BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , » dJeru Gang Siji

dJeru Gang Siji

Must Joyo | 6/20/2008 08:06:00 PM | 3komentar
Alhamdulillah... Terimakasih Pada Allah SWT. (My Big Boss), Nabi Muhammad SAW. Bapak emak dan semua keluarga di Malang, Istri dan anakku yang tercinta yang mau menemaniku blakra'an ke sawah Mbah Haji, berendam di Sungai dipagi hari yang dingin. Sahabat Azizur "Klecem". Terimakasih Olympusnya. Akhirnya selesai juga postinganku mengenai Jeru Gang Siji, dengan segala jerih payahku. Tak seberapa memang apa yang aku tuangkan disini, tapi setidaknya menjadi kebanggaanku, karena ini sebagai bukti bahwa aku masih punya kampung halaman.... Ini Desaku.... ini kampungku... ini Saksi hidupku...


"Jeru Gang Siji" Sebuah Nama Kampung halamanku, Tepatnya di "Jepang" alias Desa Jeru Kec. Tumpang Kab. Malang Jawa Timur Indonesia, dimana aku dilahirkan, dimana kampung itu terdiri dari sub-sub jalan, yang pada mulanya sub jalan itu sebelum adanya nama sebuah jalan, terbentuk dari gang (jalan masuk ke suatu kampung), dan terdiri dari beberapa gang (kalo gak salah ada gang 1-5. Tempatku adalah Gang 1 (siji). Maka disebutlah kampung itu dengan "Jeru Gang Siji" yang dikenal juga dengan "kampung santren", yang berarti kampung santri. Disebut demikian karena dikampungku telah lama berdiri sebuah Masjid yang cukup tua juga dari umur bapakku, embahku, apalagi aku. Disamping itu ada juga sebuah Pondok pesantren yang didalamnya ada banyak santri dari banyak kota / luar daerah yang mondok di situ, Tapi sayang, Sang Kyai Sudah Pulang ke Hadapan Illahi. Namun tidak berarti Pesantren itu mati... terus hidup dan teruslah mengaji.
Karena kebaradaan Masjid itu juga, menjadi nama jalan di kampung itu "Jalan Masjid Jeru", meski sempat juga kampung itu diberikan nama jalan dari nama-nama Pahlawan Islam Indonesia seperti P. Diponegoro, Teuku Imam Bonjol dsb, dengan maksud menyamakan dengan nama-nama jalan yang lain di kampung itu. Tapi pemberian nama jalan itu tak berlangsung lama, dan kembali lagi dengan nama Jalan Masjid, kecuali kampung yang lain masih menggunakan nama jalan dengan nama pahlawan. Dan menariknya Julukan Jeru Gang Siji Masih melekat pada kampungku. Termasuk juga Gang 2, 3 dst...


Sisi Kanan Rumah Budhe dari Bapak, yang kiri Rumah Pak Soedjang, saksi bisu waktu aku kecil ketika rumah itu disewa oleh keluarga chinese (Tionghoa/wong cino) bernama Yo' Sukim untuk berdagang (kelonthong), sekelompok anak kecil (temasuk aku kecil...he..he..) mencuri roti disitu... tapi bukan aku yang nyolong lho... aku cuma mengawasi aja dari jauh, dan kasih tanda sama kaki kalo orangnya yang punya lagi lengah...he...he... (jadi malu.....)
Di sini, dirumah ini aku dilahirkan... Sebuah rumah yang tak banyak berubah dari waktu aku lahir, meski ada juga perubahan. Rumahku belum ada listrik ketika aku lahir, bahkan aku sudah mulai beranjak dewasa.... tapi inilah surgaku... (Baity..Jannaty, Haadza Min Fadly Robby....)

Sudut utara Masjid dikampungku (dikenal dengan kampung santren) terlihat dari depan rumah ortuku, yang hingga kini digunakan sebagai nama sebuah jalan di Jeru Gang Siji. Tak begitu besar, tapi Lebaran begitu mengesankan, Sholat Ied bersama tokoh ulama' yang ada. Sayang.. seribu sayang, Sang Kyai Panutan, yang sangat kami segani dan kami ta'ati... beliau telah dipanggil Oleh Nya.... aku selalu menangis jika aku melaksanakan Sholat Ied Di Masjid ini... karena begitu terharu dan mengesankan....

Bakso Cak, mandeg o kono sek... !!

Hhhhmmmm uenak'eee.... rasa kaldu nya jangan ditanya... Ayah, Ibu, anak, Mbah... pada makan bakso... piro kabeh cak...? Rp. 11.000 (hahhh 4 Mangkok... tambah 1 lagi... cuma segitu...) lha iya emang harganya segitu... emangnya Jakarta...? 1 porsi 5 ribu keatas... rasane gak ngalor gak ngidul... (eh..eh,.... makanan aja dibahas....)

Sore Hari lagi sepi habis diguyur hujan... tambah dingin...

Sisa2 suasana masih lebaran... dirumahku

Sudah sore... Sudah main bola entah dilapangan bola mana... Lihat saja tubuh dan pakaian yang dikenakan dua remaja ini ! masih bersimbah tanah lapangan yang becek karena hujan tadi. Rupanya masih belum puas... Sek dulinan maneh...
Sampe akhirnya ada dokar (delman) lewat dan kudanya buang hajat ditengah jalan (lupa gak dikasih kantong) Tlepok....tlepok...ya... kincone rotoh kabeh...harus disapu jalanannya deh...

Kocok...kocok...

Cakepppp...

Bagus juga permainannnya...

Awas Kuda ini masih agak liar.... jadi masih harus di belenggu dulu agar tidak "Larat" alias lari tunggang langgang tak terkendali

Pergi ke sawah.... Arah belakang 3 Mahluk ini, +/- 5 km menuju perkebunan Apel daerah Poncokusumo, termasuk disana terdapat Coban Pelangi (ada air terjun), dibilang coban pelangi, karena disitu sering muncul pelangi yang besar dan indah ketika air terjun kena sinar matahari...
Termasuk juga terminal Tumpang, dimana biasanya banyak orang daerah yang hendak menuju Gunung Bromo transit dan sewa mobil dari sana...

Air Mengalir jauh bening dan menyegarkan...

Lihat juga Postingan saya "Suatu Pagi Di Kampungku"
Share this article :

3 komentar:

bamz mengatakan...

ARTIKEL APIK SAM...MANTAPP..

Ika Farihah Hentihu mengatakan...

Asik banget, salam kenal yaa..

Must Joyo mengatakan...

Trimakasih, Salam kenal kembali Ika Farihah Hentihu

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger