BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , , , » Alquran Memiliki Dimensi Religi, Seni, dan Ilmu Pengetahuan

Alquran Memiliki Dimensi Religi, Seni, dan Ilmu Pengetahuan

Must Joyo | 9/17/2009 10:28:00 AM | 0 komentar

By Republika Newsroom
JAKARTA--Alquran sebagai pedoman hidup manusia memiliki tiga dimensi. ''Yaitu dimensi religi atau agama, dimensi seni serta dimensi ilmu pengetahuan,'' tandas Maria Ulfah dari Institut Ilmu Alquran (IIQ) saat berbicara pada Seminar bertajuk 'Alquran dalam Perspektif Seni' pada rangkaian Semarak Ramadhan, Festival dan Pameran Alquran di Museum Nasional, Jakarta Rabu (16/9).

''Dengan seni, maka hidup ini akan terasa lembut dan halus. Karenanya sebagai pedoman hidup, Alquran harus dibaca setiap hari, membaca Alquran memiliki nilai ibadah. Membaca Alquran tidak sama dengan membaca buku-buku pada umumnya. Pahala yang diperoleh dari membaca Alquran adalah huruf demi huruf,'' tambahnya.
Sebelumnya, pembicara Madjid Muarif dari Iran mengungkapkan bahwa umat manusia saat ini kehilangan nilai-nilai akhlak. ''Ini problema modern yang harus kita cari jawaban dan penyelesaiannya di kitab suci Alquran,'' tegas Madjid Muarif. Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Semarak Ramadhan Festival Alquran yang digelar kedubes Iran kekerjasama IIQ dan Museum Nasional.

Padahal, ditambahkan Madjid, bahwa misi utama Rasulullah SAW adalah dalam upaya menyempurnakan akhlak manusia. ''Allah SWT sudah memberikan petunjuk melalui Alquran apa barometer dari sesuatu perbuatan dapat dikatakan sebagai akhlak atau tidak, yaitu fitrah,'' kata Madjid.

''Fitrah ini berada dalam diri setiap manusia dan merupakan kecenderungan manusia untuk berakhlak baik atau mulia. Allah SWT telah mengilhamkan pada diri manusia nilai-nilai kebaikan,'' ungkap Madjid.

Selain itu menurutnya, dalam Alquran juga telah dijelaskan bahwa nilai-nilai akhlak itu bersifat mutlak atau absolut. ''Jadi nilai-nilai akhlak tidak mengikuti kepentingan kelomppok atau golongan manusia tertentu. Namun bersifat universal, lintas tempat, lintas bangsa dan negara, lintas etnik. Nilai-nilai keadilan tidak bisa dikompromikan atau digantikan,'' tegasnya.

Sumber : republika.com
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger