BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , , » The Conductor Arifin Ilham

The Conductor Arifin Ilham

Must Joyo | 1/02/2009 02:19:00 PM | 3komentar
Arifin Ilham Juga The Conductor
Bagaimana ceritanya Seorang Ustadz Arifin Ilham yang lahir di Banjarmasin, 8 Juni 1969, dan beralamat di Perum Mampang Indah Dua B/11 Depok. yang Lulus dari Pesantren Darunnajah Jakarta (1988), dan Pesantren As-Syafiiyah Jakarta (1989) disebut sebagai The Conductor? setidaknya itu menurut saya pribadi. Saya sebut demikian, bermula dari saya mengikuti jamaah Dzikir Nasional yang dipimpin oleh beliau di Masjid At-Tien Taman Mini Indonesia Indah kemaren (31 Desember : Red) Acara Dzikir Nasional yang menghadirkan pimpinan Majelis Dzikir Az-Zikra, Ustadz Arifin Ilham; Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault; Presiden Direktur Bank Muamalat, A Riawan Amin; dan novelis Habiburrahman El Shirazy berlangsung dengan lancar dan hikmat
Jamaah yang diikuti oleh ribuan orang tersebut mengikuti apa yang dibaca oleh seorang pemimpin Dzikir, siapa lagi kalau bukan Ust. Arifin Ilham. Lalu apa hubungannya sebutan The Conductor bagi Ust Arifin Ilham dengan dzikir yang dipimpinnya itu?

Seperti layaknya seorang conductor, sebut saja Addie MS, seorang pemimpin orkestra terkenal di Indonesia (Twilite Orchestra), A.G Sudibyo seorang pemimpin paduan suara Mahasiswa (Paduan Suara Mahasiswa UI) yang beranggotakan 5.000 orang, atau Yuli Sugianto / Yuli Sumpil yang menggerakan 50.000 orang (Aremania) untuk menari dan menyanyi. Tiga orang ini yang sempat diangkat oleh sutradara/prod
user muda (yang bener sutradara atau produser ya?) Andi Bahtiar Yusuf dalam film documenternya yang berjudul The Conductor, yang konon ceritanya masuk dalam katagory film documenter terbaik FFI 2008. yang sempat juga saya posting di sini. Seorang conductor yang memimpin sebuah kelompok paduan suara, dengan mengikuti aba-aba sang conductor, paduan suara itu serta merta melantunkan lagu atau nyanyian dengan begitu kompaknya mengikuti pemimpinnya. Begitu juga dengan Ust Arifin Ilham yang memimpin jamaah dzikir tersebut. Hanya saja yang dipimpin itu bukanlah paduan suara, untuk menyanyikan sebuah lagu. Tapi ini adalah sebuah kumpulan orang atau jamaah yang sedang mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, ditengah-tengah orang lain sedang berhura-hura menyambut pergantian tahun (malam tahun baru) dengan berjamaah menyebut Asma Allah, menyebut dan melantunkan Asmaul Husna, Mengagungkan Allah. Dengan memejamkan mata dan sikap menunduk, tidak untuk berfikir hal semacam keyakinan, tapi untuk mengangkat hasrat kasih ke langit, keserta mertaan cinta. Menembus kekerlip bintang-bintang ke segala lambang, supaya terjilat gelap misteri di belakang kami, yakni si maha kelam. Semua jamaah pun bersujud dan ingin tenggelam, mengharap rahmat dan hidayah serta maghfirahNya agar ditetapkan pada semua jamaah, hamba-hambanya yang lemah dan berlumur dosa.
Kembali ke masalah sebutan The Conductor bagi Seorang Ust. Arifin Ilham. Ya, saya menyebutnya beliau adalah The Conductor (The Conductor dzikir) Sebab, pada saat beliau memimpin dzikir tersebut, hanya dengan sekali dua kali beliau mengucapkan kalimah toyyibah, jamaahpun mengikuti secara serempak dan begitu kompaknya, seperti layaknya sang conductor memberi aba-aba pada kelompok/kumpulan orang yang dipimpinnya, memulai dan mengakhiri kalimat dengan bersamaan pula.... Subhanallah... suasana yang begitu mengharukan, saya jadi ikut tenggelam, bersama kami juga menangis merenungi dosa-dosa melumuri kami.

Demikian tulisan ini saya tulis berdasar pengalaman saya pribadi ketika pertama kali saya mengikuti dzikir bersama beliau, hingga saya sebut beliau sebagai The Conductor, kurang lebihnya mohon maaf. Kepada Ust. Arifin Saya ucapkan terimakasih atas tuntunanya, mohon maaf atas kelancangan saya menyebut beliau sebagai the Conductor...

Foto di atas, Sebagian dari jamaah Dzikir Nasional yang dipimpin Oleh Sang Conductor Dzikir Ust Arifin Ilham.....
Bukan hanya orang tua yang berbondong-bondong memasuki Masjid Agung At-Tin, sejumlah anak muda juga terlihat bersemangat untuk mengumandangkan asma Allah SWT dalam rangka menutup tahun 2008. Selain itu tampak juga para ibu menggandeng anak-anaknya untuk turut dalam zikir nasional yang mengambil tema Doa dan Zikirku untuk Bangsaku. Kemacetan yang terjadi tidak menyurutkan semangat mereka untuk ikut melantunkan asma Allah SWT.


Share this article :

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Saya sangat setuju untuk memnyebut Ust.Arifin Ilham dengan sebutan The Conductor Dzikir karena memang beliaulah yang mungkin di tanah air kita ini yang sering kali mengadakan acara-acara religius baik secara berjamaah ataupun permajelis-majelis ta'lim di Indonesia saya sangat berharap acara dzikir semacam ini untuk lebih sering kita laksanakan dengan mengingat kondisi negara kita yang baik secara ekonomi maupun secara mental makin terpuruk oleh fenomena kecanggihan teknologi yang membuat moral para masyarakat baik yang muda ataupun tua lupa kepada Sang PenciptaNya

Anonim mengatakan...

Rey, duh dadi iling posoan
kok mesti posoan yo
opo aku seng kakean duso yo
zikirkan yo ben dino

Must Joyo mengatakan...

Iya, Rey....
Tapi suasana yang menakjubkan juga....

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger