BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , » Depresi, Penyakitkah ?

Depresi, Penyakitkah ?

Must Joyo | 8/09/2010 03:19:00 PM | 0 komentar
Apa itu depresi ?
Artikel ini saya ambil dari beberapa sumber dan saya posting disini, karena kebetulan saya sedang mencari informasi mengenai apa itu Depresi? apa tanda-tandanya dan bagaimana cara mengatasi atau mengobatinya. Yang kebetulan juga orang tua kami yang sedang mengalami hal serupa. Mudah-mudahan bisa bermanfaat buat saya pribadi dan pembaca seluruhnya.
Depresi atau tekanan jiwa adalah suatu kondisi medis-psikiatris dan bukan sekedar suatu keadaan sedih. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Keterangan lain dari sebuah blog viramedika yang berjudul "Kenali Tanda-tanda Depresi" Depresi adalah gangguan effektiv yang ditandai adanya mood depresi (sedih).

Masih dari sumber tersebut diterangkan mengenai  gejala depresi atau tanda-tanda depresi dapat berupa:

A. - Perasaan sedih atau depresif, tidak bisa menikmati hidup.
     - Kurang atau tidak ada perhatian terhadap lingkungan
     - Mudah lelah

B. Gejala lain

* konsentrasi dan perhatian kurang
* harga diri dan kepercayaan diri kurang
* perasaan bersalah / tidak berguna
* pandangan masa depan suram (pesimis)
* tidur terganggu
* nafsu makan kurang atau bertambah

* Keterangan lain mengenai Gejala Depresi dari www.wartawarga-gunadarma.ac.id antara lain :
1. Tidak ada ketertarikan atau kesenangan pada hal-hal atau aktifitas yang dulu membuat anda senang dan enjoy.
2. Merasa sedih, tidak banyak harapan bahkan mungkin tidak punya harapan.
3. Merasa resah, gelisah dan mudah tersinggung atau mudah merasa terganggu dan sensitif.
4. Merasa tidak berguna dan bersalah.
5. Berat badan bertambah atau sebaliknya berkurang.
6. Berpikir tentang kematian atau bunuh diri.
7. Mengalami gangguan dalam membuat keputusan sehari-hari.
8. Gangguan tidur atau kurang tidur sehari penuh setiap harinya).
9. Merasa lelah, lemas setiap hari.
 

Cara mendiagnosa?

Diagnosis ditegakkan apabila ada gejala-gejala tersebut dengan atau tanpa gejala somatik.

Depresi dibagi menurut derajat:

* ringan --> 2 gejala A dan 2 gejala B
* sedang --> 2 gejala A dan 3 gejala B
* berat --> 3 gejala A dan 4 gejala B

Bagaimana terapi nya?

Terapi untuk depresi digolongkan menjadi:

- Terapi non farmakologi: edukasi, reassurance, psikoterapi
- Terapi farmakologi:

* pemberian obat antidepresan seperti maprotilin, amineptin, moklobemid, obat golongan SSRI dll
* terapi simptomatik sesuai indikasi

Dari hasil studi disebutkan, wanita berisiko dua kali lebih besar untuk terkena depresi dibanding laki-laki. Kadar hormon yang tidak stabil pada perempuan diduga menjadi pemicunya.

Q : Apakah anda mengalami depresi?
A : Hidup mengalami pasang dan surut. Namun, jika masa surut yang kita alami menjadi lebih lama, berminggu bahkan berbulan-bulan, dan membuat kita menjauhi kehidupan normal kita, maka anda mengalami depresi. Depresi merupakan suatu penyakit yang melibatkan tubuh, perasaan, dan pikiran. Penyakit ini mempengaruhi cara makan, tidur, mempengaruhi penilaian kita terhadap diri sendiri, dan mempengaruhi penilaian kita terhadap sekitar.
Hal ini berbeda dengan rasa sedih atau sedang tertekan untuk beberapa jam atau beberapa hari. Ini merupakan kondisi yang tidak dapat di hilangkan begitu saja.
 

Q: Apa penyebab depresi?
A: Penyebab depresi bukan hanya satu. Ada begitu banyak alasan mengapa wanita mengalami depresi, antara lain:
• Faktor Hormon – meliputi perubahan siklus menstruasi, kehamilan, keguguran, pasca melahirkan, menjelang menopause, dan saat menopause.
• Stres- pekerjaan, rumah, orang tua tunggal, merawat anak dan orang tua yang lanjut usia.
• Riwayat keluarga- diturunkan; namun, dapat juga muncul pada orang tanpa riwayat keluarga yang mengalami riwayat depresi.
• Penyakit- stroke, serangan jantung, kanker
• Gangguan kimia- ada perubahan kimia di otak,
 

Q: Apakah tanda-tanda depresi?
A: Gejala yang muncul tidak selamanya sama pada setiap orang. Kadang ada yang mengalami beberapa gejala, dan yang lain mengalami banyak gejala. Jika anda mengalami satu atau lebih dari gejala dibawah ini, selama lebih dari dua minggu, maka anda harus segera ke dokter.
• Merasa sedih, cemas, atau “kosong”
• Merasa putus asa
• Kehilangan minat pada hobi dan aktivitas yang selama ini dinikmati
• Penurunan energi
• Sulit untuk konsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan
• Kurang tidur, bangun lebih pagi, dan tidur jadi berlebih serta tidak ada keinginan untuk bangun
• Kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, atau makan untuk merasa lebih baik dan berat badan menjadi naik
• Berpikir untuk menyakiti diri sendiri
• Berpikir untuk bunuh diri
• Mudah tersinggung, atau marah
• Gangguan masalah di tubuh, seperti sakit kepala, ingin muntah,dan nyeri yang berkepanjangan dan tidak membaik dengan pengobatan
 

Q: Bagaimana jika saya berkeinginan menyakiti diri sendiri?
A: Depresi dapat membuat anda berpikir untuk bunuh diri. Anda mungkin akan menyakiti diri anda dengan tujuan:
• Menghilangkan rasa emosi dan tertekan
• Menghindari, lari dari kenyataan, atau mempertahankan prinsip
• Mencoba untuk menjadi lebih baik
• Menghentikan kenangan yang menyakitkan
• Menghakimi diri sendiri melepaskan atau menunjukkan amarah, dimana anda takut menunjukkan kepada orang lain
• Menyakiti diri sendiri akan menyakiti anda. Awalnya, itu akan membuat diri anda menjadi nyaman. Jika anda sudah mulai ada pemikiran untuk bunuh diri, CARILAH PERTOLONGAN!!!!
• Carilah pusat krisis yang menangani masalah bunuh diri. Mereka akan menyediakan tenaga profesional untuk membantu anda. Anda juga bisa berbicara kepada anggota keluarga yang yang anda percayai. Tidak ada salahnya jika mencari pertolongan.
Anda akan merasa bahwa seluruh beban anda begitu besar dan sulit untuk diatasi. Jika anda memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup anda, dan tidak ada orang untuk diajak bicara maka tulislah apa yang ada di dalam pikiran anda. Coba mengingat-ingat seluruh kenangan bahagia dan kenangan yang menyenangkan. Buatlah daftar nama anggota keluarga, teman yang menayayangi anda. Tulis mengenai keinginan dan impian anda tentang masa depan anda. Bacalah apa yang sudah anda tulis seluruhnya, untuk mengingatkan anda, bahwa anda berharga.
 

Q: Bagaimana mengobati depresi?
A: Banyak orang yang mengalami depresi menjadi lebih baik ketika mereka mendapat pengobatan.
Ketika didiagnosa, banyak keadaan depresi dapat menggunakan terapi, obat berupa antidepresan, ataupun keduanya. Beberapa orang dengan bentuk depresi ringan akan membaik hanya dengan bantuan tenaga profesional saja. Namun, ada beberapa dengan keadaan depresi yang sedang hingga berat membutuhkan obat anti depresi. Dan butuh waktu mingguan hingga bulanan. Dan ada beberapa orang yang mengalami perbaikan dengan kedua jenis pengobatan tersebut; terapi dan obat.
 

Q: Apakah aman jika saya menggunakan obat antidepresi dalam keadaan hamil?
A: Dalam keadan hamil, apapun obat yang akan diminum, keputusannya harus di konsultasikan bersama dengan dokter. Obat antidepresi yang diminum selama masa kehamilan, tidak akan masuk melewati darah ke janin. Pada kasus yang jarang, beberapa obat antidepresi memiliki pengaruh pada pernapasan dan masalah jantung pada bayi baru lahir. Namun, jika wanita hamil menghentikan konsumsi obat tersebut, akan menimbulkan kekambuhan dari depresi. Bicarakan dengan dokter anda, mengenai risiko dan keuntungan dari penggunaan obat antidepresi dengan dokter anda. Dokter anda akan membantu menolong anda dan bayi anda..
 

Q: haruskah saya hentikan obat antidepresi saat saya sedang menyusui?
A: Jika anda menghentikan konsumsi obat antidepresi selama kehamilan, setelah melahirkan obat tersebut sebaiknya di konsumsi kembali. Namun, penggunaan obat ini harus di perhatikan, karena obat tersebut dapat masuk ke dalam air susu anda, dan sangat berisiko terhadap bayi anda.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa jenis obat antidepresi aman jika dikonsumsi pada masa menyusui (beberapa jenis SSRI). Diskusikan dengan dokter anda, apakah pemberian ASI eksklusif adalah pilihan atau penggunaan susu formula. Walaupun menysusi banyak sekali keuntungan dan kegunaan untuk bayi anda, namun, yang paling penting adalah kondisi anda sebagai ibu, yang harus tetap sehat, supaya dapat mengurus bayi anda.
 

Q: Siapa saja yang dapat membantu saya mengatasi depresi ini?
A: Dibawah ini ada beberapa orang rekomendasi untuk menolong
Dokter keluarga anda
Konselor profesional atau pekerja social
Pusat pelayanan keluarga
Program Penanganan Karyawan
Psikolog atau Psikiatri

Sumber :
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger