BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Penjualan Turun, Mustika Ratu Rugi 102,96%

EMDE Channel | 4/04/2014 02:32:00 PM | 0 komentar
Kiranya bisa maklumlah, kalau tahun ini gak dapet bonus tahunan, sebagai karyawan / staf pada divisi penjualan Cabang, yang setiap hari minggu dan bulan membuat laporan sales, saya sendiri menyadari kondisi penjualan yang ada. Secara global tentang turunnya penjualan Mustika Ratu, saya coba mengutip berita dari salah satu situs ternama di Indonesia seperti berikut ini.

JAKARTA - PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) sepanjang 2013 mencatatkan besaran rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp. 1,022 miliar. Padahal, pada 2012 lalu perseroan mencatat laba Rp. 34,424 miliar.

Artinya, Mustika Ratu mencatat kerugian sebesar Rp. 35,446 miliar atau setara dengan 102,96 persen. Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan, Sabtu (29/3/2014).

Catatan rugi tersebut secara signifikan dipengaruhi oleh penurunan penjualan bersih perusahaan yang menurun sekitar 21,8 persen atau sebesar Rp. 100,06 miliar ke Rp. 358,12 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 458,19 miliar.

Sedangkan, utang MUSTIKA RATU sepanjang 2013 tercatat mencapai Rp. 61,79 miliar atau menurun sebesar Rp. 7,79 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 69,58 miliar. Total utang MUSTIKA RATU tersebut terjabarkan atas utang jangka pendek yang mencapai Rp. 51,8 miliar dan utang jangka panjang sebesar Rp. 9,98 miliar.

Sementara itu, aset Mustika Ratu hingga akhir tahun usaha 2013 tercatat menurun sebesar Rp. 15,8 miliar. Pengaruh penurunan signifikan datang dari besaran aset lancar yang turun sekitar Rp. 39,21 miliar menjadi Rp. 313,6 miliar dari besaran tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 352,8 miliar.

Aset tidak lancar perusahaan sendiri tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp23,32 miliar hingga mencapai Rp125,9 miliar.

Sumber : okezone.com

Pendaki ‘’Nyleneh’’ Asal Tumpang Berjalan Mundur

EMDE Channel | 9/05/2013 08:47:00 AM | 0 komentar
Foto: Merdeka.com

Keteguhan dan keyakinan merupakan kunci meraih sukses.  Hal ini  diperlihatkan pendaki gunung bernama Iswahyudi alias Tarpin. Pria asal Tumpang Kabupaten Malang ini sukses menaklukkan Gunung Semeru secara ‘’nyeleneh’’ Yakni, berjalan mundur selama tiga hari dan berakhir awal pekan ini.

Gunung Semeru memang  sudah akrab dengan Tarpin. Maklum, selain sebagai pendaki, ayah  dua anak ini juga bekerja sebagai porter  atau pembawa barang untuk para pendaki di ‘‘atap‘‘ pulau Jawa ini. Bahkan, ia  sedikitnya  800 kali lebih mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Karena itu, ia sampai dijuluki Tarpin yang merupakan singkatan dari ‘‘Tarsan Pindah‘‘.“Saya sejak tahun 1986 sudah mendaki Gunung Semeru. Kalau ditanya tepatnya berapa kali saya mendaki, sudah lupa. Tapi sedikitnya ya  800 kali,‘‘ ujarnya ketika disambangi Malang Post di markas komunitasnya,Gimbal Alas Indonesia di Sawojajar Kota Malang,kemarin.
Karena itu, ia kemudian mempunyai gagasan ‘‘gila‘‘   mendaki Gunung Semeru dengan cara berjalan mundur.Maklum,  memang  belum ada seorangpun pendaki gunung yang ada di dunia ini melakukan pendakian dengan berjalan mundur. Dibantu dengan Komunitas Gimbal Alas  Tarpin akhirnya mewujudkan keinginannya. Namun, dia tidak asal maupun serta merta melakukannya. Melainkan juga melakukan persiapan dan melengkapi diri dengan peralatan mendaki yang lumrah dilakukan seorang pendaki. Bedanya, saat melakukan pendakian mundur, di badannya harus dipasang dua spion layaknya sepeda motor. “Bagaimana bisa lihat ke belakang, kalau tidak dipasang spion. Ya sebenarnya memang bisa saja tidak memakai spion, tetapi tentu  berpeluang  mendapat berbagai celaka,‘‘ urainya.
 Dia mengawali pendakian dengan  berjalan mundur, pada hari Sabtu (24/8)  mengambil start etape pertama dari Ranu Pani sekitar pukul 08.00 WIB menuju ke Ranu Kumbolo. Pendakian sejauh 12 km dengan medan yang sangat berliku serta menanjak, Tarpin selesaikan dengan waktu empat jam. “Kalau pendaki pemula, ya bisa jadi enam sampai tujuh jam. Belum lagi kalau sesekali berhenti istirahat, ya tambah lama,” urainya.
Foto : Merdeka.com
Sesampainya di Ranu Kumbolo sekitar pukul 12.00 WIB dia beristirahat selama satu jam. Sekitar pukul 13.00, dia start etape kedua menuju  Kali Mati. Pada etape keduanya tersebut, pria kelahiran 1 Januari 1965 ini, hanya memakan waktu lima jam, tepatnya sekitar pukul 18.00 Tarpin sudah berada di Kali Mati dan menginap di tempat tersebut.
Keesokan harinya, Minggu (25/8), dia bersama timnya melanjutkan pendakian mundur untuk menempuh etape ketiga sekitar pukul 12.00 menuju Kelik atau daerah batas vegitasi. Tarpin hanya menempuh waktu dua jam setengah, tepatnya pukul 14.20 WIB sudah sampai di batas vegetasi. “Di tempat tersebut, saya nge-camp lagi, karena sudah petang dan berkabut,” ucapnya.
Dia menuturkan, perlu tenaga yang ekstra kuat untuk menyelesaikan etape terakhir. Lantaran menurutnya, untuk mencapai puncak medan yang ditempuh semakin sulit. “Medannya berbatu dan berdebu tentunya semakin menantang. Belum lagi oksigen yang semakin tipis, karena berada di ketinggian,” urainya.
Hari Senin (26/8) sekitar pukul 05.30 WIB, dia melanjutkan kembali untuk menempuh etape keempat dengan tujuan Puncak Mahameru. Lagi-lagi berkat kelihaian dan keahliannya, Tarpin menyelesaikan etape waktu hanya lima jam. Tepatnya sekitar pukul 10.21 pria asal Tumpang ini sudah  berhasil sampai di puncak Semeru. Saat itu,  Tarpin bersama Komunitas Gimbal Alas Indonesia melakukan upacara mengibarkan bendera merah putih. Jika mendaki secara normal, Tarpin dan kawan-kawan biasanya cukup menghabiskan waktu sehari dan semalam untuk mencapai puncak Gunung Semeru. “Kemudian  kami selebrasi dan berfoto bersama. Saat itu kami sangat senang karena akhirnya bisa menaklukkan Gunung Semeru dengan berjalan mundur yang memang baru pertama kali,“ urainya.
Saat turun, dia juga berjalan mundur. Namun, saat turun lebih mudah dibanding saat mendaki. Selama melakukan perjalanan untuk turun tersebut, Tarpin bersama komunitasnya mengumpulkan sampah  yang  banyak berserakan di sepanjang jalur pendakian.“Kami memang mempunyai tujuan ganda melakukan aksi ini, selain menaklukan tantangan berjalan mundur, juga melakukan kegiatan sosial membersihkan sampah,“ jelasnya.
Melalui kegiatan itulah dia sekaligus berpesan agar kepada para pendaki pemula untuk tetap menjaga lingkungan Gunung Semeru. “Apalagi setelah dijadikan syuting  film 5 Cm, maka akhir-akhir ini Gunung Semeru semakin dipadati pendaki pemula. Biasanya usai mendaki, mereka membuang sampah begitu saja. Hal ini membuat rusak lingkungan dan tentunya membahayakan lingkungan,“ keluhnya.Terbukti, saat mengumpulkan sampah itulah, dia bersama komunitasnya berhasil mengeruk sampah dalam jumlah banyak kemudian dibawa turun untuk dibakar. ‘‘Setelah ini saya juga  ingin mendaki  Gunung Rinjani yang ada di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara berjalan mundur,‘‘ pungkasnya.

sumber : Foto : Merdeka.com


Ketika mahameru didaki pemula. Akibatnya banyak kerusakan pada alam... *Sampah e cak dijupuki, ojok foto2an ae!!!  
(Sebuah Status kawan Abi Yazid Al Basthomi)

Foto: FB OM Dhemitz
Dan salah satu komentar status : Iswahyudi yang akrab disapa Tarpin (tarzan pinter), berhasil mewujudkan niatnya untuk mendaki Gunung Semeru dengan cara berjalan mundur. Ia mencapai puncak Mahameru pada hari Senin (26/8/2013) pagi yang merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa. Pendakian Tarpin dimulai sejak Sabtu (24/8/2013) pagi sekitar pukul 08.15 dari Pos Pendakian Semeru di Ranu Pane. Bagusnya lagi sembari berjalan Tarpin membersihkan sampah-sampah yang berserakan disepanjang jalan yang dilewatinya. Patut menjadi inspirasi dan bisa memotivasi kita semua untuk lebih menghargai alam. SUKSES TARPIN..SALAM DUA KAKI..
[sing nyekel rokok gan cak tarpin,sing sijine cak takim dukun bantengan tumpang] Sumber : FBOM Dhemitz

Penghasilan pengemis di Jakarta lebih besar dari manajer

EMDE Channel | 6/27/2013 09:24:00 AM | 0 komentar
Sungguh mencengangkan, kalau memang tulisan ini adalah benar sebagai realita dan fakta yang ada...
Dengan muka memelas mereka menyusuri jalan-jalan Jakarta yang berdebu. Menadahkan tangan meminta sedekah. Sebagian tampil dengan anggota tubuh tak lengkap, sebagian lagi membawa bayi mungil yang dekil dalam gendongan. Penampilan para pengemis itu mengundang iba. Selembar seribu atau dua ribuan dengan ikhlas direlakan para dermawan untuk mereka.

Benarkah para pengemis yang setiap hari lalu lalang itu hidup menderita? Ternyata tidak semua.

Petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menemukan fakta mengejutkan. Dalam sehari, pengemis di Jakarta bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta.

"Kalau yang segitu biasanya didapat pengemis dengan tingkat kekasihanan yang sangat sangat kasihan. Seperti pengemis kakek-kakek atau ibu-ibu yang mengemis dengan membawa anaknya," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda saat ditemui di kantornya, Selasa (25/6).

Kemudian, lanjutnya, untuk pengemis dengan tingkat kasihan yang standar atau biasa saja dalam sehari bisa mendapatkan sekitar Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Itu seperti anak-anak jalanan yang saat mengemis mengandalkan muka memelas," tuturnya.

Satu hari Rp 1 juta, kalikan 30 hari. Pengemis ini bisa dapat Rp 30 juta per bulan. Bermodal perkusi dari tutup botol, anak-anak jalanan mengantongi Rp 12 juta lebih.

Maka silakan bandingkan dengan gaji manajer di Jakarta. Penelusuran merdeka.com, gaji manajer di Jakarta rata-rata berkisar Rp 12 hingga 20 jutaan. Gaji pemimpin cabang sebuah bank rata-rata Rp 16 juta. Sementara Kepala Divisi Rp 20 juta.

Rata-rata butuh waktu sekitar tujuh tahun bagi seorang profesional mencapai level manajer. Tak mudah mencapai posisi itu.

Untuk fresh graduate atau sarjana yang baru lulus dan tak punya pengalaman kerja. Kisaran gajinya Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta. Jika beruntung, ada perusahaan yang mau memberi hingga di atas Rp 4 juta. Tapi sangat jarang.

"Saya kerja jadi teller di bank. Sudah lima tahun, paling bawa pulang Rp 4 juta. Kaget juga dengar pengemis bisa dapet belasan sampai Rp 30 juta," kata Rani, seorang pegawai bank pemerintah saat berbincang dengan merdeka.com.

Luar biasa memang. Gaji seorang manajer kalah oleh pengemis. Teller bank yang selalu tampil cantik dan modis, gajinya hanya sepertiga anak jalanan yang bermodal tampang memelas.

"Karena pendapatan yang terbilang fantastis itulah, para pengemis enggan beralih profesi. Cukup bermodal tampang memelas, tanpa skill apapun mereka bisa dapat uang banyak dengan mudah," kata Miftahul Huda.

Dia menambahkan maraknya pengemis dan gelandangan yang tersebar di Ibukota disinyalir sudah teroganisir. Diduga ada sindikat yang mengatur kelompok pengemis yang kerap mendrop mereka di suatu tempat untuk kemudian 'beroperasi' di wilayah yang telah ditentukan.

"Kita pernah menelusuri ke kampung halamannya. Dan memang nyatanya mereka punya rumah yang bisa dibilang lebih dari cukuplah di kampungnya itu. Itu fakta yang kita dapatkan," jelas Miftahul.

Untuk itu, Miftahul mengimbau kepada masyarakat yang ingin memberikan sumbangan menyalurkan ke tempat yang tepat.

"Dengan menyalurkan ke badan zakat yang resmi, akan disalurkan ke yang berhak menerimanya. Dan secara otomatis ini mengurangi pengemis, karena tidak ada yang mau memberi di jalan," tandasnya.

Sumber : Via id.berita.yahoo.com

Sikap (NU) Terhadap Organisasi Perongrong NKRI

EMDE Channel | 6/24/2013 08:30:00 AM | 0 komentar
Hasil Bahtsul Masa'il Semarang menarik, jawaban yang ditunggu banyak Nahdliyin terhadap Organisasi perongrong NKRI seperti HTI dan Partai yang punya keinginan merubah Indonesia jadi Negara Islam
Berikut kami sampaikan isi (berdasar notulen yang dicatat oleh penulis, hasil ringkasnya) musyawarah para ulama di forum Bahtsul Masa’il Konferwil NU Jateng di Semarang, yang berjalan selama dua jam sore tadi (Minggu, 23 Juni 2013) Pendapat atau putusan yang kami tulis ini hanyalah kesimpulannya. Adapun rujukan ayat Al-Qur’an, hadis maupun dari kitab2 tidak kami cantumkan karena sangat banyak dan panjang. Isi lengkapnya akan diterbitkan jadi buku kelak. Forum pembasahan masalah-masalah dalam perspektif Hukum Islam ini untuk menjawab pertanyaan umat sebagai berikut:
  1. Bagaimana hukum menghormati simbol-simbol Negara yang merupakan hasil konsensus (mawatsiq) Bangsa? seperti hormat kepada bendera merah putih pada upacara-upacara, berdiri ketika menyanyikan lagu kebangsaan?

  2. Bagaimana hukum menganggap dan menyatakan bahwa Pancasila dan NKRI adalah sebuah ideologi dan sistem kufur dan thoghut?

  3. Bagaimana pandangan fiqh tentang langkah yang harus diambil Pemerintah terhadap kelompok tersebut?
Jawaban Pertanyaan Nomor 1.
Bagaimana hukum menghormati simbol-simbol Negara yang merupakan hasil konsensus (mawatsiq) Bangsa? seperti hormat kepada bendera merah putih pada upacara-upacara, berdiri ketika menyanyikan lagu kebangsaan?
  1. Utusan Kab. Tegal: Boleh. Karena berdasarkan tindakan Rasulullah ketika memberikan surat kepada Raja Persia Hiraqlu (Heraclius). Dalam surat tersebut terdapat tulisan Bismillah dan Salamun Ala Man Ittaba’ Al-Huda. Berpijak pada hadis Hubbul Wathon Minal Iman, maka hukumnya wajib

  2. Cilacap. Diperbolehkan, bahkan diwajibkan

  3. Klaten.  Diperbolehkan. Dasarnya pada masa Rasulullah orang yang membawa bendera dalam peperangan akan mempertahankan benderanya sebagai tanda kekuatan pasukan

  4. Wonosobo. Diperbolehkan asal tidak takdim seperti ta’dhimnya kepada Allah SWT

  5. Sukoharjo. Boleh, bahkan wajib. Dan bagi warga negara muslim maupun non muslim yang tidak mau menghormati bendera lantaran menurut keyakinannya haram (seperti mengatakan negara kafir, thoghut) maka harus diluruskan dengan diserahkan kepada penegak hukum.

  6. Demak. Boleh, konkritnya; dalam penghormatan tidak ada unsur ibadah, dan sebagai wujud cinta negara. Karena dalam Pancasila dijelaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai rahmat Allah Yang Maha Esa, maka menghormati bendera sebagai simbol tanah air sama dengan mensyukuri nikmat Allah Taala
Keputusan Perumus. Penghormatan kepada bendera hukum asalnya Jawaz (boleh) tapi karena sudah menjadi undang-undang Negara maka hukumnya menjadi wajib sebagaimana ibarat (keterangan) dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin.

Jawaban Pertanyaan Nomor 2
  1. Bagaimana hukum menganggap dan menyatakan bahwa Pancasila dan NKRI adalah sebuah ideologi dan sistem kufur dan thoghut?

  2. Demak.  Haram. Mengacu pada jawaban soal nomor 1, maka orang yang mengingkari bentuk negara Indonesia atau menganggap Indonesia sebagai Negara thoghut hukumnya tidak dibenarkan

  3. Rembang. Menganggap pancasila sebagai thoghut adalah pengakuan yang batil (dakwah bathilah). Menganggap demokrasi sebagai sistem kuffur juga dakwah bathilah.

  4. Purwodadi.  Haram, berdosa, bahkan bisa kafir kalau orang-orang yang menyatakan negara Indonsia thoghut; menganggap bahwa penduduk Indonesia lebih spesifiknya warga nahdliyin sebagai orang kafir.
Keputusan Perumus. Tidak dibenarkan (Haram).

Jawaban Pertanyaan Nomor 3:
Bagaimana pandangan fiqh tentang langkah yang harus diambil Pemerintah terhadap kelompok tersebut?
  1. Kendal. Apabila yang menyatakan individu maka pemerintah harus meuruskan, tapi apabila sudah menjadi gerakan atau kekuatan (syaukah) maka pemerintah harus memerangi

  2. Purwodadi.  Pemerintah memberitahu kepada individu yang tidak tahu dan mengirim guru kebangsaan apabila yang menolok komunitas/kelompok

  3. Sukoharjo. Pemerintah perlu memberi pemahaman yang lurus, memperingatkan, melarang dengan keras

  4. Tegal. Tindakan yang harus dilakukan pemerintah : 1) tabayun 2) Menasihati 3) Memberi peringatan keras, 4) mengajak dialog dan berunding.
Keputusan Perumus. Karena yang menyatakan negara indonesia kafir belum memiliki kekuatan (syaukah) maka gerakan ini belum masuk kategori bughot (pemberontak). Sehingga pemerintah harus menegur perongrong Negara dan mengutus pengajar kepada kelompok tersebut agar kembali ke jalan yang benar. Syaukah tidak harus memiliki kekuatan pemerintahan (eksekusi), tidak harus memiliki balatentara. Tetapi partai (hizb) atau kekuatan politik juga masuk dalam arti syaukah. Dengan demikian gerakan tersebut dapat dikategorikan bughot.
Pemerintah melakukan tindakan dengan tahapan sebagai berikut:
  1. Pertama, memanggil kelompok tsb untuk tabayyun (klarifikasi).

  2. Kedua, Pemerintah mengirim utusan untuk mendakwahi mereka agar kembali ke jalan yang benar. Jika belum bertobat atau tidak berubah, pemerintah member peringatan keras. Jika masih ajeg, diberi sanksi pidana. Jika masih tidak berubah, diperangi alias ditumpas.
Semarang, 23 Juni 2013
Pemimpin Sidang
Ketua : KH A’wani (Rois Syuriyah PWNU Jateng)
Sekretaris : KH Aniq Muhammadun (Wakil Rois)

Sumber : Berita, Illustrasi Gambar dan Berita terkait

Anak-anak Cenderung Meniru Adegan di Televisi

EMDE Channel | 5/29/2012 08:21:00 AM | 0 komentar
Adit (5 tahun) asyik menonton film kartun yang ditayangkan sebuah stasiun televisi. Ketika si "jagoan" di film itu berhasil memukul lawannya sampai terkapar, balita itu bersorak senang, sementara pengasuh yang mendampinginya, sibuk menulis layanan pesan singkat (sms).
Setiap hari berbagai stasiun televisi menanyangkan film dan sinetron yang penuh dengan adegan kekerasan dan mistik, juga liputan bencana alam, kerusuhan, aksi teroris, penculikan, kriminalitas atau kejahatan mengerikan yang ditonton oleh keluarga termasuk anak-anak.
Hasil kajian Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, misalnya mencatat, rata-rata anak usia sekolah dasar menonton televisi antara 30-35 jam setiap minggu.
Artinya pada hari-hari biasa mereka menonton tayangan televisi lebih dari 4-5 jam sehari. Sementara di hari Minggu bisa 7-8 jam. Jika rata-rata empat jam sehari, berarti setahun sekitar 1.400 jam, atau 18.000 jam sampai seorang anak lulus SLTA.
Padahal waktu yang dilewatkan anak-anak mulai dari TK sampai SLTA hanya 13.000 jam. Ini berarti anak-anak meluangkan lebih banyak waktu untuk menonton televisi daripada untuk kegiatan apa pun, kecuali tidur.
Lebih parah lagi, kebanyakan orangtua tidak menyadari dampak kebebasan media yang kurang baik terhadap anak-anak.
Indikasi demikian terlihat dari tidak diawasinya  anak-anak dengan baik saat menonton televisi meski di layar diterakan kata-kata dengan bimbingan orangtua (BO), dewasa (DW) dan remaja (R).
Memang tidak semua program televisi berdampak buruk bagi anak-anak. Ada juga tayangan yang punya sisi baik, misalnya acara pendidikan.
Banyak informasi bisa diserap dari televisi yang tidak didapat dari tempat lain. Namun, di sisi lain banyak juga acara  televisi yang bisa berdampak buruk terhadap anak-anak.
Hasil penelitian menyimpulkan, sebagai media audio visual, televisi mampu merebut 94 persen saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga.
TV mampu membuat orang pada umumnya mengingat 50 persen dari apa yang mereka lihat dan dengar di layar, walaupun hanya sekali ditayangkan.
Pada anak-anak yang umumnya selalu meniru apa yang mereka lihat, tidak tertutup kemungkinan perilaku dan sikap mereka akan meniru kekerasan yang ditayangkan di televisi yang mereka tonton.
Tampaknya pesan jelas bagi para orang tua yang disampaikan Dewan Media Anak-anak Australia (ACCM) patut dicontoh - matikan televisi yang menayangkan berita kekerasan/bencana secara terus menerus.
Dewan itu mengingatkan para orang tua bahwa anak-anak dapat menjadi sangat cemas dan tertekan jika mereka berulang kali menonton beberapa cuplikan dramatis yang ditampilkan di televisi dan program berita terkini.
Menurut Rita Princi, psikolog anak dan anggota ACCM, anak-anak terutama di bawah usia 10 tahun, sangat rentan terhadap rekaman yang mereka lihat dan cerita yang mereka dengar.
"Sehubungan dengan tayangan tentang bencana alam yang banyak terjadi, dapat dimengerti bahwa anak-anak mulai merasa tidak aman. Sudah saatnya bagi orangtua untuk  mematikan televisi untuk anak-anak," katanya.
Orang tua menurut dia, adalah orang dewasa dan perlu membuat pilihan tepat untuk memastikan anak-anak mereka merasa aman.
"Kita bertanggung jawab agar anak-anak tidak dibombardir dengan informasi terus-menerus bahwa dunia adalah tempat yang tidak aman. Gempa bumi, tsunami dan banjir bukan satu-satunya yang terjadi di dunia ini," katanya.
Menurut seorang pengamat anak-anak Dra. Mazdalifah, Ph.D, tayangan kekerasan adalah yang menampilkan adegan kekerasan dari tingkat ringan seperti kata-kata kasar, makian, cacian, sampai ke tingkat berat seperti adegan membunuh.
Hampir semua stasiun televisi di Indonesia menampilkan adegan kekerasan sebagai menu utamanya.
Anak-anak meniru
Hasil pengamatan Mazdalifah menunjukkan  anak-anak balita  telah melakukan beberapa peniruan terhadap apa yang telah mereka tonton di televisi.
Hal itu  mereka lakukan, karena hampir setiap hari menyaksikan bermacam adegan, termasuk di dalamnya kekerasan.
"Saat ini banyak stasiun televisi yang menayangkan sinetron, pada jam utama yang banyak bermuatan kekerasan, baik dalam bentuk kekerasan ringan seperti, ucapan kasar maupun kkerasan berat seperti tindakan membunuh," katanya.
Secara sederhana, katanya,  bentuk peniruan yang dilakukan anak-anak adalah ucapan kasar dalam permainan dengan teman sebaya.
Atau mereka menendang, memukul, mendorong, saat bermain dengan temannya. Televisi mendorong anak meniru dan melakukan tindakan menyerang.
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan sangat banyak adegan yang tak pantas dilihat anak-anak itu dalam berbagai sinetron, berita atau tayangan reka ulang kasus pembunuhan yang ditayangkan televisi.
Banyak orangtua yang datang ke Komnas PA dengan kasus anaknya mencoba bunuh diri mengatakan, anak-anaknya sering nonton berbagai tayangan kekerasan di televisi tanpa pengawasan atau bimbingan orangtua.
"Padahal, anak-anak kan belum bisa menilai mana yang baik dan buruk. Ibaratnya mereka itu seperti kertas putih yang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai faktor keluarga dan lingkungan," ujarnya.
Komnas  PA juga menyebutkan, berdasarkan penelitian dari tahun 2006 hingga akhir 2009,  terungkap sebanyak 68 persen tayangan di 13 stasiun televisi mayoritas mengandung kekerasan.
"Tidak ada pilihan (tayangan) buat anak.  KPI lemah karena mandatnya lemah. Dia hanya bisa memberi sanksi administrasi," katanya.
Memang televisi bisa berdampak kurang baik bagi anak-anak, tetapi melarang mereka sepenuhnya untuk menonton televisi juga tidak tepat.Yang lebih bijaksana menurut Ketua Komnas PA adalah mengontrol tayangan televisi bagi anak-anak.
"Setidaknya anak-anak diberi pemahaman tayangan mana yang bisa mereka tonton dan mana yang tidak boleh. Orangtua perlu mendampingi anak-anaknya saat menonton televisi. Selain membangun komunikasi dengan anak, hal ini bisa mengurangi dampak negatif televisi bagi anak. Kebiasaan secara sehat ini mesti dimulai sejak usia dini," katanya.
Di lain pihak, pengelola program tayangan televisi pun punya tanggungjawab untuk melakukan penyaringan acara-acara yang seronok, apalagi tayangan-tayangan iklan dengan menampilkan kemulusan kulit perempuan yang bisa disebut 70 persen sudah telanjang.
Tentang kewenangan KPI yang katanya berperan sebagai lembaga pengontrol program tayangan televisi, dia mempertanyakan sudah seberapa banyak tayangan televisi yang berhasil dihentikan karena tidak sesuai dengan aturan dan budaya Indonesia.
Pakar komunikasi Undip Triyono Lukmantoro mengatakan, aksi kekerasan yang ditayangkan di televisi sebaiknya jangan dipertontonkan secara eksesif.
Dia mendukung langkah Dewan Pers yang kemudian meminta stasiun-stasiun televisi untuk menstop menyiarkan peristiwa kekerasan.
"Media televisi memiliki kekuatan visualisasi luar biasa yang bisa memengaruhi penonton untuk meniru apa yang ditayangkan. Apalagi, jika penontonnya adalah kalangan anak-anak," katanya.
Menyikapi tayangan aksi kekerasan di televisi, dia berpendapat, seharusnya yang paling berperan aktif adalah KPI atau KPID. Mereka harus bersikap ketika melihat televisi yang eksesif menyiarkan aksi kekerasan.
Pendapat Triyono agaknya patut disimak, KPI dan KPID harus lebih responsif dalam mengawasi program siaran lembaga penyiaran dan jangan menunggu pengaduan dari masyarakat, sekaligus mengantisipasi ditayangkannya aksi kekerasan secara eksesif.
Ke depan, perlu ada pengawasan lebih ketat terhadap tayangan televisi, terutama yang berbau kekerasan dan seksualitas. 

Sumber OASE
Foto illustrasi

2013, Malang Jadi Bandara Internasional

EMDE Channel | 5/01/2012 11:23:00 AM | 0 komentar
MALANG – Meski jumlah bandara internasional di Indonesia-- mencapai 27 bandara-- dinilai terlalu berlebihan, tapi tahun depan Jawa Timur menargetkan Bandara Abdulrachman Saleh, Malang  juga ‘go’ internasional. Selain karena Bandara Juanda sudah melebihi kapasitas, sehingga diperlukan bandara pendamping, dengan fasilitas baru rute dunia bisa menerbangi Malang.

Gerbang Bandara Abdurrahman Saleh, Malang
Namun menurut kalangan pengamat fasilitas Bandara Abdulrahman Saleh saat ini masih jauh dari kata cukup untuk menjadi bandara internasional. “Pada dasarnya Malang punya potensi besar untuk pariwisata namun pencanangan sebuah bandara menjadi sebuah bandara internasional butuh waktu dan proses yang panjang,” terang pengamat penerbangan Dudi Sudibyo Rabu (11/4).
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bandara Internasional  antara lain Karantina, Balai Kesehatan untuk penumpang, Bea Cukai dan Imigrasi serta Sosialisasi terhadap pasar luar bahwa di Jatim terdapat dua bandara international yaitu Bandara Juanda dan Bandara Abdul Rahman Saleh.
 Terkait runway, bandara Malang hanya memiliki panjang 2.300 meter, padahal untuk sebuah bandara international syaratnya sekitar 3.000 meter. Sementara untuk kedatangan dalam dan luar negeri dia merasa telah cukup memenuhi Kuota.
Selain itu  masih banyak peralatan lain yang hasrus disiapkan. Bandara Abdulrahman  Saleh harus dipasang instrument light system (ILS). Pasalnya hingga kini bandara itu belum memiliki ILS, sedangkan untuk memasang ILS merupakan kewenangan pemerintah pusat.ILS ini digunakan untuk memfasilitasi penerbangan pada malam hari.
“Sejauh ini masih sekitar tujuh kali penerbangan pulang pergi. Dari Malang-Jakarta sebanyak enam kali penerbangan, dan satu kali penerbangan Malang-Denpasar. Itu siang semua, jadi belum lah,” tambahnya
Terpisah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara, Mayor Teguh Susilotomo mengatakan 2013 semua fasilitas bandara sudah selesai pengerjaannya. “Sekarang tinggal perbaikan di kiri dan kanan saja. Selama empat minggu ke depan, perbaikan terakhir itu ditarget sudah selesai. Jadi 2013 siap pakai,” katanya saat dihubungi Rabu (11/4) pagi tadi.
Dicontohkannya perpanjangan lintasan atau runway dari sebelumnya 1.900 meter menjadi lebih dari 2.300 meter telah selesai. Setelah finishing, kini tinggal pemasangan runway light sekitar 400 meter untuk mempermudah proses landing pesawat.  “Kalau runway light ini dipasang secepatnya. Harapan kami tahun ini juga sudah selesai,”paparnya.
Sementara untuk pengerjaan terminal keberangkatan yang berdiri 2 lantai saat ini masih terhenti. Teguh memperkirakan mandeknya pengerjaan itu disebabkan karena anggaran yang belum turun pada tahun ini.
“Mungkin karena anggaran tahun ini belum turun. Kalau sudah cair, bisa segera dikerjakan lagi. Untuk pembangunan terminal keberangkatan, Pemprov Jatim yang tahu karena anggarannya dari APBD Jatim,” urai Teguh.Saat ini pengerjaannya baru sekitar 30% saja. Kapasitasnya mampu menampung hingga 900 penumpang.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan, usulan agar Bandara Abdulrahman Saleh menjadi bandara internasional sudah disampaikan kepada Meteri Perhubungan sejak dua bulan silam.
“Menhub sudah menerima dan sekarang mempelajari usulan kami,” kata Soekarwo usai Apel Komandan Satuan di Dodikjur Rindam V Brawijaya Malang, Selasa (10/4).
Sejak akhir 2011 silam, bandara yang sebelumnya menyatu dengan pangkalan TNI AU ini sudah terpisah dengan penerbangan militer. Sehingga murni untuk penerbangan komersial dan dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara yang bertanggungjawab langsung kepada Pemprov Jawa Timur. Dengan demikian, Bandara Abdurrahman Saleh menjadi bandara yang dikelola oleh Pemprov Jawa Timur dan tiga pemerintah daerah Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kota Malang).“Bandara Abdurrahman Saleh akan menjadi pilot project, biar PT Angkasa Pura punya competitor,” ujar Soekarwo.
Salah stau pertimbangan Malang harus memiliki bandara internasional karena geliat Malang Raya makin pesat. Diantaranya, sebanyak 45% mahasiswa yang belajar di Malang berasal dari luar Jawa Timur.
Usulan bandara Abd Saleh menjadi bandara internasional ini disambut baik oleh Pemkot Malang. Walikota Malang, Peni Suparto mengatakan, pihaknya sudah memiliki rencana untuk membangun embarkasi haji bagi para jamaah haji yang berasal dari Kota Malang.
“Kalau rencana itu disetujui, kami siap membangun embarkasi haji. Sehingga para jamaah haji tak perlu jauh-jauh ke Surabaya,” kata Peni.
Selain itu, sambungnya, manfaat lainnya tentu dirasakan masyarakat Malang Raya. Misalnya, berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan dari luar daerah. Karena akses transportasi semakin mudah dijangkau.
Sekadar diketahui, dari 27 bandara internasional di Indonesia sebenarnya hanya 5 yang ideal mengikuti program open sky penerbangan ASEAN pada 2015.Lima bandara Indonesia yang akan sepenuhnya dibuka untuk dimasuki maskapai-maskapai dari negara ASEAN yaitu Soekarno-Hatta (Jakarta), Kualanamu (Medan), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Denpasar) dan Sultan Hasanuddin (Makassar).zar,m42

Business Development

EMDE Channel | 4/25/2012 01:58:00 PM | 0 komentar
Belum lama ini perusahaan tempat kami bekerja, PT.Mustika Ratu Tbk mengeluarkan produk baru berupa Produk Renceng. Dari segi produk sebenarnya bukanlah produk baru, namun produk yang sudah ada di PT.Mustika Ratu. Bedanya adalah, produk tersebut yang tadinya dikemas dalam kemasan Botol maupun tube, dengan tidak mengabaikan kemasan reguler yang sudah ada, kini dikemas dalam kemasan ekonomis berupa renceng/sachet. Sebagai bentuk dari salah satu strategi market sales.
Untuk mendukung suksesnya produk tersebut di pasaran, khususnya tradisional market (3G) Pihak Managemen (ada baiknya dan tidak ada salahnya) mencanangkan sebuah program "PEDULI PRODUK MUSTIKA RATU". Kepada seluruh Departemen Sales, Distribusi dan Promosi untuk membantu dan memasarkan produk renceng/Sachet Mustika Ratu dilingkungan tempat tinggal masing-masing, minimal 1 toko. Sebagai bentuk kepedulian kami sebagai Karyawan, kamipun mencoba untuk menginformasikan produk tersebut ke khalayak umum dengan memposting informasi di sebuah blog pribadi mdbusiness.blogspot.com
Untuk info mengenai produk tersebut, silahkan anda lihat Info Produk Renceng Mustika Ratu di website kami MD Business

My New Personal Blog

EMDE Channel | 4/16/2012 10:19:00 AM | 0 komentar
Pengunjung djerugangsiji.co.cc yang budiman, terimakasih atas kesediaan anda mengunjungi blog yang ruwet ini, dengan sengaja atau tanpa sengaja dari arah manapun anda datang (Google search, etc) mudah-mudahan anda mendapatkan apa yang anda cari (mis. artikel) atau yang lainya dan anda mendapatkan manfaat darinya. Mohon maaf apabila anda tidak menemukan apa yang anda maksud/cari di blog ini, atau artikel yang anda temukan tidak sesuai dengan yang anda maksudkan.



Jika anda hobby dengan dunia fotografi (amatir maupun profesional) jika berminat silahkan kunjungi Personal Blog saya yang lain (bymakinov.blogspot.com) tentang Fotografi. barangkali anda bisa mendapatkan sesuatu yang anda sukai di sana. dan saya juga berharap mendapatkan sesuatu / masukan dari anda para profesional, sebab saya masih baru di dunia fotografi itu.... Terimakasih.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger