BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , » Hari-hari Terakhir Gus Dur di RSCM

Hari-hari Terakhir Gus Dur di RSCM

Must Joyo | 1/08/2010 05:27:00 PM | 0 komentar
Meninggalnya mantan Presiden Gus Dur sempat menimbulkan sejumlah spekulasi. Misalnya ada yang menyebarkan isu Gus Dur dibunuh. Isu itu dibantah keluarga Gus Dur. Sebenarnya seperti apa hari-hari terakhir Gus Dur?

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memiliki catatan lengkap hari-hari Gus Dur selama dirawat sampai meninggal di RS tersebut. Dirut RSCM Akmal Taher menyatakan Gus Dur mengalami komplikasi menjelang wafatnya.

Perawatan medis terhadap Gus Dur di RSCM dimulai setelah mendapat rujukan dari RS Dr Sutomo Surabaya pada 25 Desember 2009.

"Pukul 8.00 WIB, kita mendapat berita dari RS Dr Sutomo, Gus Dur akan dibawa ke RSCM karena keadaan lemah dan perlu cuci darah," kata Akmal kepada wartawan di RSCM, Salemba, Jakarta (5/1/2010).

Gus Dur memang tiga kali seminggu cuci darah. Mantan Ketua Umum PBNU ini pun mengalami kekurangan cairan dan kadar gula darah rendah.

Pada 25 Desember, Gus Dur tiba di RSCM pukul 13.30 WIB dan dilakukan cuci darah. Saat itu Gus Dur menerima tamu Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dan Menkum HAM Patrialis Akbar.

"Pukul 18.00 WIB cuci darah selesai. Gus Dur dibawa ke Gedung A 116 untuk observasi dan kemungkinan ekstraksi gigi karena ada nanah di geraham," jelas Akmal.

Pada akhir pekan, 26 dan 27 Desember 2009, kondisi Gus Dur stabil. Tim dokter mempersiapkan pencabutan gigi. Pada 28 Desember 2009 pukul 11.00 WIB, Gus Dur dicabut gigi di kamar bedah sambil dibius lokal.

"Sempat terjadi frekuensi denyut jantung yang lamban tapi dapat diatasi," ungkap Akmal.

Pukul 11.30 WIB, Gus Dur dibawa ke ICU dalam kondisi sadar.

Pada 29 Desember 2009 pukul 10.00 WIB, Gus Dur kembali cuci darah sampai pukul 13.30 WIB.

30 Desember 2009 menjadi hari terakhir dalam hidup Gus Dur. Kondisi Gus Dur normal pada pagi hari, tapi pada 11.30 WIB, Gus Dur mengeluh sakit hebat pada bokong kanan menjalar ke tungkai dan kaki kanan.

"Pada 12.30 WIB dilakukan pemeriksaan Ultra Sonografi. Ditemukam sumbatan total darah pada panggul kanan dan sebagian panggul kiri," lanjut dia.

Namun kemudian Gus Dur mengalami sesak nafas dan dipindahkan ke ICU Jantung Terpadu. Menkes pada pukul 14.22 WIB meminta kondisi Gus Dur dilaporkan setiap waktu. Dokter melakukan tindakan ortegrafi dan menemukan sumbatan total pada pembuluh darah besar (Aorta) sampai percabangan arteri panggul kiri dan kanan. Kondisi ini dilaporkan ke Menkes pukul 16.30 WIB.

"Pukul 17.45 WIB dilakukan prosedur pengambilan darah. Kondisi pasien disertai penurunan kesadaran. Diberi alat bantu nafas disertai tindakan memperbaiki kondisi pasien," kata Akmal.

Kondisi Gus Dur dilaporkan kepada tim dokter kepresidenan pada 17.55 WIB, dan Presiden SBY akan segera datang ke RSCM. Gus Dur pun kritis pada 18.15 WIB, dokter memberikan resusitasi atau nafas buatan.

Presiden tiba pukul 18.25 WIB dan menemui keluarga Gus Dur. Presiden berdoa bersama keluarga Gus Dur tapi tidak masuk ke ruang tindakan. Sementara tim dokter melakukan bedah vaskuler dan kardiologi.

"Pukul 18.45 WIB, pasien dinyatakan meninggal dan disampaikan langsung ke keluarga dan Presiden menyampaikan bela sungkawa. Presiden meninggalkan rumah sakit pukul 18.55 WIB," pungkas Akmal.

Sumber : DetikNews
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger