BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , » Putri Indonesia Membatik di Kemuning Gading

Putri Indonesia Membatik di Kemuning Gading

Must Joyo | 11/16/2009 03:36:00 PM | 0 komentar
Rubrik: BOGOR COSMO
Bogor - Festival Kemasan Seni Pertunjukan II tahun 2009 kembali dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor di Gedung Kemuning Gading pada Sabtu (14/11), kemarin.

Acara yang dihadiri oleh Ade Syarif Hidayat selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dewan Kesenian Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) Sambas Brata Sondjaja dan Zukhriatul Hafizah, Puteri Indonesia Lingkungan 2009 itu mengumpulkan 13 sanggar yang berkompetisi untuk menampilkan pertunjukkan seni kebudayaan sunda terbaik se Kota Bogor.
Dalam kunjungan Putri Indonesia asal Sumatera Barat itu, Zukhriatul Hafizah juga sempat meninjau ke beberapa stand sanggar yang berada di luar gedung. Anak-anak SD yang hadir berebut mengambil fotonya dan beberapa dari mereka juga meminta tanda tangan wanita ebrkulit putih itu. Selain itu, ia juga mencoba membatik pada sebuah kain di stand batik khas Bogor, Batik Tradisiku.
Para pekerja seni yang menghadirkan kreatifitasnya dalam festival tersebut pun merasa bangga dan senang dengan kehadirannya disana. Hajat kesenian yang dilaksanakan setahun sekali itu juga bisa disaksikan wakil pariwisata Indonesia.
Mengenai acara tersebut, Sambas Brata Sondjaja mengatakan kemajuan yang lebih baik dan mendekati sasaran dibandingkan festival tahun lalu.
“Acara ini merupakan kemajuan bidang seni budaya di Kota Bogor dalam rangka mencari bentuk ideal pertunjukkan yang cocok untuk masing-masing sanggar,” papar Sambas kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Menurut Kepala Seksi Kesenian, Bidang Kebudayaan Disparbud Kota Bogor Ratnasih BA menanggapi jumlah sanggar yang ikut relatif sedikit mengingat banyaknya jumlah sanggar yang ada di kota Bogor mengatakan bahwa frame festival yang dibentuk oleh pelaksana kegiatan benar-benar bersumber dari akar budaya daerah Jawa Barat.
“Satu ketentuan yang harus dipatuhi adalah setiap sanggar, 70 persen personel pendukungnya harus warga Kota atau Kabupaten Bogor. Ditambah lagi semua kebudayaan yang ditampilkan wajib membawakan kebudayaan sunda,” jelasnya.
Tambahnya, sanggar yang memenangkan festival tersebut akan mendapatkan tempat untuk mempertunjukkan kebolehannya dalam HUT KORPRI mendatang. “Kepala Disparbud sangat senang atas acara ini. Ia merencanakan akan terus membimbing sanggar yang memenangkan festival ini untuk dihadirkan dalam sebuah pertunjukkan di HUT KORPRI,” tandas Ratna.

Sumber : Bogor Cosmo Jurnal bogor dotcom


Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger