BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , » HALAL BIHALAL AREMA MBATAM 2 NOV 08

HALAL BIHALAL AREMA MBATAM 2 NOV 08

Must Joyo | 11/05/2008 04:17:00 PM | 0 komentar
Satu lagi info dari millis Arema Selamat dan Sukses....!

Suguhan Budaya Halal Bihalal Arema

Sebagai sesepuh Arema Mustofa Widjaya mendapat sebutan Ebes. Dia duduk lesehan di deretan depan undangan ia menikmati alunan tembang sambil sesekali bergoyang.

PUTUT ARRIOTEDJO, Batam


Ebes adalah bahasa prokem Malang untuk sebutan bapak. Bisa juga disematkan pada orang yang dituakan. Sebutan itu kemarin (2/11) disematkan di depan nama Mustofa saat didaulat memberi kata sambutan dalam acara hala bihalal Arema Batam di auditorium Politeknik Batam. ”Yo opo rek, tahes?” seru Mustofa menyapa Aremania yang hadir siang itu. ”Tahes!!!” sahut hadirin layaknya koor.

Tahes maksudnya adalah sehat, Mustofa menanyakan apakah Arema yang hadir semua sehat.
Ahad kemarin Mustofa hadir sendiri, ia duduk lesehan bersanding dengan Ki Lurah Punggawa (Paguyuban Keluarga Jawa) Soerya Respationo. Didampingi pengurus Aremania Batam lainnya.

Dihadapan tamu undangan adalah panggung yang didesain rendah karena semua penonton duduk lesehan. Panitia halal bihalal Arema Batam memenuhi janjinya untuk menyuguhkan atmosfir berbeda dalam acara halal bihalal yang mereka gelar.

Kelompok seni Pasir Pesisir Kiai Kendi menghadirkan hiburan yang mampu menjadi magnet untuk membuat semua hadirin kerasan tidak meninggalkan gelanggang.

Mereka menampilkan tembang Ilir-ilir karya Sunan Kalijaga yang dikolaborasi dengan salawat. Tembang ini mereka lantunan sejenak setelah Ebes Mustofa duduk bersila. Tepuk tangan dari Soerya, Mustofa dan hadirin membahana menyambut penampilan Kiai Kendi. Mustofa pun tidak malu-malu menggoyangkan kepala mengikuti irama. Sesekali ujung bibirnya bergerak melafalkan syair ilir-ilir. Ia nampak menikmati sajian itu, dipeluknya dua betisnya seraya menggoyang.

”... Lir-Ilir, Lir, Ilir, Tandhure wus sumilir,
tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar...”

Wahyu Purnomo mewakili panitia dalam laporannya mengatakan konsep lesehan dengan serangkaian acara yang telah disusun adalah agar halal bi halal yang mereka gelar beda dengan halal bihalal pada umumnya.

Selain lesehan tampilan yang ia maksud beda adalah rangkaian acara yang dikemas tidaklah membosankan. Sambutan tidak dikumpulkan jadi satu renteten namun diberi selingan tampilan Kiai Kendi.

Tak urung suguhan ini seolah menjadi sebuah tontonan budaya bernafaskan Islam. Kiai Kendi adalah sekelompok penggiat seni yang bermarkas di Mukakuning. Mereka adalah Arema yang bergabung dalam wadah IRMA (Ikatan Remaja Muslim Arema). Tampilan mereka memadukan gamelan Jawa dengan instrumen modern layaknya Kiai Kanjeng yang dipimpin Cak Nun.
Ketua Paguyuban Arema Nono HS menyebut Kiai Kendi adalah wujud Arema siap untuk mengikuti tantangan zaman. Kreasi Kiai Kendi menjadi salah satu bukti.

Sayang tata suara tidak mampu merangkul semua sisi gedung sehingga suara pecah, namun itupun tak memicu minat Arema untuk beranjak. Mereka tetap menikmati dan mengapresiasi penampilan Kiai Kendi. Sajian tahu goreng isi, kue bolu dan air putih menemani mereka berhalal bihalal sambil menghibur diri.

Pada kesempatan memberikan sambutan Soerya meminta semua warga Arema untuk mendukung Mustofa menjadi Kepala Badan Pengusahaan Kawasan. ”Kalau ada masalah mari dibicarakan bersama,” imbau Soerya. Ia menuturkan ada bebera saluran yang ada untuk menyelurkan uneg-uneg, tidak mesti dengan demo. ”Kalau ada yang tidak mendukung tak tuthuk,” seloroh Soerya.

Soerya selaku Ki Lurah Punggawa membeli lukisan karya Aremania yang dilelang dengan harga Rp15 juta. Harga yang dibuka oleh panitia adalah Rp10 juta.

Soerya juga kagum dengan kreativitas Aremania. ”Kita sudah lelah olah kanuragan, sekarang mari kita mengolah cita dan karya. Meningkatkan mutu SDM,” ajaknya.

Ajakan Soerya ini ditekankan kembali oleh Ebes Mustofa saat dapat giliran memberi sambutan setelah Soerya. Mustofa bilang Arema ada di mana-mana, semua satu keluarga. Peningkatan SDM menjadi penting untuk ikut mewarnai kehidupan bangsa.Halal bi halal ditutup doa yang dibacakan Bambang Julianto. ***

Sumber : Millis Arema
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger