BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , , » Arema Dimata-matai ''Intel''

Arema Dimata-matai ''Intel''

Must Joyo | 3/04/2010 02:50:00 PM | 0 komentar
Tak Gentar, Singo Edan Bikin Trik Kuusus

MALANG - Suhu panas laga derby Malang Arema v Persema di Stadion Gajayana 9 Maret mendatang mulai terasa sejak kemarin. Kubu Persema yang menjadi tuan rumah terus ''memata-matai'' strategi-strategi yang bakal dipakai pelatih Singo Edan Robert Alberts.

Informasi yang dihimpun koran ini, Persema saat ini menyebar sejumlah ''intelijen'' untuk mencari tahu poin-poin taktik Robert nanti. ''Laga derby ini benar-benar membikin Persema siaga. Semua pusing atur strategi,'' ucap sumber Radar di tubuh Persema.

Memang, bagi Persema, bentrok 9 Maret nanti menjadi laga paling menentukan tim mana yang terbaik di Malang. Termasuk juga tactician mana yang paling jago meracik tim. Apakah Robert Alberts atau Subangkit.

''Jadi ini bukan hanya pertarungan tim, tapi juga pertarungan dua pelatih hebat dari dua negara berbeda. Pelatih Indonesia atau Belanda. Ini ajang pembuktian,'' kata sumber itu.

Pelatih Subangkit sendiri mengakui laga derby ini sangat menguras pikirannya. Selain jadi laga gengsi, dalam laga itu ia juga dipatok manajemen bisa merengkuh tiga poin. ''Saya akui laga ini benar-benar menguras pikiran saya. Karena saya harus menyiapkan strategi khusus untuk mengalahkan Arema," tegas mantan arsitek Timnas U-20 ini.

Untuk menguatkan strateginya, Subangkit juga menggali banyak masukan. Termasuk dari media massa. Misalnya, mempelajari dan memantau perkembangan pemain-pemain Arema lewat media elektronik. Hasilnya? Subangkit mengaku saat ini ia sudah mengantongi beberapa pemain Arema yang bakal absen di laga krusial itu. Begitu juga dengan pemain-pemain Arema yang mengalami cedera dan pemain yang bakal disiapkan.

Tak cuma itu. Beberapa orang Persema juga selalu mengamati setiap laga dan latihan Arema. Dalam laga Arema v Persik di Stadion Kanjuruhan Kamis (18/2) dan Persebaya Surabaya Minggu (21/2), misalnya, Persema juga sudah mencatat semua kelemahan dan kelebihan Singo Edan. Titik lemah Arema akan dijadikan sasaran serangan, sementara lini terkuat akan dimatikan lewat strategi-strategi khusus.

Subangkit sendiri juga selalu mencatat pergerakan para pemain Arema di lapangan. Itu dipakai untuk memprediksi keistimewaan tiap pemain dan komando-komando yang biasa disampaikan Robert pada anak didiknya. ''Ini kekuatan Arema sudah saya kantonginya,'' tandas Subangkit.

Untuk melengkapi data-data yang didapat, Subangkit juga menyimulasikan strategi-strategi yang biasa dipakai Robert. Simulasi itu dilakukan dalam beberapa latihan Persema di Stadion Gajayana pagi kemarin.

Dalam simulasi itu, Subangkit menjajal pola 4-4-2. Untuk sementara, pola itu ia anggap cocok mematikan kekuatan Arema.

Menanggapi soal itu, asisten pelatih Liestiadi mengaku tidak ada masalah jika Arema dipantau pelatih Persema Subangkit. Mengingat persoalan itu sudah biasa dalam tim menjelang pertandingan. "Sudah biasa jika kekuatan kami diintip tim lawan," ucap Liestiadi pada Radar kemarin.

Bahkan, kubu Arema juga melakukan hal yang sama terhadap Persema. Tim pelatih Arema juga sudah melakukan pemantauan terhadap kualitas permainan Persema. Terlebih lagi dua pertandingan Persema terakhir yakni lawan Persebaya (17/2) dan Persik (21/2) di Stadion Gajayana Malang.

Hasil pantauan itu, Liestiadi menilai kekuatan Persema di dua pertandingan terakhir sangat berbahaya. Ini dibuktikan dengan keberhasilan Persema mengalahkan Persebaya dan Persik dengan skor sama 3-1. "Persema tim hebat di dua pertandingan terakhir. Buktinya mereka bisa cetak enam gol di dua pertandingan," terang mantan pelatih PSMS Medan ini.

Untuk itu, kata Liestiadi, pemainnya sudah diintruksikan untuk mewaspadai pergerakan dua winger Persema. Yakni Kasan Soleh sayap kanan dan M. Kamri sayap kiri. Mengingat alur serangan dan proses terciptanya gol, kebanyakan lahir dari serangan dua sayap. Apabila itu bisa dimatikan, maka suplai bola ke dua striker Persema, Jairon Feliciano dan Brima Pepito dapat dipatahkan, sehingga mereka tidak akan bisa membobol pertahanan Arema. (yon/gus/war)

Sumber : Jawapos
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger