BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , , » Aspartame = Pembunuh yang Manis

Aspartame = Pembunuh yang Manis

Must Joyo | 3/19/2010 10:05:00 AM | 0 komentar

Kaget aja membaca judulnya, "Pembunuh Yang Manis" Kirain pelaku / orang yang membunuh itu yang manis. Ternyata eh ternyata, coba saja simak tulisan di bawah ini yang saya kutip dari sebuah harian Malang Pos Online

MALANG - Jika benar beberapa jenis minuman yang diduga mengandung aspartame itu bukan sekadar isu, masyarakat harus benar- benar tidak mengkonsumsinya.
Betapa tidak aspartame atau pemanis buatan untuk minuman ringan adalah zat kimia yang berbahaya untuk tubuh. Aspartame sebenarnya adalah pembunuh yang manis.

Menurut Doktor Ilmu Biomedik Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), Dr Ir Chanif Mahdi MS, aspartame merupakan struktur ikatan antara asam amino bebas dan metil. Bila masuk dalam pencernaan akan menjadi amino dan metanol yang bersifat racun atau toxin. ‘’Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi aspartame bisa menghasilkan formalin dalam tubuh,’’ ungkapnya.
Jika formalin ini sudah masuk dalam tubuh, menurut Staf Lab Biokimia UB ini, akan menimbulkan keracunan. Dalam jumlah besar akan menimbulkan penyakit seperti gangguan retina mata, migren, dan depresi.
Mekanismenya, bila aspartame atau pemanis dikonsumsi, maka metanolnya secara cepat diubah menjadi formalin. Secara perlahan dapat menyebabkan gangguan pada syaraf, sistem imun, kekebalan tubuh, dan gangguan genetik.
Hasil penelitian di Amerika menunjukkan konsumsi aspartame bisa menyebabkan akumulasi formalin. Yang membentuk ikatan dengan protein, hepar, ginjal dan otak.
‘’Perlu dilakukan uji lab mengenai kandungan aspartame pada minuman yang disebutkan dalam SMS itu. Karena jika benar ada dalam minuman, maka bahayanya memang bisa menyerang otak,” tegasnya.
Disamping metilnya yang sangat berbahaya, kandungan asam amino bebas yang ada dalam aspartame juga sama berbahayanya. Karena dapat meningkatkan kerusakan seperti formalin.
Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia. Sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan. Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan. Aspartame bukan tebu gula tapi merupakan pemanis sintetis.
Karena itu menurut Sekretaris Program Vokasi UB ini, perlu dilakukan uji lab untuk menguji kebenaran sms berantai tersebut.
Seperti diketahui SMS berantai ini menyebutkan beberapa produk minuman energi, kesehatan, sari buah dan produk minuman lain memiliki kandungan aspartame. Kandungan ini tak lain adalah sebuah pemanis buatan pengganti gula.
Dalam sms berantai tersebut dijelaskan, jika aspartame mengandung racun yang menyebabkan diabetes, kanker otak dan bisa mematikan sumsum tulang belakang seseorang.
‘’Bahaya aspartame memang seperti yang disebut dalam sms, tapi apakah benar merk yang disebut dalam sms itu perlu diuji di lab,’’ imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum melakukan tindakan apapun terkait sms berantai yang belakangan ini beredar di ponsel masyarakat Malang.
‘’Yang berwenang untuk menarik peredaran sebuah produk makanan dan minuman kan BPOM, jadi kita tidak akan berbuat apa-apa. Hanya saja, kita sedang bersiaga jika ada kabar terbaru dari BPOM,’’ ucap Enny.
Ditambahkan, secara logika, jika sebuah produk beredar tentu disertai dengan izin dari dinas kesehatan. Sehingga jika dinilai membahayakan bagi konsumen, tidak mungkin ijin edar akan diterbitkan.
‘’Karena ada banyak kemungkinan dari sms berantai yang tidak bertanggungjawab itu. Bisa saja kan itu ada persaingan dagang. Jadi untuk saat ini kami dari pihak dinkes mengambil sikap waspada saja,’’ urai dia.
Enny mengaku, dirinya belum mengetahui secara pasti isi dari sms berantai tersebut, namun ia menegaskan bahwa apapun jenis zat kimia jika kandungannya dalam sebuah produk melebihi ambang batas maka akan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh manusia.
Karena sifat zat-zat tersebut adalah meninggalkan residu dalam tubuh. ’’Dikonsumsi secara berlebihan juga akan memberik efek negatif, jadi ya memang sebaiknya sesuai dengan kebutuhan saja,’’ imbuh Enny. (oci/fia/avi)

Sumber : MalangPos
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger