BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , , , » Virus Trojan di Komik Porno

Virus Trojan di Komik Porno

Must Joyo | 4/29/2010 09:44:00 AM | 0 komentar
Virus Trojan di Komik Porno ternyata bisa digunakan dalam hal yang kurang baik yaitu memeras uang bagi para pembaca komik porno tersebut. Para pemburu game porno dan Hentai (komik berisi konten dewasa khas Jepang) harus semakin waspada dalam mengunduh di internet. Pasalnya, dalam sebuah laporan terbaru, banyak dari netters di Jepang yang mengaku komputernya terinfeksi virus setelah mengunduh.

Bentuk kejahatan lainnya yang makin marak terjadi adalah, pemerasan oleh geng cyber Jepang yang bernama “name to shame” di mana mereka menginstal malware ke dalam aplikasi game porno dan Hentai, kemudian mengancam pengguna yang membayar demi menjaga nama baik mereka.

“Skema yang baru tersebut, dilakukan dengan menyusup dalam file yang terinfeksi, kemudian memeras uang untuk membebaskan mereka dari pencemaran nama baik” kata Rik Ferguson, peneliti keamanan senior Trend Micro, seperti dikutip PC World, Senin (19/4/2010).

Menurut Trend Micro, peneliti di Jepang dan Inggris telah menganalisis serangan itu, pemeras menyusupkan Trojan ke layanan file-sharing populer Jepang yang disebut Winny, yang memiliki 200 juta pengguna. Malware yang menyamar sebagai installer untuk permainan dewasa di genre Hentai.

“Installer meminta serangkaian pertanyaan pribadi, termasuk nama, tanggal lahir, nomor telepon, alamat, nama perusahaan dan password game,” kata Ferguson.

“Ini juga mengumpulkan informasi dari PC, termasuk screenshot favorit Internet Explorer,” tambahnya.

Setelah mendapat informasi yang dibutuhkan, data tersebut digunakan oleh penjahat untuk memeras mulai dari 1.500 yen, atau sekira USD16, korban pun dijanjikan untuk dihapus informasinya.

Menurut laporan di media Jepang, 5.500 orang di daerah Nagasaki sendiri telah mengakui bahwa mereka men-download file berbahaya. Satu dilaporkan adalah kepala sekolah. “Nama baik yang dipertaruhkan menjadi sarana yang efektif terhadap korban seperti itu,” kata Ferguson.

Sumber
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger