BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Tampilkan postingan dengan label Abdul Rahman Saleh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abdul Rahman Saleh. Tampilkan semua postingan

3 Titipan GUSTI ALLAH

EMDE Channel | 4/22/2013 01:50:00 PM | 0 komentar
Dalam hidup ini, setiap manusia selalu mendapatkan pengayoman dari GUSTI ALLAH. Pengayoman tersebut tidak pernah putus walau sedetik pun. Berbagai kenikmatan di dunia ini senantiasa kita terima secara gratis. Contohnya, napas kita. GUSTI ALLAH senantiasa memberikan udara pada kita untuk bernapas dan tidak membayar sepeser pun alias gratis. Namun kadangkala manusia selalu menganggap kenikmatan itu sebagai hal-hal yang berbau materi.

Umumnya manusia merasa baru mendapatkan kenikmatan setelah menerima duit dari orang lain. Mereka mengatakan itu merupakan rejeki. Rejeki dan kenikmatan itu semata-mata bukanlah materi. Apa yang kita terima dari GUSTI ALLAH berupa kesegaran, kesehatan dan lainnya, itupun merupakan rejeki dan kenikmatan dari ALLAH. Itu merupakan tanda bahwa GUSTI ALLAH senantiasa mengayomi setiap diri umatnya. Tidak peduli apakah umatnya itu memiliki cacat fisik maupun rohani, semuanya selalu mendapatkan pengayoman dari GUSTI.

GUSTI ALLAH itu juga Maha Adil. DIA menjaga setiap sendi-sendi kehidupan umatnya. Namun berbeda dengan manusia, rata-rata makhluk yang disebut manusia ini dalam praktek kehidupan sehari-hari ternyata tidak adil. Ada tiga hal yang patut dijaga oleh manusia agar seorang manusia itu dikatakan adil dan menjadi "Manungso sejati". Apa saja itu?

Tiga hal tersebut adalah:
1. Raga
2. Pikiran
3. Jiwa

Ketiga hal tersebut ada dalam setiap tubuh manusia. Raga dalam bahasa Jawa disebut "Wadag". Pikiran dalam bahasa Jawa disebut "nalar". Sedangkan Jiwa disebut orang Jawa dengan "suksma". Ketiga hal tersebut antara satu dengan lainnya memiliki makanan sendiri-sendiri.

Makanan untuk ketiga hal tersebut:
1. Raga (makanannya adalah nasi, roti dsb)
2. Pikiran (makanannya adalah membaca koran, melihat TV, mendengarkan radio dan tukar pikiran dengan orang lain agar tumbuh pemahaman)
3. Jiwa (makanan dari jiwa adalah "panembah", "Memuji GUSTI ALLAH", Sembahyang, Sholat dan lainnya, agar muncul rasa tentram dalam hidup ini).

Nah, rata-rata manusia dikatakan tidak bisa adil karena untuk menjaga makanan dari ketiga hal tersebut saja merasa kesulitan. Padahal, GUSTI ALLAH sudah menitipkan tiga hal tersebut pada setiap diri dan titipan itu harus dirawat dengan baik oleh manusia. Kenyataannya malah berkata lain. Manusia umumnya menelantarkan satu dari ketiga hal tersebut.

Setiap titipan GUSTI ALLAH pada manusia jika kita sebagai manusia menelantarkannya, maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam hidup ini. Contohnya, jika kita lebih mementingkan raga saja dengan makan semua makanan yang ada tanpa diimbangi dengan kebutuhan Jiwa dan pikiran, maka yang muncul adalah penyakit akibat makanan itu.

Demikian juga ketika kita lebih mementingkan pikiran dimana kita selalu mencari pemahaman dengan membaca koran dan ilmu pengetahuan lainnya tanpa mempedulikan raga dan jiwa, maka kita juga akan sakit. Umumnya sakit maag, lever dan lainnya.

Oleh karena itu, ketiga hal tersebut harus dijaga keseimbangannya karena ketiganya merupakan titipan yang sangat berharga dari GUSTI ALLAH. Kalau ketiga hal tersebut sudah bisa dijaga dengan seadil-adilnya, maka kita bisa disebut manusia yang senantiasa menjaga amanah dari GUSTI ALLAH dan digelari sebagai "Manungso Sejati".
Sumber :

2013, Malang Jadi Bandara Internasional

EMDE Channel | 5/01/2012 11:23:00 AM | 0 komentar
MALANG – Meski jumlah bandara internasional di Indonesia-- mencapai 27 bandara-- dinilai terlalu berlebihan, tapi tahun depan Jawa Timur menargetkan Bandara Abdulrachman Saleh, Malang  juga ‘go’ internasional. Selain karena Bandara Juanda sudah melebihi kapasitas, sehingga diperlukan bandara pendamping, dengan fasilitas baru rute dunia bisa menerbangi Malang.

Gerbang Bandara Abdurrahman Saleh, Malang
Namun menurut kalangan pengamat fasilitas Bandara Abdulrahman Saleh saat ini masih jauh dari kata cukup untuk menjadi bandara internasional. “Pada dasarnya Malang punya potensi besar untuk pariwisata namun pencanangan sebuah bandara menjadi sebuah bandara internasional butuh waktu dan proses yang panjang,” terang pengamat penerbangan Dudi Sudibyo Rabu (11/4).
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bandara Internasional  antara lain Karantina, Balai Kesehatan untuk penumpang, Bea Cukai dan Imigrasi serta Sosialisasi terhadap pasar luar bahwa di Jatim terdapat dua bandara international yaitu Bandara Juanda dan Bandara Abdul Rahman Saleh.
 Terkait runway, bandara Malang hanya memiliki panjang 2.300 meter, padahal untuk sebuah bandara international syaratnya sekitar 3.000 meter. Sementara untuk kedatangan dalam dan luar negeri dia merasa telah cukup memenuhi Kuota.
Selain itu  masih banyak peralatan lain yang hasrus disiapkan. Bandara Abdulrahman  Saleh harus dipasang instrument light system (ILS). Pasalnya hingga kini bandara itu belum memiliki ILS, sedangkan untuk memasang ILS merupakan kewenangan pemerintah pusat.ILS ini digunakan untuk memfasilitasi penerbangan pada malam hari.
“Sejauh ini masih sekitar tujuh kali penerbangan pulang pergi. Dari Malang-Jakarta sebanyak enam kali penerbangan, dan satu kali penerbangan Malang-Denpasar. Itu siang semua, jadi belum lah,” tambahnya
Terpisah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara, Mayor Teguh Susilotomo mengatakan 2013 semua fasilitas bandara sudah selesai pengerjaannya. “Sekarang tinggal perbaikan di kiri dan kanan saja. Selama empat minggu ke depan, perbaikan terakhir itu ditarget sudah selesai. Jadi 2013 siap pakai,” katanya saat dihubungi Rabu (11/4) pagi tadi.
Dicontohkannya perpanjangan lintasan atau runway dari sebelumnya 1.900 meter menjadi lebih dari 2.300 meter telah selesai. Setelah finishing, kini tinggal pemasangan runway light sekitar 400 meter untuk mempermudah proses landing pesawat.  “Kalau runway light ini dipasang secepatnya. Harapan kami tahun ini juga sudah selesai,”paparnya.
Sementara untuk pengerjaan terminal keberangkatan yang berdiri 2 lantai saat ini masih terhenti. Teguh memperkirakan mandeknya pengerjaan itu disebabkan karena anggaran yang belum turun pada tahun ini.
“Mungkin karena anggaran tahun ini belum turun. Kalau sudah cair, bisa segera dikerjakan lagi. Untuk pembangunan terminal keberangkatan, Pemprov Jatim yang tahu karena anggarannya dari APBD Jatim,” urai Teguh.Saat ini pengerjaannya baru sekitar 30% saja. Kapasitasnya mampu menampung hingga 900 penumpang.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan, usulan agar Bandara Abdulrahman Saleh menjadi bandara internasional sudah disampaikan kepada Meteri Perhubungan sejak dua bulan silam.
“Menhub sudah menerima dan sekarang mempelajari usulan kami,” kata Soekarwo usai Apel Komandan Satuan di Dodikjur Rindam V Brawijaya Malang, Selasa (10/4).
Sejak akhir 2011 silam, bandara yang sebelumnya menyatu dengan pangkalan TNI AU ini sudah terpisah dengan penerbangan militer. Sehingga murni untuk penerbangan komersial dan dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara yang bertanggungjawab langsung kepada Pemprov Jawa Timur. Dengan demikian, Bandara Abdurrahman Saleh menjadi bandara yang dikelola oleh Pemprov Jawa Timur dan tiga pemerintah daerah Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kota Malang).“Bandara Abdurrahman Saleh akan menjadi pilot project, biar PT Angkasa Pura punya competitor,” ujar Soekarwo.
Salah stau pertimbangan Malang harus memiliki bandara internasional karena geliat Malang Raya makin pesat. Diantaranya, sebanyak 45% mahasiswa yang belajar di Malang berasal dari luar Jawa Timur.
Usulan bandara Abd Saleh menjadi bandara internasional ini disambut baik oleh Pemkot Malang. Walikota Malang, Peni Suparto mengatakan, pihaknya sudah memiliki rencana untuk membangun embarkasi haji bagi para jamaah haji yang berasal dari Kota Malang.
“Kalau rencana itu disetujui, kami siap membangun embarkasi haji. Sehingga para jamaah haji tak perlu jauh-jauh ke Surabaya,” kata Peni.
Selain itu, sambungnya, manfaat lainnya tentu dirasakan masyarakat Malang Raya. Misalnya, berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan dari luar daerah. Karena akses transportasi semakin mudah dijangkau.
Sekadar diketahui, dari 27 bandara internasional di Indonesia sebenarnya hanya 5 yang ideal mengikuti program open sky penerbangan ASEAN pada 2015.Lima bandara Indonesia yang akan sepenuhnya dibuka untuk dimasuki maskapai-maskapai dari negara ASEAN yaitu Soekarno-Hatta (Jakarta), Kualanamu (Medan), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Denpasar) dan Sultan Hasanuddin (Makassar).zar,m42

Garuda Pastikan Jumat Flight Perdana (Malang - Jakarta)

EMDE Channel | 1/10/2009 10:50:00 AM | 2komentar
Kabar baik ini, mengenai penerbangan Garuda Indonesia Rute Malang-Jakarta saya dapatkan ketika saya iseng-iseng dulinan (main) ke malangRaya.web dari sumber aslinya Malang Pos, tanpa nunggu lama-lama, langsung aja ijin sama adminnya (belum ada konfirmasi sih boleh nggaknya) tapi saya yakin pasti boleh2 aja deh. Ya, sekedar meneruskan informasi aja. Berikut ini isi beritanya :


"Karena lokasi penerbangan kami berada di wilayah Kabupaten Malang, kami sekarang ini kulo nuwun dulu. Kami harus memastikan kalau pada 16 Januari nanti, Garuda akan terbang dari Malang," ungkap Suranto, kemarin.

Dijelaskannya, alasan pembukaan rute ini adalah mengingat potensi Malang yang sangat bagus. Terutama dilihat dari trafffic yang terus naik dan potensi ekonomi yang juga cukup tinggi.

Kondisi ini menurutnya, perlu didorong dengan kehadiran maskapai penerbangan seperti Garuda untuk lebih mempercepat pertumbuhan yang ada di Malang. Selain karena alasan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang membutuhkan rute ini.

Sebenarnya, kata dia, niatan untuk membuka rute baru dari Malang ini sudah lama ingin diwujudkan. Namun masih terkendala armada dan juga kelengkapan lainnya.

Sementara pada tahun ini, Garuda sudah menambah beberapa armada baru berjenis 737 NG yang dioperasikan untuk rute menengah. Sementara rute pendek seperti Malang-Jakarta menggunakan jenis BOEING 737 300 karena menyesuaikan dengan landasannya. "Tahun ini, Garuda membuka 13 rute baru, termasuk rute Malang-Jakarta," ungkapnya.

Disinggung soal kemungkinan penambahan rute dari Malang, ia menegaskan penambahan rute belum menjadi prioritas. Namun untuk penambahan frekuensi flight Malang-Jakarta mungkin bisa dilakukan jika potensi penumpang dari Malang sangat bagus.

Ia menambahkan selain membidik masyarakat Malang sendiri, rute baru ini diharapkan juga bisa menampung penumpang dari beberapa daerah di kawasan sekitar Malang. Seperti Blitar, Pasuruan dan Lumajang. Karena itu jam terbangnya pun dijadwalkan berangkat dari Malang pukul 11.30 WIB.
Armada yang disiapkan berkapasitas 110 seat, terdiri dari 14 seat bisnis dan 96 ekonomi. Untuk harga berlaku harga spesial promo mulai dari Rp 575 ribu.

"Selanjutnya, harga akan menyesuaikan dengan kemampuan pasar. Bahkan jika potensinya cukup bagus, artinya seat load factor terpenuhi, bisa jadi harga tiket Garuda bisa dinikmati dengan harga rendah di Malang,’’ demikian Suranto.

Sementara itu terpisah, Kadis Ops Lanud Abd Saleh, Kol Pnb Ismet Simaya Saleh menyebut, pada tahun anggaran 2009 ini, pihaknya kembali mengusulkan adanya perpanjangan landasan pacu. Pengajuan itu memang bukan yang kali pertama.

Perpanjangan landasan dari semula 1.890 meter dengan lebar 20 meter, diusulkan menjadi 2.500 meter. Karena idealnya untuk landasan udara tipe B seperti Bandara Abd Saleh, minimal sepanjang 2.500 meter.
‘’Kami memang mengusulkan adanya perpanjangan landasan pacu. Acuannya adalah Standart Penerbangan Internasional (SPI), dengan berbagai pertimbangan keselamatan penerbangan,’’ terang Ismet.

Namun Ismet menolak jika disebut, usulan perpanjangan landasan pacu tersebut terkait dengan masuknya beberapa maskapai penerbangan komersil baru. Karena usulan itu sudah jauh-jauh hari dilakukan, sebelum penerbangan komersil membuka rute di Malang.

Jika landasan minimal 2.500 meter, hampir segala pesawat angkut bisa landing. Sedangkan untuk jenis pesawat tempur, panjang landasan minimal 3.000 meter,’’ tambah Ismet.

Untuk perpanjangan landasan itu sendiri, kata dia, yang bertanggung jawab adalah Dirjen Perhubungan Udara. Alasannya, dalam kesepakatan saat masuknya beberapa penerbangan swasta, disebutkan operasional landasan pacu, lengkap dengan lampu landasan, merupakan tanggung jawab dari Dirjen Perhubungan Udara. (oci/ira/avi) (Lailatul Rosida/malangpost)



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger