Alhamdulillah... Terimakasih Pada Allah SWT. (My Big Boss), Nabi Muhammad SAW. Bapak emak dan semua keluarga di Malang, Istri dan anakku yang tercinta yang mau menemaniku blakra'an ke sawah Mbah Haji, berendam di Sungai dipagi hari yang dingin. Sahabat Azizur "Klecem". Terimakasih Olympusnya. Akhirnya selesai juga postinganku mengenai Jeru Gang Siji, dengan segala jerih payahku. Tak seberapa memang apa yang aku tuangkan disini, tapi setidaknya menjadi kebanggaanku, karena ini sebagai bukti bahwa aku masih punya kampung halaman.... Ini Desaku.... ini kampungku... ini Saksi hidupku...
"Jeru Gang Siji" Sebuah Nama Kampung halamanku, Tepatnya di "Jepang" alias Desa Jeru Kec. Tumpang Kab. Malang Jawa Timur Indonesia, dimana aku dilahirkan, dimana kampung itu terdiri dari sub-sub jalan, yang pada mulanya sub jalan itu sebelum adanya nama sebuah jalan, terbentuk dari gang (jalan masuk ke suatu kampung), dan terdiri dari beberapa gang (kalo gak salah ada gang 1-5. Tempatku adalah Gang 1 (siji). Maka disebutlah kampung itu dengan "Jeru Gang Siji" yang dikenal juga dengan "kampung santren", yang berarti kampung santri. Disebut demikian karena dikampungku telah lama berdiri sebuah Masjid yang cukup tua juga dari umur bapakku, embahku, apalagi aku. Disamping itu ada juga sebuah Pondok pesantren yang didalamnya ada banyak santri dari banyak kota / luar daerah yang mondok di situ, Tapi sayang, Sang Kyai Sudah Pulang ke Hadapan Illahi. Namun tidak berarti Pesantren itu mati... terus hidup dan teruslah mengaji.
Karena kebaradaan Masjid itu juga, menjadi nama jalan di kampung itu "Jalan Masjid Jeru", meski sempat juga kampung itu diberikan nama jalan dari nama-nama Pahlawan Islam Indonesia seperti P. Diponegoro, Teuku Imam Bonjol dsb, dengan maksud menyamakan dengan nama-nama jalan yang lain di kampung itu. Tapi pemberian nama jalan itu tak berlangsung lama, dan kembali lagi dengan nama Jalan Masjid, kecuali kampung yang lain masih menggunakan nama jalan dengan nama pahlawan. Dan menariknya Julukan Jeru Gang Siji Masih melekat pada kampungku. Termasuk juga Gang 2, 3 dst...
Sampe akhirnya ada dokar (delman) lewat dan kudanya buang hajat ditengah jalan (lupa gak dikasih kantong) Tlepok....tlepok...ya... kincone rotoh kabeh...harus disapu jalanannya deh...
Termasuk juga terminal Tumpang, dimana biasanya banyak orang daerah yang hendak menuju Gunung Bromo transit dan sewa mobil dari sana...
Lihat juga Postingan saya "Suatu Pagi Di Kampungku"
3 komentar:
ARTIKEL APIK SAM...MANTAPP..
Asik banget, salam kenal yaa..
Trimakasih, Salam kenal kembali Ika Farihah Hentihu
Posting Komentar