BAHWASANNYA

Adanya "ADA" itu "ADA",Tidak adanya "ADA" itu "ADA".Adanya "Tidak Ada" itu "ADA",Tidak Adanya "Tidak Ada" itu "ADA"....
"Huwalloh, Robby...Wa Robbukum...Dialah Allah, Tuhanku dan Tuhan Kalian"

Home » , » Teladan Itu Datang dari Ongis Nade

Teladan Itu Datang dari Ongis Nade

Must Joyo | 4/22/2009 05:45:00 PM | 0 komentar
Teladan itu datangnya dari Ongis Nade
Bicara soal "teladan" itu adalah "contoh yang baik" mungkin itu yang bisa saya artikan menurut pengertian saya pribadi, barangkali ada yang mau menambahkan atau mengoreksinya...?? silahkan. Ongis Nade (kata walikan dari: Singo Edan) satu julukan bagi team sepak bola Arema. Melihat judul di atas, sebagai bagian dari arema/aremania, rasanya sayang kalo gak saya abadikan disini. (mohon ijinnya pada penulis pertama artikel ini, buat copas artikelnya. Kebetulan sudah lama blog saya ini gak ada postingan baru, meskipun artikel ini adalah tak jauh dari cerita seputar film documenter. Ya, itung-itung dari pada vacum new posting... Bolehlahhhhh....


Pada suatu senja di stasiun Kepanjen, Malang, tampak seorang pemuda sedang dianiaya sekelompok lawannya. Karena tak seimbang, tentu saja dia tak berdaya dibuatnya. Tiba-tiba sesosok pria kurus datang menengahi. ”Kalau mau berkelahi jangan di sini. Ini Malang,” teriaknya kepada kelompok pemuda beringas tersebut. Pemukulan itu lantas berhenti seketika.
Pemuda yang dipukuli itu sosok fiktif dalam film arahan sutradara Andibachtiar Yusuf, Romeo Juliet bernama Rangga (diperankan oleh Edo Borne). Rangga merupakan suporter kesebelasan Persija Jakarta. Akibat jalinan asmaranya dengan Desi (Sissy Prescillia), seorang penggemar fanatik Persib Bandung dia harus menerima kenyataan pahit itu. Pasalnya The Jak, fans Persija dan Viking, fans Persib menjalin tali permusuhan.

Pemuda kurus yang melerai itu bernama Yuli Soemphil. Yuli bukan sosok fiktif, di sini dia memang berperan sebagai diri sendiri. Mereka yang pernah nonton film dokumenter The Conductors agaknya masih ingat siapa pria berkulit legam ini. Ya, Yuli adalah konduktor bagi Aremania. Ini julukan bagi suporter kesebelasan kebanggaan kota Malang, yakni Arema. Setiap kali tim berjuluk Singo Edan ini bertanding, Yuli naik di atas tiang dan memimpin yel-yel dan lagu-lagu penyemangat timnya.

Kota Malang mungkin tidak penting bagi mereka yang tinggal di ibukota. Namun di film ini sosok mereka dan Yuli Soemphil mendadak penting. Betul-betul mencuri perhatian. Simak saja ketika scene tentang mereka diperlihatkan pertama kali dalam film Romeo Juliet. Sekelompok pemuda menyanyikan lagu Topi Saya Bundar dengan Burung Yuli Besar. Rupanya mereka hidup dengan selera humor yang tinggi. Lontaran kelakar mereka menjadikan film yang beraroma macho ini mendadak lembut.

Tak segan pula arek Malang ini berbicara dalam idiom yang biasa mereka pakai yakni boso walikan Malang. Bukan hanya lewat dialog, yang menyebut ojob untuk bojo, bahasa Jawa untuk istri, bahkan lewat kaos yang dipakai bahasa itu tetap digunakan. Tengok saja tulisan Ongis Nade yang bermakna Singo Edan. Muncul sebuah kebanggaan terhadap identitas lokal.

Ternyata, masih ada satu wacana menarik dari Aremania dan pernah dibahas dalam film The Conductors. Suporter Arema ini selalu dianjurkan untuk menonton tim kesayangannya dengan membayar tiket. ”Arema bondho duit,” demikian bunyi lirik yel mereka. Artinya suporter Arema punya duit. Mereka nonton pertandingan sepakbola dengan membayar tiket, bukan modal nekad. Salah satunya dengan menjebol pagar, atau cara-cara tak terpuji lainnya.

Seiring dengan itu, Aremania seolah memberi anjuran kepada publik agar nonton film kesayangan dengan membeli tiket di bioskop. Jadi, bukannya membeli DVD bajakan, lantas ditonton di rumah. Ah, teladan itu datangnya dari lapangan sepakbola.

Tak jelas juga, apakah pesan ini sengaja ditiupkan pula oleh sang sineas, Andibachtiar Yusuf. (bat)
Sumber : 21cineplex.com
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Griya Maya Rog Rog Asem - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger