background out of focus.
It all depends on whether the background is part of the story you’re trying to tell with the photo. In the shot above, the background is something that needs to be suppressed.
Why it works…
10 rules of photo composition (and why they work)

Photo Composition Tip 9: Creative with colours
10 rules of photo composition (and why they work)
Image copyright Jure Kravanja
Bright primary colours really attract the eye, especially when they’re contrasted with a complementary hue. But there are other ways of creating colour contrasts – by including a bright splash of colour against a monochromatic background, for example. You don’t need strong colour contrasts to create striking pictures, though.
Scenes consisting almost entirely of a single hue can be very effective. And those with a limited palette of harmonious shades, such as softly lit landscapes, often make great pictures.
The key is to be really selective about how you isolate and frame your subjects to exclude unwanted colours.
Why it works…
10 rules of photo composition (and why they work)

Photo Composition Tip 10: Breaking the rules
10 rules of photo composition (and why they work)
Image copyright John Powell
Photo composition is a little like a visual language – you can use it to make your pictures pass on a specific message. However, just as we sometimes use the written word to create a deliberately jarring effect, we can do the same with photos by breaking with standard composition conventions.
Doing it by accident doesn’t count, though! It’s when you understand the rules of composition and then break them on purpose that things start to get interesting. It’s often best to break one rule at time, as John Powell does in the image above.
Just remember: for every rule we suggest, somewhere out there is a great picture that proves you can disregard it and still produce a fantastic image!
Why it works…
10 rules of photo composition (and why they work)

The source of the article


Perbandingan Paket Internet ‘Unlimited’ dari Operator GSM

EMDE Channel | 8/23/2011 08:44:00 AM | 0 komentar
Rateka Lee | Kristian Tjahjono | Yangcanggih.com

Mengakses Internet kini makin murah! Hampir semua operator di Indonesia kian gencar menawarkan koneksi Internet dengan harga terjangkau serta kecepatan maksimum yang cukup menggiurkan. Layanan itu terbagi tiga: volume-based, time-based, dan unlimited.

Volume-based berarti biaya Internet akan dihitung berdasarkan banyaknya data yang Anda gunakan. Sebagai contoh, dengan tarif Rp 0,5/KB, maka jika Anda mendownload lagu sebesar 4MB, Anda harus membayar paling tidak Rp 2 ribu.

Sedangkan time-based menghitung biaya Internet berdasarkan durasi Anda berselancar di Internet. Dengan tarif Rp 50 per menit, misalnya, maka berselancar selama 30 menit akan membuat Anda membayar Rp 1500 — tak peduli apakah Anda menggunakan seluruh waktu itu murni untuk berselancar atau sempat Anda tinggal sebentar ke kamar mandi.

Nah, yang dimaksud dengan unlimited adalah penggunaan Internet tak berbatas, tak peduli lama waktu dan jumlah data yang digunakan. Meski istilah ini tak sepenuhnya benar — karena masih ada pembatasan kecepatan koneksi ketika Anda mencapai kuota tertentu — pilihan ini kami rasa merupakan yang paling cocok dipilih karena lebih mudah dikontrol.

Kami membuat perbandingan antara beberapa paket Internet unlimited yang ditawarkan operator GSM guna mengetahui mana yang punya nilai lebih — dan paling sesuai kebutuhan Anda. Operator GSM dipilih sebab selain cakupan pengguna dan sinyal mereka lebih luas, jaringannya pun dapat digunakan untuk roaming dengan mudah.

Agar lebih mudah, perbandingan dibagi berdasarkan waktu aktif paket untuk pengguna prabayar, mengingat beragamnya skema yang ditawarkan masing-masing operator dan kecenderungan pelanggan Indonesia yang memilih prabayar. Berikut ini pemenang di tiap-tiap kategori:

Harian
1. Harga Rp 1000 | Axis (kuota 10MB).
2. Harga Rp 5000 | XL (kuota 50MB kecepatan maks. 512 Kbps).

Dwiharian
Axis | Rp 1900, kuota 20MB

Mingguan
1. Harga Rp 10.000 | Axis (kuota 100MB)

Dwimingguan
Axis | Rp 12.900, kuota 200MB

Selebihnya tidak dapat diperbandingkan karena tiap-tiap operator memiliki beda skema dan tarif.

Bulanan
1. Kuota 500MB | Tri menang harga (Rp 35.000) tapi Telkomsel menang kecepatan (maks. 2Mbps)
2. Kuota 1GB | Tri menang harga (Rp 50.000) tapi Telkomsel dan Indosat menang kecepatan (maks. 1Mbps)

Yang perlu diperhatikan, Axis dan Tri tidak memberikan informasi mengenai kecepatan yang Anda dapatkan. Dan kecepatan maksimum yang dijanjikan pun sangat jarang bisa Anda dapatkan dengan stabil (berlaku untuk semua operator).

Akhirnya, pemenang sejatinya adalah yang paling sesuai kebutuhan Anda: Yang irit namun dengan kecepatan seadanya, atau yang mahal dengan kecepatan prima?

Kristian Tjahjono, kontributor situs teknologi konsumen yangcanggih.com. Antusias terhadap berbagai jenis gadget, mulai dari komputer, ponsel, sampai kamera digital.

Sumber :

Mengenal Lebih Detail Teknologi USB 3.0

EMDE Channel | 8/18/2010 10:51:00 AM | 1komentar
Teknologi Universal Serial Bus (USB) sudah menjadi standard berbagai perangkat yang terkoneksi ke komputer, mulai dari Hardisk, Mouse, Printer, Kamera, dan lainnya. USB 1.0 sebenarnya sudah mulai dikenalkan sejak 1996, tetapi mulai populer ketika muncul USB 2.0 di awal 2001-an (dengan kecepatan sampai 40x USB 1.0 – 480 MBits/s atau sekitar 57 MBytes/s). Kemudian tahun 2010 ini USB 3.0 mulai dikenalkan, bagaimana kemampuannya ?

USB 2.0 dikenal dengan istilah High-Speed USB, sedangkan USB 3.0 di istilahkan dengan SuperSpeed, karena memang kecepatannya bisa dikatakan Super. Berikut penjelasan lebih detailnya.
Spesifikasi USB 3.0

Beberapa perubahan telah di implementasikan di USB 3.0 seiring dengan peningkatan penggunaan perangkat eksternal dan kebutuhan kecepatan lebih tinggi. Berikut penjelasan singkat teknologinya.

Transfer Rate
Kecepatan transfer data USB 3.0 sekitar 3200 MBits/s ( 3.2 GBits/s atau 400 MBytes/s), dan secara teori dapat mencapat 4.8 GBit/s. Kecepatan ini 6 sampai 10x lebih cepat dari maksimal kecepatan USB 2.0.

Data Transfer
USB 3.0 mengenalkan teknologi transfer data dua arah ( full duplex), sehingga dapat membaca dan menulis data secara bersamaan (simultan). USB 2.0 dan sebelumnya belum mendukung teknologi bi-directional ini .

Power
Tegangan listrik diturunkan dari 4.4 V menjadi 4V, kemudian arus juga ditingkatkan ( menjadi 150mA), sehingga selain lebih hemat energi, sebuah port USB 3.0 dapat digunakan 4-6 perangkat serta meningkatkan recharging.

Power Management
Power managemen yang lebih baik dibanding USB 2.0, sehingga mendukung idle, sleep dan suspend ( Wikipedia )

Bentuk Fisik
Ujung USB 3.0 akan sama dengan USB 2.0 (standard), tetapi kabel didalamnya akan lebih banyak, ada tambahan 4 jalur kabel dibanding USB 2.0 ( total ada 9 jalur kabel).

Bagaimana dengan Pengguna USB 2.0 ?

Saat ini mayoritas perangkat elektronik masih menggunakan teknologi USB 2.0, lalu bagaimana jika nanti sudah mulai berganti dengan USB 3.0 ?. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan, USB 3.0 juga memperhatikan teknologi sebelumnya.

Kompatibilitas
USB 3.0 kompatibel dengan USB 2.0, sehingga perangkat USB 2.0 tetap akan bisa digunakan di port USB 3.0 dan akan berjalan dengan kecepatan standard USB 2.0. Tetapi tidak bisa sebaliknya, perangkat USB 3.0 tidak bisa dipasang di port USB 2.0.

Dukungan Sistem Operasi
Windows Vista, Windows 7 dan Linux sudah mendukung USB 3.0, dan Mac akan segera mengikuti. Tetapi untuk Windows XP sampai saat ini belum ada kepastian apakah akan ada update untuk interface baru ini.
Kekurangan

Selain mempunyai berbagai kelebihan diatas, interface USB 3.0 juga mempunyai beberapa kekurangan, diantaranya sebagai berikut :

* Panjang Kabel. Maksimum panjang kabel USB 3.0 berkurang menjadi 3 meter ( USB 2.0 maksimal 5 meter ). Meskipun hal ini bisa diatasi dengan menambahkan USB Hub.
* Speed Limit, tidak semua perangkat bisa memanfaatkan penuh kecepatan USB 3.0, seperti misalnya Hardisk Magnetik yang terbatas pada kecepatan perputaran keping disk.

Sudah punya gambaran tentang teknologi USB 3.0 ? Jika ingin lebih detail dan lengkap, silahkan membaca ulasan USB 3.0 di Wikipedia atau di Computerworld.

Sumber :

Virus Trojan di Komik Porno

EMDE Channel | 4/29/2010 09:44:00 AM | 0 komentar
Virus Trojan di Komik Porno ternyata bisa digunakan dalam hal yang kurang baik yaitu memeras uang bagi para pembaca komik porno tersebut. Para pemburu game porno dan Hentai (komik berisi konten dewasa khas Jepang) harus semakin waspada dalam mengunduh di internet. Pasalnya, dalam sebuah laporan terbaru, banyak dari netters di Jepang yang mengaku komputernya terinfeksi virus setelah mengunduh.

Bentuk kejahatan lainnya yang makin marak terjadi adalah, pemerasan oleh geng cyber Jepang yang bernama “name to shame” di mana mereka menginstal malware ke dalam aplikasi game porno dan Hentai, kemudian mengancam pengguna yang membayar demi menjaga nama baik mereka.

“Skema yang baru tersebut, dilakukan dengan menyusup dalam file yang terinfeksi, kemudian memeras uang untuk membebaskan mereka dari pencemaran nama baik” kata Rik Ferguson, peneliti keamanan senior Trend Micro, seperti dikutip PC World, Senin (19/4/2010).

Menurut Trend Micro, peneliti di Jepang dan Inggris telah menganalisis serangan itu, pemeras menyusupkan Trojan ke layanan file-sharing populer Jepang yang disebut Winny, yang memiliki 200 juta pengguna. Malware yang menyamar sebagai installer untuk permainan dewasa di genre Hentai.

“Installer meminta serangkaian pertanyaan pribadi, termasuk nama, tanggal lahir, nomor telepon, alamat, nama perusahaan dan password game,” kata Ferguson.

“Ini juga mengumpulkan informasi dari PC, termasuk screenshot favorit Internet Explorer,” tambahnya.

Setelah mendapat informasi yang dibutuhkan, data tersebut digunakan oleh penjahat untuk memeras mulai dari 1.500 yen, atau sekira USD16, korban pun dijanjikan untuk dihapus informasinya.

Menurut laporan di media Jepang, 5.500 orang di daerah Nagasaki sendiri telah mengakui bahwa mereka men-download file berbahaya. Satu dilaporkan adalah kepala sekolah. “Nama baik yang dipertaruhkan menjadi sarana yang efektif terhadap korban seperti itu,” kata Ferguson.

Sumber

Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop & Gadget

EMDE Channel | 4/20/2010 03:24:00 PM | 0 komentar
Dari laboratorium Lawrence Berkely memberikan saran agar baterai perangkat gadget memiliki umur lebih panjang.

Tekniknya sederhana, cabut adaptor dari perangkat gadget dan jangan sering-sering charge kalau baterai masih ada.

Kapan penguna gadget seperti notebook sebaiknya mencabut baterai? Ketika baterai sudah penuh, sebaiknya lepaskan adaptor untuk mengisi baterai. Baterai akan berterima kasih untuk langkah kecil teresbut.

Alasannya mudah, memakai baterai (dis-charger) atau mengisi baterai (re-charge) akan memperpendek umur baterai. Kedua perlakuan tersebut akan menghabiskan umur baterai menjadi lebih singkat. Bila satu langkah saja dapat dijaga, maka umur baterai akan lebih lama.

Panas juga menganggu kemampuan baterai. Menghadapi temperature terlalu panas akan memperburuk daya tahan baterai itu sendiri. Disarankan tidak melewati batasi 15 derajat dari suhu ruang. Tidak heran bila di negara tropis, baterai memiliki daya tahan lebih rendah. Apakah suhu panas membuat masalah, ternyata suhu terlalu dingin membuat masalah lain bagi baterai Li-ion.

Teknik jitu, bila baterai tidak perlu digunakan. Sebaiknya dikeluarkan dari peralatan gadget seperti notebook, lalu gunakan power langsung dari adaptor untuk perangkat elektronik.

Sumber
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger